Bab 16 Adakah Kesempatan Itu

BRAK... !

Pintu kamar rumah sakit didorong keras.

Seorang perempuan berjalan masuk dengan tergesa-gesa.

"Kakak ! Bagaimana keadaanmu ?" sapa gadis itu.

Samuel segera menghentikan aktivitasnya.

"Sarah !" sapa Samuel terkejut.

"Kakak, aku baru mendengar kabar ini setelah Raymond kerumah, kami benar-benar kaget saat mendengar kabar kalau kamu disekap gangster lorong kucing", kata gadis bernama Sarah.

"Aku tidak apa-apa, untung ada Soraya yang menolongku terbebas dari sekapan mereka'', sahut Samuel.

"Apa yang mereka lakukan padamu, kakak ?" tanya Sarah dengan sorot mata tajam.

Gadis cantik dengan atasan kemeja kotak-kotak serta celana jeans denim melangkah mendekati tempat tidur dimana Samuel berada bersama Soraya.

Sarah melirik sekilas ke arah Soraya tanpa menyapanya.

"Berterimakasihlah pada Soraya berkat dia, aku tertolong", kata Samuel.

Sarah masih bersikap dingin terhadap Soraya yang merupakan kakak iparnya.

"Untuk apa aku berterimakasih padanya ? Bukankah dia suka jika kau tidak ada ?" kata Sarah sembari melengos kesal.

"Sarah !" ucap Samuel mengingatkan.

"Apa ? Itu benarkan ? Kenyataannya selama ini, dia tidak sekalipun memperdulikanmu bahkan seolah-olah dia tidak pernah menikah denganmu, kak !" kata Sarah.

Sarah berkacak pinggang dengan sorot mata dingin.

Samuel menghela nafas pelan lalu memeluk Soraya dengan eratnya.

"Dia istriku, kami sudah menikah dan masalah dia tidak pernah peduli padaku, itu masa lalu, Sarah", kata Samuel membela Soraya.

"Betapa kamu sangat mencintainya sedangkan dia tidak pernah menunjukkan rasa cintanya padamu, kak !" sahut Sarah dengan wajah cemberut.

"Cinta memang datang terlambat tapi kami akan memperbaikinya mulai dari sekarang", kata Samuel yang mencoba tersenyum.

Sarah masih tidak dapat menerima Soraya karena selama ini, kakak iparnya itu sangat acuh pada Samuel bahkan mereka tidak pernah berbicara selama bertemu.

"Jika memang cinta datang diakhir maka aku akan meminta buktinya pada dia, bahwa dia sangat cinta padamu, kak", kata Sarah.

"Bukti apa ? Dan untuk apa ?" tanya Samuel.

"Supaya aku dan keluarga yakin kau bahagia, kak", sahut Sarah.

"Aku cukup bahagia selama Soraya bersamaku dan kami masih menikah", kata Samuel.

"Kenyataannya dia tidak pernah peduli padamu, jika dia peduli dan sayang padamu, pasti kejadian ini tidak pernah terjadi", ucap Sarah.

Sarah terlihat tidak terima melihat kakak laki-lakinya terluka parah seperti itu bahkan dia menjatuhkan kesalahan atas kejadian disekapnya Samuel oleh gangster lorong kucing pada Soraya.

Alasan mengapa dia cenderung memusuhi Soraya disebabkan Soraya tidak pernah memperdulikan Samuel selama mereka menikah. Dan sering melihat Soraya pergi dari rumah tanpa ditemani oleh Samuel.

Sarah berdecak kasar sembari menghentakkan kedua kakinya dengan kesalnya.

"Kenapa kakak lebih memilih perempuan jelek seperti dia sedangkan banyak gadis diluar sana sedang menunggumu ?" kata Sarah sambil bersungut-sungut marah.

"Cukup Sarah !" sahut Samuel.

Samuel menatap tajam ke arah Sarah ketika adik perempuannya itu tidak suka adanya Soraya.

