11

Di dalam kelas hanya ada dua puluh murid. Tuan Hadison yang merupakan Wali bimbingan Yuki sekaligus guru pengajar di bidang obat-obatan hanya memperkenalkan Yuki sebentar sebelum kelas dimulai. Membuat Yuki bersyukur setengah mati karena Dia tidak harus berdiri didepan kelas dan menjadi pusat perhatian. Belum lagi pertanyaan-pertanyaan dari para murid yang harus Dia pikirkan jawabannya dengan hati-hati.

Tuan Hadison meminta Yuki untuk duduk di meja paling depan yang ada disebelah kiri kelas, dekat dengan jendela yang menghadap ke lapangan berkuda. Dia duduk disebelah seorang gadis seusia Yuki namun memiliki tubuh yang sexy dengan kulit gelap yang eksotis. Gadis itu memperkenalkan dirinya sebagai Putri Elber dari negeri Yamaera.

“Setelah inu Kau akan kemana ?” Tanya Elber ketika pelajaran Tuan Hadison usai. Dia memasukkan beberapa buku ke dalam tasnya. Suasana kelas hiruk pikuk setelah Tuan Hadison meninggalkan ruangan. Beberapa murid tampak bersiap untuk pergi kekelas selanjutnya, beberapa masih ada yang sibuk bergosip satu sama lainnya.

Yuki membuka kertas berisi jadwal yang diselipkannya di kantung tas miliknya. “Pelajaran Etika dan Kesopanan dengan Nyonya Debby” jawab Yuki setelah Dia mempelajari kertas tersebut. Elber mengambil kertas di tangan Yuki dan membacanya sepintas. Kemudian Dia mengembalikan kepada Yuki sambil berdiri dengan anggun. Rambut hitam sepunggungnya dibiarkan tergerai. “Aku juga akan mengikuti kelas itu, Kalau begitu Ayo kita harus segera pergi. Nyonya Debby tidak menyukai murid yang tidak disiplin. Dan Aku yakin, Kau tidak mau berdiri di lorong kelas sepanjang pelajaran di hari pertamamu bersekolah”

Yuki menganggukan kepala mengerti. Dia berdiri mengikuti Elber sambil menyambar tasnya dan menyampirkan di bahunya. Mereka berjalan dengan cepat menyusuri lorong sekolah yang ramai. Sepanjang jalan, Yuki berusaha untuk tidak terpengaruh dengan tatapan penasaran dari beberapa murid yang berpapasan dengannya.

Apa penampilannya sangat aneh ?

“GUBRAKKK !!”

Ketika berbelok untuk menaiki tangga, terdengar suara jatuh yang cukup keras. Saking kerasnya sampai membuat semua yang ada disekitar menoleh ke sumber suara.

Yuki menjulurkan lehernya untuk melihat lebih jelas apa yang terjadi. Akhirnya, Yuki mendapati sumber suara itu berasal dari pemuda yang tadi pagi membantu Yuki mengantarnya ke ruang kepala sekolah. Pemuda itu terjatuh di lantai, di sekelilingnya murid-murid bukannya membantu malah menertawakannya.

“Idiot” celetuk seorang Bangsawan bertubuh seperti gentong air sembari terkekeh. Bangsawan yang terjatuh berdiri. Wajahnya tanpa ekpresi. Tidak ada yang membantunya menegur Bangsawan gendut yang Yuki curigai menjadi penyebab pemuda itu terjatuh. Semua orang hanya diam dan bahkan ada yang ikut menertawakannya.

Yuki bergerak ingin membantu, tapi Elber sudah menahan lengannya. “Kau mau kemana, Kita akan terlambat” Ujar Elber mengingatkan.

Elber menyentakkan tangan Yuki agar Yuki mau mengikutinya. Yuki terpaksa menuruti Elber. Mereka kembali menaiki tangga dan berlari menuju kelas.

...****************...

