10

Yuki ingin bertanya pada seseorang, tapi sialnya semua murid sudah pergi. Suasana yang tadinya ramai mendadak jadi sepi. Yuki terbengong di depan pintu masuk bangunan utama.

Dia tidak tahu harus kemana. Tidak ada seorangpun yang bisa ditanya.

Yuki memberanikan diri untuk berjalan masuk ke dalam gedung. Atap di bagian depan dari gedung melengkung membentuk sebuah kubah besar, melintang dengan kokoh dan terbuat dari kaca yang cukup tebal, dihiasi oleh tanaman bunga menjalar.

Lenggang.

Tidak ada siapapun.

Dari tempatnya, Yuki bisa mendengar dengan samar suasana kelas yang sudah melangsungkan kegiatan belajar mengajarnya. Yuki memutuskan untuk terus lurus memasuki lorong. Saat di belokan, Dia tidak fokus sehingga menabrak seorang pemuda dua tahun lebih tua daripadanya. Tubuh pemuda itu tinggi dan kurus dengan rambut pirang kecoklatan.

Secara spontan Yuki menutup hidungnya yang sakit tertabrak dada pemuda itu dengan kedua tangannya. Air mata keluar dari sudut matanya. Yuki mendongak, menatap pemuda didepannya dengan panik.

Ada beberapa bekas luka di wajah pemuda itu. Yuki menjadi khawatir, apakah pemuda ini berandal di sekolah yang senang berkelahi dan mencari masalah ?. Tapi, Yuki memperhatikan lagi dengan lebih jelas. Pemuda itu tidak seperti seorang berandalan atau orang yang senang berkelahi.

“Maafkan Aku, Aku sama sekali tidak sengaja” Yuki membungkukkan badan dengan hormat kepada Pemuda itu. Suaranya tampak panik.

“Tidak apa-apa” jawab Pemuda itu acuh. Dia bergeser dan melewati Yuki. Yuki menoleh kekanan dan kekiri mencari keberadaan orang lain namun tetap tidak menemukannya. Dia akhirnya memutuskan untuk mengejar pemuda itu. Siapa tahu Dia bisa membantu Yuki.

“Tunggu…tunggu dulu” Yuki berhasil menarik lengan pemuda didepannya. Jalan pemuda itu cepat sekali. Yuki sampai kepayahan untuk mengejarnya. Pemuda itu terkejut dan secara refleks menarik tangannya dengan sikap defensif.

Yuki terkejut dengan sikap pemuda itu.

“Ah maaf, Aku tidak bermaksud buruk. Aku hanya ingin bertanya, dimana kantor kepala sekolah” Yuki menatap mata itu dengan pandangan penuh persahabatan.

“Kantor kepala sekolah ?” Tanya Pemuda itu penuh curiga. “Untuk apa Kau kesana”

“Maaf belum memperkenalkan diri sebelumnya, perkenalkan namaku Yuki Orrie Olwrendho, tapi Kau bisa memanggilku Yuki. Aku Putri dari Perdana Menteri Olwrendho”. Yuki mengulurkan tangan untuk berjabatan tangan dengan pemuda itu. Tapi Pemuda didepannya tidak mau merespon.

Yuki akhirnya sadar dan langsung menarik kembali uluran tangannya dengan canggung saat pemuda itu tidak membalas uluran tangannya.

“Kau mau membohongiku. Semua orang tahu jika Perdana Menteri Olwrendho hanya memiliki seorang istri yaitu Putri Ransah” tegas pemuda itu dengan wajah bermusuhan.

“Ya. Tapi Aku benar adalah anak dari Putri Ransah dan Perdana Menteri Olwrendho” kata Yuki menghela nafas.

“Tidak mungkin, Kau tidak mungkin anaknya. Putri Ransah tidak berada di dunia ini, Dia…”

“Dibuang” sambar Yuki cepat. “Aku adalah putri buangan yang dipaksa kembali ke dunia ini”

Pemuda itu diam menaikkan alisnya lagi memandang Yuki masih penuh rasa curiga.

