Rahasia Berdua

Bab 10

 

“Ah, enggak apa-apa, Bu. Hanya lagi mikir aja,” jawab Bimo sambil memaksakan senyum.

 

Ibunya menepuk pundak Bimo. “Kalau ada apa-apa, jangan dipendam sendiri, ya.”

 

Dari dalam kantin, Lita yang juga memperhatikan Bimo dari kejauhan bisa merasakan apa yang dirasakan oleh sahabatnya itu. Dia tahu bahwa Bimo menyimpan perasaan khusus untuk Alya, namun dia juga melihat bagaimana Alya dikelilingi oleh Andre dan Arga. Lita hanya bisa berharap semuanya akan baik-baik saja.

 

Percakapan di meja mereka terus berlanjut dengan riuh dan penuh canda tawa, namun hati Alya tetap dipenuhi oleh berbagai pertanyaan. Siapa sebenarnya yang akan menjadi jodohnya? Apakah salah satu dari mereka, atau mungkin seseorang yang belum pernah ditemuinya? Pertanyaan itu terus mengganggu pikirannya.

!!!#

Hari-hari berikutnya di SMA Gemilang dipenuhi dengan ketegangan. Alya dan Bimo bekerja keras untuk mengungkap kebenaran di balik penculikan tersebut. Mereka berbicara dengan saksi-saksi, mencari bukti, dan menyusun rencana untuk melawan ketidakadilan yang terjadi. Alya memutuskan untuk melawan geng cantik dengan cara yang halus dan cerdik, tanpa perlu kekerasan atau konfrontasi langsung.

 

Sementara itu, Alya mulai menyusun rencana. Dia mengamati Rina dan gengnya dengan cermat, mencatat setiap gerakan dan tindakan mereka. Alya tahu bahwa dia harus berhati-hati, karena geng syantik memiliki pengaruh yang besar dan bisa saja menyerang balik jika merasa terancam. Saksi-saksi yang diharapkan tidak bisa diandalkan pula, sebab mereka tidak mau berurusan dengan geng Rina.

 

Suatu hari, saat sedang merencanakan langkah selanjutnya di perpustakaan sekolah yang sepi, Alya menemukan sebuah catatan misterius terselip di buku yang ia pinjam. Catatan itu berbunyi, “Ini baru permulaan, Alya. Jika kamu ingin tahu siapa yang benar-benar ada di balik semua ini, temui aku saat matahari terbenam, di tempat biasa kamu dan temanmu istirahat.”

 

Alya berpikir sejenak, ‘Apakah ini Rina? Huft... siapa pun pasti akan tahu saat aku istirahat di taman itu bersama Lita,’ desahannya, malas untuk berpikir lebih jauh.

 

Alya merasakan detak jantungnya semakin cepat saat membaca catatan tersebut. Siapa yang mengirimnya? Apa yang sebenarnya terjadi? Dengan tekad yang semakin kuat, Alya tahu bahwa petualangan mereka baru saja dimulai, dan rahasia kelam SMA Gemilang perlahan akan terungkap.

 

(Alya menatap keluar jendela perpustakaan, matahari yang hampir tenggelam menyiratkan bahwa pertemuan rahasia ini akan membawa lebih banyak jawaban—dan mungkin lebih banyak bahaya.)

 

Ketika Alya menatap keluar jendela perpustakaan, matahari mulai tenggelam di cakrawala, mewarnai langit dengan semburat jingga dan merah. Perpustakaan yang biasanya ramai kini sepi, hanya terdengar suara desah angin yang menyelinap melalui celah jendela.

 

Alya mengambil napas dalam-dalam, merasakan ketegangan dan kecemasan yang merayapi dirinya. Ia tahu bahwa pertemuan ini bisa menjadi kunci untuk mengungkap siapa yang benar-benar berada di balik penculikan tersebut. Dengan hati-hati, ia menyimpan catatan itu di dalam tasnya dan bergegas keluar dari perpustakaan.

 

Andre, yang baru saja selesai latihan basket, melihat Alya berjalan cepat menuju gerbang sekolah. “Alya, kamu mau ke mana?” tanyanya dengan nada khawatir.

 

Alya berhenti sejenak, menatap Andre dengan mata yang penuh tekad. “Aku harus menemui seseorang. Jangan khawatir, aku akan baik-baik saja,” jawabnya, berusaha meyakinkan Andre.

 

Andre mengernyit, tapi ia tahu bahwa Alya tidak akan mengubah keputusannya. “Baiklah, tapi hati-hati ya. Kalau ada apa-apa, segera hubungi aku,” kata Andre sambil memberikan ponselnya kepada Alya.

