Bab 4 Kabar Mengejutkan

Soraya terbangun dari pingsannya lalu duduk sembari mengamati sekitarnya.

"Samuel...", panggilnya lirih.

Namun, Samuel tidak terlihat disisinya, hanya ada dirinya seorang diri sedang duduk diatas ranjang tidurnya dengan termenung.

"Rupanya hanya mimpi...", ucap Soraya lalu menundukkan kepalanya sembari mengusap dahinya yang berdenyut kuat.

Soraya merasakan bahwa dirinya berhalusinasi lagi, tentang akan kehadiran Samuel.

Mengira semua yang dilihatnya tadi adalah nyata, benar-benar melihat Samuel hidup kembali, tapi bukan, dia ternyata salah dan cuma sekedar mimpi.

"Samuel..., bisakah kita bertemu lagi ? Dapatkah kau hidup kembali ?" ucap Soraya yang mulai larut dalam kesedihannya.

Brak... ! Tiba-tiba pintu kamar dibuka secara keras, muncul Linda berlari ke dalam kamar dengan tergesa-gesa.

"Nyonya Soraya ! Nyonya Soraya ! Ini gawat, nyonya !" ucap Linda dengan ekspresi wajah paniknya.

Soraya memalingkan pandangannya ke arah Linda yang datang secara tiba-tiba serta diliputi kecemasan.

"Nyonya !!!" panggil Linda seraya mendekati ranjang tidur Soraya.

"Ada apa, Linda ?" tanya Soraya yang masih belum pulih kesadarannya ketika Linda datang ke dalam kamarnya.

"Tuan, tuan Samuel, nyonya !" sahut Linda.

Jawaban Linda sontak menyentakkan Soraya sehingga dia langsung bangkit berdiri dari atas ranjang tidurnya dan berpegangan pada Linda.

"Samuel ???" tanya Soraya.

Sorot mata Soraya menatap tajam kedalam mata Linda.

"Dimana Samuel ? Dimana kamu melihatnya ? Katakan padaku, Linda !" ucap Soraya sembari mencengkeram kuat-kuat kedua bahu Linda.

Tubuh Linda berguncang keras ketika Soraya menghentakkan bahunya panik.

Pandangan mata Soraya berubah dingin ketika menatap Linda.

"Tiga hari ini, tuan Samuel menjaga nyonya selama anda pingsan, tentu saja saya melihat tuan Samuel dirumah, nyonya", sahut Linda agak kebingungan pada saat Soraya menanyakan perihal Samuel.

"Dirumah ???" tanya Soraya dengan tatapan tak percaya.

"Benar, setiap harinya, saya melihat tuan Samuel dirumah jika tuan tidak berangkat ke kantor, tuan akan menghabiskan waktunya sepanjang hari dirumah karena biasanya sebelum sarapan, tuan Samuel akan sarapan di ruangan makan", sahut Linda.

"Sekarang dimana dia ?" tanya Soraya sambil melepaskan pegangan tangannya pada bahu Linda.

Soraya berlalu keluar kamarnya meski kepalanya masih terasa pusing.

"Tuan disekap, nyonya", sahut Linda.

"Apa ???" ucap Soraya tertegun.

Soraya langsung membalikkan badannya, menghadap ke arah Linda dengan sorot mata tajam.

"Siapa yang telah disekap ?" tanya Soraya seraya menaikkan kedua alisnya ke atas.

Linda menunduk pelan, terdiam sejenak tanpa berani membalas tatapan Soraya.

"Siapa ? Siapa yang disekap ? Katakan padaku ! Siapa ???" teriak Soraya penuh emosi.

Linda tersentak kaget dan hanya bisa mengepalkan kedua tangannya dengan gemetaran.

"Siapa ???" bentak Soraya sembari melotot tajam.

"Tuan Samuel, nyonya !" jawab Linda yang ikut berteriak keras.

"Samuel ?" ucap Soraya dengan bibir bergetar pelan.

"Benar, tuan Samuel, dia telah disekap oleh gangster lorong kucing yang menjebak tuan ketika mereka menagih uang keamanan", kata Linda.

