Bimo Mulai Menyebalkan

Bab16

 

Bimo mengangguk, meski hatinya masih diliputi kekhawatiran. "Kamu memang hebat. Tapi jangan terlalu memaksakan diri, Alya. Kalau butuh istirahat, bilang saja."

 

Alya tersenyum. "Terima kasih, Bimo. Aku akan baik-baik saja."

 

Sementara itu di sisi lain sekolah, Rina dan geng syantik berkumpul di sudut koridor. Rina duduk dengan wajah cemberut, jelas masih tidak terima dengan kejadian malam sebelumnya. "Aku benar-benar tidak mengerti. Alya itu keras kepala sekali. Dia masih saja datang ke sekolah setelah semua yang kita lakukan," geram Rina.

 

Sari, salah satu anggota geng, menanggapi, "Mungkin dia memang lebih kuat dari yang kita kira. Tapi kita tidak bisa berhenti di sini. Kita harus mencari cara lain untuk membuatnya menyerah."

 

Gea, yang selalu penuh ide, tiba-tiba berkata, "Rina, kenapa kamu tidak terus terang saja pada Andre kalau kamu menyukainya? Mungkin kalau Andre tahu, dia akan lebih memperhatikanmu daripada Alya."

 

Rina menatap Gea dengan alis terangkat. "Apa maksudmu?"

 

Gea melanjutkan, "Selama ini kamu selalu mencoba menjatuhkan Alya secara diam-diam. Tapi kalau kamu berani terus terang pada Andre, mungkin dia akan melihatmu dari sisi yang berbeda. Dan kalau dia menerima perasaanmu, Alya akan otomatis tersingkir."

 

Rina berpikir sejenak, lalu mengangguk perlahan. "Mungkin kamu benar. Sudah saatnya aku menunjukkan perasaanku pada Andre. Kita lihat bagaimana reaksi Alya setelah itu."

 

###

Sekolah pagi itu terasa penuh dengan ketegangan yang tidak terlihat. Alya berusaha tetap tenang dan menjalani hari-harinya seperti biasa, meski di dalam hatinya masih terasa trauma dari kejadian semalam. Bimo, di sisi lain, berusaha selalu berada di dekat Alya, memastikan bahwa dia aman dari gangguan geng Rina.

 

Sementara itu, Rina menyiapkan dirinya untuk langkah besar yang akan diambil. Di tengah suasana sekolah yang sibuk, dia terus mengarahkan pandangannya pada Andre, mencari momen yang tepat untuk mengungkapkan perasaannya.

 

###

 

Akhirnya, pada waktu istirahat, Rina melihat Andre sedang sendirian di lapangan basket, tempat di mana dia biasanya menghabiskan waktu. Rina mengambil napas dalam-dalam dan berjalan mendekati Andre.

 

"Andre, boleh aku bicara sebentar?" tanya Rina dengan nada yang lebih lembut dari biasanya.

 

Andre menoleh dan tersenyum. "Tentu, Rina. Ada apa?"

 

Rina merasa gugup, tetapi dia mencoba untuk tetap tenang. "Aku... sebenarnya sudah lama ingin memberitahumu sesuatu. Aku menyukaimu, Andre. Sudah sejak kita di kelas 10. Aku hanya tidak pernah punya keberanian untuk mengatakannya langsung."

 

Andre tampak terkejut, namun dia berusaha tetap ramah. "Rina, aku tidak tahu harus bilang apa. Aku menghargai keberanianmu untuk jujur, tapi..."

 

Rina segera memotong, "Aku tahu, ini mungkin tiba-tiba. Tapi aku hanya ingin kamu tahu perasaanku. Aku harap kamu bisa mempertimbangkannya."

 

Andre menatap Rina dengan mata yang lembut. "Rina, aku benar-benar terkejut. Tapi aku butuh waktu untuk memikirkan ini."

 

Rina mengangguk, berusaha menyembunyikan rasa kecewanya. "Aku mengerti. Terima kasih sudah mendengarkan. Kalau gitu aku pergi." Kemudian dia pergi tanpa menunggu respons Andre lagi.

Sementara itu Andre melihat kepergian Rina dengan mematung, kenapa seakan tiba-tiba seperti ini? jarang seorang wanita mengutarakan isi hati duluan. Namun, sayangnya pada diri Rina sama sekali tak sedikit pun ada kriteria wanita idaman Andre.

"Huft... andai Alya yang seperti itu, tidak akan nunggu lama. Pasti aku langsung terima." Andre bergumam dengan senyum malu sendiri.

