Pertolongan dari Okta.

"Lu, tidur di sini nanti malam?" tanya Okta sambil memperhatikan bos sekaligus sahabatnya yang mulai sibuk dengan laptopnya.

"Iyalah, gue nggak tenang juga ninggalin Bintang di sini," Troy mengambil flash disk yang di bawa Okta, lalu mulai membuka berkas pekerjaannya yang sempat terbengkalai.

"Kan, ada Saya, Pak. Nggak apa-apa, Bintang sama Saya aja di sini," ucap Puji sambil tersenyum dan meletakan beberapa buah segar yang baru di cucinya ke atas meja yang berada di dekat Troy.

"Nanti, Lu pergi nggak bilang-bilang lagi," ucap Troy dengan nada kesal.

"Puji, Saya nggak nyaman melihat penampilan kamu, tolong ganti bajumu dengan seragam!" ketus Troy sambil menunjuk-nunjuk pakaian yang di kenakan Puji.

"Maaf Pak, tapi Saya nggak bawa baju ganti."

"Lu kan bisa pulang dan ganti baju," balas Troy sambil terus mengutak atik laptopnya.

"Baik..." dengan nada tak bersemangat Puji menurut dan berlalu pergi.

"Lu, kok ketus banget sama pengasuhnya Bintang? jangan gitu loh, dia kan berjasa ngerawat Bintang," ucap Okta sambil duduk di samping Troy. Dia mengambil sebuah apel yang tadi di sediakan Puji, lalu menggigitnya

"Gue bayar jasa dia, nggak gratis. Jadi dia nggak ada jasa apa apa ke gue. Semuanya pure transaksi yang adil jadi tidak ada yang berhutang budi di sini!"

Troy menghentikan kegiatannya dan termenung, "Justru Tia lah yang punya jasa paling besar, dia sudah merawat Bintang tanpa mengharapkan apapun..." gumamnya lirih.

Troy baru menyadari, merawat anak sangatlah tidak mudah, apalagi Tia sudah merawat Bintang sejak Bintang masih bayi bahkan saat itu, Tia sendiri baru berumur belasan tahun, kehidupannya pasti sangat berat.

Troy menarik napas berat dan menghembuskannya perlahan. Sedikit merasa bersalah karena telah memisahkan Tia dari Bintang.

"Kenapa, Lu? bengong aja?" Okta menyenggol pundak Troy hingga membuat Troy terkesiap dan bangun dari lamunannya

"Besok, tolong ajak Tia ke sini."

"Hah? kenapa? gue sudah berusaha menyembunyikan keadaan Bintang padanya, kok malah dia di suruh ke sini..."

"Gue sudah janji sama Bintang," Troy kembali menatap Bintang yang masih terlelap di ranjang perawatannya.

"Gue nggak tega lihat dia nangis, kangen sama Tia."

"Hmmm... ya sudah, besok siang gue ajak Tia ke sini. Gue pulang dulu ya?" Okta bangun dari duduknya, berjalan pelan mendekati ranjang Bintang dan menatap wajah polos yang sedang tertidur lelap itu.

"Dia benar-benar duplikat lu, Troy. Hidungnya, warna rambut dan warna kulitnya pun semua sama dengan Lu..." Okta tersenyum sambil mengelus pelan rambut Bintang.

"Iya lah, Rani itu bukan cewek gampangan! gue yakin, cuma gue satu-satunya lelaki yang ada di hidup dia. Yang masih buat gue penasaran, kenapa dia ninggalin gue... gue pengen tahu alasannya..."

Troy menghela napas, bayang-bayang Rani kembali terlintas dalam pikirannya. Maharani yang begitu cantik, baik, lembut dan sangat menyayanginya... "I miss her, so much..." gumam Troy.

Okta terkekeh, "Lu nggak kangen Rosalinda? dia telpon Lu terus dari kemarin."