“Aku tidak tahu apakah berita ini sudah tersebar atau belum tapi Ayahku, Perdana Menteri Olwrendho sudah berhasil membuktikan bahwa Ibuku tidak bersalah dan kerajaan memerintahkan Kami kembali kedunia ini”

Pemuda itu ingin mengatakan sesuatu ketika terdengar suara Gulf milik gadis itu berbunyi. Yuki langsung menunduk dan mencari Gulf miliknya di dalam saku pakaiannya. Jadi Pemuda itu mengurungkan niat untuk bertanya pada Yuki. Dia terkejut ketika melihat bayangan wajah Perdana Menteri Olwrendho dalam Gulf milik gadis itu.

Jadi gadis itu tidak berbohong.

Pemuda itu mundur satu langkah, menyingkir dari pandangan Perdana Menteri Olwrendho tanpa suara. Menunggu gadis didepannya menjawab panggilannya.

“Yuki, kenapa sampai sekarang Kau belum juga memberi kabar” tanya Perdana Menteri Olwrendho langsung begitu komunikasi sudah tersambung dua arah. “Apa telah terjadi sesuatu, apa Ayah perlu menyusulmu ?”

Yuki tersenyum meminta maaf. “Ayah tenangkan dirimu. Aku baik-baik saja. Aku tadi meminta Sei untuk mengantarkanku berkeliling dulu di lingkungan sekolah. Sekarang Aku sedang menuju kantor kepala sekolah” jelas Yuki tenang.

“Syukurlah kalau memang begitu” jawab Perdana Menteri Olwrendho lega.

“Jangan terlalu cemas Ayah”

“Apa salahnya mencemaskan anak sendiri”

Yuki tertawa. “Baiklah. Ayah Aku tutup dulu panggilannya. Aku harus segera menghadap kepala sekolah”

“Woww…Kau benar-benar anak Putri Ransah” Pemuda didepannya berseru spontan ketika Yuki baru saja menutup Gulfnya. Dia menatap Yuki tidak percaya.

“Aku sudah katakan tadi”

“Kalau begitu apakah Aku bisa bertemu dengan Putri Ransah suatu hari nanti. Aku sangat penasaran dengannya, Dulu Dia dikenal sebagai Putri paling cantik di negeri Garduete pada jamannya”

Yuki menggelengkan kepala menyesal “Kau tidak bisa bertemu dengannya, Sayangnya hanya Aku yang kembali”

“Kenapa Dia tidak ikut ?” Tanya Pemuda itu tidak mengerti.

“Ibuku, Dia sudah meninggal setahun yang lalu”

“Ah…” Pemuda itu tampak salah tingkah. “Maafkan Aku” katanya akhirnya dengan nada menyesal. “Aku turut berduka cita atas kepergiannya”

“Terimakasih, ngomong-ngomong, Apa Kau bisa menunjukan ruang kepala sekolah, Aku harus segera menghadap ke sana”

“Tentu saja, Ikuti Aku”

Yuki berjalan beriringan dengan pemuda itu. Pemuda itu jauh lebih bersahabatan daripada sebelumnya tapi tetap menjaga jarak dengan Yuki. Ruang kepala sekolah terletak di satu lantai dan berada di ujung lorong. Pemuda itu mengantarkan Yuki sampai ke depan pintu.

“Aku hanya bisa mengantarkanmu sampai disini” kata pemuda itu tenang.

“Terimakasih”

Pemuda itu berjalan meninggalkan Yuki. Yuki teringat sesuatu. Dia berteriak “Siapa namamu”

Pemuda itu berbalik dan menatap Yuki. Yuki terkejut dengan kesedihan yang ditunjukannya. “Kau tidak perlu tahu Tuan Putri, setelah ini Kau mungkin akan merasa jijik pernah berjalan denganku”

Yuki terpana sesaat ketika mendengar ucapan pemuda itu. Ada kesedihan dan penderitaan di wajahnya. Meski Pemuda didepannya itu tidak mengatakannya, tapi Yuki curiga bahwa pemuda itu telah menjadi korban perundungan disekolah.

