Bab 6 Akan Kubalas Kalian

Soraya diserang rasa panik yang sangat berlebihan ketika dia tidak berhasil menemukan Samuel.

Gudang tua yang menjadi markas gangster lorong kucing, tempat dimana Samuel disekap, tidak menunjukkan akan keberadaan suami Soraya meski perempuan bertubuh gemuk itu telah mencari-carinya disetiap sudut gudang ini.

Soraya lalu turun ke lantai dasar gudang tua, menyusul orang-orangnya yang telah berpencar mencari keberadaan Samuel.

Tap... ! Tap... ! Tap... ! Suara langkah kaki Soraya berderap keras ketika menuju ke lantai bawah gudang tua.

Soraya masih menggenggam erat-erat kedua senjata api miliknya saat dia berlari cepat, untuk mencari keberadaan Samuel.

Sekali lagi, masih tidak terlihat kemunculan tanda Samuel digudang tua ini.

Sempat membuat stress pikiran Soraya.

"Nyonya, saya melihat seseorang disalah satu ruang digudang ini", ucap seseorang sembari berlari kearah Soraya.

"Apa Samuel ?" tanya Soraya yang langsung memalingkan wajahnya ke arah orang tersebut.

"Jika melihat sosoknya, saya tidak berani memastikannya karena keadaan didalam ruangan tersebut sangatlah gelap", sahut orang itu.

"Mari kita periksa !" ucap Soraya.

"Baik, nyonya", sahut orang berbaju serba hitam sambil mengangguk tegas.

Soraya melangkah mendahului orang itu dengan langkah tergesa-gesa.

Sorot mata Soraya menatap tajam ketika dia berjalan maju, sembari membawa dua senjata api ditangannya.

"Dimana ruangan itu ?" tanya Soraya.

"Ada disebelah kiri dari gudang ini, nyonya", sahut orang berbaju serba hitam pada Soraya.

"Dan dimana yang lainnya ?" tanya Soraya.

"Mereka semua berpencar digudang ini, tapi saya telah memanggil mereka untuk kemari", sahut orang itu.

Orang yang bersama Soraya berlari mendahului Soraya menuju ke salah satu ruangan yang ada disamping kiri dari gudang tua ini.

"Disana, nyonya !" ucapnya sambil menunjuk ke tempat yang dimaksudkan.

Soraya bergegas mengikuti orang didepannya dengan berlari cepat.

"Kita langsung masuk atau menunggu diluar, nyonya ?" tanya orang itu.

"Langsung masuk !" sahut Soraya dengan memberi perintah menerobos masuk.

Blang... ! Pintu terbuka lebar ketika ditendang keras.

Soraya bergegas masuk kedalam ruangan yang gelap sambil meneriakkan nama Samuel berulang-ulang.

"Samuel !!!" panggilnya.

Soraya terus berjalan masuk sembari mengarahkan senjata apinya kedepan.

"Dimana kamu melihat Samuel ?" tanya Soraya.

"Disana, didalam ruangan itu !" sahut orang berbaju hitam yang berjalan mengikuti langkah Soraya.

"Baik, aku akan kesana ! Dan lindungi aku !" kata Soraya yang mempercepat langkah kakinya, menuju ke sebuah ruangan berukuran sempit.

"Hati-hati, nyonya !" sahut orang itu agak cemas.

Soraya tidak mendengarkan lagi ucapan orang berbaju serba hitam itu dan terus berlari cepat ke ruangan yang dimaksudkan.

Krieeet... ! Soraya mendorong pintu didepanya dengan menggunakan siku tangannya, memang pintu sengaja terbuka sedikit sehingga memudahkan bagi Soraya untuk masuk kedalam sana.

"Samuel...", panggilnya dengan langkah hati-hati sembari menyalakan lampu.

Keadaan ruangan sontak berubah terang benderang ketika Soraya melangkah masuk.

Bruk... !

Soraya langsung mengalihkan pandangannya ke arah suara itu lalu berbalik cepat, menghadap ke sumber suara yang mengagetkan dirinya.

"Samuel !!!" teriak Soraya.

Soraya langsung menembakkan senjatanya ke arah tali yang mengikat tubuh Samuel.

Tampak tubuh Samuel bergantung diatas dengan kepala terdongak kuat.

Dor ! Dor ! Dor !

Dibidikkannya tembakan dari senjata apinya ke arah tali yang menggantung tubuh Samuel diatas ruangan ini.

Saat tali terkena tembakan dan terputus, tubuh Samuel meluncur terjun ke arah bawah.

"Samuel !!!" teriak Soraya sembari melompat tinggi untuk menangkap tubuh Samuel yang jatuh turun.

Sreeet... !

Soraya berusaha menangkap tubuh Samuel dengan kedua tangannya, dia berkerja keras agar tubuh Samuel tidak menghantam lantai.

"Tidaaak... !!!" teriak Soraya panik.

Soraya menggunakan tubuhnya sebagai landasan tubuh Samuel yang jatuh dari ikatan tali yang menggantungnya.

"Samuel !!!" teriak Soraya.

Bruuuk... ! Tubuh Samuel menimpa tubuh Soraya ketika jatuh turun.

"Auwh... ?!" pekiknya kesakitan ketika tubuh Samuel mendarat ke atas tubuhnya.

Sejenak mata Soraya terpejam rapat saat Samuel berada diatasnya, dia memilih diam dan tidak melakukan apa-apa.

Tidak dirasakannya lagi gerakan dari Samuel saat jatuh diatas Soraya, segera saja hal itu membuat Soraya penasaran dan langsung berbalik ke arah Samuel.

"Samuel !" panggilnya mulai cemas.

Soraya menggapai Samuel lalu mengguncangkan tubuh suaminya itu dengan keras.

"Samuel ! Bangun !" panggil Soraya yang terus menggoyangkan tubuh Samuel yang tak bergerak.

Orang berbaju hitam segera mendekat kearah pasangan suami-istri itu.

"Biar saya mengangkat tuan Samuel, sebaiknya kita segera membawanya ke rumah sakit terdekat", saran orang itu lalu membawa tubuh Samuel setelah melepaskan tali yang mengikat.

"Ya, kita bawa dia kesana secepatnya !" kata Soraya sambil bangkit berdiri lalu berjalan mengikuti langkah orang didepannya yang berlari cepat ke arah luar.

Sejumlah orang berbaju hitam yang sama mulai berdatangan, mereka memberi jalan pada rekannya yang membawa Samuel.

"Minggir ! Minggir ! Beri kami jalan !" teriaknya dengan terus berlarian cepat.

Soraya ikut berlari dibelakang orang berbaju hitam itu saat mereka hendak menuju keluar gudang tua ini.

Beberapa orang berpakaian serba hitam yang baru saja datang turut berlari serentak dari arah belakang, mengejar rekannya dan Soraya yang telah pergi terlebih dahulu.

Tap... ! Tap... ! Tap... !

Serentak semua orang berlari ke arah mobil yang terparkir disepanjang jalan luar yang ada diarea gudang tua ini.

Tampak Soraya membukakan pintu mobil agar orang berbaju hitam yang membawa Samuel dapat masuk.

"Aku akan menyetir mobil, nyonya", ucap orang berbaju hitam lalu turun.

"Baik, aku akan duduk bersama Samuel dikursi belakang mobil", sahut Soraya yang langsung naik ke dalam mobil.

''Nyonya...", seseorang berlari ke arah mobil dimana Soraya berada sekarang.

Kaca mobil lalu turun dan terlihat Soraya menatap keluar mobil.

"Ya, ada apa ?" tanya Soraya.

"Maaf, saya meminta kunci mobil yang nyonya bawa karena kita tidak mungkin meninggalkan mobil anda disini", ucap orang berbaju hitam.

"Ambillah ini !" kata Soraya lalu menyerahkan kunci kontak mobil kepada orang itu.

Brrrm... ! Brrrm..! Brrrm... ! Mobil berwarna hitam melaju kencang, dan mulai bergerak pergi dari lorong sempit diarea gudang tua, disusul oleh sejumlah mobil-mobil berwarna hitam lainnya yang turut mengikuti gerakan mobil dimana Soraya dan Samuel berada didalamnya.

Soraya memangku kepala Samuel, terlihat beberapa memar di wajah suaminya.

Rasa sesal kembali menyeruak perlahan-lahan dalam hati Soraya ketika melihat penderitaan yang dialami oleh Samuel.

"Samuel... !" ucapnya sedih sambil membelai lembut rambut Samuel.

Berulangkali Soraya mengusap-usapkan telapak tangan Samuel yang terasa dingin, agar menjadi hangat.

"Samuel bertahanlah...", ucap Soraya.

Soraya sangat mencemaskan keadaan Samuel yang tak kunjung sadar dan dia semakin terlihat panik jika melihat suaminya itu masih terpejam.

"Oh, Tuhanku... ! Apa yang telah mereka lakukan padamu, Samuel... ?!" ucap Soraya dengan suara bergetar pelan.

Soraya terus berupaya membuat Samuel tetap hangat dan dia memeluk tubuh suaminya dengan sangat erat.

"Samuel...", bisiknya. "Aku akan membalas kalian semua dan akan aku cari pimpinan gangster itu !"

Ingatan Soraya kemudian kembali ke masa lalu dimana hari ini tepat saat Samuel pergi dari rumah ke tempat kerjanya, Soraya juga pergi dari rumah tapi dia pergi bersama dengan Kevin untuk bersenang-senang di cafe.

Hari dimana Samuel pulang terlambat ke rumah dan Soraya tidak mengetahuinya karena dia sedang diluar rumah dan pulang esok harinya.

Waktu dikehidupan lalunya, Samuel yang terlambat pulang selama tiga hari, tidak mengatakan apa-apa tentang gangster lorong kucing pada Soraya karena mereka tidak pernah lagi berbicara sejak mereka pisah ranjang.

Soraya baru tahu sekarang ini ketika kelahiran kembali dari kematiannya bersama Samuel yang tragis bahwa pada hari ini, Samuel mengalami kejadian buruk oleh gangster yang memerasnya dan Soraya tidak datang menyelamatkan suaminya dikehidupan yang dulu.

Pada hari ini, Soraya merasa bersyukur pada Tuhan karena masih diberi kesempatan terlahir kembali, untuk dapat memperbaiki kesalahannya dimasa lalu.

Mungkinkah Tuhan juga masih memberinya kesempatan bagi Soraya untuk memperbaiki pernikahannya dengan Samuel.