 

Setelah percakapan itu, Rina kembali ke gengnya dengan perasaan campur aduk. Meski belum mendapatkan jawaban pasti dari Andre, dia merasa sedikit lega telah mengungkapkan perasaannya. Di sisi lain, gengnya menunggu dengan penuh antisipasi, siap untuk langkah berikutnya dalam rencana mereka.

 

# Kembali ke Alya dan Bimo

 

Sementara itu, Alya dan Bimo kembali ke kelas mereka. Bimo masih tidak bisa menghilangkan rasa cemasnya. "Alya, kamu yakin baik-baik saja?"

 

Alya tersenyum tipis. "Aku akan baik-baik saja, Bimo. Tolong ya jangan terlalu mengkhawatirkan aku seperti anak kecil."

Dari respons yang Alya berikan harusnya Bimo menyadari bahwa wanita di hadapannya sudah mulai kurang nyaman terlalu diperhatikan berlebihan. Namun, karena Bimo fokus pada keselamatan dan kebaikan Alya, dia tidak menyadari akan nada bicara Alya yang terdengar tidak nyaman.

 

Bimo menatap Alya dengan perasaan campur aduk. Dia tahu bahwa perasaannya pada Alya lebih dari sekadar teman, tetapi dia juga sadar bahwa situasinya tidaklah mudah. "Aku akan selalu ada untukmu, Alya. Apa pun yang terjadi." Bimo bergumam.

 

Alya melihat Bimo yang masih ada di dekatnya. Sekali lagi Alya bilang terima kasih atas dukungan Bimo. Supaya Bimo lekas pergi dari sana. Hati Alya masih terasa berat, dia tahu bahwa dia tidak sendirian dalam menghadapi semua ini. Namun, untuk saat ini kenapa harus Bimo. Seseorang yang dia coba hindari karena perjodohan.

 

 

Di akhir hari sekolah, suasana di luar gedung cukup sibuk dengan para siswa yang pulang. Alya melangkah keluar dari gedung sekolah dengan langkah santai, tampak sedikit lelah setelah hari yang begitu banyak kegiatan dan masalah juga.

 

Andre, yang sudah menunggu di depan pintu keluar, segera menghampiri Alya. “Alya, aku antar pulang ya?” katanya dengan nada ramah namun penuh pengertian.

 

Alya menatap Andre sejenak, ragu. “Sebenarnya aku bisa pulang sendiri, Andre.”

 

“Yakin? Kamu kelihatan capek. Lagi pula, aku sudah bilang ke kamu tadi kan? Waktu istirahat mau antar kamu pulang,” balas Andre, tersenyum lembut. “Aku Cuma mau memastikan kamu sampai rumah dengan selamat.”

 

Alya merasa agak canggung dengan tawaran itu. Dia ingat bagaimana dia sering pulang dengan Bimo dan ketidaknyamanan terakhir yang dia rasakan. “Oke deh, kalau begitu. Terima kasih, Andre.”

 

Saat mereka berjalan menuju mobil Andre, Alya merasa lega karena bisa menghindari situasi canggung dengan Bimo. Mereka berdua naik ke dalam mobil, dan Andre mulai mengemudikan kendaraan.

 

Selama perjalanan, Andre berusaha membuka percakapan. “Jadi, bagaimana hari ini di sekolah?”

 

“Agak melelahkan,” jawab Alya sambil menatap ke luar jendela. “Ada banyak hal yang harus diurus.”

 

Andre mengangguk, mencoba menghilangkan ketegangan. “Aku tahu, kadang hari-hari seperti itu bisa sangat menekan. Tapi, aku pikir kamu selalu melakukan tugas-tugas dengan baik.”

 

Alya hanya tersenyum kecil, merasa sedikit lebih nyaman dengan obrolan ringan itu. Dia berterima kasih pada Andre dalam hati karena telah membuat perjalanan pulangnya lebih menyenangkan, meskipun hatinya masih penuh dengan berbagai perasaan campur aduk 

 

Di dalam mobil, suasana sedikit canggung. Andre mencoba membuka percakapan lagi untuk mengurangi ketegangan. “Jadi, ada rencana untuk akhir pekan?” tanyanya dengan nada ringan.

 

Alya menoleh ke arah Andre, agak bingung. “Belum ada sih. Kenapa?”

 

“Ah, nggak ada apa-apa. Cuma penasaran aja,” balas Andre sambil tersenyum. “Kalau ada waktu, mungkin kita bisa hang out bareng. Aku pikir bakal seru.”

 

Bersambung....