"Jika kamu datang dengan maksud buruk kemari, sebaiknya kamu pulang saja kerumah dan jangan pernah datang lagi kesini", ucap Samuel.

"Ayolah, kakak !" bujuk Sarah.

"Pikirkan hal ini ! Jika tidak maka aku akan mengadukan sikapmu ini pada ibu !" kata Samuel.

"Apa ibu kemari ?" tanya Sarah.

"Tentu saja, ibu bahkan bertemu Soraya dan berterimakasih padanya karena berkat jasanya, aku dapat tertolong", sahut Samuel.

Sarah tertegun diam, tidak bersuara dan hanya berdiri menatap kakak laki-lakinya dengan bingung.

"Bagaimana ibu datang dan tidak memberitahukan padaku ?" gumam Sarah.

"Apa lagi yang kamu tunggu ? Pulanglah !" kata Samuel.

Soraya menarik pelan tangan Samuel lalu mengusapnya lembut.

"Jangan sekasar itu pada adik perempuanmu, dia tidak salah, Samuel !" ucap Soraya.

"Tapi dia sangat keterlaluan bahkan menyalahkanmu, Soraya'', sahut Samuel.

"Aku mengerti, kenapa dia bersikap demikian dan semua juga salahku karena sikapku terhadapmu yang tidak peduli", kata Soraya.

"Jangan mengungkit-ungkit masa lalu, bukankah kita telah berjanji akan selalu bersama selamanya", sahut Samuel.

"Ya, benar...", ucap Soraya seraya membelai lembut wajah Samuel.

Soraya menerima kata-kata kasar Sarah sebab memang benar adanya jika Sarah berkata demikian tentangnya.

Ingatan Soraya dimasa lalu kembali datang kedalam pikirannya.

Bayangan-bayangan perlakuan Soraya terhadap Samuel datang silih berganti dibenaknya jika dia mengingat masa lalu mereka sebelum kejadian terlahir kembali terjadi pada hidup mereka.

Bagaimana dirinya pergi dari rumah untuk menemui Kevin diluar sana dan berpesta sepanjang hari bahkan sampai menghambur-hamburkan uang, semua kejadian itu kembali menghantui pikiran Soraya saat ini.

Sikap tidak pedulinya Soraya yang pergi meninggalkan Samuel sendirian hanya untuk bersenang-senang selalu hadir dibenak Soraya.

Parahnya lagi, Soraya tidak pernah sekalipun memasak untuk Samuel makanan atau membuat telur mata sapi sekedar buat sarapan.

Soraya tidak pernah melakukan kewajiban sebagai seorang istri bahkan sampai detik ini, dia dan Samuel belum pernah berhubungan layaknya suami-istri pada umumnya.

Mereka masih sama-sama perawan dan perjaka.

Seandainya masing-masing keluarga besar mereka tahu masalah ini, mungkin akan menjadi perdebatan hebat yang sangat besar dalam hubungan keluarga.

Mungkin juga, akan menjadi topik pertengkaran luar biasa dalam keluarga besar mereka.

Ibarat bom waktu yang sewaktu-waktu akan meledak suatu hari nanti karena permasalahan mereka yang tidak harmonis dalam pernikahan.

Kemungkinan besar pula, hubungan bisnis yang mereka bina selama kurun waktu bertahun-tahun antara dua keluarga besar yang sama-sama kuta itu akan pecah kongsi. Dan akan merugikan kedua belah pihak secara internal jika hal itu sampai terjadi.

Soraya berjalan mendekati Sarah yang masih terlihat marah.

"Sarah, tolong maafkan aku ! Dan beri kesempatan padaku untuk memperbaiki sikapku selama ini !" kata Soraya sembari menarik tangan Sarah kearahnya.

Sarah tidak menjawab ucapan kakak iparnya tetapi dari tatapan matanya, dia tersentuh dengan permintaan maaf Soraya.

