20

Ada aturan wajib yang harus dipatuhi oleh seluruh manusia di dunia ini.

Seorang gadis baru boleh dinikahkan dan di setubuhi ketika ysianya menginjak enam belas tahun. Jika melanggar, dipercaya akan mengundang kemarahan dewa dan bencana pasti akan terjadi melanda negeri tersebut.

Dan bagi siapapun yang melanggar atau ikut terlibat dalam kejahatan itu, Dia akan dihukum mati untuk meredakan kemarahan dewa. Sampai sekarang, tidak pernah ada yang berani melanggar aturan tersebut.

Dahulu pernah ada seorang anak raja dari negeri yang lain. Dia tidak mematuhi aturan dan menganggap aturan tersebut hanya akal-akalan para pendeta untuk menakuti orang-orang. Meski sudah diperingatkan banyak orang, Dia tetap nekat menyetubuhi seorang gadis yang masih berusia 14 tahun. Besoknya, Negerinya dilanda badai pasir yang membakar kulit selama seminggu. Banyak korban jiwa. Badai tersebut berhasil dihentikan, ketika Pendeta Kerajaan dan Para Pejabat istana, atas perintah Raja. Menangkap Anak Raja yang melanggar aturan dan semua yang membantu dalam kejahatan tersebut, lalu membunuh semuanya tanpa terkecuali.

Sejak saat itu, tidak ada satupun yang berani melanggar aturan tersebut.

“Elber, Kenapa Kau senang sekali membuatku takut ?” Ujar Yuki cemas.

Terus terang, Dia sangat takut akan kemungkinan yang disampaikan Elber. Yang Mulia Raja Bardhana sudah sangat tua. Bagaimana jika Yang Mulia Raja benar menginginkan Yuki menjadi wanitanya. Jika Yuki berani menolak, maka nyawa seluruh keluarga dan orang-orang di kediaman keluarga Olwrendho akan jadi taruhannya.

“Aku hanya mengingatkan. Tapi jika Kau cukup beruntung, Yang Mulia Raja mungkin akan menikahkanmu dengan Pangeran Riana mengingat hubungan persahabatan dengan Ibumu”

“Elber !!” Hardik Yuki kesal agar Dia berhenti menakutinya. Selain Yuki benar-benar takut, jika pembicaraan ini didengar orang lain, Yuki khawatir akan bisa menimbulkan gosip yang tidak enak kedepannya. Yuki tidak mau berurusan dengan istana dalam hal apapun.

Bagi Yuki, menikah dengan Raja Bardhana ataupun Pangeran Riana bukan sesuatu yang menyenangkan. Yuki tidak pernah berpikir sedikitpun untuk menjadi salah satu wanita yang akan menghabiskan hidupnya didalam istana wanita. Yuki tidak menginginkan jabatan ataupun posisi yang diimpikan setiap wanita. Menjadi keluarga kerajaan. Saat ini, hidup Yuki sudah cukup damai. Dia sudah bersyukur dengan apa yang Dia punya. Jadi Yuki tidak membutuhkan keluarga kerajaan untuk mengacaukan hidupnya.

...****************...

Malam harinya, Yuki terpaksa berangkat seorang diri ke istana Raja. Ketika Dia pulang sekolah, Yuki menemukan pasukan Ayahnya sudah bersiap dihalaman depan. Perdana Menteri Olwrendho mendadak harus pergi ke negeri Zalea untuk mengurus kerjasama antar negara yang menjadi tanggung jawabnya.

Perdana Menteri Olwrendho berpesan kepada Yuki, Dia harus tetap datang untuk menghormati undangan Yang Mulia Raja Bardhana ketika Yuki menyampaikan keinginannya untuk tidak datang menghadiri undangan Yang Mulia Raja di istana Raja karena tidak ada Ayahnya.

Yuki tidak mampu menolak perintah Ayahnya.