Apakah di dunia ini juga ada hal seperti itu ? Tanya Yuki dalam hati.

Yuki berpikir untuk mengejar pemuda itu ketika pintu didepannya terbuka. Seorang wanita paruh baya muncul dari balik pintu dan menatap Yuki dengan pandangan menyelidik dari balik kacamata yang dikenakannya.

“Jadi…Siapa ini ?” Tanya Wanita itu ketika melihat Yuki hanya diam mematung di tempatnya sembari menatapnya dengan ekpresi terkejut.

...****************...

Setelah bertemu dengan Kepala Sekolah, Yuki diantar ke ruang tata usaha untuk mengambil buku-buku yang diperluhkan. Dia juga mendapat loker siswa yang terletak disisi barat gedung Kuldhi.

Yuki sangat bersyukur, entah bagaimana tapi Yuki dapat mengerti bahasa dunia ini begitu saja. Selain itu Dia dapat membaca tulisan dunia ini dengan mudah tanpa kesulitan. Akan sangat menakutkan bagi Yuki jika Dia tidak bisa berkomunikasi dengan siapapun disini, termasuk Ayah sendiri.

Perdana Menteri Olwrendho menduga kemampuan Yuki mengerti bahasa dan tulisan di dunia ini adalah berkah dari dewa Aiswara.

Meskipun Yuki boleh bersekolah. Selama penjelasan seorang guru di ruang tata usaha. Yuki menyadari bahwa pendidikan didunia ini yang akan diterimanya sangat berbeda dengan pendidikan didunia tempatnya kecil. Wanita hanya diperbolehkan belajar pengetahuan umum, selebihnya selain kesehatan, penelitian dan perdagangan, Mereka diajari belajar etika, kesopanan, ketrampilan seperti menjahit, menari, menyanyi, memasak dan semua hal yang dapat digunakan dirinya untuk pergaulan dan kesiapan berumah tangga kelak.

Sementara untuk Murid laki-laki, Selain pengetahuan umum, etika dan kesopanan. Mereka bisa memilih ketrampilan menari atau bermain musik. Selebihnya Mereka diajari untuk berpolitik, berperang, hukum, kesehatan, perdagangan, bisnis, ekonomi, pertanian,pelayaran dan sebagainya.

Ketrampilan lainnya seperti berkuda, bela diri, berpedang dan taktik perang juga sangat ditekankan untuk Mereka kuasai.

Karena Yuki sudah mengerti bahasa dunia ini, berdasar pada pertimbangan umur dan faktor lainnya Kepala sekolah memasukkan Yuki ke tingkat Kuldhi.

Yuki mendapat lembar pilihan pelajaran umum yang dapat Dia ambil. Yuki memilih mengambil bahasa dan sesuatu yang berhubungan dengan kesehatan sebagai pelajaran utamanya. Saat Dia ditanya mengapa sangat berminat dengan Kesehatan dan obat-obatan. Yuki menjawab bahwa Dia memang menyukai dunia medis sembari kecil dan berminat menjadi partisipannya.

Setelah mengisi semua berkas yang dibutuhkan. Yuki diberi kesempatan untuk menata terlebih dahulu barang-barang di loker seukuran lemari kecil dengan dua buah pintu, sebelum Dia nantinya diantar ke kelas untuk memulai pelajaran pertamanya.

Yuki menggantung semua pakaian seragamnya dengan rapi. Menata buku sesuai ukurannya. Menyusun sepatu dan berbagai barang keperluan sekolah yang Dia dapat hari ini. Sambil mencatat dalam hati untuk membeli beberapa benda kecil yang akan digunakan supaya benda-benda dalam lokernya tetap rapi. Setelah semua dirasa beres, Yuki berdiri. Menempelkan jadwal kelasnya di balik pintu. Ada cermin besar disisi dalam dari pintu sebelahnya. Yuki mempergunakannya untuk merapikan rambut dan menambahkan sedikit bedak ke wajahnya. Tak lupa Dia memoleskan lipstik berwana nude ke bibirnya agar penampilannya lebih segar.