"Huft... biarlah, gue bosan sama dia. Lu nggak jadi pulang? pergi sana, gangguin lamunan indah gue aja, lu!" kesal Troy karena Okta mengingatkan Ross yang menyebalkan.

"Hahaha... " Okta terkekeh lirih sambil berjalan keluar dari kamar perawatan Bintang, meninggalkan Troy sendiri di sana.

***

"Pagi, Tia," Tuti mendekat saat melihat Tia sedang bengong di pantry.

"Kenapa? pagi-pagi kok udah bengong aja?"

"Aku nggak bisa tidur, Mbak. Nggak tau kenapa aku kepikiran terus sama Bintang," ucap Tia.

"Aku mau ke ruang CEO dulu, mau bersih-bersih," Tia langsung berlalu keluar dari pantry, mengambil peralatan kebersihannya, kemudian pergi ke ruang kerja Troy.

Tia ingin meminta tolong dengan sangat, jika perlu dia akan bersujud, asalkan dia diijinkan bertemu dengan Bintang.

Semalaman dia terus memikirkan Bintang, hingga tak bisa tidur. Tia takut terjadi sesuatu pada anak sambungnya itu.

Namun sudah hampir satu jam dia berada di ruangan Troy, si pemilik ruangan itu belum juga muncul. Biasanya orang itu tak pernah terlambat, kenapa hari ini tiba-tiba dia tak terlihat. Jangan-jangan benar jika terjadi sesuatu pada Bintang.

Jantung Tia langsung berdebar dengan kencang, tangannya bahkan gemetar. Dia tak bisa membayangkan jika terjadi hal buruk pada Bintang.

"HP... mana HP ku?" Tia bermaksud menelpon Troy, namun sayang dia tak menemukan ponselnya. "Sial! semalam aku cas dan belum ku cabut!" kesal Tia pada dirinya sendiri.

"Oh iya, Prita pasti bawa HP!" Tia pergi begitu saja, tanpa memperdulikan peralatan kerjanya yang masih berantakan di ruang kerja Troy. Dia bahkan tak terpikir untuk membereskan semua itu, yang dia pikirkan hanya Bintang. Dia benar-benar cemas, belum pernah dia merasa se kalut ini sebelumnya.

"Prita!" panggil Tia, saat memasuki ruang kerja Prita yang berisikan enam orang karyawan. Prita terkejut dan melotot ke arah Tia.

"Apaan!" bisiknya sambil menarik Tia mendekatinya.

"Gue pinjem HP lu, Lu punya nomernya Troy, kan?" ucap Tia.

"Gila lu! ngapain karyawan rendahan macam gue, punya nomer big bos! nggak punya, lah!" jawab Prita masih dengan nada berbisik.

Karena di ruangan itu sedang ada Pak Giovani sang manager Personalia, Prita sedikit takut jika dia dan Tia dapat surat peringatan karena mengobrol di jam kerja.

"Ehm! ehm!"

"Duuhh..." Prita makin ketakutan, karena Pak Giovani sudah berdehem menandakan dia tak suka keributan yang di buat oleh Tia.

"Nanti kita ngobrol lagi, pas jam istirahat, ya. Sekarang gue lagi kerja nih..."

"Bintang, Prit..." ucap Tia dengan lemah.

"Bintang kenapa?"

"Aku takut terjadi sesuatu sama Bintang, tolong carikan nomer telpon Troy, aku mau telpon dia sekarang..." Tia merengek sambil menarik narik lengan baju Prita.

"Sudah jam segini, Troy belum berangkat juga. Aku jadi yakin kalau Bintang kenapa-napa. Aku khawatir banget..."

"Ehem!" deheman Pak Giovani makin kencang, membuat Prita makin serba salah.

"Duh, gue harus gimana nih..." gumamnya sambil menjambaki rambutnya sendiri.