Jadi setelah mengantar kepergian Perdana Menteri Olwrendho, Yuki memutuskan untuk segera bersiap dibantu oleh Rena.

Mereka masuk kedalam ruang berpakaian di kamar Yuki. Perdana Menteri Olwrendho telah menghabiskan begitu banyak uang untuk menyambut kedatangan Yuki. Dia membelikan banyak sekali pakaian, sepatu, dan perhiasan serta keperluan seorang gadis dan sekaligus Putri Bangsawan. Saking banyaknya barang, Yuki sampai tidak yakin Dia akan bisa mengenakan semuanya dalam waktu setahun mendatang.

Yuki sudah meminta Perdana Menteri Olwrendho untuk tidak menghamburkan uang yang tidak perlu demi membelikan keperluan Yuki. Perdana Menteri Olwrendho menyetujui. Yuki bersyukur, jika tidak, Ruang berpakaiannya akan semakin penuh dengan barang dan sudah dipastikan, Rena akan punya banyak mainan yang ingin dipakaikan ke Yuki nantinya.

Setelah memilih beberapa pakaian, Yuki akhirnya menjatuhkan pilihannya pada gaun sutera berwarna hijau pastel yang lembut. Dia memoles wajahnya dengan bedak, sementara Rena membantu Yuki menata rambutnya dengan tatanan formal yang pantas untuk seorang gadis bangsawan.

Pikiran Yuki kosong. Dia masih teringat dengan pembicaraannya dengan Elber di sekolah tadi. Membuatnya ketakutan setengah mati. Yuki sampai tidak punya kekuatan untuk mendebat Rena ketika Rena memasangkan gelang kaki di pergelangan kakinya.

Setelah Mereka siap, Yuki masuk ke dalam kereta kuda didampingi oleh Rena. Yuki sudah menjelaskan ketakutannya pada Rena, dan Rena memahami hal itu. Tidak masalah jika Putri Yuki menikah dengan Pangeran Riana. Tapi jika Putri Yuki harus menjadi wanita Raja Bardhana, Renapun tidak rela. Hanya Rena tidak mengatakannya pada Yuki karena tidak ingin membuat Yuki semakin takut.

Sei mengantarkan Yuki ke Istana Raja. Sesampainya di istana, Raja sendiri yang menjemput Yuki di halaman. Karena Raja mengatakan akan mengantarkan Yuki pulang. Sei dan Rena tidak dapat berbuat banyak dan terpaksa meninggalkan Yuki seorang diri di istana Raja. Membuat Yuki semakin cemas.

Raja Bardhana mengajak Yuki untuk mengikutinya ke sebuah gazebo yang dibangun di atas sungai yang ada di area taman istana yang tidak sembarang orang bisa masuk hari ini. Pangeran Riana sudah berada di sana bersama dengan Pendeta Serfa. Pangeran Riana dan Pendeta Serfa memberi hormat ketika Raja Bardhana datang. Yuki duduk dengan canggung di antara Pendeta Serfa dan Raja Bardhana setelah Dia memberi hormat kepada Pangeran Riana.

Beberapa pelayan datang dengan membawa hidangan dan meletakannya diatas meja.

Malam ini sebenarnya sangat indah. Bulan purnama bersinar terang, memantulkan bayangan Yuki diatas permukaan air yang mengalir tenang dibawah Gazebo. Yuki merasa dejavu saat melihat Bulan pada malam hari ini. Bulat sempurna diatas langit tanpa bintang. Berwarna biru keabu-abuan. Sinarnya seolah menyerap kedalam diri Yuki. Seperti bulan yang pernah dilihatnya dalam mimpi sebelum Dia dibawa ke dunia ini oleh Pangeran Riana.

Yuki segera menepis perasaan aneh tersebut dan mencoba fokus pada makan malam hari ini. Sementara itu Pangeran Riana lebih banyak diam daripada biasanya. Setahu Yuki memang Pangeran Riana jarang berbicara jika tidak perlu. Tapi sekarang ini, Diamnya lebih menakutkan daripada biasanya. Terlihat sekali jika suasana hatinya sedang tidak baik. Urusan calon ratu yang ditunjuk dewa begitu menguras pikiran dan tenaganya.