"Apa ?" ucap Soraya termenung.

Linda hanya mengangguk pelan, melirik hati-hati ke arah Soraya yang terlihat berapi-api, penuh emosi.

"Mereka juga meminta uang tebusan dengan menelpon ke rumah karena dikantor, tidak ada yang berani menjawab permintaan para bandit lorong kucing ketika ditelpon", kata Linda.

"Tuhan...", gumam Soraya yang semakin tak percaya dengan apa yang barusan dia dengar.

Diusapnya kembali, bagian dahinya dengan cepat, menandakan bahwa dirinya sedang kuatir sekarang ini.

"Sedangkan Raymond sendiri sudah menyusul kesana, mencoba bernegoisasi dengan gangster lorong kucing, untuk membebaskan tuan Samuel", lanjut Linda.

"Dimana tempat mereka, maksudku, markas gangster lorong kucing berada dimana ?" tanya Soraya lalu melangkah masuk ke dalam kamarnya kembali.

"Di distrik Utara dekat jembatan, tepat disebuah bungker tua, tempat gangster lorong kucing bermarkas", sahut Linda yang masih gemetaran.

Soraya duduk kembali ke atas ranjang tidurnya seraya menatap kosong.

Linda hanya memperhatikan Soraya tanpa berkata apa-apa, dan memilih menunggu.

"Siapkan aku mobil serta ambilkan magasin peluru milikku yang tersimpan digudang bawah tanah !" perintah Soraya.

"Sekarang, nyonya ?" tanya Linda.

"Ya, sekarang lalu kapan lagi ?" sahut Soraya.

"Baik, baik, nyonya..., akan segera saya ambilkan barang yang anda inginkan serta mempersiapkan mobil untuk nyonya", ucap Linda.

"Ya, pergilah cepat !" sahut Soraya.

"Iya, iya, nyonya !" jawab Linda bergegas keluar kamar.

"Linda !" panggil Soraya kembali.

"Ya, nyonya...", sahut Linda seraya menghentikan langkah kakinya lalu menghadap ke arah Soraya.

"Jangan lupa siapkan aku minuman buatku sebelum aku pergi menyusul Samuel !" kata Soraya.

Linda tersenyum sekilas, seperti mengerti dengan yang diinginkan oleh Soraya.

"Siap, nyonya !" jawab Linda dengan anggukkan kepala cepat.

Soraya hanya membalas dengan senyuman tipis kepada Linda, terlihat Linda berlari cepat keluar kamar untuk mempersiapkan barang-barang yang diminta oleh Soraya.

"Ternyata Samuel masih hidup, dan apa yang aku lihat itu bukanlah mimpi, tapi kenyataan", ucap Soraya.

Soraya menghela nafas panjangnya lalu menghentakkan kedua kakinya kuat-kuat.

"Sial !" ucapnya datar, akan tetapi kedua matanya berkaca-kaca penuh terharu.

Soraya mengalihkan pandangannya ke arah lain, berusaha menyembunyikan perasaan dalam hatinya.

"Syukurlah..., kalau dia masih hidup...", ucapnya lagi.

Namun, kali ini, air matanya tak terbendung lagi, mengalir deras diwajah cantiknya saat mengetahui bahwa Samuel ternyata masih hidup.

Beberapa menit kemudian, Linda kembali ke kamar Soraya, membawa barang yang diinginkan oleh majikannya itu.

"Aku akan pergi menjemput Samuel ke tempat para bandit lorong kucing tinggal, jika aku tidak kembali dalam waktu lima jam, tolong segera pindahkan akun keuangan perusahaan serta akun pribadiku ke bank diluar negeri secepatnya", ucap Soraya.

"Baik, nyonya", sahut Linda.

"Dan segera hubungi pengacara Frans secepatnya serta beritahukan padanya apa yang terjadi pada kami", kata Soraya.

"Siap, nyonya", sahut Linda.

