Di dalam kelas hanya ada dua puluh murid. Tuan Hadison yang merupakan Wali bimbingan Yuki sekaligus guru pengajar di bidang obat-obatan hanya memperkenalkan Yuki sebentar sebelum kelas dimulai. Membuat Yuki bersyukur setengah mati karena Dia tidak harus berdiri didepan kelas dan menjadi pusat perhatian. Belum lagi pertanyaan-pertanyaan dari para murid yang harus Dia pikirkan jawabannya dengan hati-hati.
Tuan Hadison meminta Yuki untuk duduk di meja paling depan yang ada disebelah kiri kelas, dekat dengan jendela yang menghadap ke lapangan berkuda. Dia duduk disebelah seorang gadis seusia Yuki namun memiliki tubuh yang sexy dengan kulit gelap yang eksotis. Gadis itu memperkenalkan dirinya sebagai Putri Elber dari negeri Yamaera.
“Setelah inu Kau akan kemana ?” Tanya Elber ketika pelajaran Tuan Hadison usai. Dia memasukkan beberapa buku ke dalam tasnya. Suasana kelas hiruk pikuk setelah Tuan Hadison meninggalkan ruangan. Beberapa murid tampak bersiap untuk pergi kekelas selanjutnya, beberapa masih ada yang sibuk bergosip satu sama lainnya.
Yuki membuka kertas berisi jadwal yang diselipkannya di kantung tas miliknya. “Pelajaran Etika dan Kesopanan dengan Nyonya Debby” jawab Yuki setelah Dia mempelajari kertas tersebut. Elber mengambil kertas di tangan Yuki dan membacanya sepintas. Kemudian Dia mengembalikan kepada Yuki sambil berdiri dengan anggun. Rambut hitam sepunggungnya dibiarkan tergerai. “Aku juga akan mengikuti kelas itu, Kalau begitu Ayo kita harus segera pergi. Nyonya Debby tidak menyukai murid yang tidak disiplin. Dan Aku yakin, Kau tidak mau berdiri di lorong kelas sepanjang pelajaran di hari pertamamu bersekolah”
Yuki menganggukan kepala mengerti. Dia berdiri mengikuti Elber sambil menyambar tasnya dan menyampirkan di bahunya. Mereka berjalan dengan cepat menyusuri lorong sekolah yang ramai. Sepanjang jalan, Yuki berusaha untuk tidak terpengaruh dengan tatapan penasaran dari beberapa murid yang berpapasan dengannya.
Apa penampilannya sangat aneh ?
“GUBRAKKK !!”
Ketika berbelok untuk menaiki tangga, terdengar suara jatuh yang cukup keras. Saking kerasnya sampai membuat semua yang ada disekitar menoleh ke sumber suara.
Yuki menjulurkan lehernya untuk melihat lebih jelas apa yang terjadi. Akhirnya, Yuki mendapati sumber suara itu berasal dari pemuda yang tadi pagi membantu Yuki mengantarnya ke ruang kepala sekolah. Pemuda itu terjatuh di lantai, di sekelilingnya murid-murid bukannya membantu malah menertawakannya.
“Idiot” celetuk seorang Bangsawan bertubuh seperti gentong air sembari terkekeh. Bangsawan yang terjatuh berdiri. Wajahnya tanpa ekpresi. Tidak ada yang membantunya menegur Bangsawan gendut yang Yuki curigai menjadi penyebab pemuda itu terjatuh. Semua orang hanya diam dan bahkan ada yang ikut menertawakannya.
Yuki bergerak ingin membantu, tapi Elber sudah menahan lengannya. “Kau mau kemana, Kita akan terlambat” Ujar Elber mengingatkan.
Elber menyentakkan tangan Yuki agar Yuki mau mengikutinya. Yuki terpaksa menuruti Elber. Mereka kembali menaiki tangga dan berlari menuju kelas.
...****************...
“Elber apa Aku boleh bertanya padamu ?” Tanya Yuki sedikit ragu.
