9

Seminggu berlalu….

Tak terasa Yuki sudah berada didunia ini selama seminggu. Perlahan Dia mulai bisa berdamai dengan hidupnya dan berusaha mengalihkan pikirannya dengan menikmati kehidupannya di dunia ini.

Rena memiliki peran utama dalam membantu Yuki melewati proses adaptasinya. Mereka sering pergi ke kota untuk berbelanja makanan atau hanya berjalan-jalan menikmati suasana dipusat kota.

Udara di ibukota tempat Yuki tinggal cukup segar. Sedikit dingin malah. Jika malam hari Yuki harus mengenakan kaus kaki ketika akan tidur. Pernah lantai mamer di kamarnya sampai terasa dingin seperti es.

“Yuki apa Kau yakin tidak ingin Ayah temani ?” Tanya Perdana Menteri Olwrendho untuk kesekian kalinya. Dia masih menunjukan raut wajah yang cemas yang tidak disembunyikan.

Yuki mengelap mulutnya dengan saputangan setelah selesai memakan sarapannya, Juru masak di rumahnya sangat pintar memasak, Yuki sering harus mengingatkan dirinya untuk tetap mengontrol napsu makannya. Dia sudah menimbun banyak lemak selama seminggu ini. Dia harus memulai kembali diet dan melakukan olahraga lagi untuk menjaga proposi tubuhnya.

“Aku baik-baik saja Ayah, jangan cemaskan apapun” Kata Yuki mantap.

Hari ini adalah hari pertama Yuki akan pergi ke sekolah. Perdana Menteri Olwrendho sudah mendaftarkan Yuki di sekolah bangsawan yang terletak di pinggir ibukota. Untuk bersekolah disana, Perdana Menteri Olwrendho harus mengeluarkan uang yang cukup besar. Tapi Dia tidak masalah untuk itu. Ada banyak keluarga Bangsawan dan kalangan kelas atas yang bersekolah disana. Tapi ada juga murid dari kalangan biasa yang mendapat beasiswa karena prestasinya dari kerajaan. Perdana Menteri Olwrendho berharap Yuki akan mendapat teman sehingga Dia bisa melupakan dunianya sana.

Yuki sudah mencari informasi mengenai sekolahnya. Setengah dari Murid yang bersekolah disana adalah murid yang berasal dari negara lain. Yuki menjadi lebih tenang karena ada kemungkinan Mereka pun tidak saling mengenal.

Tingkat pendidikan didunia ini nyaris sama dengan dunia tempat Yuki dibesarkan. Untuk tingkat pertama adalah tingkat Gala, setingkat taman kanak-kanak sampai SD kelas empat.

Tingkat Arsa, setingkat SD kelas lima sampai SMP kelas tiga

Tingkat Kuldi, setingkat SMU

Dan yang terakhir adalah tingkat Basmana, setingkat perguruan tinggi

Total seluruh Murid disekolah ini adalah seribu lima ratus empat puluh tiga orang. Jadi, Yuki harus bisa berusaha untuk mendapatkan tempat disana. Atau Dia tidak tahu bagaimana menghadapi hidupnya disekolah nanti.

Melihat Perdana Menteri Olwrendho yang masih tidak bisa menyimpan kecemasannya, jadi Yuki kembali berkata dengan nada yang lebih lembut. “Aku tahu Ayah mencemaskanku, tapi Aku juga tahu Ayah banyak pekerjaan dan rapat yang tidak bisa diganggu. Ayah, Aku tidak ingin kehadiranku disini menjadi bumerang untuk Ayah, percayalah pada Putrimu ini dan bekerjalah seperti biasa Ayah”

Yuki memeluk lengan Perdana Menteri Olwrendho manja. Dia melanjutkan kata-katanya sambil meletakan kepalanya dipundak Perdana Menteri Olwrendho. “Lagipula Aku sudah biasa menghadapi suasana pindah sekolah di duniaku sana, tidak seburuk apa yang Ayah pikirkan”