"Aku..., aku tidak tahu, Soraya...", sahutnya kemudian sembari menjauh dari Soraya.

Namun, Soraya dengan cepatnya langsung memeluk adik iparnya itu dan berkata lembut padanya.

"Kumohon maafkan aku, dan tolong, beri aku kesempatan untuk menjadi lebih baik dalam keluarga ini", Soraya berkata dengan kedua mata berkaca-kaca.

Soraya tahu jika dia tidak pernah memperhatikan keluarganya sejak pernikahannya dengan Samuel dalam kondisi buruk dulu.

Ingatan masa lalu kembali menyeruak hadir dan membuat Soraya selalu merasa menyesal jika mengingat tentang kejadian diawal pernikahan mereka yang hancur, dia juga sangat jauh dari keluarga besar Samuel karena ego dirinya sebagai Soraya yang mandiri dan tidak terima harus menikah karena paksaan keluarga semakin mengeraskan hati Soraya.

Dia menikah tanpa cinta !

Bayangkan itu !

Jika hal itu terjadi pada kalian, apa yang akan kalian lakukan !

Pasti tidak ada, tidak ada yang bisa diperbuat untuk menolak semua takdir itu.

Namun, berkat peristiwa ledakan itu dan dia diberi kesempatan kedua oleh Tuhan untuk hidup kembali.

Sikap Soraya serta cara pandang pikirannya seluruhnya berubah total.

Menyadari kesalahan yang semestinya tidak pernah dia lakukan dimasa sebelumnya.

Setelah dia mendapati Kevin berselingkuh darinya bahkan tega menjelek-jelekkan dirinya dibelakangnya, membuat kesadaran Soraya utuh sepenuhnya. Dan tahu maksud tujuan Kevin yang hanya ingin memeras uang darinya, semakin menguatkan Soraya jika selama ini, hal yang dia lakukan adalah sebuah kesalahan besar dan tak termaafkan seharusnya.

Soraya memeluk Sarah dengan eratnya, mengusap-usap punggung adik iparnya itu agar dia merasa tenang.

"Maafkan kakak, Sarah", ucapnya dengan nada penuh penyesalan.

"Kak Soraya...", sahut Sarah mulai melunak karena sikap lembut Soraya padanya.

"Maukan memaafkan kakak ?" kata Soraya.

Sarah tersenyum lembut seraya mengangguk pelan.

"Ya, kak Soraya...", sahutnya melegakan hati Soraya.

Episodes
1 Bab 1 Terlahir Kembali
2 Bab 2 Dejavu
3 Bab 3 Tersadar
4 Bab 4 Kabar Mengejutkan
5 Bab 5 Tiba Dimarkas Geng Lorong Kucing
6 Bab 6 Akan Kubalas Kalian
7 Bab 7 Aku Tak Bisa
8 Bab 8 Selalu Ada Untukmu
9 Bab 9 Mulai Dekat
10 Bab 10 Romantisnya
11 Bab 11 Ternyata Lamunan
12 Bab 12 Penyesalan
13 Bab 13 Lembutnya Dia
14 Bab 14 Sentuhan Kecil
15 Bab 15 Kata-kata Ajaib
16 Bab 16 Adakah Kesempatan Itu
17 Bab 17 Sial !
18 Bab 18 Waktu Itu Seperti Bilah Pedang
19 Bab 19 Perintah Tetaplah Perintah
20 Bab 20 Sepotong Ingatan
21 Bab 21 Mulai Dari Hari Ini
22 Bab 22 Aku Ingin Kamu
23 Bab 23 Kita Sama
24 Bab 24 Waktu Pulang
25 Bab 25 Saat Kami Berdua
26 Bab 26 Malam Yang Panas
27 Bab 27 Pertama Masuk Kerja
28 Bab 28 Pertemuan Tak Sengaja
29 Bab 29 Ingatan Yang Aneh
30 Bab 30 Kegiatan Baru Soraya
31 Bab 31 Tanda Tanya Besar
32 Bab 32 Sesuatu Yang Mengesankan
33 Bab 33 Rahasia Selembar Foto
34 Bab 34 Kisah Dalam Foto
35 Bab 35 Menarik Perhatiannya
36 Bab 36 Perselisihan Kecil
37 Bab 37 Didalam Mobil
38 Bab 38 Waktu Bersama
39 Bab 39 Datangnya Kevin
40 Bab 40 Pertengkaran Terjadi
41 Bab 41 Sedetik Yang Menggairahkan
42 Bab 42 Kami Berdua Seperti Ini
43 Bab 43 Pagi Yang Bersemangat
44 Bab 44 Mesra
45 Bab 45 Dua Orang Dari Emerald Corp
46 Bab 46 Undangan Pesta
47 Bab 47 Tidak Ada Yang Perlu Kau Takuti
48 Bab 48 Berangkat Ke Pesta
49 Bab 49 Kau Selalu Berarti Buatku
50 Bab 50 Kejutan Di Pesta
51 Bab 51 Malam Pesta
52 Bab 52 Sebuah Kejutan Tak Terduga
53 Bab 53 Mengambil Kesempatan
Episodes

