Pembalasan.

Troy menyugar rambutnya dengan kasar, berulang kali dia merutuki dirinya sendiri. Kesal dan marah bercampur jadi satu hingga membuat kepalanya terasa akan meledak.

Bagaimana bisa, dia tidak menyadari terjadi hal mengerikan ini di rumahnya. Bagaimana bisa, dia begitu tidak peduli padahal dia melihat Bintang berjalan terseok-seok kemarin pagi.

"Oh, Troy... stupid! stupid!" geramnya sambil menjambaki rambutnya.

"Saudara Troy Richard..."

"Iya, Saya!" Troy berusaha sadar saat seorang lelaki berseragam polisi, memanggil namanya.

"Mari, Pak. Kita Masuk," ucap Timothy, pengacara yang di tunjuk Troy untuk membantunya mengurus kasus kekerasan yang di lakukan pengasuh Bintang.

Troy masuk ke ruang pemeriksaan di sebuah kantor polisi, di lihatnya Puji berada di dalam teralis besi. Keadaannya sangat kacau, rambutnya acak-acakan karena tadi Tia menjambaknya dengan keras. Troy bahkan bisa melihat ada segumpal rambut yang rontok dalam genggaman tangan Tia. Tak bisa di bayangkan, betapa keras jambakan Tia di rambut Puji.

Baju Puji juga sedikit sobek di bagian lengan, sepertinya karena tarikan dari Prita, yang mencengkram tangan Puji hingga terpelintir tadi.

Troy menelan salivanya, dua manusia itu benar-benar berbahaya, dia harus berhati-hati.

"Silahkan duduk di sini," ucap lelaki berseragam Polisi dengan sopan.

"Terima kasih," jawab Troy sambil berusaha duduk dengan tenang, sedangkan Timothy berdiri tegap di sampingnya.

"Pelaku bernama Puji Astuti dan pelapor adalah Anda, lalu korbannya adalah?"

"Anak Saya, namanya Bintang."

Pak Polisi tadi mulai mengetik untuk mengisi berkas laporan tuntutan dari Troy.

"Ini kami lampirkan foto foto bekas tindakan kekerasan di tubuh korban, berikut juga video yang di ambil dari CCTV di rumah korban," lanjut sang pengacara sambil menyerahkan sebuah amplop coklat yang berisi berkas-berkas yang dia sebutkan tadi.

"Tidak akan ada kata Damai untuk kasus ini, dan kami berharap pelaku mendapatkan hukuman seberat-beratnya, mengingat korban adalah seorang anak yang baru berusia lima tahun, lemah dan sudah sepatutnya kita sebagai orang dewasa melindunginya, bukan menyiksanya," ucap Timothy panjang lebar.

"Baik, kami akan bekerja sebaik mungkin untuk mengerjakan kasus ini."

"Ada satu lagi," ucap Troy menambahkan.

"Saya ingin, yayasan yang yang menaungi Puji, dituntut! ini sebagai pelajaran agar yayasan penyedia pengasuh tidak sembarangan merekrut orang menjadi sitter!" ucap Troy sambil menggebu-gebu.

"Baik," sang Polisi hanya mengangguk anggukkan kepalanya sambil terus mengetik.

"Kami akan tindaklanjuti laporan dan segera mengerjakan kasus ini."

Troy bangun dari duduknya, " Terima kasih, mohon kerja samanya!" ucapnya sambil menjabat tangan lelaki berseragam Polisi itu.

Troy berjalan menuju pintu keluar, namun langkahnya terhenti tepat di depan jeruji besi yang mengurung Puji.

"Tidak ada seorangpun yang bisa lolos saat macam-macam dengan keluarga Richard Kardinal! camkan itu!" geramnya sambil mencengkram jeruji besi yang memisahkannya dengan Puji.

"Ma-maafkan saya, Pak. Tolong Maafkan Saya..." ucap Puji memohon sambil menangkup kan kedua tangannya.

"Saya akan melakukan apapun, asalkan bisa di maafkan dan berdamai, Pak... Saya mohon... Ibu Saya sedang sakit, dia butuh Saya..."

Troy berdecih, lalu meninggalkan Puji begitu saja. "Pastikan dia di penjara selama yang kamu bisa! minta dia di penjara 10 tahun atu 20 tahun atau seumur hidup jika perlu. Kalau kau bisa memenangkan kasus ini, dan dia di jatuhi hukuman yang paling berat, aku akan beri bonus besar buatmu!" ucap Troy sambil berjalan keluar Kantor Polisi diikuti Timothy.

"Baik Bos.." jawab Timothy bersemangat.

***

Setelah meninggalkan kantor polisi, Troy kembali ke Rumah Sakit tempat Bintang di rawat. Dia menarik napas dengan berat dan menghembuskannya perlahan sambil memandangi gedung berlantai lima itu.

Perasaan bersalah terus menggerogoti hatinya, dia merasa malu untuk bertemu Bintang dan Tia.

