6

Yuki memincingkan mata, memandang Pria paruh baya didepannya agar dapat melihat dengan jelas. Meski rambutnya sudah memiliki uban, tapi Yuki masih bisa mengenali warna rambut dari Pria itu. Dia memiliki warna rambut coklat tanah sama seperti rambut Yuki. Kulit Pria itu berwarna kecoklatan karena terbakar matahari. Caranya bergerak dan kekikukannya mengingatkan Yuki pada dirinya sendiri.

Ada dirinya dalam diri Pria itu. Bukan, justru ada Pria itu dalam diri Yuki.

Perdana Menteri Olwrendho sangat berhati-hati ketika melihat ketakutan di mata Yuki. Dia tidak ingin membuat gadis itu tidak nyaman.

“Minumlah, ini akan menghilangkan rasa pusing dan sakit di tenggorokanmu” ujar Perdana Menteri Olwrendho lembut. Dia mengambil gelas perunggu yang diletakan Rena sebelumnya diatas nakas. Tabib Istana sangat yakin kondisi Yuki akan baik-baik saja. Tapi Perdana Menteri Olwrendho tidak mau mengambil resiko apapun. Dia berharap Yuki mau meminum minuman yang telah diracik Pendeta Serfa sebelumnya untuk membantu menghilangkan pusing dan sakit pada tenggorokan Yuki.

Yuki tidak langsung menerima gelas itu, matanya masih menatap penuh kewaspadaan. Yuki melirik kedalam gelas untuk melihat isi gelas yang disodorkan kedekatnya. Yuki memang butuh untuk minum. Tenggorokannya terasa kering dan sakit seperti terbakar. Tapi, Dia juga harus berhati-hati karena Dia belum tahu saat ini Dia berada di mana dan Dia belum mengetahui siapa Pria didepannya ini.

“Aku tidak akan menyakitimu Yuki” ujar Perdana Menteri Olwrendho lebih tegas ketika melihat keraguan di mata Yuki.

Yuki masih menunjukan sikap waspada. Tapi setelah seperkian detik berpikir, akhirnya Dia mau menerima gelas yang disodorkan padanya.

Yuki menunduk untuk memeriksa lebih dekat isi dalam gelas dan diam-diam mencium baunya.

Tidak ada bau dan tidak berwarna. Hanya air putih biasa.

Perdana Menteri Olwrendho tahu Yuki sedang memeriksa minumannya. Dia memutuskan untuk menunggu. Akan lebih baik jika membiarkan Yuki meminumnya sendiri daripada harus memaksanya. Dia akan semakin ketakutan nanti.

Akhirnya setelah menimbang, Yuki merasa Pria didepannya tidak berniat jahat. Yuki memutuskan untuk mempercayai Pria itu. Dia perlahan mendekatkan gelas ke bibir dan langsung meminum semuanya sampai habis tidak bersisa.

Ada rasa manis menyebar di mulutnya. Tenggorokannya yang tadinya seperti penuh dengan bola duri menjadi lega. Rasa pusing dikepalanya perlahan menghilang.

“Bagaimana, apakah sudah jauh lebih baik sekarang ?” Tanya Perdana Menteri Olwrendho lembut. Dia terus memperhatikan Yuki, Rasanya Dia belum percaya jika pada akhirnya gadis itu ada didepannya.

Wajah Yuki kembali berseri. Pipinya bersemu kemerahan dan sangat cantik. Yuki tersenyum tulus. “Terimakasih, Aku sudah lebih sehat daripada sebelumnya. Minuman apa ini ?”

Melihat ekpresi Yuki, Perdana Menteri Olwrendho merasa lega. Dia membungkukan badan membantu Yuki duduk bersandar. Menumpukan bantal ke belakang punggung Yuki.

“Itu adalah ramuan obat yang dibuat khusus oleh Pendeta Kerajaan”

Setelah memastikan Yuki duduk nyaman. Perdana Menteri Olwrendho menarik kursi lebih dekat. Keduanya terdiam beberapa saat dengan pikirannya sendiri.

“Dimana Aku ?” Tanya Yuki setelah hening beberapa saat. Setelah pusingnya mereda. Yuki menjadi lebih fokus daripada sebelumnya. Dia memperhatikan ruangan tempatnya sekarang dengan penuh tanda tanya. Yuki hanya ingat, sebelumnya ketika Dia dan Bibi Sheira sedang berdebat, seorang Pria berusia sekitar 25-30 tahun muncul tiba-tiba dibelakangnya dan kemudian menarik Yuki kedalam pusaran mirip blackhole berwarna putih.

Setelah itu Dia tidak sadarkan diri.

“Jangan khawatir, sekarang Kau sudah berada di tempat aman” Perdana Menteri Olwrendho memajukan kursinya lebih dekat. “Ini adalah rumahmu”

Yuki mengedarkan pandangan lagi kesekelilingnya dengan perasaan canggung.

“Kamar ini dan semua yang ada didalamnya adalah milikmu. Jika ada yang tidak Kau sukai katakan saja. Aku akan mengubahnya untukmu” ujar Perdana Menteri Olwrendho lagi.

Yuki menatap Perdana Menteri Olwrendho terkejut. Dia tidak perduli dengan semua barang dari Perdana Menteri Olwrendho yang di klaim sebagai milik Yuki. Yuki terdiam cukup lama. Bibirnya terasa kelu. Dia tidak merasakan sakit pada tenggorokannya seperti tadi tapi, perasaannya tidak menentu sekarang. Membuatnya terasa seperti ada sesuatu yang menyumbat tenggorokannya.

Perdana Menteri Olwrendho menyadari situasi yang ada. Dari ekpresi Yuki, Dia tahu bahwa inilah saatnya berbicara serius dengan Yuki.

