14

Di aula makan, suasana hening setelah Yuki dan Bangsawan Dalto pergi. Pangeran Riana hanya diam memandang Bangsawan Doldores. Tapi diamnya Pangeran Riana sangat menakutkan.

Pangeran Riana tidak mengatakan apapun lagi. Dia kemudian berbalik pergi diikuti rombongannya meninggalkan aula makan. Semua orang yang sembari tadi diliputi ketegangan langsung bernafas lega saat Rombongan Pangeran Riana menghilang dibalik pintu. Bisik-bisik mulai terdengar.

Ekpresi Putri Norah sangat muram. Dia tahu sekarang, sebagian besar murid didalam aula makan sedang membicarakannya. Dia langsung pergi keluar dengan memasang wajah angkuh untuk menyelamatkan harga dirinya.

PRAANGGG !!!

Bangsawan Doldores menendang piring didepannya dengan kencang untuk melampiaskan kemarahannya. Rasanya Dia ingin sekali melumat Pangeran Riana. Dia langsung pergi disusul dengan teman-temannya mengikuti Putri Norah.

Dia bersumpah akan membalas apa yang terjadi hari ini. Sekarang Dia hanya perlu bersabar. Keluarganya sudah memperingatkannya untuk tidak membuat masalah dengan Pangeran Riana agar jalan karirnya mulus untuk ke depan. Jika sampai Ayahnya mengetahui kejadian hari ini, Dia akan dihukum pukul lagi oleh Ayahnya. Sisa luka pukul bulan kemarin masih belum sembuh total. Bagaimana bisa Dia akan menanggung pukulan lagi. Tapi laporan pasti akan masuk ke rumah keluarganya.

Sial sekali Dia.

...****************...

Yuki masih mengikuti langkah kaki Bangsawan Dalto. Dia tidak berbicara apapun semenjak Mereka meninggalkan aula makan. Mereka sudah sampai di taman tengah. Yang terletak di samping gedung Kuldhi. Bangsawan Dalto berhenti mendadak, membuat Yuki kaget dan langsung menabraknya dari belakang.

“Aduhhduhduh…” Yuki mundur satu langkah sambil mengusap keningnya. “Kenapa berhenti mendadak ?” Akhirnya Yuki tidak bisa menahan lagi keinginannya untuk tetap diam dan menunggu Bangsawan Dalto mau bercerita sendiri padanya. Hari ini. Sudah dua kali Dia menabrak Bangsawan Dalto.

“Kenapa Kau membelaku” Tanya Bangsawan Dalto akhirnya. Dia menatap Yuki dengan ekpresi penuh tanda tanya. Ada kegetiran di wajahnya. Kesedihan yang mendalam. Hal yang wajar, siapa yang tidak frustasi jika harga dirinya diinjak-injak setiap hari. Masih waras saja sudah harus bersyukur. “Apa Kau tidak tahu siapa Aku ?”

“Aku tahu” jawab Yuki lembut namun terdengar jelas sambil menatap mata Bangsawan Dalto langsung. “Kau sang terkutuk kan”

“Jika Kau tau kenapa masih membelaku. Aku tidak butuh rasa kasihan dari siapapun !!”

“Aku tidak perduli siapa Kau, Tapi jika ada yang diperlakukan seperti itu didepanku, meskipun itu bukan Kamu, Aku pasti juga akan datang membelanya”

“Kenapa ?”