Jam istirahat makan siang. Yuki diajak Elber untuk makan siang bersama. Mereka duduk bersebelahan. Suasana di sekitar Mereka sangat bising. Penuh dengan suara murid yang mengobrol dan denting peralatan makan yang beradu. Yuki sampai harus mencondongkan tubuhnya ke arah Elber untuk berbicara agar didengar.
Di meja makan. Ada teman-teman Elber yang lain yang ikut duduk bergabung. Beberapa bangsawan yang diperkenalkan Elber, mencoba mengajak Yuki untuk berbicara. Tapi Yuki memilih untuk menjaga jarak dan menjawab pertanyaan seperlunya. Selebihnya Dia menyibukkan diri dengan memakan makan siangnya. Pikiran Yuki masih terpaku dengan kejadian tadi siang di lorong sekolah.
“Apa ?” Tanya Elber balik.
“Siapa Bangsawan yang tadi itu ?” Tanya Yuki setelah menimbang sejenak.
“Bangsawan…Bangsawan yang mana ?” Elber mengernyit kebinggungan. Ada beberapa bangsawan yang mencoba berkenalan dan mendekati Yuki semenjak Mereka bersama hari ini. Jadi Dia tidak punya bayangan pada orang yang mana yang Yuki maksud.
“Bangsawan yang terjatuh dikoridor tadi” ujar Yuki memberi penekanan.
Elber membelakkan matanya, menatap Yuki tidak percaya. “Astaga Yuki, ada begitu banyak Bangsawan yang ingin berkenalan denganmu, tapi kenapa Kau justru penasaran dengannya ?”
“Hanya ingin tahu” kilah Yuki sembari menautkan jari-jemarinya. Memandang Elber menunggu penjelasan.
“Seleramu aneh sekali. Banyaknya bangsawan disini Kau justru tertarik dengan sang terkutuk” gerutu Elber.
Dalto Radit.
Atau biasa dipanggil Bangsawan Dalto adalah nama Pemuda yang membantu Yuki tadi pagi. Dia adalah putra dari sebuah keluarga tua yang penuh misteri. Keluarga Radit adalah Keluarga Tua yang sangat disegani pada masanya, yaitu ketika Kakek dari Bangsawan Dalto menjadi kepala keluarga. Kakek Bangsawan Dalto adalah seorang Pendeta yang senang memberikan ceramah dan ajaran agama kepada pengikutnya. Setiap hari akan banyak Bangsawan dan Orang-orang penting di pemerintahan yang mengunjunginya. Kakek Bangsawan Dalto memiliki banyak pengikut dan membawa kelas sendiri untuk keluarga Radit.
Tapi suatu peristiwa merubah segalanya.
Tidak ada yang tahu apa yang sebenarnya terjadi. Suatu hari ketika Kakek Bangsawan Dalto dan pengikutnya mengadakan doa bersama di sebuah kuik yang Mereka bangun khusus untuk beribadah. Anak pertama keluarga Radit dan Istrinya yaitu Orang tua kandung Bangsawan Dalto. Mengunci Mereka dari luar kuil. Sebelumnya Mereka telah menaruk beberapa botol bensin di sekeliling kuil, lalu setelah memastikan semua berada di dalam kuil, Dia membakar semua orang yang ada didalam kuil hidup-hidup. Tidak ada yang selamat.
Kerajaan menjatuhi hukuman pancung pada keduanya karena dinilai aksi Mereka terlalu kejam sebagai seorang manusia. Bangsawan Dalto yang saat itu masih berusia beberapa bulan, dibawa pergi Bibinya ke negara lain untuk menghindari usaha balas dendam dari keluarga korban yang tidak terima. Tetapi, dua tahun yang lalu, tidak diketahui sebabnya, Bangsawan Dalto kembali dan bersekolah disekolah Bangsawan. Bibinya sudah beberapa kali berusaha menjemput dan meminta Bangsawan Dalto pulang, tapi Dia selalu menolaknya.
