Usaha Selalu Gagal

Bab5

 Di sudut sekolah, Rina dan gengnya masih merencanakan sesuatu yang baru untuk menyingkirkan Alya.

 

"Ini belum selesai, Alya. Kita akan lihat siapa yang tertawa terakhir," pikir Rina dalam hati.

 

Sementara di sisi lain, Alya harus tetap waspada dan terus berjuang menghadapi rintangan-rintangan yang ada di depannya. Namun, dengan keberanian dan dukungan dari teman-temannya, ia yakin bisa melewatinya dengan baik-baik saja.

 

Alya duduk termenung di bangku taman sekolah setelah kejadian yang membuatnya dicap sebagai penyontek serta dipermalukan di kantin. Di sekelilingnya, siswa-siswa lain berlalu-lalang, beberapa meliriknya dengan tatapan curiga. Geng syantik yang dipimpin oleh Rina tampak puas dengan apa yang mereka lakukan. Mereka berhasil menjebak Alya dan merusak reputasinya.

 

Lita, yang selalu ceria, mencoba menghibur Alya. “Alya, aku yakin ini Cuma salah paham. Kamu tidak mungkin menyontek dan kejadian di kantin itu, lupakanlah,” kata Lita sambil merangkul bahu Alya.

 

Alya tersenyum lemah. “Terima kasih, Lita. Tapi rasanya sulit sekali membersihkan namaku sekarang.”

 

Bimo, anak ibu kantin yang sederhana namun pintar, datang mendekati mereka. “Alya, aku percaya padamu. Kita harus mencari cara untuk membersihkan namamu,” ujarnya dengan suara tenang.

 

Mereka bertiga mulai menyusun rencana. Bimo mengusulkan untuk memeriksa rekaman CCTV di sekitar kelas dan ruang ujian. Namun, Lita tidak yakin ini akan berhasil, secara mereka dari kalangan beasiswa. Orang-orang yang berani bertindak sesuai keinginannya yaitu dari keluarga menengah ke atas. Lita tidak yakin mereka dapat diizinkan akses untuk melihat cctv.

 

“Lita, aku baru tahu ternyata di sekolah ini ada perbedaan perilaku sesuai strata ekonomi kita,” Alya merespons penjelasan Lita.

 

“Di kota memang gini, Al. Jangan heran.”

 

“Kalau gitu, kuncinya ada di kita. Jika kita tidak bisa melawan mereka secara halus, dengan menunjukkan bukti-bukti kearoganan mereka, kita lawan saja secara langsung. Aku gak takut kok.”

 

“Serius? Kamu yakin?” Lita membulatkan matanya, mengarah ke Alya. Dia tidak percaya pada ucapan teman barunya ini.

 

“Jangan Alya, jika kamu berurusan dengan siswa berpengaruh di sini, berarti kamu juga berurusan dengan sekolah ini.” Bimo memperingatkan.

 

“Mereka memang dari dulu kaya gitu ya? Atau sekarang aja? Saat aku ke sini?” tanya Alya. Penasaran dengan kelakuan geng syantik.

 

Lita menjelaskan tentang geng syantik. Memang dari dulu geng syantik selalu membuat onar, terutama kepada siswa yang dinilai bisa mengancam kepopulerannya Entah siswa yang terlihat cantik, pintar atau bahkan yang lebih kaya.

 

 Siswa yang kelihatannya lebih kayak saja bukannya dijadikan teman atau masuk ke geng mereka, malah sebisa mungkin dibuat tidak betah di sekolah tersebut. Sebab Rina si ketua geng tidak mau jika orang yang memiliki jabatan lebih dari keluarganya menjadi ketua geng nantinya. Rina tidak mau menjadi anak buah. Hingga siapa pun harus disingkirkan yang bisa merebut posisi kepopulerannya dari geng cantik.

 

“Kalau gitu habis sekolah ini, kita coba temui security.” Alya tiba-tiba menyampaikan idenya.

 

“Mau apa?” jawab Lita sedikit terkejut.

 

“Sesuai rencana kita tadi. Coba saja dulu.” Alya menjawab dengan tegas.

 

Lita dan Bimo melihat keyakinan pada diri Alya, seorang siswa pindahan dari desa yang begitu memesona dari segala hal. Kepintarannya, kecantikannya serta keberaniannya. Di sekolah tersebut hanya Lita dan Bimo yang menyimak dengan baik kenapa geng syantik selalu berbuat onar.

 

Siswa-siswa yang lain lebih ke tidak peduli, mereka menganggap apa yang dilakukan geng syantik hanya kebiasaan mereka saja, karena merasa memiliki geng populer. Banyak siswa yang belum tahu bahwa perilaku geng syantik adalah memiliki tujuan tertentu. Termasuk Andre dan Arga, kedua cowok itu menganggap yang dilakukan geng syantik hanya kurang kerjaan sekelompok cewek-cewek heboh.