Yuki berpikir sesaat untuk mencari jawaban yang tepat. “Pertama, Aku tidak mempunyai masalah denganmu jadi Aku tidak mempunyai alasan apapun untuk membencimu. Kedua, di dunia ini tidak boleh ada orang yang menindas orang lain seperti Mereka menindasmu”

Bangsawan Dalto hampir mengatakan sesuatu. Tapi Yuki segera memotongnya. “Aku tidak perduli siapa dirimu, Tidak ada ada orang yang benar-benar baik atau jahat didunia ini. Semua akan memiliki porsi masing-masing tergantung bagaimana orang lain yang melihatnya. Hanya karena kedua orangtuamu melakukan kesalahan, Aku tidak punya hak untuk menghakimimu apalagi sampai harus ikut menindasmu. Itu yang Aku pahami”

Bangsawan Dalto mengusap wajahnya dengan ekpresi getir. Dia tampak sangat frustasi. Dia duduk di pinggir kolam dan Yuki kembali diam. Yuki memutuskan untuk ikut duduk disamping Bangsawan Dalto dengan memberi jarak agar Bangsawan Dalto dapat menenangkan diri. Yuki memilih menunggu sampai Bangsawan Dalto dapat tenang terlebih dahulu.

“Aku ingin menjadi temanmu” kata Yuki memberanikan diri bicara ketika melihat Bangsawan Dalto sudah mulai tenang. Ucapan Yuki sangat tulus. Tidak ada kebohongan atau hanya basa basi didalamnya.

“Tidak ada yang mau menjadi temanku” sanggah Bangsawan Dalto masih menolak.

“Tapi Aku mau” balas Yuki lagi dengan wajah bersungguh-sungguh.

“Kau yakin ?. Kau akan dianggap aneh dan boleh jadi Kau akan mendapat banyak masalah jika nekat berteman denganku Putri ?” Tanya Bangsawan Dalto lagi tidak yakin.

Yuki tersenyum penuh keyakinan. Suasana sudah mulai mencair. “Tapi sebagai teman, Aku yakin Kau akan membantuku melewati masalah sulit itu”

“Aku ini sang terkutuk” Bangsawan Dalto menegaskan kembali kepada Yuki dengan sikap tidak percaya ada seorang gadis menginginkan pertemanan dengannya.

“Ya, dan Aku putri buangan”

Bangsawan Dalto membuka mulutnya sesaat. Dia tidak tahu lagi harus mengatakan apa. “Aku sudah memperingatkanmu Putri” kata Bangsawan Dalto akhirnya menyerah.

“Jadi, Apa sekarang Kita berteman ?”

Bangsawan Dalto mengulurkan tangannya. Yuki segera menjabat tangan Bangsawan Dalto penuh kegembiraan. “Aku anggap Kau setuju” kata Yuki antusias.

Bangsawan Dalto menepuk tempat disampingnya “kemarilah, Aku akan membantumu mengompres wajahmu. Wajahmu sangat mengerikan sekarang. Apa yang akan dipikirkan Perdana Menteri Olwrendho jika melihatmu pulang dengan wajah seperti itu”

Yuki dengan senang hati menghampiri Bangsawan Dalto untuk duduk disampingnya. Dia langsung menggeser duduknya mendekati Bangsawan Dalto. Bangsawan Dalto mengeluarkan sapu tangan miliknya dan mencelupkan ke dalam kolam didekatnya.

“Bisanya Kau mengatakan wajahku mengerikan. Coba Kau bercermin didalam kolam, siapa yang penampilannya lebih mengerikan…Aaa…aduh..aduh..pelan-pelan” Yuki meringis ketika Bangsawan Dalto menempelkan sapu tangan ke wajahnya yang sudah terasa bengkak dan panas.

Yuki tidak menyangka, Putri Norah memiliki tenaga yang cukup kuat sampai wajahnya menjadi bengkak.

“Sakit…” renggek Yuki.

“Diam” hardik Bangsawan Dalto ketika Yuki akan memberontak.

“Suatu saat nanti Aku pasti akan memberi pelajaran pada Putri Norah”

“Jaga mulutmu. Bagaimana jika ada yang mendengar ucapanmu ini dan melaporkanmu. Kau bisa dihukum pukul oleh kerajaan. Bagaimanapun juga, Dia adalah anak Raja Bardhana. Kau tidak boleh sembarang mengutuknya”

“Dukungan yang bagus teman” kata Yuki sembari mendengus keras. Bangsawan Dalto tanpa sadar tertawa. Membuat Yuki ikut tersenyum melihatnya.