Hanya satu wanita, tapi kenapa sampai sekarang belum juga diketemukan ?

Yuki menjawab beberapa pertanyaan Yang Mulia Raja Bardhana dengan sopan. Untungnya sampai sekarang, Raja Bardhana hanya menanyakan hari-hari Yuki di sekolah dan kesulitan Yuki untuk menghadapi lingkungannya yang baru. Yuki sangat lega karena Raja Bardhana tidak membahas mengenai insiden dengan Putri Norah di ruang makan, atau kejadian di gedung Basmana dengan Bangsawan Voldermon. Namun Yuki memiliki perasan, Raja Bardhana sangat cerdas dan mengetahui segalanya. Jadi meskipun Raja Bardhana terlihat tidak perduli, tapi sebenarnya mengetahui banyak hal yang orang lain belum tentu mengetahuinya.

“Kemana lagi rencananya kalian akan mencari” tanya Raja Bardhana acuh pada Pangeran Riana sembari mengambil sepotong daging ke piringnya.

“Kami akan meneruskan pencarian ke Negeri Jagera” ujar Pangeran Riana tenang, Dia berusaha menyembunyikan rasa lelahnya.

Pangeran Riana merasa sangat lelah, karena semua perjuangan dan kemampuannya terlihat tidak berarti, hanya karena Dia belum juga menemukan calon ratunya.

Yuki melirik kearah Pendeta Serfa yang sembari tadi diam ditempatnya. Dia sedang sibuk memainkan batu kerikil di tangannya, batu kerikil yang pernah ditemukan Yuki dalam kantung kecil saat Mereka bertabrakan di aula dengan wajah yang serius.

Yuki sangat heran. Kenapa batu kerikil itu tidak bersinar ditangan Pendeta Serfa seperti ketika Yuki menyentuhnya tempo hari. Bukankah batu itu telah disihir sendiri oleh Pendeta Serfa. Tapi kenapa batu itu justru tidak bersinar ditangannya.

“Kerahkan sebagian orang ke Negeri Maros. Jangan membiarkan situasi seperti ini berlangsung cukup lama. Sudah banyak orang yang melakukan pergerakan untuk menggulingkanmu. Jika Kau tidak bisa menyelesaikannya, nyawamu dan seluruh keluarga ini menjadi taruhan”

“Aku mengerti Ayah”

“Putri Yuki…” Raja Bardhana memanggil Yuki sembari menepuk punggung tangan gadis itu lembut.

Yuki terkejut saat Raja Bardhana berpaling kearahnya dan memanggil namanya. Pikirannya sedang kosong beberapa saat yang lalu.

“Iya Yang Mulia” kata Yuki tergagap. Yuki merasa tidak enak hati karena Raja memergokinya sedang melamun.

“Kenapa Kau tidak makan, Apa makanan yang ada tidak sesuai dengan seleramu ?”

Yuki tidak menyangka Raja Bardhana akan begitu memperhatikan Yuki. Saking gugupnya Dia, apalagi ketika menyadari tatapan mata Pangeran Riana ke arahnya. Yuki langsung menjawab secara spontan tanpa memikirkan jawaban terlebih dahulu. “Makanan istana sangat enak Yang Mulia, tapi sesaat tadi Hamba sedang memikirkan batu yang di pegang oleh Pendeta Serfa…”

Karena Raja Bardhana menunggu Yuki selesai berbicara, jadi Yuki meneruskan perkataannya kali ini dengan lebih berhati-hati. “Aku memikirkan…kenapa batu itu tidak bersinar”

“Batu ini adalah batu Amara, Batu suci yang diberkahi oleh Dewa Aiswara. Hanya Penerus Tahtah kerajaan yang sah yang dapat membuat batu Amara bersinar ketika memegangnya. “Jelas Pendeta Serfa tenang sambil mengeluarkan kantung merah dari saku bajunya dan hendak memasukkan batu amara ke dalamnya.