Perdana Menteri Olwrendho terdiam. Dia tahu bagaimana kehidupan Yuki sebenarnya meskipun Dia tidak bisa berkomunikasi dengan keluarganya. Dia tahu dengan jelas bagaimana penderitaan anak dan istrinya selama ini didunia yang asing. Tapi Perdana Menteri Olwrendho bersyukur, Putrinya adalah gadis yang kuat. Di medan perang, jika Yuki ada disana Dia akan tampak rapuh dan bukan lawan bertempur yang bisa diperhitungkan, namun diluar dugaan Yuki adalah pejuang yang gigih. Dia sudah melalui banyak hal dan menjadi gadis yang luar biasa.

Perdana Menteri Olwrendho menghela nafas sesaat. Menyadari Dia terlalu meremehkan Putrinya.

Yuki memang berbohong saat Dia mengatakan sudah terbiasa. Bagaimana sudah terbiasa dengan suasana dan kehidupan yang baru ?. Dia hanya tidak ingin Ayahnya menjadi cemas.

...****************...

Sei, Pria yang dipilih sendiri oleh Perdana Menteri Olwrendho untuk menjadi kusir yang mengantar jemput Yuki sudah berdiri di samping kereta kuda ketika sosok Yuki dan Perdana Menteri Olwrendho mendekat. Kulit Sei berwarna kecoklatan, dengan tubuh kekar. Perawakannya tinggi, berambut hitam legam sebahu. Saat Dia tersenyum, sederet giginya yang berwarna putih bersih menghiasi wajahnya.

Yuki sudah beberapakali diantar Sei sebelumnya. Dan Yuki merasa cocok dengannya, Sei tidak terlalu kaku dalam memperlakukan Yuki seperti Rena yang selalu cerewet mengenai aturan seorang Putri.

“Aku sudah siap” Sei membiarkan Yuki membuka pintu kereta kuda sendiri. Rena hendak membuka mulut untuk memprotes, tapi Yuki sudah keburu menghentikannya. “Ayah Aku berangkat dulu” pamit Yuki sambil mencium pipi Perdana Menteri Olwrendho.

“Ayuk Sei, Kita berangkat” Yuki meloncat masuk ke dalam Kereta dan langsung menutup pintunya sendiri. Sei langsung duduk di belakang kemudinya.

“Yuki jika terjadi sesuatu Kau ingat kan harus bagaimana ?” Tanya Perdana Menteri Olwrendho meyakinkan untuk terakhir kali.

Yuki menunjukan Gulf miliknya yang baru dibelikan Ayahnya tiga hari yang lalu. Gulf adalah alat komunikasi berbentuk bulat seperti tempat bedak yang bisa dibuka dan ditutup. Dia berfungsi seperti Handphone, bisa menyimpan kode Gulf seseorang, juga berbicara dengan orang itu seperti melakukan panggilan vidio call. Hanya sayangnya Gulf tidak bisa mengirim pesan atau memiliki filtur kamera dan musik.

Kereta kuda berjalan perlahan. Suara rodanya bergemeletak di jalan. Yuki mencondongkan tubuhnya ke jendela untuk melambaikan tangan, Yuki tersenyum lebar tampak ceria dan menyenangkan. Dia terus melambai sampai sosok Perdana Menteri Olwrendho menghilang dari pandangannya.

Yuki masuk kedalam kereta dan menutup tirai jendela. Duduk terpekur dalam diam.

Sei menyadari perubahan pada Yuki. Dia tahu gadis itu merindukan dunianya yang lama. Dan gadis itu sangat takut apakah Dia bisa diterima di sekolahnya yang baru atau tidak.

“Sekolah tidak seburuk yang Putri pikirkan” Sei melirik Yuki yang berwajah muram di belakangnya. Sei paling tidak tahu bagaimana harus menghibur seorang gadis yang sedang bersedih.