Troy merasa bersalah karena sudah lengah dan membiarkan hal buruk menimpa Bintang, padahal beberapa hari yang lalu dia begitu sombong dan angkuh dan penuh percaya diri bisa membahagiakan Bintang karena dirinya kaya raya jika di bandingkan dengan keluarga Tia.

"Huft..." desahnya, lalu dia pun mulai melangkahkan kaki memasuki gedung rumah sakit yang megah itu.

Ceklek.

Hampir saja Troy melonjak karena terkejut, sebab di balik pintu yang dia buka barusan, muncul Tia dengan wajah garangnya tepat di tengah kegelapan, dia benar-benar seperti penampakan hantu yaang menakutkan

Tia menatap tajam ke arah Troy sambil berkacak pinggang.

"Dia di jatuhi hukuman mati, kan!" ucap Tia dengan penuh emosi.

"Tidak mungkin dapat hukuman mati," ucap Troy sambil menerobos masuk ke ruang perawatan Bintang. Terus berjalan menuju ranjang Bintang dan duduk di sana sambil terus memandangi wajah Bintang yang sedang tertidur lelap.

Wajahnya terlihat sangat tenang, bahkan senyum muncul di bibirnya. Padahal kemarin malam, Troy melihat Bintang tak bisa tidur dengan nyenyak bahkan dia terus terusan mengigau.

"Maafkan Papa..." ucapnya lirih sambil mengelus rambut coklat Bintang yang lembut.

Setelah itu, Troy meninggalkan Bintang dan duduk di sofa sambil menatap Tia yang masih berkacak pinggang sambil memandangi dirinya.

"Di mana Okta dan Prita?"

"Mereka sudah pulang, ku suruh pulang supaya Bintang bisa tidur."

Troy menganggukkan kepalanya beberapa kali.

"Kau, tidak pulang?"

"Aku? aku pulang? dan meninggalkan Bintang yang sedang kesakitan seperti itu!" Tia kesal.

"Jangan suruh aku pergi, aku nggak percaya padamu setelah apa yang terjadi pada Bintang. Ya Tuhan, Kak Rani pasti sedang marah di atas sana, karena anaknya disiksa dan kamu sebagai Ayahnya begitu bodohnya tak sadar sama sekali!" geram Tia, ingin rasanya dia berteriak untuk meluapkan emosinya, namun Bintang sedang tidur, dia tak ingin membangunkannya.

Troy menelan salivanya, "lakukanlah sesukamu. Aku mau melanjutkan pekerjaanku," ucap Troy sambil mulai membuka laptopnya.

Tia membuka mulutnya, tak percaya. Ingin rasanya dia memaki Troy habis habisan, tapi dia urungkan. Dia juga lelah dan butuh istirahat.

Akhirnya Tia mengambil selembar tikar dan tidur persis di bawah ranjang perawatan Bintang.

"Jangan tidur di situ, astaga!" ucap Troy tak habis pikir.

"Tidurlah di sofa ini, bagian sana kan bisa kau pakai tidur," ucap Troy menunjukkan sudut sofa yang kosong.

Tia tak menjawab, tapi dia menurut.

Troy hanya bisa menggelengkan kepalanya tak percaya.

***

"Uhhmm... dingin..." gumam Tia.

Lalu sebuah tangan kekar melingkari dadanya sembari menyelimuti nya, hingga membuat Tia tersenyum karena merasa hangat.

Seketika Tia membuka matanya dengan lebar, dan menoleh ke arah belakangnya, benar saja, Troy tidur persis di sebelahnya, bahkan tangannya melingkari tubuh Tia.

"Gila!" teriak Tia, sambil melayangkan tinju ke wajah tampan Troy.