"Kalian sedang apa di jam kerja?!" Akhirnya Pak Giovani sudah tak sabar, dia pun medekati meja kerja Prita dengan wajah seriusnya yang garang.

"Mati gue..." gerutu Prita putus asa.

"Kebetulan kalian ada di sini," tiba-tiba sebuah suara bagaikan penyelamat, muncul. Membuat Prita, Tia dan Pak Giovani, menoleh.

Okta benar-benar seperti malaikat penolong yang datang di saat yang sangat tepat.

"Selamat siang, Pak Okta," ucap Giovani dengan hormat.

Okta menganggukkan kepalanya sepintas, lalu menatap Prita dan Tia secara bergantian.

"Saya ada keperluan dengan dua orang ini," ucap Okta sambil menunjuk Tia dan Prita.

Prita membola, ada apa gerangan sampai Pak Okta ada urusan dengan dirinya?

"Oh, silahkan Pak," ucap Pak Giovani.

"Ayo, ikut Saya," ucap Okta singkat dan padat. setelah itu dia berjalan keluar dari ruang admin, dan tentu saja diikuti Tia dan Prita.

Okta menunggu di luar ruangan, hingga Prita dan Tia berdiri di depannya.

"Begini, Tia. Kamu bisa ikut Saya."

"Ke mana?"

"Ke Rumah Sakit, Bintang sedang sakit."

"Apa!!" teriak Tia dan Prita bersamaan.

.