...****************...

“Gadis itu seperti kucing liar kecil tapi sangat menarik” Bangsawan Voldermon muncul di belakang punggung Pangeran Riana yang berdiri didekat jendela. Mereka datang ke gedung Kuldhi untuk menemui dan meminta pendapat pada guru besar yang kebetulan sedang mengunjungi sekolah. Saat ini, guru besar sedang berdoa, jadi Mereka meskipun adalah keluarga kerajaan tetap bersikap hormat pada guru Mereka dan menunggu dengan sabar di depan ruangannya. Dari jendela yang ada dilorong tempat Mereka menunggu. Mereka bisa melihat dan mendengar pembicaraan antara Yuki dan Bangsawan Dalto.

“Jika Kau berminat padanya, katakan saja dengan jujur. Aku akan berhenti mengejarnya”

“Berhenti mengangguku Vold. Sebaiknya Kau pikirkan saja wanita mana yang ingin Kau nikahi dengan serius. Aku dengar pagi ini Bibi sudah menghadap nenek untuk meminta pendapat siapa calon wanita yang tepat untuk menjadi istrimu, Jika Kau tidak juga menemukan wanita yang ingin Kau nikahi”

“Sudah kubilang, Aku akan mempertimbangkan untuk mencari seorang istri jika Kau sudah menemukan calon ratumu. Aku tidak ingin melangkahi orang tua”

“Siapa yang Kau maksud dengan orang tua ?” Pangeran Riana melirik kearah Bangsawan Voldermon.

“Tentu yang Aku maksud adalah Kau saudaraku, berapa umurmu sekarang ?. Dua puluh delapan tahun. Tapi Kau sudah bersikap seperti rubah tua berusia delapan puluhan”

Bangsawan Voldermon kembali mengamati Yuki dari tempatnya. Dia tidak mungkin salah menilai. “Gadis yang berbahaya…” gumannya tanpa sadar. “Dia memiliki kecantikan seorang dewi dan aura menggoda seperti seorang iblis sekaligus”

...****************...

Perdana Menteri Olwrendho tidak terlalu panik saat melihat Yuki pulang dengan pipi yang lebam. Berbeda dengan Rena yang terus mengomel pada Yuki. Perdana Menteri Olwrendho menyikapi dengan bijaksana saat Yuki bercerita mengenai apa yang terjadi disekolah. Dia juga menanyakan kepada Yuki apakah Perdana Menteri Olwrendho perlu membuat laporan ke sekolah. Yuki mengatakan tidak perlu. Dan Perdana Menteri Olwrendho menghormati keinginan Putrinya itu.

Perdana Menteri Olwrendho tidak melarang Yuki berteman dengan Bangsawan Dalto. Bahkan dengan senang Dia mengizinkan Bangsawan Dalto jika ingin berkunjung ke rumahnya. Akan lebih baik begitu sehingga Perdana Menteri Olwrendho bisa mengawasi pergaulan Putrinya. Dia tidak ingin Putrinya mengenal laki-laki yang salah. Apalagi Dia sudah tahu Bangsawan Voldermon sedang mengejar Anak gadisnya itu. Siapa yang tidak tahu sepak terjang Bangsawan Voldermon. Perdana Menteri Olwrendho tidak ingin Putrinya dijadikan mainan oleh laki-laki.

Semenjak kejadian di aula makan, Yuki lebih sering terlihat bersama dengan Bangsawan Dalto baik di lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah. Bangsawan Dalto cukup pintar dalam pelajaran dan Dia pandai mengajar. Bangsawan Dalto banyak membantu Yuki untuk mengejar ketinggalan disekolah. Perdana Menteri Olwrendho tentu saja senang dengan pertemanan Mereka yang positif.