Yuki penasaran bagaimana bisa Bangsawan Dalto yang dianggap keluarga kriminal itu bisa diizinkan bersekolah di sekolah Bangsawan. Tapi Elber mengatakan Raja Bardana sendiri yang mengirimi surat pada Sekolah untuk menerima Bangsawan Dalto. Dengan alasan karena Bangsawan Dalto tetaplah seorang Bangsawan, dalam aturan kerajaan Dia harus tetap sekolah di sekolah khusus untuk Bangsawan.
Namun, seperti yang ditakutkan Bibinya. Bangsawan Dalto mendapatkan intimidasi dan bullying terutama dari murid-murid yang keluarganya telah menjadi korban dari orang tua Bangsawan Dalto dalam pembakaran kuil.
Saking parahnya penyiksaan yang Dia terima. Disekolah ini sampai ada anggapan, jika berteman dengan Bangsawan Dalto atau berani membantunya maka akan mendapat kesialan. Tidak ada yang mau berteman dengannya atau membantunya saat Dia dibullying. Guru-guru sebenarnya sudah berulangkali mengingatkan para Murid untuk tidak menindas Bangsawan Dalto, namun Mereka memilih tidak mendengarkannya.
Bangsawan Dalto sering dijuluki sebagai sang terkutuk disekolahnya.
Yuki mendengarkan cerita Bangsawan Dalto dan tidak sanggup berkata apa-apa lagi. Dia hanya bisa menghela nafas berat.
Yuki sudah curiga saat melihat gelagat Bangsawan Dalto pagi tadi. Yuki tidak tahu kenapa kedua orangtuanya sampai tega melakukan perbuatan sekejam itu. Tapi bukankah Bangsawan Dalto tidak tahu apa-apa ?.
Dia masih bayi saat kejadian itu.
Kenapa Dia harus menanggung dosa yang tidak Dia lakukan hanya karena Dia memiliki darah yang sama dengan Kedua Orangtuanya.
Yuki sangat paham bagaimana rasanya harus menerima hukuman atas kesalahan yang tidak pernah dilakukannya. Dia pernah menjadi korban bullying saat kelas enam SD disekolahnya.
Setiap hari, buku, sepatu dan tas nya akan menghilang dari meja atau loker sekolahnya. Semua barangnya akan sering ditemukan Yuki di bak sampah yang ada di bagian belakang gedung sekolah. Tugas ketrampilan Yuki pernah dibakar Mereka di tempat pembakaran sampah tak jauh dari bak sampah yang sering mereka pakai untuk membuang barang-barang Yuki. Padahal saat itu adalah waktu terakhir untuk pengumpulan tugas. Raymond yang saat itu menjadi teman sekelas Yuki akan sering membela Yuki. Tapi hal itu justru membuat Yuki semakin dibenci. Mereka menyukai Raymond dan sangat iri ketika Raymond lebih berpihak pada Yuki.
Beberapa kali pula Yuki harus pulang ke rumah dengan luka-luka ditubuhnya atau pakaian penuh noda kotoran karena dipermainkan Mereka saat pulang sekolah.
Yuki masih ingat, Dia harus sering membawa pakaian ganti dan mampir ke toilet yang ada di taman dekat rumahnya sepulang sekolah untuk berganti pakaian jika pakaiannya kotor karena perilaku teman-temannya. Setiba dirumah, Yuki akan langsung mencuci pakaiannya sendiri agar Ibu dan Bibi Sheira tidak melihatnya. Yuki tidak ingin membuat Mereka sedih dan terbebani karena masalah Yuki. Dia tidak ingin menambah beban pikiran Ibunya.
Yuki berusaha sangat kuat untuk merahasiakan masalahnya dari Ibunya dan Bibi Sheira.
Sebenarnya, alasan Yuki di bullying awalnya hanya karena masalah di dalam pekerjaan yang dilakukan Ibunya.
Seorang Pria beristri yang menjadi lawan main Ibunya dalam sebuah film layar lebar, mengejar Ibunya. Tapi Putri Ransah sama sekali tidak mengubris dan tetap bersikap profesional dengan membatasi hubungannya sebatas rekan kerja. Putri Ransah tidak ingin ada gosip yang tidak-tidak mengenai dirinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 212 Episodes
Comments