Terpopuler

Comments

sunshine wings

sunshine wings

Wohoo.. 😱😱😅😅😅
Tanggungjawab ya Troy.. 🤭🤭😍😍😍

2024-09-09

5

lihat semua
Episodes
1 Lelaki satu Milyar
2 Kabar mengejutkan.
3 Tiara Putri
4 Upaya Tia
5 Kekuatan Orang Dalam
6 Kedatangan orang yang tak di kenal.
7 Tuan 'Troy'ble maker.
8 Hoax
9 Perkara uang lima puluh ribu
10 Surga dunia
11 Tertipu
12 New Sitter
13 Asyiknya menggoda Tia.
14 Kisah yang terkuak
15 Bintang sakit.
16 Pertolongan dari Okta.
17 Amukan Tia.
18 Pembalasan.
19 Bobok bareng.
20 Kebencian Tia.
21 Rencana Okta dan Prita.
22 Bukan Istri Troy!
23 Aku akan membantu menjaga Bintang.
24 Malam pertama di rumah Troy.
25 Kegilaan Mommy.
26 Keturunan Timur Tengah.
27 kemunculan uget uget.
28 Orang mencurigakan.
29 Mau kerja atau kencan?
30 Kalut.
31 Pernyataan yang mengejutkan.
32 Ide Gila.
33 Perhatian Troy.
34 Petuah Tia.
35 Lina berulah.
36 Pergolakan batin.
37 Tau diri.
38 Pede tingkat Dewa.
39 curhatan para pria
40 Troy si usil.
41 Nikmat Tuhan mana lagikah yang kau dustakan.
42 persyaratan tersembunyi.
43 Terciduk.
44 Butuh Healing.
45 Pria Tua?
46 Pembalasan Okta.
47 Jatuh cinta?
48 Rencana Troy, gagal?
49 Mommy murka.
50 Okta sakit.
51 Kerokan maut Prita.
52 Penyamaran Tia.
53 Reuni.
54 Lelaki lurus.
55 Calon Pengantin sempurna.
56 Ajaran sesat Troy.
57 Sarang Burung.
58 Rencana Mommy.
59 Hari H.
60 Kembali bekerja.
61 Area Baru.
62 Lelaki sejati harus memimpin!
63 Troy si Arogan.
64 Perlawanan Tia.
65 Troy marah.
66 Perasaan aneh.
67 Tia menang.
68 Troy menang.
69 Ketahuan.
70 Tanda Bahaya.
71 Troy mulai waspada.
72 Gosip.
73 Bantuan Daddy.
74 Hasutan Lina.
75 Akal bulus Lina.
76 Duel maut.
77 Akal bulus Prita.
78 Bodyguard.
79 Rahasia umum.
80 bodyguard part 2
81 Penyerangan.
82 Penyerangan part 2
83 Kisah Hendra.
84 Gagal maning.
85 Troy ngambek.
86 Troy keceplosan.
87 Gagal maning bagian 2
88 Kemarahan emak Tia
89 Troy selalu salah.
90 Kemunculan uget-uget Internasional.
91 Ross yang tak tahu malu.
92 Rindu... siapa?
93 Curiga.
94 Keceplosan.
95 Kamu di mana, Tia?
96 Pertolongan datang tepat waktu.
97 Terjebak masalah Hendra.
98 Tia, ayo pulang...
99 Minta Cerai.
100 the end.
101 promo karya baru.
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Lelaki satu Milyar
2
Kabar mengejutkan.
3
Tiara Putri
4
Upaya Tia
5
Kekuatan Orang Dalam
6
Kedatangan orang yang tak di kenal.
7
Tuan 'Troy'ble maker.
8
Hoax
9
Perkara uang lima puluh ribu
10
Surga dunia
11
Tertipu
12
New Sitter
13
Asyiknya menggoda Tia.
14
Kisah yang terkuak
15
Bintang sakit.
16
Pertolongan dari Okta.
17
Amukan Tia.
18
Pembalasan.
19
Bobok bareng.
20
Kebencian Tia.
21
Rencana Okta dan Prita.
22
Bukan Istri Troy!
23
Aku akan membantu menjaga Bintang.
24
Malam pertama di rumah Troy.
25
Kegilaan Mommy.
26
Keturunan Timur Tengah.
27
kemunculan uget uget.
28
Orang mencurigakan.
29
Mau kerja atau kencan?
30
Kalut.
31
Pernyataan yang mengejutkan.
32
Ide Gila.
33
Perhatian Troy.
34
Petuah Tia.
35
Lina berulah.
36
Pergolakan batin.
37
Tau diri.
38
Pede tingkat Dewa.
39
curhatan para pria
40
Troy si usil.
41
Nikmat Tuhan mana lagikah yang kau dustakan.
42
persyaratan tersembunyi.
43
Terciduk.
44
Butuh Healing.
45
Pria Tua?
46
Pembalasan Okta.
47
Jatuh cinta?
48
Rencana Troy, gagal?
49
Mommy murka.
50
Okta sakit.
51
Kerokan maut Prita.
52
Penyamaran Tia.
53
Reuni.
54
Lelaki lurus.
55
Calon Pengantin sempurna.
56
Ajaran sesat Troy.
57
Sarang Burung.
58
Rencana Mommy.
59
Hari H.
60
Kembali bekerja.
61
Area Baru.
62
Lelaki sejati harus memimpin!
63
Troy si Arogan.
64
Perlawanan Tia.
65
Troy marah.
66
Perasaan aneh.
67
Tia menang.
68
Troy menang.
69
Ketahuan.
70
Tanda Bahaya.
71
Troy mulai waspada.
72
Gosip.
73
Bantuan Daddy.
74
Hasutan Lina.
75
Akal bulus Lina.
76
Duel maut.
77
Akal bulus Prita.
78
Bodyguard.
79
Rahasia umum.
80
bodyguard part 2
81
Penyerangan.
82
Penyerangan part 2
83
Kisah Hendra.
84
Gagal maning.
85
Troy ngambek.
86
Troy keceplosan.
87
Gagal maning bagian 2
88
Kemarahan emak Tia
89
Troy selalu salah.
90
Kemunculan uget-uget Internasional.
91
Ross yang tak tahu malu.
92
Rindu... siapa?
93
Curiga.
94
Keceplosan.
95
Kamu di mana, Tia?
96
Pertolongan datang tepat waktu.
97
Terjebak masalah Hendra.
98
Tia, ayo pulang...
99
Minta Cerai.
100
the end.
101
promo karya baru.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!