Kereta akhirnya memasuki bukit, dengan jalan yang membelah hutan menjadi dua bagian. Setelah melewati hutan, Sei menarik tirai dari tempatnya hingga tirai yang tadinya menutupi jendela disamping Yuki terbuka. Yuki menatap pemandangan keluar dengan takjub. Angin menerpa rambutnya dengan kencang.

Beberapa bangunan besar berdiri diatas bukit, di bentengi oleh tembok yang besar, Ada lonceng besar di pusat bangunan, di atas sebuah menara yang tinggi. Sei menawarkan untuk berputar-putar mengendarai kereta kuda terlebih dahulu mengelilingi halaman sekolah yang luas sebelum Mereka pergi ke kantor kepala sekolah. Yuki tentu saja langsung menyetujui dengan antusias.

Sembari mengajak berputar, Dia menunjukan setiap bangunan yang Mereka lewati.

Dalam lingkungan sekolah, terdapat empat bangunan utama berdasarkan tingkat pendidikan di empat mata arah angin yang terpisah. Lalu ada juga bangunan untuk asrama putra dan putri. Di tengah bangunan, ada taman bunga yang luas. Di sisi belakang ada pacuan kuda, lapangan dan danau dengan beberapa angsa putih nan anggun yang berenang.

Yuki sampai penasaran, berapa uang yang dikeluarkan Perdana Menteri Olwrendho hingga Dia bisa diterima untuk bersekolah di sini.

Beberapa murid laki-laki dan perempuan berpakaian ala kerajaan melewati Yuki dengan pandangan penasaran. Yuki menunduk dengan gugup. Selama perjalanan dari rumah ke sekolah, Yuki telah melepaskan sebagian besar perhiasan di tubuhnya. Hanya dua buah cincin, anting kecil dan kalung dengan liontin terbuat dari batu giok berbentuk bulat sabit peninggalan Putri Ransah. Putri Ransah pernah bilang bahwa kalung ini memiliki pasangannya yaitu bagian dari belahan liontin yang lainnya. Dia meminta Yuki untuk tidak melepaskan kalung itu. Yuki mengabulkannya, dengan alasan kalung itu adalah peninggalan Putri Ransah yang sangat disayangi Yuki sebagai seorang Ibu.

Sei menghentikan kereta tepat didepan bangunan utama.

Yuki menendang bungkusan berisi perhiasan di bawah kolong tempat duduk, mengambil buku yang dibelikan Perdana Menteri Olwrendho dan kemudian membuka pintu kereta.

“Putri ingin ditemani masuk ?” Tanya Sei sambil menaikkan salah satu alisnya. Ekpresi nona kecilnya sungguh mengemaskan. Dia terlihat tegang.

“Tidak, Aku akan masuk sendiri. Bukankah Kau sendiri yang bilang untuk tidak mengkhawatirkan apapun”

“Benar” jawab Sei ringan. “Tapi jika ada apa-apa hubungi saja Aku, Aku akan berada disekitar sini untuk menunggu. Aku khawatir ada yang berniat menculik dan memungut dari jalanan karena melihat Putri yang sangat imut ini”

Yuki langsung memutar bola matanya, merasa konyol. Dia jadi teringat pada Phil. Phil suka bersikap konyol sama seperti Sei. Rena mengatakan bahwa Bibi Sheira tidak bisa mencegah Pangeran Riana untuk membawa Yuki kembali ke dunia ini, karena jika Dia sampai menolak perintah. Bibi Sheira akan langsung dibunuh karena dianggap membangkang pada kerajaan. Bahkan seharusnya Phil pun harus dibunuh kemarin karena Phil tidak boleh mengetahui asal usul Mereka. Tapi Pangeran Riana mengampuninnya.

Yang paling mengejutkan Yuki adalah kenyataan bahwa Rena adalah kemenakan dari Bibi Sheira.