Episodes
1 Prolog
2 Panas Geng Syantik
3 Hari Pertama Penuh Ancaman
4 Semakin Dekat Semakin Dibenci
5 Geng Syantik Kalap
6 Usaha Selalu Gagal
7 Lolos Dari Penculikan
8 Memilih Kamu
9 Bisa-Bisanya Dijodohkan
10 Cemburu Diam-Diam
11 Rahasia Berdua
12 Rencana Pertama
13 Benar Perjodohan itu
14 Malam Pesta Sekolah Tiba
15 Cemburu dan Hukuman
16 Butuh Bukti Lagi
17 Bimo Mulai Menyebalkan
18 Berbincang dengan Calon Besan
19 Salah Sangka
20 Pesona Tersembunyi dari Bimo
21 Waktu Begitu Cepat
22 Rindu Rahasia
23 Malam Pertama Syahdu
24 Bulan Madu London
25 Melihat Bimo
26 Terluka Tapi Bahagia
27 Dilema Anak + Suami
28 Bimo Mencari Alya
29 Alya Bertemu Bimo
30 Awas Selingkuh
31 Masih Rindu
32 Teman Dekat Wanita
33 Reuni Sekolah Gemilang
34 Bukan Sekedar Teman
35 Cinta atau Bukan?
36 Tidak Jujur Pada Perasaan
37 Prahara Rina dan Andre
38 Jadi Kambing Conge
39 Dendam Teman Lama
40 Kesepakatan
41 Strategi Jebakan
42 Siasat Rina
43 Interogasi Alya dan Bimo
44 Saling Terbuka
45 Gangguan Hati
46 Menurut Rina
47 Momen Kejutan
48 Kabar Baik dan Buruk
49 Kedatangan Lagi Ibu Mertua
50 Kembali Tekanan Mertua
51 Berusaha Adil
52 Semakin Hilang
53 Salah Paham
54 Ketegangan dan Ketergantungan
55 Pulang ke Rumah Orang Tua
56 Kejutan tak Terduga
57 Kembali ke Rumah
58 Menghadapi Kebenaran
59 Konfrontasi dan Ketegangan
60 Ketegangan Baru
61 Pertarungan di Rumah
62 Keberanian di Tengah Kesulitan
63 Bukti Kecurigaan
64 Langkah Keberanian
65 64 Momen Penentu
66 Keputusan dan Perpisahan
Episodes

Updated 66 Episodes

1
Prolog
2
Panas Geng Syantik
3
Hari Pertama Penuh Ancaman
4
Semakin Dekat Semakin Dibenci
5
Geng Syantik Kalap
6
Usaha Selalu Gagal
7
Lolos Dari Penculikan
8
Memilih Kamu
9
Bisa-Bisanya Dijodohkan
10
Cemburu Diam-Diam
11
Rahasia Berdua
12
Rencana Pertama
13
Benar Perjodohan itu
14
Malam Pesta Sekolah Tiba
15
Cemburu dan Hukuman
16
Butuh Bukti Lagi
17
Bimo Mulai Menyebalkan
18
Berbincang dengan Calon Besan
19
Salah Sangka
20
Pesona Tersembunyi dari Bimo
21
Waktu Begitu Cepat
22
Rindu Rahasia
23
Malam Pertama Syahdu
24
Bulan Madu London
25
Melihat Bimo
26
Terluka Tapi Bahagia
27
Dilema Anak + Suami
28
Bimo Mencari Alya
29
Alya Bertemu Bimo
30
Awas Selingkuh
31
Masih Rindu
32
Teman Dekat Wanita
33
Reuni Sekolah Gemilang
34
Bukan Sekedar Teman
35
Cinta atau Bukan?
36
Tidak Jujur Pada Perasaan
37
Prahara Rina dan Andre
38
Jadi Kambing Conge
39
Dendam Teman Lama
40
Kesepakatan
41
Strategi Jebakan
42
Siasat Rina
43
Interogasi Alya dan Bimo
44
Saling Terbuka
45
Gangguan Hati
46
Menurut Rina
47
Momen Kejutan
48
Kabar Baik dan Buruk
49
Kedatangan Lagi Ibu Mertua
50
Kembali Tekanan Mertua
51
Berusaha Adil
52
Semakin Hilang
53
Salah Paham
54
Ketegangan dan Ketergantungan
55
Pulang ke Rumah Orang Tua
56
Kejutan tak Terduga
57
Kembali ke Rumah
58
Menghadapi Kebenaran
59
Konfrontasi dan Ketegangan
60
Ketegangan Baru
61
Pertarungan di Rumah
62
Keberanian di Tengah Kesulitan
63
Bukti Kecurigaan
64
Langkah Keberanian
65
64 Momen Penentu
66
Keputusan dan Perpisahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!