Selain belajar, Mereka sering pergi ke kota bersama-sama. Bangsawan Dalto sering mengajak Yuki pergi ke tempat-tempat indah disekitar ibukota dan menikmati kuliner ala rakyat biasa. Bangsawan Dalto rupanya cukup mengetahui banyak hal yang disukai oleh seorang gadis. Hal itu membuat Yuki menjadi nyaman dan mengacuhkan permintaan pertemanan dari Bangsawan lain disekolah.

Satu hal yang Yuki ketahui saat ini mengenai Bangsawan Dalto.

Bangsawan Dalto sangat menyukai mawar.

Episodes
1 1
2 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 31
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 37
38 38
39 39
40 40
41 41
42 42
43 43
44 44
45 45
46 46
47 47
48 48
49 49
50 50
51 51
52 52
53 53
54 54
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 60
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 68
69 69
70 70
71 71
72 72
73 73
74 74
75 75
76 76
77 77
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 88
89 89
90 90
91 91
92 92
93 93
94 94
95 95
96 96
97 97
98 98
99 99
100 100
101 101
102 102
103 103
104 104
105 105
106 106
107 107
108 108
109 109
110 110
111 111
112 112
113 113 Morning Dew Season 1-End
114 1 Wind Direction (Morning Dew Series-Season 2)
115 2
116 3
117 4
118 5
119 6
120 7
121 8
122 9
123 10
124 11
125 12
126 13
127 14
128 15
129 16
130 17
131 18
132 19
133 20
134 21
135 22
136 23
137 24
138 25
139 26
140 27
141 28
142 29
143 30
144 31
145 32
146 33
147 34
148 35
149 36
150 39
151 40
152 41
153 42
154 43
155 44
156 45
157 46
158 47
159 48
160 49
161 50
162 51
163 52
164 53
165 54
166 55
167 56
168 57
169 58
170 59
171 60
172 61
173 62
174 63
175 64
176 65
177 66
178 67
179 68
180 69
181 70
182 71
183 72
184 73
185 74
186 75
187 76
188 77
189 78
190 79
191 80
192 81
193 82
194 83
195 84
196 85
197 86
198 87
199 88
200 89
201 90
202 91
203 92
204 93
205 94
206 95
207 96
208 97
209 98
210 99
211 100
212 101
Episodes

Updated 212 Episodes

1
1
2
2
3
3
4
4
5
5
6
6
7
7
8
8
9
9
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
37
38
38
39
39
40
40
41
41
42
42
43
43
44
44
45
45
46
46
47
47
48
48
49
49
50
50
51
51
52
52
53
53
54
54
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
60
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
68
69
69
70
70
71
71
72
72
73
73
74
74
75
75
76
76
77
77
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
88
89
89
90
90
91
91
92
92
93
93
94
94
95
95
96
96
97
97
98
98
99
99
100
100
101
101
102
102
103
103
104
104
105
105
106
106
107
107
108
108
109
109
110
110
111
111
112
112
113
113 Morning Dew Season 1-End
114
1 Wind Direction (Morning Dew Series-Season 2)
115
2
116
3
117
4
118
5
119
6
120
7
121
8
122
9
123
10
124
11
125
12
126
13
127
14
128
15
129
16
130
17
131
18
132
19
133
20
134
21
135
22
136
23
137
24
138
25
139
26
140
27
141
28
142
29
143
30
144
31
145
32
146
33
147
34
148
35
149
36
150
39
151
40
152
41
153
42
154
43
155
44
156
45
157
46
158
47
159
48
160
49
161
50
162
51
163
52
164
53
165
54
166
55
167
56
168
57
169
58
170
59
171
60
172
61
173
62
174
63
175
64
176
65
177
66
178
67
179
68
180
69
181
70
182
71
183
72
184
73
185
74
186
75
187
76
188
77
189
78
190
79
191
80
192
81
193
82
194
83
195
84
196
85
197
86
198
87
199
88
200
89
201
90
202
91
203
92
204
93
205
94
206
95
207
96
208
97
209
98
210
99
211
100
212
101

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!