"Jangan lupa segera lenyapkan barang bukti keberangkatanku dari rumah yang ada dikamera pengawas, supaya pihak luar tidak mengetahui rahasia ini", kata Soraya.

"Bagaimana dengan pihak aparat kepolisian jika mereka mencari informasi ?" tanya Linda.

"Kau tahu apa yang harus kamu lakukan, Linda", sahut Soraya.

Soraya memasukkan magasin pelurunya pada senjata api miliknya dengan cekatan.

Terlihat Soraya juga mengenakan rompi anti peluru pada bagian tubuhnya sebelum dia menutupinya dengan gaunnya.

"Ingat semua yang aku katakan ini !" ucap Soraya.

"Baik, nyonya", sahut Linda.

"Aku tidak ingin ada kesalahan maupun kebocoran informasi keluar publik", kata Soraya.

Soraya memasukkan senjata apinya kedalam sarungnya yang dia sematkan pada pundaknya lalu menutupinya dengan jaket.

"Pastikan semua terkendali dengan benar !" kata Soraya.

"Ya, nyonya", jawab Linda.

"Baiklah, aku berangkat sekarang, dan jaga dirimu baik-baik di rumah, Linda", kata Soraya sembari tersenyum sekilas.

Linda hanya mengangguk pelan seraya tersenyum akan tetapi senyumannya terlihat tegang.

"Semoga berhasil !" ucap Soraya lalu memasangkan kacamata hitamnya.

"Hati-hati, nyonya !" kata Linda yang terlihat mencemaskan Soraya.

Soraya mengangguk pelan saat Linda mengingatkan padanya untuk selalu berhati-hati.

"Doakan aku agar cepat kembali dalam keadaan selamat, dan berhasil membawa Samuel", ucap Soraya.

"Demi Tuhan Yang Maha Agung, semoga anda pulang dalam keadaan baik-baik saja, tak kurang satupun pada diri anda, nyonya", sahut Linda dengan menangkupkan kedua tangannya.

"Terimakasih", ucap Soraya.

Soraya berlari cepat sembari mengenakan sarung tangannya, menuju ke arah luar kamarnya.

Terlihat Soraya berlari turun dari lantai atas rumahnya ke arah bawah, berniat pergi, menjemput Samuel yang telah disekap oleh gangster lorong kucing.

Beberapa orang berpakaian serba hitam telah berdiri menunggu kedatangan Soraya dari lantai atas lalu bergerak pergi bersama Soraya keluar rumah.

Terpopuler

Comments

Kintamani Wee

Kintamani Wee

⛷️⛷️⛷️⛷️

2025-04-04

0

Faniah Haidar

Faniah Haidar

cinta sejati soraya

2024-09-21

0

Qiara Qomar

Qiara Qomar

❤️❤️❤️

2024-08-12

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Terlahir Kembali
2 Bab 2 Dejavu
3 Bab 3 Tersadar
4 Bab 4 Kabar Mengejutkan
5 Bab 5 Tiba Dimarkas Geng Lorong Kucing
6 Bab 6 Akan Kubalas Kalian
7 Bab 7 Aku Tak Bisa
8 Bab 8 Selalu Ada Untukmu
9 Bab 9 Mulai Dekat
10 Bab 10 Romantisnya
11 Bab 11 Ternyata Lamunan
12 Bab 12 Penyesalan
13 Bab 13 Lembutnya Dia
14 Bab 14 Sentuhan Kecil
15 Bab 15 Kata-kata Ajaib
16 Bab 16 Adakah Kesempatan Itu
17 Bab 17 Sial !
18 Bab 18 Waktu Itu Seperti Bilah Pedang
19 Bab 19 Perintah Tetaplah Perintah
20 Bab 20 Sepotong Ingatan
21 Bab 21 Mulai Dari Hari Ini
22 Bab 22 Aku Ingin Kamu
23 Bab 23 Kita Sama
24 Bab 24 Waktu Pulang
25 Bab 25 Saat Kami Berdua
26 Bab 26 Malam Yang Panas
27 Bab 27 Pertama Masuk Kerja
28 Bab 28 Pertemuan Tak Sengaja
29 Bab 29 Ingatan Yang Aneh
30 Bab 30 Kegiatan Baru Soraya
31 Bab 31 Tanda Tanya Besar
32 Bab 32 Sesuatu Yang Mengesankan
33 Bab 33 Rahasia Selembar Foto
34 Bab 34 Kisah Dalam Foto
35 Bab 35 Menarik Perhatiannya
36 Bab 36 Perselisihan Kecil
37 Bab 37 Didalam Mobil
38 Bab 38 Waktu Bersama
39 Bab 39 Datangnya Kevin
40 Bab 40 Pertengkaran Terjadi
41 Bab 41 Sedetik Yang Menggairahkan
42 Bab 42 Kami Berdua Seperti Ini
43 Bab 43 Pagi Yang Bersemangat
44 Bab 44 Mesra
45 Bab 45 Dua Orang Dari Emerald Corp
46 Bab 46 Undangan Pesta
47 Bab 47 Tidak Ada Yang Perlu Kau Takuti
48 Bab 48 Berangkat Ke Pesta
49 Bab 49 Kau Selalu Berarti Buatku
50 Bab 50 Kejutan Di Pesta
51 Bab 51 Malam Pesta
52 Bab 52 Sebuah Kejutan Tak Terduga
53 Bab 53 Mengambil Kesempatan
Episodes

