Soraya tersentak dari lamunannya lalu tersadar sepenuhnya.
Bayangan dia mencium mesra Samuel terlintas sesaat ketika dia memandang ke arah wajah tampan suaminya yang menatap kepadanya.
Soraya membayangkan bahwa dia dan Samuel sedang berciuman mesra barusan saja, dialihkannya pandangannya ke arah lain ketika dia berpikir tentang semua khayalannya itu.
Wajahnya berubah semburat memerah saat memikirkan keinginannya bersama Samuel.
Soraya terburu-buru bangun dari atas tempat tidur rumah sakit seusai para perawat itu pergi dari kamar Samuel dirawat.
Sret... ! Soraya menarik cepat selimut agar menutupi tubuhnya yang terbuka polos karena baju atasannya robek oleh tarikan tangan Samuel.
Tap... Tap... Tap... Soraya berjalan ke arah meja, berniat mengambil ponsel miliknya yang tersimpan didalam tasnya tanpa menyadari jika Samuel terus memperhatikan dirinya.
Soraya mengeluarkan ponsel pribadinya untuk membeli baju lewat online.
"Apa yang kau lakukan ?" tanya Samuel dari tempat tidurnya seraya menatap ke arah Soraya.
"Aku hendak membeli atasan baju lewat pemesanan online", sahut Soraya gugup sembari menyibakkan rambutnya ke arah belakang telinga.
"Coba aku pinjam ponselmu !" kata Samuel.
"Apa ?!" sahut Soraya tertegun.
"Kemarikan ponselmu padaku !" ucap Samuel sambil mengulurkan tangan ke arah Soraya.
Soraya hanya terdiam tertegun sembari menimang-nimang ponsel miliknya, terlihat ragu-ragu untuk memberikannya pada Samuel.
"Jangan bingung ! Aku mau pinjam sebentar ponselmu ! Bolehkan ?" kata Samuel.
"Umm... ?!" gumam pelan Soraya sembari melirik sekilas ponsel yang ada ditangannya, bimbang.
"Cepatlah !" kata Samuel.
Soraya berjalan pelan mendekati tempat tidur Samuel, berdiri terdiam dengan memandang ke arah suaminya.
"Umm..., untuk apa kamu meminjam ponselku ?" tanya Soraya lalu menyerahkan ponsel miliknya kepada Samuel.
Samuel mengambil ponsel dari tangan Soraya tanpa menjawab kemudian dia terlihat sibuk dengan ponsel milik Soraya.
"Sudah !" ucapnya seraya mengembalikan ponsel Soraya.
"Apa ? Apa yang sudah ?" sahut Soraya agak keheranan.
Samuel menatap dingin kearah Soraya lalu berdecak pelan.
"Aku sudah memesan sebuah gaun baru untukmu dan sebentar lagi, akan diantar kemari", sahut Samuel.
"Apa kamu membeli gaun untukku ?" kata Soraya tak percaya dengan ucapan Samuel.
"Ya... Kenapa ?" sahut Samuel.
"Emm..., tidak apa-apa...", ucap Soraya sembari menggeleng pelan lalu terdiam termenung.
"Kalau begitu, kau bisa duduk disana !" kata Samuel sambil menunjuk ke arah kursi dekat meja.
Soraya menoleh sebentar ke arah kursi yang ditunjuk oleh Samuel lalu menghela nafas pelan.
"Kenapa kamu memintaku untuk duduk jauh darimu ? Disana ?" kata Soraya dengan wajah tertunduk malu.
Samuel menatap lama ke arah Soraya tanpa bergeming.
"Lalu ?" sahut Samuel seraya menaikkan kedua alisnya.
"Lalu ???" jawab Soraya.
"Lalu kau ingin duduk dimana ? Dipangkuanku ?" kata Samuel.
Soraya terhenyak kaget, cepat-cepat dia bereaksi dan berjalan agak menjauh dari sisi Samuel.
Namun, Samuel dengan sigapnya menangkap kain selimut yang melilit tubuh Soraya dan tak sengaja menyebabkan Soraya terjengkang jatuh kedalam pelukannya.
Keduanya saling berpelukan erat dan sama-sama terdiam.
Bayangan tentang ciuman mereka kembali melintas dibenak Soraya, mungkinkah bayangan itu akan benar-benar terwujud nyata.
Soraya masih terdiam ketika dia didekat Samuel, tak berani bergerak sedikitpun karena takut, jika dia akan membuat kesalahan.
"Soraya...", panggil Samuel dengan berbisik.
Panggilan Samuel sontak membuat seluruh pancaindra Soraya bereaksi tegang bahkan dia merasakan panas dalam dirinya.
Soraya tetap tidak berani bergerak dari posisinya sekarang sedangkan pelukan tangan Samuel mulai terasa membakar dirinya, mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki.
Tak terasa Soraya mencengkram kuat-kuat bahu Samuel sehingga laki-laki itu merasakan ketegangan yang dirasakan oleh Soraya.
Ditariknya pelan ujung dagu Soraya agar mendekat kepadanya.
Samuel tersenyum tipis ke arah istrinya dengan tatapan lembutnya, seolah-olah dia hendak menenangkan hati Soraya yang terlihat gundah saat bersamanya.