Setelah meyakinkan semua persiapannya beres, Yuki menutup pintu, tepat ketika terdengar gong pergantian pelajaran berbunyi di gedung utama. Seorang Staf yang ditugaskan untuk menemaninya, mengantarkan Yuki menuju kelas pertamanya.

Episodes
1 1
2 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 31
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 37
38 38
39 39
40 40
41 41
42 42
43 43
44 44
45 45
46 46
47 47
48 48
49 49
50 50
51 51
52 52
53 53
54 54
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 60
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 68
69 69
70 70
71 71
72 72
73 73
74 74
75 75
76 76
77 77
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 88
89 89
90 90
91 91
92 92
93 93
94 94
95 95
96 96
97 97
98 98
99 99
100 100
101 101
102 102
103 103
104 104
105 105
106 106
107 107
108 108
109 109
110 110
111 111
112 112
113 113 Morning Dew Season 1-End
114 1 Wind Direction (Morning Dew Series-Season 2)
115 2
116 3
117 4
118 5
119 6
120 7
121 8
122 9
123 10
124 11
125 12
126 13
127 14
128 15
129 16
130 17
131 18
132 19
133 20
134 21
135 22
136 23
137 24
138 25
139 26
140 27
141 28
142 29
143 30
144 31
145 32
146 33
147 34
148 35
149 36
150 39
151 40
152 41
153 42
154 43
155 44
156 45
157 46
158 47
159 48
160 49
161 50
162 51
163 52
164 53
165 54
166 55
167 56
168 57
169 58
170 59
171 60
172 61
173 62
174 63
175 64
176 65
177 66
178 67
179 68
180 69
181 70
182 71
183 72
184 73
185 74
186 75
187 76
188 77
189 78
190 79
191 80
192 81
193 82
194 83
195 84
196 85
197 86
198 87
199 88
200 89
201 90
202 91
203 92
204 93
205 94
206 95
207 96
208 97
209 98
210 99
211 100
212 101
Episodes

Updated 212 Episodes

1
1
2
2
3
3
4
4
5
5
6
6
7
7
8
8
9
9
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
37
38
38
39
39
40
40
41
41
42
42
43
43
44
44
45
45
46
46
47
47
48
48
49
49
50
50
51
51
52
52
53
53
54
54
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
60
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
68
69
69
70
70
71
71
72
72
73
73
74
74
75
75
76
76
77
77
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
88
89
89
90
90
91
91
92
92
93
93
94
94
95
95
96
96
97
97
98
98
99
99
100
100
101
101
102
102
103
103
104
104
105
105
106
106
107
107
108
108
109
109
110
110
111
111
112
112
113
113 Morning Dew Season 1-End
114
1 Wind Direction (Morning Dew Series-Season 2)
115
2
116
3
117
4
118
5
119
6
120
7
121
8
122
9
123
10
124
11
125
12
126
13
127
14
128
15
129
16
130
17
131
18
132
19
133
20
134
21
135
22
136
23
137
24
138
25
139
26
140
27
141
28
142
29
143
30
144
31
145
32
146
33
147
34
148
35
149
36
150
39
151
40
152
41
153
42
154
43
155
44
156
45
157
46
158
47
159
48
160
49
161
50
162
51
163
52
164
53
165
54
166
55
167
56
168
57
169
58
170
59
171
60
172
61
173
62
174
63
175
64
176
65
177
66
178
67
179
68
180
69
181
70
182
71
183
72
184
73
185
74
186
75
187
76
188
77
189
78
190
79
191
80
192
81
193
82
194
83
195
84
196
85
197
86
198
87
199
88
200
89
201
90
202
91
203
92
204
93
205
94
206
95
207
96
208
97
209
98
210
99
211
100
212
101

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!