“Elber apa Aku boleh bertanya padamu ?” Tanya Yuki sedikit ragu.

Jam istirahat makan siang. Yuki diajak Elber untuk makan siang bersama. Mereka duduk bersebelahan. Suasana di sekitar Mereka sangat bising. Penuh dengan suara murid yang mengobrol dan denting peralatan makan yang beradu. Yuki sampai harus mencondongkan tubuhnya ke arah Elber untuk berbicara agar didengar.

Di meja makan. Ada teman-teman Elber yang lain yang ikut duduk bergabung. Beberapa bangsawan yang diperkenalkan Elber, mencoba mengajak Yuki untuk berbicara. Tapi Yuki memilih untuk menjaga jarak dan menjawab pertanyaan seperlunya. Selebihnya Dia menyibukkan diri dengan memakan makan siangnya. Pikiran Yuki masih terpaku dengan kejadian tadi siang di lorong sekolah.

“Apa ?” Tanya Elber balik.

“Siapa Bangsawan yang tadi itu ?” Tanya Yuki setelah menimbang sejenak.

“Bangsawan…Bangsawan yang mana ?” Elber mengernyit kebinggungan. Ada beberapa bangsawan yang mencoba berkenalan dan mendekati Yuki semenjak Mereka bersama hari ini. Jadi Dia tidak punya bayangan pada orang yang mana yang Yuki maksud.

“Bangsawan yang terjatuh dikoridor tadi” ujar Yuki memberi penekanan.

Elber membelakkan matanya, menatap Yuki tidak percaya. “Astaga Yuki, ada begitu banyak Bangsawan yang ingin berkenalan denganmu, tapi kenapa Kau justru penasaran dengannya ?”

“Hanya ingin tahu” kilah Yuki sembari menautkan jari-jemarinya. Memandang Elber menunggu penjelasan.

“Seleramu aneh sekali. Banyaknya bangsawan disini Kau justru tertarik dengan sang terkutuk” gerutu Elber.

Dalto Radit.

Atau biasa dipanggil Bangsawan Dalto adalah nama Pemuda yang membantu Yuki tadi pagi. Dia adalah putra dari sebuah keluarga tua yang penuh misteri. Keluarga Radit adalah Keluarga Tua yang sangat disegani pada masanya, yaitu ketika Kakek dari Bangsawan Dalto menjadi kepala keluarga. Kakek Bangsawan Dalto adalah seorang Pendeta yang senang memberikan ceramah dan ajaran agama kepada pengikutnya. Setiap hari akan banyak Bangsawan dan Orang-orang penting di pemerintahan yang mengunjunginya. Kakek Bangsawan Dalto memiliki banyak pengikut dan membawa kelas sendiri untuk keluarga Radit.

Tapi suatu peristiwa merubah segalanya.

Tidak ada yang tahu apa yang sebenarnya terjadi. Suatu hari ketika Kakek Bangsawan Dalto dan pengikutnya mengadakan doa bersama di sebuah kuik yang Mereka bangun khusus untuk beribadah. Anak pertama keluarga Radit dan Istrinya yaitu Orang tua kandung Bangsawan Dalto. Mengunci Mereka dari luar kuil. Sebelumnya Mereka telah menaruk beberapa botol bensin di sekeliling kuil, lalu setelah memastikan semua berada di dalam kuil, Dia membakar semua orang yang ada didalam kuil hidup-hidup. Tidak ada yang selamat.

Kerajaan menjatuhi hukuman pancung pada keduanya karena dinilai aksi Mereka terlalu kejam sebagai seorang manusia. Bangsawan Dalto yang saat itu masih berusia beberapa bulan, dibawa pergi Bibinya ke negara lain untuk menghindari usaha balas dendam dari keluarga korban yang tidak terima. Tetapi, dua tahun yang lalu, tidak diketahui sebabnya, Bangsawan Dalto kembali dan bersekolah disekolah Bangsawan. Bibinya sudah beberapa kali berusaha menjemput dan meminta Bangsawan Dalto pulang, tapi Dia selalu menolaknya.