 

##Saat pelajaran berakhir##

 

Sesuai rencana, Alya, Lita dan Bimo, yang kini mereka jadi tiga sekawan, pergi ke ruangan security. Mereka menyampaikan niatnya. Namun, saat mereka mencoba mengakses rekaman tersebut, pihak keamanan sekolah memberi alasan bahwa rekaman telah rusak atau terhapus, hal ini membuat mereka merasa sedikit kecewa.

 

Awalnya tiga sekawan itu bersuka cita, karena ternyata security memberikan izin melihat cctv. Nyatanya tidak bisa diputar dengan baik.

 

Akhirnya mereka pulang saja. Dan seperti biasa, Alya diantar oleh Bimo sampai ke depan rumah.

***#

 

Hari-hari berikutnya, gangguan dari geng syantik yang dipimpin oleh Rina semakin intens. Alya mulai merasa tertekan dan terisolasi. Beruntung Alya sudah terbiasa dengan kehidupan di kampung yang serba dituntut sabar, sederhana, apa adanya. Hingga gangguan dari geng syantik dihadapi dengan sabar meski terasa sekali bebannya. Tidak perlu dilawan lagi dengan kekerasan, Alya tidak diajarkan seperti itu oleh keluarganya.

 

Andre, ketua tim basket, yang kebetulan memperhatikan situasi Alya, mendekatinya setelah latihan. “Aku tahu kamu sedang menghadapi masa yang sulit, Alya. Jika kamu butuh bantuan, aku ada di sini,” katanya dengan tulus.

 

Alya merasa terharu dengan tawaran tersebut. “Terima kasih, Andre. Itu sangat berarti bagiku.”

 

Alya mengikuti olahraga basket hanya semata penasaran saja, sebab sekolahnya di kampung tidak ada kegiatan basket. Itu juga diajak oleh Andre, dengan alasan postur tubuh Alya yang tinggi dan proporsional, akan bagus jika mengikuti olah raga basket. Wanita mengikuti olahraga basket, sangat keren sekali, bujuk Andre saat itu.

 

Sementara itu, Bimo dan Lita terus berusaha mencari cara untuk membuktikan bahwa Alya tidak bersalah, berbicara dengan siswa lain dan mengumpulkan informasi. Namun, mereka sering menemui hambatan karena pengaruh besar keluarga Rina di sekolah.

 

Suatu sore yang suram, Alya berjalan pulang dari sekolah dengan langkah yang lamban. Langit berwarna abu-abu tua, pertanda hujan akan segera turun. Udara begitu lembab dan dingin, membuat bulu kuduknya berdiri. Jalanan yang biasanya ramai oleh lalu lalang kendaraan kini lengang, hanya sesekali terdengar suara mesin motor yang melintas. Kali ini dia tidak pulang dengan Bimo, Alya ingin menyendiri dulu.

 

Di sepanjang jalan yang sepi itu, Alya merasa ada yang tidak beres. Nalurinya mengatakan bahwa ia sedang diawasi. Sesekali ia menoleh ke belakang, tapi tak ada siapa pun. Mungkin hanya perasaanku saja, pikirnya mencoba menghilangkan kecemasan. Namun, perasaan was-was itu terus menghantui setiap langkahnya.

 

Langit semakin gelap, hampir hitam pekat saat Alya berbelok di tikungan terakhir sebelum rumahnya. Tiba-tiba, suara deru mesin mobil terdengar dari arah belakang. Sebuah mobil hitam dengan kaca gelap berhenti mendadak di dekatnya. Sebelum sempat bereaksi, pintu mobil terbuka dan sepasang tangan kuat menariknya masuk dengan kasar.

 

Alya berteriak dan berusaha melawan, namun tenaga orang itu jauh lebih kuat. Ia meronta-ronta, mencoba menendang dan mencakar, tetapi usahanya sia-sia. Pintu mobil tertutup dengan cepat, membungkam jeritannya. Dalam sekejap, mobil itu melesat pergi, meninggalkan jalan yang kembali sepi dan sunyi.

 

Di dalam mobil yang gelap, Alya tak bisa melihat wajah penculiknya. Kepalanya pusing, nafasnya tersengal-sengal. Ia bisa merasakan jantungnya berdetak kencang, seakan ingin keluar dari dadanya. Perjalanan terasa begitu lama, meski mungkin hanya beberapa menit.

 

Bersambung....