"Jangan takut padaku...", bisik Samuel.
Samuel memandang wajah cantik Soraya dengan teduhnya.
"Aku tidak akan memakanmu, Soraya", ucapnya lagi.
Soraya tersentak kaget saat Samuel mengucapkan kata-kata itu, dia agak menjauhkan wajahnya dari suaminya, akan tetapi Samuel menahannya.
"Aku bukan pria yang rakus akan tubuh cantik wanita karena aku masih punya harga diri yang tinggi untuk melakukan kesalahan", ucap Samuel.
Soraya terdiam tanpa menjawabnya sedangkan wajahnya terarah mendekat lekat ke arah wajah Samuel.
"Setidaknya aku bermartabat dan memiliki nurani untuk memakan wanita karena aku tidak suka memaksa", ucap Samuel.
Sudut bibir Samuel membentuk lengkungan indah, terlihat ambigu saat menatap wajah cantik istrinya.
Samuel menurunkan pandangannya ke arah dada Soraya lalu terdiam lama.
"Kecuali wanita itu memang menginginkan diriku bersamanya...", ucap Samuel lalu menurunkan tangannya ke arah bagian dada Soraya dengan mengusapnya cepat.
Tubuh Soraya menggelinjang kuat, setiap nadinya berdenyut cepat saat merasakan usapan tangan Samuel didadanya.
Suhu tubuh Soraya berubah sangat cepat dan mendadak seluruh tubuhnya menjadi panas dingin.
Soraya mencengkram kembali bahu Samuel tapi kali ini dia tidak mampu menahan desahannya.
Pikiran Soraya berubah pening serta berputar-putar melayang tak karuan saat Samuel mempercepat usapan tangannya. Dan bayangan kemesraan diantara mereka kembali melintas dipikiran Soraya, disaat-saat bayangan semu mereka berciuman.
Samuel mulai berani menyentuh dada Soraya dan menangkupkan telapak tangannya lama didaerah itu tanpa rasa jengah.
"Kau sungguh luar biasa Soraya...", bisik Samuel sambil mendengus pelan.
Samuel mendekatkan bibirnya pada leher Soraya lalu mengigitnya lembut dan membuat bekas memerah disana.
Soraya terengah-engah sesaat, tubuhnya berubah demam serta memanas kian tak menentu, tanpa dia sadari, Soraya menjerit pelan ketika Samuel kembali menggigitnya.
"Samuel...", jeritnya tertahan.
Soraya semakin menarik Samuel kedalam tubuhnya serta membiarkan suaminya berbuat leluasa padanya, gigitan-gigitan bibir tipis milik Samuel bertambah dalam disetiap jengkal leher Soraya dan seluruh leher Soraya dipenuhi oleh bekas merah disana.
Tiba-tiba Samuel menghentikan gerakan bibirnya lalu menjauhkan dirinya dari Soraya.
Soraya yang terbenam dalam lautan kenikmatan mendadak bingung.
Kepalanya pusing saat Samuel menghentikan gerakan tangannya pada tubuhnya, tanpa sadar, Soraya agak limbung dan dia hendak terjatuh.
Samuel dengan tangkasnya segera menangkap tubuh Soraya.
"Bertahanlah ! Sampai aku pulih sediakala, sayangku...", bisik mesra Samuel tepat ditelinga Soraya.
Soraya semakin gelisah, seakan-akan dipermainkan oleh Samuel, dia mendorong keras Samuel. Bruk !
"Aduh !" pekik Samuel dengan agak membungkuk karena menahan nyeri pada punggungnya.
Soraya bertambah panik ketika melihat Samuel kesakitan karena ulahnya lalu memperbaiki kesalahannya dengan mendekati suaminya.
"Maaf, aku tak sengaja...", ucapnya cemas.
Samuel masih menundukkan pandangannya sembari memegangi bahunya.
"Apa ada yang retak ?" tanya Soraya semakin panik karena dia tidak mendapatkan respon dari Samuel.
Samuel masih terdiam, sikapnya itu semakin membuat Soraya kebingungan serta bertambah cemas.
"Katakan padaku, mana yang sakit ??? Aku akan memanggil dokter untuk melihatnya !" ucap Soraya.
Samuel mengangkat kepalanya lalu menatap lurus ke arah Soraya.
"Bisakah kamu tidak selalu mengandalkan pada dokter ? Dan lebih memperhatikanku dengan sungguh-sungguh ?" ucap Samuel agak terlihat kesal.
"Maksudmu ?" sahut Soraya tak mengerti.
"Coba kamu periksa sendiri bagian punggungku ! Apakah terluka sobek atau baik-baik saja keadaannya ???" ucap Samuel sembari memiringkan punggungnya menghadap ke arah Soraya.
Soraya termenung diam saat Samuel menunjuk ke arah bagian punggungnya.
"Sekarang periksalah keadaannya !" perintah Samuel.
"Bagaimana aku memeriksanya ???" tanya Soraya dengan wajah bingung.
Sret... Sret... Sret... Samuel melepaskan seluruh kancing piyamanya lalu memperlihatkan bagian punggungnya kepada Soraya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments