Suara ketukan dari arah pintu terdengar keras.
Membuyarkan kemesraan diantara Samuel dan Soraya.
Soraya mendorong pelan dada Samuel agak menjauh darinya lalu melilitkan kembali kain selimut pada tubuhnya.
Samuel menoleh ke arah pintu kamar rumah sakit.
"Masuk !" ucapnya.
Soraya beringsut turun dari atas tempat tidur lalu berlari ke dalam kamar mandi.
Samuel mengalihkan sejenak pandangannya ke arah kamar mandi ketika Soraya masuk kesana.
Pintu kamar rumah sakit terbuka, seseorang masuk sembari membawa bungkusan besar lalu menyapa ramah pada Samuel.
"Selamat siang, pak Samuel ! Bagaimana kondisi anda sekarang ?" ucap pria itu seraya menghampiri tempat tidur Samuel.
"Baik, kondisiku sangat sehat", sahut Samuel sembari membalas dengan senyuman ramah.
"Maaf, jika saya mengganggu waktu istirahat anda, pak Samuel", kata pria itu lagi.
Samuel melirik ke arah bungkusan ditangan pria didekatnya.
"Apa yang kamu bawa itu ?" tanya Samuel.
"Oh, ini, pak ! Pesanan anda !" sahut pria itu seraya menyerahkan bungkusan besar ditangannya.
"Terimakasih, cepat juga kalian menyelesaikan pesanan gaun untukku", kata Samuel.
"Layanan butik pakaian kami selalu tersedia hingga 24 jam nonstop dan sesuai pesanan pelanggan akan diantarkan tepat waktu, pak Samuel", ucap pria dari butik pakaian dengan memberi hormat.
"Kukira gaun pesananku akan diantar malam hari, ternyata kalian mengirimnya awal sekali", sahut Samuel lalu membuka bungkusan besar itu.
Sebuah gaun pendek dengan tali kecil pada bahunya terpampang jelas dihadapan Samuel.
Gaun berwarna abu-abu tua itu terlihat sangat cantik.
Samuel tersenyum simpul seraya bernafas lega ketika dia melihat gaun indah ditangannya.
"Cantik ! Cantik sekali, gaun ini ! Aku suka dengan gaun ini !" kata Samuel.
Pria dari butik pakaian mengangguk ringan.
"Syukurlah, anda merasa puas, pak Samuel", sahutnya.
"Tidak salah jika aku memilih butik pakaian kalian karena selalu memuaskan pesanan dengan waktu yang tepat", kata Samuel.
"Sanjungan anda menjadi harapan serta motivasi kami untuk lebih berkembang baik, pak Samuel", sahut pria dari butik.
"Baiklah, aku akan memberikan gaun ini untuk istriku, kurasa dia akan senang menerimanya", lanjut Samuel.
"Semoga istri anda terpuaskan, pak Samuel", ucap pria dari butik dengan wajah sumringah.
"Terimakasih...", kata Samuel.
Pria dari butik pakaian berpamitan pergi dari kamar rumah sakit setelah dia menyerahkan gaun pesanan Samuel.
Samuel masih memandangi gaun cantik ditangannya.
"Soraya !" panggilnya kemudian.
Samuel memalingkan mukanya ke arah kamar mandi lalu memanggil Soraya lagi.
"Soraya ! Keluarlah ! Tidak ada siapa-siapa disini !" panggil Samuel.
Krieet... ! Pintu kamar mandi terbuka, muncul Soraya dari dalam sana.
Soraya menengok hati-hati ke arah sekeliling ruangan kamar ini saat dia berjalan keluar dari kamar mandi.
Tap... Tap... Tap..., suara langkah kakinya melangkah cepat ke arah tempat tidur.
Samuel memandanginya dengan senyuman ambigu ketika Soraya menghampirinya.
"Untuk apa bersembunyi ?'' tanyanya sembari meraih tangan Soraya lalu menariknya mendekat.
Soraya langsung terduduk disamping Samuel dengan malu-malu.
"Nih !" ucap Samuel seraya memberikan gaun baru pada Soraya.
"Apa ini ?'' tanya Soraya terkejut.
"Gaun baru buatmu", sahut Samuel.
"Untukku ?" tanya Soraya.
"Ya, untukmu", sahut Samuel sembari mengangguk cepat.
"Terimakasih...", ucap Soraya.
Soraya memperhatikan gaun baru ditangannya.
Sebuah gaun cantik berwarna abu-abu tua jelas terlihat didepan matanya.
"Cantik...", puji Soraya sambil menempelkan gaun itu ke arah tubuhnya.
"Kau suka ?" tanya Samuel.
"Suka sekali", sahut Soraya semabari mengangguk pelan.
Samuel tersenyum misterius lalu menarik kembali kain selimut dari badan istrinya hingga jatuh terlepas.
Sret..., Soraya masih belum tersadar jika kain selimut yang menutupi tubuhnya lepas.
"Kau yang cantik..., Soraya...", bisik Samuel.
Samuel menarik tubuh Soraya agar mendekat lagi ke dalam pelukannya.
Ctas... ! Samuel menarik keras kaitan pada rok Soraya lalu melepaskannya.
"Kau tak harus berpakaian lengkap jika bersamaku, Soraya", bisik Samuel ditelinga istrinya.
Soraya menahan tangan Samuel supaya suaminya itu tidak menarik roknya ke bawah.
"Samuel, hentikan !" kata Soraya.
"Kenapa harus malu, sayangku", ucap Samuel yang terus memaksa untuk melepaskan seluruh pakaian milik Soraya.
"Samuel, biar aku yang melakukannya...", ucap Soraya.
Namun, kekuatan Samuel lebih besar dari Soraya sehingga dia tidak berhasil menahan tarikan tangan Samuel pada roknya.
Rok kulit berwarna coklat muda itu jatuh terlepas ke lantai ketika Samuel menariknya kasar.
Sekarang, keadaan Soraya benar-benar polos tanpa sehelai kain yang melekat ditubuhnya, tak ada yang bisa dia lakukan karena Samuel terus memperhatikan setiap lekuk tubuhnya.
Samuel mendengus kesal sambil memalingkan muka.
"Sial !" umpatnya.
Soraya cepat-cepat mengenakan gaun baru pemberian Samuel ke tubuhnya sedangkan wajahnya merah padam karena malu.
"Terimakasih atas hadiah gaunnya", kata Soraya sambil menyelipkan helai rambutnya kebelakang telinga.
"Ya...", jawab Samuel lalu menatap Soraya.
Terlihat tubuh Soraya sama menariknya ketika dia tanpa busana tadi, sebab gaun berwarna abu-abu tua yang membalut tubuh Soraya dengan cantiknya itu semakin membuat Soraya lebih menggairahkan.
Senyum ambigu kembali terlihat disudut bibir Samuel.
Entah apa yang sedang dipikirkan oleh laki-laki itu saat dia melihat kecantikan istrinya itu.
Tiba-tiba Samuel menarik lepas tali gaun milik Soraya hingga terputus, memperlihatkan kembali dada Soraya yang ranum indah.
Samuel menangkupkan kedua telapak tangannya pada dua bukit yang membusung indah itu lalu melahapnya dengan nikmat.
"Samuel...", bisik Soraya disela-sela erangannya.
Suasana panas mengalir kembali, memenuhi ruangan kamar rumah sakit, tempat dirawatnya Samuel disana.
Samuel tak memperdulikan rintihan Soraya dan terus melahap habis dada yang membusung cantik itu.
Soraya mengejang kuat ketika Samuel meremasnya sedangkan suaminya terus menikmati setiap gerakan tangannya.
Brak..., pintu terdorong keras sehingga terbuka lebar.
Seseorang melangkah masuk sembari mendorong kereta medis ke dalam kamar.
Soraya terdiam tertegun ketika orang itu masuk sedangkan Samuel dengan cepatnya menarik tubuh Soraya kedalam pelukannya.
"Selamat siang, pak Samuel..., Bagaimana kabarnya ?" sapa perawat rumah sakit sembari melirik ke arah Soraya yang membeku didekapan Samuel.
"Ya, kondisiku mulai baikan meski aku belum bisa turun", kata Samuel.
"Seharusnya anda tidak terlalu memaksakan diri anda, dengan melakukan aktivitas berat akan membuat luka anda semakin lama sembuhnya jika anda beraktivitas keras, pak Samuel", sahut perawat rumah sakit.
"Tidak, aku tidak melakukan tindakan kekerasan apapun", ucap Samuel datar.
Perawat rumah sakit melirik kembali ke arah Soraya lalu terdiam.
"Saatnya pemeriksaan, pak Samuel", ucap perawat rumah sakit.
"Ya, baik", sahut Samuel.
"Maaf, apa bisa anda melepaskan pelukan anda ?" ucap perawat rumah sakit.
Samuel melirik sebentar ke arah Soraya yang ada didekapannya.
"Apa tidak bisa melakukannya dengan seperti ini ?" tanya Samuel yang memahami jika Soraya sedang kebingungan sekarang ini.
Perawat rumah sakit menggeleng pelan.
"Maaf, akan menyulitkan pemeriksaan lanjutan pada luka anda, pak Samuel", sahutnya sembari tersenyum bijak.
"Oh, baiklah kalau begitu...", ucap Samuel lalu melepaskan pelukannya dari Soraya.
Soraya kembali berlari ke dalam kamar mandi, menghindari pandangan yang terarah kepadanya.
Bagaimana tidak, seluruh bagian atas tubuhnya dipenuhi oleh bekas ciuman Samuel yang terlihat sangat jelas disana.
Blam... ! Pintu kamar mandi terkunci rapat ketika Soraya berada didalamnya.
Soraya memandangi dirinya pada cermin sambil menyeka wajahnya dengan air kran dari wastafel kamar mandi.
Dilihatnya penampilannya yang bernantakan serta kusut masai ketika dia bercermin.
"Ya, Tuhan... ! Apa yang telah aku lakukan dengannya tadi... ???" gumam Soraya linglung.
Soraya memutar keran sehingga air keluar deras dari wastafel, dibasuhnya kembali wajahnya dengan air agar pikirannya menjadi tenang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments
Yunia Afida
semangat terus 💪💪💪💪
2024-08-24
2