 

Alya mengangguk dan melanjutkan langkahnya. Ia berjalan keluar dari gerbang sekolah, menyusuri jalan yang mulai gelap. Angin malam yang dingin menyapu wajahnya, namun ia tetap teguh melangkah. Alya tahu bahwa ini adalah saat yang penting dan ia tidak bisa mundur sekarang.

 

Sesampainya di tempat yang disebutkan dalam catatan, sebuah taman kecil di belakang sekolah yang jarang dikunjungi, Alya merasa jantungnya berdebar semakin kencang. Ia berdiri di sana, menunggu dengan cemas, matanya mengawasi setiap sudut taman yang diterangi lampu jalan yang redup.

 

Tak lama kemudian, seorang sosok muncul dari balik bayangan pepohonan. “Kamu datang,” kata suara yang tidak asing lagi bagi Alya.

 

Alya mengenali suara itu. “Bimo?” tanyanya, terkejut. Dia akan menanyakan sesuatu lagi, tapi Bimo sudah membungkam mulutnya. Tadinya Alya mau bertanya tentang Bimo yang tahu bahwa Alya sering ke sini dengan Lita. Perasaan, mereka kalau bareng-bareng di kantin aja. Selebihnya para cowok pisah, tinggal Lita dan Alya saja kalau istirahat di taman ini. Tapi, sudahlah, itu tidak begitu penting.

 

Bimo berjalan mendekat, menatap Alya dengan serius. “Aku tahu ini mungkin terdengar aneh, tapi aku menemukan sesuatu yang mungkin bisa membantu kita,” katanya sambil mengeluarkan sebuah amplop dari saku jaketnya.

 

Alya mengambil amplop itu dengan tangan yang gemetar. Ia membuka dan melihat isinya, beberapa foto dan catatan yang menunjukkan aktivitas mencurigakan geng cantik. “Ini... ini bukti yang kita butuhkan,” kata Alya dengan mata berbinar.

 

Bimo mengangguk. “Aku menemukan ini saat membantu Ibu di kantin. Beberapa anggota geng cantik sering berbicara tentang rencananya saat mereka berpikir tidak ada yang mendengar.”

 

Alya tersenyum lemah namun penuh rasa syukur. “Terima kasih, Bimo. Kamu tidak tahu betapa berartinya ini bagiku.”

 

Bimo menatap Alya dengan penuh perhatian. “Kita akan melakukannya bersama, Alya. Kamu tidak sendirian.”

 

Alya mengangguk, merasakan semangat yang membara dalam dirinya. “Ini baru awal dari perjuangan kita. Kita harus berhati-hati dan cerdik.”

 

Bimo tersenyum. “Aku selalu mendukungmu, Alya.”

 

Dengan bukti di tangan, Alya dan Bimo berjalan meninggalkan taman itu untuk pulang. Mereka siap untuk melanjutkan perjuangan melawan geng syantik. Alya tahu bahwa ini baru permulaan, dan perjalanan mereka masih panjang.

 

Beberapa siswa di SMA Gemilang rata-rata pulang hampir perang, sebab banyak ekstrakurikuler yang harus diikuti siswa. Maka, sekolah itu biasanya tutup pukul delapan malam. Di mana seluruh siswa sudah harus pulang termasuk ibunya Bimo, ibu kantin yang tentu saja pulang setelah siswa kosong di sekolah.

 

Alya dan Bimo akhirnya mendapatkan sedikit petunjuk tentang rencana geng syantik untuk menjatuhkan Alya. Mereka memutuskan untuk pulang bersama, seperti biasa, dengan Bimo mengendarai sepeda motornya.

 

Ketika mereka melewati jalan setapak yang sepi di belakang sekolah, suara motor Bimo memecah kesunyian. Angin malam yang sejuk menyapu wajah mereka, membuat Alya merasa sedikit lebih tenang.

 

"Alya, kamu yakin dengan bukti ini?" tanya Bimo sambil tetap fokus pada jalan di depannya.

 

Alya mengangguk pelan, tangannya masih memegang erat lembaran kertas yang mereka temukan. "Ini mungkin belum cukup, tapi setidaknya kita punya sesuatu untuk dipegang."

 

Bimo menghela napas panjang. "Kita harus hati-hati. Geng syantik nggak bakal tinggal diam kalau mereka tahu kita punya bukti."

 

Alya mengerti kekhawatiran Bimo. Mereka harus berhati-hati agar tidak menimbulkan kecurigaan. “Bimo, rahasia ini cuma kita yang tahu. Berarti hanya kita saja yang beraksi. Apa menurutmu harus ajak yang lain. Lita misal?”

 

Bersambung ...