Updated 53 Episodes

1
Bab 1 Terlahir Kembali
2
Bab 2 Dejavu
3
Bab 3 Tersadar
4
Bab 4 Kabar Mengejutkan
5
Bab 5 Tiba Dimarkas Geng Lorong Kucing
6
Bab 6 Akan Kubalas Kalian
7
Bab 7 Aku Tak Bisa
8
Bab 8 Selalu Ada Untukmu
9
Bab 9 Mulai Dekat
10
Bab 10 Romantisnya
11
Bab 11 Ternyata Lamunan
12
Bab 12 Penyesalan
13
Bab 13 Lembutnya Dia
14
Bab 14 Sentuhan Kecil
15
Bab 15 Kata-kata Ajaib
16
Bab 16 Adakah Kesempatan Itu
17
Bab 17 Sial !
18
Bab 18 Waktu Itu Seperti Bilah Pedang
19
Bab 19 Perintah Tetaplah Perintah
20
Bab 20 Sepotong Ingatan
21
Bab 21 Mulai Dari Hari Ini
22
Bab 22 Aku Ingin Kamu
23
Bab 23 Kita Sama
24
Bab 24 Waktu Pulang
25
Bab 25 Saat Kami Berdua
26
Bab 26 Malam Yang Panas
27
Bab 27 Pertama Masuk Kerja
28
Bab 28 Pertemuan Tak Sengaja
29
Bab 29 Ingatan Yang Aneh
30
Bab 30 Kegiatan Baru Soraya
31
Bab 31 Tanda Tanya Besar
32
Bab 32 Sesuatu Yang Mengesankan
33
Bab 33 Rahasia Selembar Foto
34
Bab 34 Kisah Dalam Foto
35
Bab 35 Menarik Perhatiannya
36
Bab 36 Perselisihan Kecil
37
Bab 37 Didalam Mobil
38
Bab 38 Waktu Bersama
39
Bab 39 Datangnya Kevin
40
Bab 40 Pertengkaran Terjadi
41
Bab 41 Sedetik Yang Menggairahkan
42
Bab 42 Kami Berdua Seperti Ini
43
Bab 43 Pagi Yang Bersemangat
44
Bab 44 Mesra
45
Bab 45 Dua Orang Dari Emerald Corp
46
Bab 46 Undangan Pesta
47
Bab 47 Tidak Ada Yang Perlu Kau Takuti
48
Bab 48 Berangkat Ke Pesta
49
Bab 49 Kau Selalu Berarti Buatku
50
Bab 50 Kejutan Di Pesta
51
Bab 51 Malam Pesta
52
Bab 52 Sebuah Kejutan Tak Terduga
53
Bab 53 Mengambil Kesempatan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!