Episodes
1 Prolog
2 Panas Geng Syantik
3 Hari Pertama Penuh Ancaman
4 Semakin Dekat Semakin Dibenci
5 Geng Syantik Kalap
6 Usaha Selalu Gagal
7 Lolos Dari Penculikan
8 Memilih Kamu
9 Bisa-Bisanya Dijodohkan
10 Cemburu Diam-Diam
11 Rahasia Berdua
12 Rencana Pertama
13 Benar Perjodohan itu
14 Malam Pesta Sekolah Tiba
15 Cemburu dan Hukuman
16 Butuh Bukti Lagi
17 Bimo Mulai Menyebalkan
18 Berbincang dengan Calon Besan
19 Salah Sangka
20 Pesona Tersembunyi dari Bimo
21 Waktu Begitu Cepat
22 Rindu Rahasia
23 Malam Pertama Syahdu
24 Bulan Madu London
25 Melihat Bimo
26 Terluka Tapi Bahagia
27 Dilema Anak + Suami
28 Bimo Mencari Alya
29 Alya Bertemu Bimo
30 Awas Selingkuh
31 Masih Rindu
32 Teman Dekat Wanita
33 Reuni Sekolah Gemilang
34 Bukan Sekedar Teman
35 Cinta atau Bukan?
36 Tidak Jujur Pada Perasaan
37 Prahara Rina dan Andre
38 Jadi Kambing Conge
39 Dendam Teman Lama
40 Kesepakatan
41 Strategi Jebakan
42 Siasat Rina
43 Interogasi Alya dan Bimo
44 Saling Terbuka
45 Gangguan Hati
46 Menurut Rina
47 Momen Kejutan
48 Kabar Baik dan Buruk
49 Kedatangan Lagi Ibu Mertua
50 Kembali Tekanan Mertua
51 Berusaha Adil
52 Semakin Hilang
53 Salah Paham
54 Ketegangan dan Ketergantungan
55 Pulang ke Rumah Orang Tua
56 Kejutan tak Terduga
57 Kembali ke Rumah
58 Menghadapi Kebenaran
59 Konfrontasi dan Ketegangan
60 Ketegangan Baru
61 Pertarungan di Rumah
62 Keberanian di Tengah Kesulitan
63 Bukti Kecurigaan
64 Langkah Keberanian
65 64 Momen Penentu
66 Keputusan dan Perpisahan
Episodes

Updated 66 Episodes

1
Prolog
2
Panas Geng Syantik
3
Hari Pertama Penuh Ancaman
4
Semakin Dekat Semakin Dibenci
5
Geng Syantik Kalap
6
Usaha Selalu Gagal
7
Lolos Dari Penculikan
8
Memilih Kamu
9
Bisa-Bisanya Dijodohkan
10
Cemburu Diam-Diam
11
Rahasia Berdua
12
Rencana Pertama
13
Benar Perjodohan itu
14
Malam Pesta Sekolah Tiba
15
Cemburu dan Hukuman
16
Butuh Bukti Lagi
17
Bimo Mulai Menyebalkan
18
Berbincang dengan Calon Besan
19
Salah Sangka
20
Pesona Tersembunyi dari Bimo
21
Waktu Begitu Cepat
22
Rindu Rahasia
23
Malam Pertama Syahdu
24
Bulan Madu London
25
Melihat Bimo
26
Terluka Tapi Bahagia
27
Dilema Anak + Suami
28
Bimo Mencari Alya
29
Alya Bertemu Bimo
30
Awas Selingkuh
31
Masih Rindu
32
Teman Dekat Wanita
33
Reuni Sekolah Gemilang
34
Bukan Sekedar Teman
35
Cinta atau Bukan?
36
Tidak Jujur Pada Perasaan
37
Prahara Rina dan Andre
38
Jadi Kambing Conge
39
Dendam Teman Lama
40
Kesepakatan
41
Strategi Jebakan
42
Siasat Rina
43
Interogasi Alya dan Bimo
44
Saling Terbuka
45
Gangguan Hati
46
Menurut Rina
47
Momen Kejutan
48
Kabar Baik dan Buruk
49
Kedatangan Lagi Ibu Mertua
50
Kembali Tekanan Mertua
51
Berusaha Adil
52
Semakin Hilang
53
Salah Paham
54
Ketegangan dan Ketergantungan
55
Pulang ke Rumah Orang Tua
56
Kejutan tak Terduga
57
Kembali ke Rumah
58
Menghadapi Kebenaran
59
Konfrontasi dan Ketegangan
60
Ketegangan Baru
61
Pertarungan di Rumah
62
Keberanian di Tengah Kesulitan
63
Bukti Kecurigaan
64
Langkah Keberanian
65
64 Momen Penentu
66
Keputusan dan Perpisahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!