#like dan komen yuk, biar rame 😘

Episodes
1 Lelaki satu Milyar
2 Kabar mengejutkan.
3 Tiara Putri
4 Upaya Tia
5 Kekuatan Orang Dalam
6 Kedatangan orang yang tak di kenal.
7 Tuan 'Troy'ble maker.
8 Hoax
9 Perkara uang lima puluh ribu
10 Surga dunia
11 Tertipu
12 New Sitter
13 Asyiknya menggoda Tia.
14 Kisah yang terkuak
15 Bintang sakit.
16 Pertolongan dari Okta.
17 Amukan Tia.
18 Pembalasan.
19 Bobok bareng.
20 Kebencian Tia.
21 Rencana Okta dan Prita.
22 Bukan Istri Troy!
23 Aku akan membantu menjaga Bintang.
24 Malam pertama di rumah Troy.
25 Kegilaan Mommy.
26 Keturunan Timur Tengah.
27 kemunculan uget uget.
28 Orang mencurigakan.
29 Mau kerja atau kencan?
30 Kalut.
31 Pernyataan yang mengejutkan.
32 Ide Gila.
33 Perhatian Troy.
34 Petuah Tia.
35 Lina berulah.
36 Pergolakan batin.
37 Tau diri.
38 Pede tingkat Dewa.
39 curhatan para pria
40 Troy si usil.
41 Nikmat Tuhan mana lagikah yang kau dustakan.
42 persyaratan tersembunyi.
43 Terciduk.
44 Butuh Healing.
45 Pria Tua?
46 Pembalasan Okta.
47 Jatuh cinta?
48 Rencana Troy, gagal?
49 Mommy murka.
50 Okta sakit.
51 Kerokan maut Prita.
52 Penyamaran Tia.
53 Reuni.
54 Lelaki lurus.
55 Calon Pengantin sempurna.
56 Ajaran sesat Troy.
57 Sarang Burung.
58 Rencana Mommy.
59 Hari H.
60 Kembali bekerja.
61 Area Baru.
62 Lelaki sejati harus memimpin!
63 Troy si Arogan.
64 Perlawanan Tia.
65 Troy marah.
66 Perasaan aneh.
67 Tia menang.
68 Troy menang.
69 Ketahuan.
70 Tanda Bahaya.
71 Troy mulai waspada.
72 Gosip.
73 Bantuan Daddy.
74 Hasutan Lina.
75 Akal bulus Lina.
76 Duel maut.
77 Akal bulus Prita.
78 Bodyguard.
79 Rahasia umum.
80 bodyguard part 2
81 Penyerangan.
82 Penyerangan part 2
83 Kisah Hendra.
84 Gagal maning.
85 Troy ngambek.
86 Troy keceplosan.
87 Gagal maning bagian 2
88 Kemarahan emak Tia
89 Troy selalu salah.
90 Kemunculan uget-uget Internasional.
91 Ross yang tak tahu malu.
92 Rindu... siapa?
93 Curiga.
94 Keceplosan.
95 Kamu di mana, Tia?
96 Pertolongan datang tepat waktu.
97 Terjebak masalah Hendra.
98 Tia, ayo pulang...
99 Minta Cerai.
100 the end.
101 promo karya baru.
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Lelaki satu Milyar
2
Kabar mengejutkan.
3
Tiara Putri
4
Upaya Tia
5
Kekuatan Orang Dalam
6
Kedatangan orang yang tak di kenal.
7
Tuan 'Troy'ble maker.
8
Hoax
9
Perkara uang lima puluh ribu
10
Surga dunia
11
Tertipu
12
New Sitter
13
Asyiknya menggoda Tia.
14
Kisah yang terkuak
15
Bintang sakit.
16
Pertolongan dari Okta.
17
Amukan Tia.
18
Pembalasan.
19
Bobok bareng.
20
Kebencian Tia.
21
Rencana Okta dan Prita.
22
Bukan Istri Troy!
23
Aku akan membantu menjaga Bintang.
24
Malam pertama di rumah Troy.
25
Kegilaan Mommy.
26
Keturunan Timur Tengah.
27
kemunculan uget uget.
28
Orang mencurigakan.
29
Mau kerja atau kencan?
30
Kalut.
31
Pernyataan yang mengejutkan.
32
Ide Gila.
33
Perhatian Troy.
34
Petuah Tia.
35
Lina berulah.
36
Pergolakan batin.
37
Tau diri.
38
Pede tingkat Dewa.
39
curhatan para pria
40
Troy si usil.
41
Nikmat Tuhan mana lagikah yang kau dustakan.
42
persyaratan tersembunyi.
43
Terciduk.
44
Butuh Healing.
45
Pria Tua?
46
Pembalasan Okta.
47
Jatuh cinta?
48
Rencana Troy, gagal?
49
Mommy murka.
50
Okta sakit.
51
Kerokan maut Prita.
52
Penyamaran Tia.
53
Reuni.
54
Lelaki lurus.
55
Calon Pengantin sempurna.
56
Ajaran sesat Troy.
57
Sarang Burung.
58
Rencana Mommy.
59
Hari H.
60
Kembali bekerja.
61
Area Baru.
62
Lelaki sejati harus memimpin!
63
Troy si Arogan.
64
Perlawanan Tia.
65
Troy marah.
66
Perasaan aneh.
67
Tia menang.
68
Troy menang.
69
Ketahuan.
70
Tanda Bahaya.
71
Troy mulai waspada.
72
Gosip.
73
Bantuan Daddy.
74
Hasutan Lina.
75
Akal bulus Lina.
76
Duel maut.
77
Akal bulus Prita.
78
Bodyguard.
79
Rahasia umum.
80
bodyguard part 2
81
Penyerangan.
82
Penyerangan part 2
83
Kisah Hendra.
84
Gagal maning.
85
Troy ngambek.
86
Troy keceplosan.
87
Gagal maning bagian 2
88
Kemarahan emak Tia
89
Troy selalu salah.
90
Kemunculan uget-uget Internasional.
91
Ross yang tak tahu malu.
92
Rindu... siapa?
93
Curiga.
94
Keceplosan.
95
Kamu di mana, Tia?
96
Pertolongan datang tepat waktu.
97
Terjebak masalah Hendra.
98
Tia, ayo pulang...
99
Minta Cerai.
100
the end.
101
promo karya baru.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!