Yuki penasaran bagaimana bisa Bangsawan Dalto yang dianggap keluarga kriminal itu bisa diizinkan bersekolah di sekolah Bangsawan. Tapi Elber mengatakan Raja Bardana sendiri yang mengirimi surat pada Sekolah untuk menerima Bangsawan Dalto. Dengan alasan karena Bangsawan Dalto tetaplah seorang Bangsawan, dalam aturan kerajaan Dia harus tetap sekolah di sekolah khusus untuk Bangsawan.

Namun, seperti yang ditakutkan Bibinya. Bangsawan Dalto mendapatkan intimidasi dan bullying terutama dari murid-murid yang keluarganya telah menjadi korban dari orang tua Bangsawan Dalto dalam pembakaran kuil.

Saking parahnya penyiksaan yang Dia terima. Disekolah ini sampai ada anggapan, jika berteman dengan Bangsawan Dalto atau berani membantunya maka akan mendapat kesialan. Tidak ada yang mau berteman dengannya atau membantunya saat Dia dibullying. Guru-guru sebenarnya sudah berulangkali mengingatkan para Murid untuk tidak menindas Bangsawan Dalto, namun Mereka memilih tidak mendengarkannya.

Bangsawan Dalto sering dijuluki sebagai sang terkutuk disekolahnya.

Yuki mendengarkan cerita Bangsawan Dalto dan tidak sanggup berkata apa-apa lagi. Dia hanya bisa menghela nafas berat.

Yuki sudah curiga saat melihat gelagat Bangsawan Dalto pagi tadi. Yuki tidak tahu kenapa kedua orangtuanya sampai tega melakukan perbuatan sekejam itu. Tapi bukankah Bangsawan Dalto tidak tahu apa-apa ?.

Dia masih bayi saat kejadian itu.

Kenapa Dia harus menanggung dosa yang tidak Dia lakukan hanya karena Dia memiliki darah yang sama dengan Kedua Orangtuanya.

Yuki sangat paham bagaimana rasanya harus menerima hukuman atas kesalahan yang tidak pernah dilakukannya. Dia pernah menjadi korban bullying saat kelas enam SD disekolahnya.

Setiap hari, buku, sepatu dan tas nya akan menghilang dari meja atau loker sekolahnya. Semua barangnya akan sering ditemukan Yuki di bak sampah yang ada di bagian belakang gedung sekolah. Tugas ketrampilan Yuki pernah dibakar Mereka di tempat pembakaran sampah tak jauh dari bak sampah yang sering mereka pakai untuk membuang barang-barang Yuki. Padahal saat itu adalah waktu terakhir untuk pengumpulan tugas. Raymond yang saat itu menjadi teman sekelas Yuki akan sering membela Yuki. Tapi hal itu justru membuat Yuki semakin dibenci. Mereka menyukai Raymond dan sangat iri ketika Raymond lebih berpihak pada Yuki.

Beberapa kali pula Yuki harus pulang ke rumah dengan luka-luka ditubuhnya atau pakaian penuh noda kotoran karena dipermainkan Mereka saat pulang sekolah.

Yuki masih ingat, Dia harus sering membawa pakaian ganti dan mampir ke toilet yang ada di taman dekat rumahnya sepulang sekolah untuk berganti pakaian jika pakaiannya kotor karena perilaku teman-temannya. Setiba dirumah, Yuki akan langsung mencuci pakaiannya sendiri agar Ibu dan Bibi Sheira tidak melihatnya. Yuki tidak ingin membuat Mereka sedih dan terbebani karena masalah Yuki. Dia tidak ingin menambah beban pikiran Ibunya.

Yuki berusaha sangat kuat untuk merahasiakan masalahnya dari Ibunya dan Bibi Sheira.