“Apa Kau yakin ?” Tanya Yuki mengernyit kebingungan ketika mendengar penjelasan Pendeta Serfa. “Tapi…kalau memang begitu, kenapa Batu itu juga bersinar ketika Aku menyentuhnya”

Episodes
1 1
2 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 31
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 37
38 38
39 39
40 40
41 41
42 42
43 43
44 44
45 45
46 46
47 47
48 48
49 49
50 50
51 51
52 52
53 53
54 54
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 60
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 68
69 69
70 70
71 71
72 72
73 73
74 74
75 75
76 76
77 77
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 88
89 89
90 90
91 91
92 92
93 93
94 94
95 95
96 96
97 97
98 98
99 99
100 100
101 101
102 102
103 103
104 104
105 105
106 106
107 107
108 108
109 109
110 110
111 111
112 112
113 113 Morning Dew Season 1-End
114 1 Wind Direction (Morning Dew Series-Season 2)
115 2
116 3
117 4
118 5
119 6
120 7
121 8
122 9
123 10
124 11
125 12
126 13
127 14
128 15
129 16
130 17
131 18
132 19
133 20
134 21
135 22
136 23
137 24
138 25
139 26
140 27
141 28
142 29
143 30
144 31
145 32
146 33
147 34
148 35
149 36
150 39
151 40
152 41
153 42
154 43
155 44
156 45
157 46
158 47
159 48
160 49
161 50
162 51
163 52
164 53
165 54
166 55
167 56
168 57
169 58
170 59
171 60
172 61
173 62
174 63
175 64
176 65
177 66
178 67
179 68
180 69
181 70
182 71
183 72
184 73
185 74
186 75
187 76
188 77
189 78
190 79
191 80
192 81
193 82
194 83
195 84
196 85
197 86
198 87
199 88
200 89
201 90
202 91
203 92
204 93
205 94
206 95
207 96
208 97
209 98
210 99
211 100
212 101
Episodes

Updated 212 Episodes

1
1
2
2
3
3
4
4
5
5
6
6
7
7
8
8
9
9
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
37
38
38
39
39
40
40
41
41
42
42
43
43
44
44
45
45
46
46
47
47
48
48
49
49
50
50
51
51
52
52
53
53
54
54
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
60
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
68
69
69
70
70
71
71
72
72
73
73
74
74
75
75
76
76
77
77
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
88
89
89
90
90
91
91
92
92
93
93
94
94
95
95
96
96
97
97
98
98
99
99
100
100
101
101
102
102
103
103
104
104
105
105
106
106
107
107
108
108
109
109
110
110
111
111
112
112
113
113 Morning Dew Season 1-End
114
1 Wind Direction (Morning Dew Series-Season 2)
115
2
116
3
117
4
118
5
119
6
120
7
121
8
122
9
123
10
124
11
125
12
126
13
127
14
128
15
129
16
130
17
131
18
132
19
133
20
134
21
135
22
136
23
137
24
138
25
139
26
140
27
141
28
142
29
143
30
144
31
145
32
146
33
147
34
148
35
149
36
150
39
151
40
152
41
153
42
154
43
155
44
156
45
157
46
158
47
159
48
160
49
161
50
162
51
163
52
164
53
165
54
166
55
167
56
168
57
169
58
170
59
171
60
172
61
173
62
174
63
175
64
176
65
177
66
178
67
179
68
180
69
181
70
182
71
183
72
184
73
185
74
186
75
187
76
188
77
189
78
190
79
191
80
192
81
193
82
194
83
195
84
196
85
197
86
198
87
199
88
200
89
201
90
202
91
203
92
204
93
205
94
206
95
207
96
208
97
209
98
210
99
211
100
212
101

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!