Sei baru saja pergi dari hadapannya, ketika lonceng sekolah berdentang nyaring diatas menara. Yuki merasakan tanah dibawahnya sampai bergetar, mengingatkan mimpi yang pernah dialaminya. Karena bunyi lonceng tersebut semua murid yang tadinya berjalan santai, langsung berhamburan masuk menuju kelasnya masing-masing.

Episodes
1 1
2 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 31
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 37
38 38
39 39
40 40
41 41
42 42
43 43
44 44
45 45
46 46
47 47
48 48
49 49
50 50
51 51
52 52
53 53
54 54
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 60
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 68
69 69
70 70
71 71
72 72
73 73
74 74
75 75
76 76
77 77
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 88
89 89
90 90
91 91
92 92
93 93
94 94
95 95
96 96
97 97
98 98
99 99
100 100
101 101
102 102
103 103
104 104
105 105
106 106
107 107
108 108
109 109
110 110
111 111
112 112
113 113 Morning Dew Season 1-End
114 1 Wind Direction (Morning Dew Series-Season 2)
115 2
116 3
117 4
118 5
119 6
120 7
121 8
122 9
123 10
124 11
125 12
126 13
127 14
128 15
129 16
130 17
131 18
132 19
133 20
134 21
135 22
136 23
137 24
138 25
139 26
140 27
141 28
142 29
143 30
144 31
145 32
146 33
147 34
148 35
149 36
150 39
151 40
152 41
153 42
154 43
155 44
156 45
157 46
158 47
159 48
160 49
161 50
162 51
163 52
164 53
165 54
166 55
167 56
168 57
169 58
170 59
171 60
172 61
173 62
174 63
175 64
176 65
177 66
178 67
179 68
180 69
181 70
182 71
183 72
184 73
185 74
186 75
187 76
188 77
189 78
190 79
191 80
192 81
193 82
194 83
195 84
196 85
197 86
198 87
199 88
200 89
201 90
202 91
203 92
204 93
205 94
206 95
207 96
208 97
209 98
210 99
211 100
212 101
Episodes

Updated 212 Episodes

1
1
2
2
3
3
4
4
5
5
6
6
7
7
8
8
9
9
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
37
38
38
39
39
40
40
41
41
42
42
43
43
44
44
45
45
46
46
47
47
48
48
49
49
50
50
51
51
52
52
53
53
54
54
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
60
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
68
69
69
70
70
71
71
72
72
73
73
74
74
75
75
76
76
77
77
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
88
89
89
90
90
91
91
92
92
93
93
94
94
95
95
96
96
97
97
98
98
99
99
100
100
101
101
102
102
103
103
104
104
105
105
106
106
107
107
108
108
109
109
110
110
111
111
112
112
113
113 Morning Dew Season 1-End
114
1 Wind Direction (Morning Dew Series-Season 2)
115
2
116
3
117
4
118
5
119
6
120
7
121
8
122
9
123
10
124
11
125
12
126
13
127
14
128
15
129
16
130
17
131
18
132
19
133
20
134
21
135
22
136
23
137
24
138
25
139
26
140
27
141
28
142
29
143
30
144
31
145
32
146
33
147
34
148
35
149
36
150
39
151
40
152
41
153
42
154
43
155
44
156
45
157
46
158
47
159
48
160
49
161
50
162
51
163
52
164
53
165
54
166
55
167
56
168
57
169
58
170
59
171
60
172
61
173
62
174
63
175
64
176
65
177
66
178
67
179
68
180
69
181
70
182
71
183
72
184
73
185
74
186
75
187
76
188
77
189
78
190
79
191
80
192
81
193
82
194
83
195
84
196
85
197
86
198
87
199
88
200
89
201
90
202
91
203
92
204
93
205
94
206
95
207
96
208
97
209
98
210
99
211
100
212
101

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!