Sebenarnya, alasan Yuki di bullying awalnya hanya karena masalah di dalam pekerjaan yang dilakukan Ibunya.

Seorang Pria beristri yang menjadi lawan main Ibunya dalam sebuah film layar lebar, mengejar Ibunya. Tapi Putri Ransah sama sekali tidak mengubris dan tetap bersikap profesional dengan membatasi hubungannya sebatas rekan kerja. Putri Ransah tidak ingin ada gosip yang tidak-tidak mengenai dirinya.

Episodes
1 1
2 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 31
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 37
38 38
39 39
40 40
41 41
42 42
43 43
44 44
45 45
46 46
47 47
48 48
49 49
50 50
51 51
52 52
53 53
54 54
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 60
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 68
69 69
70 70
71 71
72 72
73 73
74 74
75 75
76 76
77 77
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 88
89 89
90 90
91 91
92 92
93 93
94 94
95 95
96 96
97 97
98 98
99 99
100 100
101 101
102 102
103 103
104 104
105 105
106 106
107 107
108 108
109 109
110 110
111 111
112 112
113 113 Morning Dew Season 1-End
114 1 Wind Direction (Morning Dew Series-Season 2)
115 2
116 3
117 4
118 5
119 6
120 7
121 8
122 9
123 10
124 11
125 12
126 13
127 14
128 15
129 16
130 17
131 18
132 19
133 20
134 21
135 22
136 23
137 24
138 25
139 26
140 27
141 28
142 29
143 30
144 31
145 32
146 33
147 34
148 35
149 36
150 39
151 40
152 41
153 42
154 43
155 44
156 45
157 46
158 47
159 48
160 49
161 50
162 51
163 52
164 53
165 54
166 55
167 56
168 57
169 58
170 59
171 60
172 61
173 62
174 63
175 64
176 65
177 66
178 67
179 68
180 69
181 70
182 71
183 72
184 73
185 74
186 75
187 76
188 77
189 78
190 79
191 80
192 81
193 82
194 83
195 84
196 85
197 86
198 87
199 88
200 89
201 90
202 91
203 92
204 93
205 94
206 95
207 96
208 97
209 98
210 99
211 100
212 101
Episodes

Updated 212 Episodes

1
1
2
2
3
3
4
4
5
5
6
6
7
7
8
8
9
9
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
37
38
38
39
39
40
40
41
41
42
42
43
43
44
44
45
45
46
46
47
47
48
48
49
49
50
50
51
51
52
52
53
53
54
54
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
60
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
68
69
69
70
70
71
71
72
72
73
73
74
74
75
75
76
76
77
77
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
88
89
89
90
90
91
91
92
92
93
93
94
94
95
95
96
96
97
97
98
98
99
99
100
100
101
101
102
102
103
103
104
104
105
105
106
106
107
107
108
108
109
109
110
110
111
111
112
112
113
113 Morning Dew Season 1-End
114
1 Wind Direction (Morning Dew Series-Season 2)
115
2
116
3
117
4
118
5
119
6
120
7
121
8
122
9
123
10
124
11
125
12
126
13
127
14
128
15
129
16
130
17
131
18
132
19
133
20
134
21
135
22
136
23
137
24
138
25
139
26
140
27
141
28
142
29
143
30
144
31
145
32
146
33
147
34
148
35
149
36
150
39
151
40
152
41
153
42
154
43
155
44
156
45
157
46
158
47
159
48
160
49
161
50
162
51
163
52
164
53
165
54
166
55
167
56
168
57
169
58
170
59
171
60
172
61
173
62
174
63
175
64
176
65
177
66
178
67
179
68
180
69
181
70
182
71
183
72
184
73
185
74
186
75
187
76
188
77
189
78
190
79
191
80
192
81
193
82
194
83
195
84
196
85
197
86
198
87
199
88
200
89
201
90
202
91
203
92
204
93
205
94
206
95
207
96
208
97
209
98
210
99
211
100
212
101

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!