Updated 53 Episodes

1
Bab 1 Terlahir Kembali
2
Bab 2 Dejavu
3
Bab 3 Tersadar
4
Bab 4 Kabar Mengejutkan
5
Bab 5 Tiba Dimarkas Geng Lorong Kucing
6
Bab 6 Akan Kubalas Kalian
7
Bab 7 Aku Tak Bisa
8
Bab 8 Selalu Ada Untukmu
9
Bab 9 Mulai Dekat
10
Bab 10 Romantisnya
11
Bab 11 Ternyata Lamunan
12
Bab 12 Penyesalan
13
Bab 13 Lembutnya Dia
14
Bab 14 Sentuhan Kecil
15
Bab 15 Kata-kata Ajaib
16
Bab 16 Adakah Kesempatan Itu
17
Bab 17 Sial !
18
Bab 18 Waktu Itu Seperti Bilah Pedang
19
Bab 19 Perintah Tetaplah Perintah
20
Bab 20 Sepotong Ingatan
21
Bab 21 Mulai Dari Hari Ini
22
Bab 22 Aku Ingin Kamu
23
Bab 23 Kita Sama
24
Bab 24 Waktu Pulang
25
Bab 25 Saat Kami Berdua
26
Bab 26 Malam Yang Panas
27
Bab 27 Pertama Masuk Kerja
28
Bab 28 Pertemuan Tak Sengaja
29
Bab 29 Ingatan Yang Aneh
30
Bab 30 Kegiatan Baru Soraya
31
Bab 31 Tanda Tanya Besar
32
Bab 32 Sesuatu Yang Mengesankan
33
Bab 33 Rahasia Selembar Foto
34
Bab 34 Kisah Dalam Foto
35
Bab 35 Menarik Perhatiannya
36
Bab 36 Perselisihan Kecil
37
Bab 37 Didalam Mobil
38
Bab 38 Waktu Bersama
39
Bab 39 Datangnya Kevin
40
Bab 40 Pertengkaran Terjadi
41
Bab 41 Sedetik Yang Menggairahkan
42
Bab 42 Kami Berdua Seperti Ini
43
Bab 43 Pagi Yang Bersemangat
44
Bab 44 Mesra
45
Bab 45 Dua Orang Dari Emerald Corp
46
Bab 46 Undangan Pesta
47
Bab 47 Tidak Ada Yang Perlu Kau Takuti
48
Bab 48 Berangkat Ke Pesta
49
Bab 49 Kau Selalu Berarti Buatku
50
Bab 50 Kejutan Di Pesta
51
Bab 51 Malam Pesta
52
Bab 52 Sebuah Kejutan Tak Terduga
53
Bab 53 Mengambil Kesempatan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!