Terpopuler

Comments

Faniah Haidar

Faniah Haidar

betah sekali sakitnya thor thor

2024-09-21

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Terlahir Kembali
2 Bab 2 Dejavu
3 Bab 3 Tersadar
4 Bab 4 Kabar Mengejutkan
5 Bab 5 Tiba Dimarkas Geng Lorong Kucing
6 Bab 6 Akan Kubalas Kalian
7 Bab 7 Aku Tak Bisa
8 Bab 8 Selalu Ada Untukmu
9 Bab 9 Mulai Dekat
10 Bab 10 Romantisnya
11 Bab 11 Ternyata Lamunan
12 Bab 12 Penyesalan
13 Bab 13 Lembutnya Dia
14 Bab 14 Sentuhan Kecil
15 Bab 15 Kata-kata Ajaib
16 Bab 16 Adakah Kesempatan Itu
17 Bab 17 Sial !
18 Bab 18 Waktu Itu Seperti Bilah Pedang
19 Bab 19 Perintah Tetaplah Perintah
20 Bab 20 Sepotong Ingatan
21 Bab 21 Mulai Dari Hari Ini
22 Bab 22 Aku Ingin Kamu
23 Bab 23 Kita Sama
24 Bab 24 Waktu Pulang
25 Bab 25 Saat Kami Berdua
26 Bab 26 Malam Yang Panas
27 Bab 27 Pertama Masuk Kerja
28 Bab 28 Pertemuan Tak Sengaja
29 Bab 29 Ingatan Yang Aneh
30 Bab 30 Kegiatan Baru Soraya
31 Bab 31 Tanda Tanya Besar
32 Bab 32 Sesuatu Yang Mengesankan
33 Bab 33 Rahasia Selembar Foto
34 Bab 34 Kisah Dalam Foto
35 Bab 35 Menarik Perhatiannya
36 Bab 36 Perselisihan Kecil
37 Bab 37 Didalam Mobil
38 Bab 38 Waktu Bersama
39 Bab 39 Datangnya Kevin
40 Bab 40 Pertengkaran Terjadi
41 Bab 41 Sedetik Yang Menggairahkan
42 Bab 42 Kami Berdua Seperti Ini
43 Bab 43 Pagi Yang Bersemangat
44 Bab 44 Mesra
45 Bab 45 Dua Orang Dari Emerald Corp
46 Bab 46 Undangan Pesta
47 Bab 47 Tidak Ada Yang Perlu Kau Takuti
48 Bab 48 Berangkat Ke Pesta
49 Bab 49 Kau Selalu Berarti Buatku
50 Bab 50 Kejutan Di Pesta
51 Bab 51 Malam Pesta
52 Bab 52 Sebuah Kejutan Tak Terduga
53 Bab 53 Mengambil Kesempatan
Episodes

Updated 53 Episodes

1
Bab 1 Terlahir Kembali
2
Bab 2 Dejavu
3
Bab 3 Tersadar
4
Bab 4 Kabar Mengejutkan
5
Bab 5 Tiba Dimarkas Geng Lorong Kucing
6
Bab 6 Akan Kubalas Kalian
7
Bab 7 Aku Tak Bisa
8
Bab 8 Selalu Ada Untukmu
9
Bab 9 Mulai Dekat
10
Bab 10 Romantisnya
11
Bab 11 Ternyata Lamunan
12
Bab 12 Penyesalan
13
Bab 13 Lembutnya Dia
14
Bab 14 Sentuhan Kecil
15
Bab 15 Kata-kata Ajaib
16
Bab 16 Adakah Kesempatan Itu
17
Bab 17 Sial !
18
Bab 18 Waktu Itu Seperti Bilah Pedang
19
Bab 19 Perintah Tetaplah Perintah
20
Bab 20 Sepotong Ingatan
21
Bab 21 Mulai Dari Hari Ini
22
Bab 22 Aku Ingin Kamu
23
Bab 23 Kita Sama
24
Bab 24 Waktu Pulang
25
Bab 25 Saat Kami Berdua
26
Bab 26 Malam Yang Panas
27
Bab 27 Pertama Masuk Kerja
28
Bab 28 Pertemuan Tak Sengaja
29
Bab 29 Ingatan Yang Aneh
30
Bab 30 Kegiatan Baru Soraya
31
Bab 31 Tanda Tanya Besar
32
Bab 32 Sesuatu Yang Mengesankan
33
Bab 33 Rahasia Selembar Foto
34
Bab 34 Kisah Dalam Foto
35
Bab 35 Menarik Perhatiannya
36
Bab 36 Perselisihan Kecil
37
Bab 37 Didalam Mobil
38
Bab 38 Waktu Bersama
39
Bab 39 Datangnya Kevin
40
Bab 40 Pertengkaran Terjadi
41
Bab 41 Sedetik Yang Menggairahkan
42
Bab 42 Kami Berdua Seperti Ini
43
Bab 43 Pagi Yang Bersemangat
44
Bab 44 Mesra
45
Bab 45 Dua Orang Dari Emerald Corp
46
Bab 46 Undangan Pesta
47
Bab 47 Tidak Ada Yang Perlu Kau Takuti
48
Bab 48 Berangkat Ke Pesta
49
Bab 49 Kau Selalu Berarti Buatku
50
Bab 50 Kejutan Di Pesta
51
Bab 51 Malam Pesta
52
Bab 52 Sebuah Kejutan Tak Terduga
53
Bab 53 Mengambil Kesempatan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!