Episodes
1 Prolog
2 Panas Geng Syantik
3 Hari Pertama Penuh Ancaman
4 Semakin Dekat Semakin Dibenci
5 Geng Syantik Kalap
6 Usaha Selalu Gagal
7 Lolos Dari Penculikan
8 Memilih Kamu
9 Bisa-Bisanya Dijodohkan
10 Cemburu Diam-Diam
11 Rahasia Berdua
12 Rencana Pertama
13 Benar Perjodohan itu
14 Malam Pesta Sekolah Tiba
15 Cemburu dan Hukuman
16 Butuh Bukti Lagi
17 Bimo Mulai Menyebalkan
18 Berbincang dengan Calon Besan
19 Salah Sangka
20 Pesona Tersembunyi dari Bimo
21 Waktu Begitu Cepat
22 Rindu Rahasia
23 Malam Pertama Syahdu
24 Bulan Madu London
25 Melihat Bimo
26 Terluka Tapi Bahagia
27 Dilema Anak + Suami
28 Bimo Mencari Alya
29 Alya Bertemu Bimo
30 Awas Selingkuh
31 Masih Rindu
32 Teman Dekat Wanita
33 Reuni Sekolah Gemilang
34 Bukan Sekedar Teman
35 Cinta atau Bukan?
36 Tidak Jujur Pada Perasaan
37 Prahara Rina dan Andre
38 Jadi Kambing Conge
39 Dendam Teman Lama
40 Kesepakatan
41 Strategi Jebakan
42 Siasat Rina
43 Interogasi Alya dan Bimo
44 Saling Terbuka
45 Gangguan Hati
46 Menurut Rina
47 Momen Kejutan
48 Kabar Baik dan Buruk
49 Kedatangan Lagi Ibu Mertua
50 Kembali Tekanan Mertua
51 Berusaha Adil
52 Semakin Hilang
53 Salah Paham
54 Ketegangan dan Ketergantungan
55 Pulang ke Rumah Orang Tua
56 Kejutan tak Terduga
57 Kembali ke Rumah
58 Menghadapi Kebenaran
59 Konfrontasi dan Ketegangan
60 Ketegangan Baru
61 Pertarungan di Rumah
62 Keberanian di Tengah Kesulitan
63 Bukti Kecurigaan
64 Langkah Keberanian
65 64 Momen Penentu
66 Keputusan dan Perpisahan
Episodes

Updated 66 Episodes

1
Prolog
2
Panas Geng Syantik
3
Hari Pertama Penuh Ancaman
4
Semakin Dekat Semakin Dibenci
5
Geng Syantik Kalap
6
Usaha Selalu Gagal
7
Lolos Dari Penculikan
8
Memilih Kamu
9
Bisa-Bisanya Dijodohkan
10
Cemburu Diam-Diam
11
Rahasia Berdua
12
Rencana Pertama
13
Benar Perjodohan itu
14
Malam Pesta Sekolah Tiba
15
Cemburu dan Hukuman
16
Butuh Bukti Lagi
17
Bimo Mulai Menyebalkan
18
Berbincang dengan Calon Besan
19
Salah Sangka
20
Pesona Tersembunyi dari Bimo
21
Waktu Begitu Cepat
22
Rindu Rahasia
23
Malam Pertama Syahdu
24
Bulan Madu London
25
Melihat Bimo
26
Terluka Tapi Bahagia
27
Dilema Anak + Suami
28
Bimo Mencari Alya
29
Alya Bertemu Bimo
30
Awas Selingkuh
31
Masih Rindu
32
Teman Dekat Wanita
33
Reuni Sekolah Gemilang
34
Bukan Sekedar Teman
35
Cinta atau Bukan?
36
Tidak Jujur Pada Perasaan
37
Prahara Rina dan Andre
38
Jadi Kambing Conge
39
Dendam Teman Lama
40
Kesepakatan
41
Strategi Jebakan
42
Siasat Rina
43
Interogasi Alya dan Bimo
44
Saling Terbuka
45
Gangguan Hati
46
Menurut Rina
47
Momen Kejutan
48
Kabar Baik dan Buruk
49
Kedatangan Lagi Ibu Mertua
50
Kembali Tekanan Mertua
51
Berusaha Adil
52
Semakin Hilang
53
Salah Paham
54
Ketegangan dan Ketergantungan
55
Pulang ke Rumah Orang Tua
56
Kejutan tak Terduga
57
Kembali ke Rumah
58
Menghadapi Kebenaran
59
Konfrontasi dan Ketegangan
60
Ketegangan Baru
61
Pertarungan di Rumah
62
Keberanian di Tengah Kesulitan
63
Bukti Kecurigaan
64
Langkah Keberanian
65
64 Momen Penentu
66
Keputusan dan Perpisahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!