Dia menunggu beberapa saat dengan tenang sampai Yuki siap.

Tapi ketika Yuki tidak kunjung bertanya, Dia menjadi tidak sabar. Digenggamnya kedua tangan Yuki dengan lembut. Memberinya dorongan untuk mengeluarkan isi hatinya. “Tanyakan Yuki” pinta Perdana Menteri Olwrendho akhirnya.

Ketika mendengar permintaan Perdana Menteri Olwrendho, bulu mata Yuki bergetar sedikit. Ada sedikit emosi didalam dirinya yang siap keluar kapanpun juga. Yuki berusaha sekuat tenaga untuk menahannya tapi tidak berhasil.

“Apa…apakah Kau….” Yuki menggigit bibirnya sebentar. Tidak sanggup berkata apapun. Ada sedikit keraguan. Tapi Dia sadar inilah saatnya menanyakan semua pertanyaan yang menggangunya selama ini. Meski Bibi Sheira sudah menceritakan pada Yuki. Tapi Yuki ingin bertanya langsung untuk memastikan sendiri. “Apa Kau Ayahku ?”

Rasanya butuh keberanian besar bagi Yuki untuk menanyakannya.

Perdana Menteri Olwrendho tidak menjawab. Dia justru menarik Yuki kepelukannya. Sesuatu yang sangat ingin dilakukannya semenjak Yuki pertama kali berada dalam gendongannya tadi.

“Putriku…putri kecilku” Bisik Perdana Menteri Olwrendho di telinga Yuki. Bahunya bergetar menahan haru.

Air mata menetes, mengalir di kedua pipi Yuki. Dia merasakan kesedihan dan kegembiraan secara bersamaan. Dia masih tidak percaya. Pada akhirnya Dia mengetahui dan bertemu Ayahnya.

Yuki sudah sering membohongi dirinya sendiri. Dia bersikap tidak mau ambil pusing dengan sosok Ayahnya. Semua Dia lakukan karena tidak ingin membuat Ibunya sedih jika Yuki menanyakan masalah Ayahnya. Yuki tidak pernah melihat foto Ayahnya. Ibunya memang mengatakan bahwa Dia tidak memiliki foto Ayahnya sama sekali. Dulu Yuki sempat mencurigai Ibunya telah berbohong mengenai foto Ayahnya, Sekarang Yuki mempercayai ucapan Ibunya itu. Ibunya dibuang oleh kerajaan ke dimensi lain dengan status sebagai tersangka. Yuki juga tidak tahu apakah di dunia ini ada kamera atau sejenisnya. Dan lagi jikapun ada, Ibunya yang saat itu dalam penahanan belum tentu juga diizinkan untuk membawa barang pribadinya apalagi foto Ayahnya.

Dia merasa bersalah telah mencurigai Ibunya.

Yuki tumbuh dan besar hanya dirawat oleh Ibu dan Bibi Sheira. Dia sebenarnya sangat merindukan sosok seorang Ayah. Tapi Yuki menahan dirinya karena Dia tahu ibunya akan bersedih ketika Yuki membahas Ayahnya.

Yuki memang sangat senang ketika pada akhirnya Dia mendapatkan figur seorang Ayah ketika Bibi Sheira membawa Phil ke rumahnya dan memperkenalkan sebagai pacarnya. Namun tetap saja, Phil tidak akan pernah mengantikan kekosongan hati Yuki akan sosok ayah kandungnya. Keberadaan Phil hanya dapat mengurangi kerinduan Yuki akan Ayahnya, tidak benar-benar menyembuhkannya.

Yuki membalas pelukan Perdana Menteri Olwrendho. Kebahagiaan menyelimutinya. Yuki sangat bersyukur Dia masih diberi kesempatan untuk bertemu dengan Ayah kandungnya.

Ayah kandungnya masih hidup. Tidak mati seperti yang disangka selama ini.

Ayah dan anak itu melepaskan kerinduannya selama beberapa saat sampai Perdana Menteri Olwrendho melepaskan pelukannya. Dia mengusap air mata yang masih mengalir di pipi Yuki. Yuki mengerjap dengan malu.

Yuki menyibakkan rambutnya yang melengket diwajahnya untuk melihat lebih jelas sosok Ayahnya. Meski sudah tua, sisa ketampanan di masa mudanya masih terlihat. Jika Yuki tebak, usia Ayahnya saat ini antara 50 tahunan. Untuk pastinya Dia akan mencari tahu nanti.

Perdana Menteri Olwrendho memiliki postur yang tegap dan terawat meskipun usianya sudah tidak lagi muda. Raut wajahnya memperlihatkan dengan jelas seberapa berat beban dan tanggung jawab yang dipikulnya. Ketika melihat Ayahnya, Yuki jadi paham kenapa Ibunya bisa jatuh cinta dan memilih setia dengan Pria didepannya.

Setelah masing-masing sudah cukup tenang. Yuki menundukkan kepala, Dia tidak berani untuk melihat Perdana Menteri Olwrendho. Kedua tangannya tertaut di dada. “Ayah apakah aku akan tinggal disini ?” Kata Yuki dengan nada yang cukup berhati-hati. Yuki tidak berani memandang wajah Ayahnya. Perdana Menteri Olwrendho menatap Yuki tidak mengerti.

“Tentu saja Kau akan tinggal disini” jawab Perdana Menteri Olwrendho.

Yuki semakin menundukkan kepala mendengar jawaban dari Perdana Menteri Olwrendho.

“Tidak…tidak bisakah Aku kembali keduniaku sana”

Perdana Menteri Olwrendho mematung. Dia sudah memperhitungkan ada kemungkinan Yuki akan menolak kembali ke dunia asalnya dan memilih dunia tempat Dia dibesarkan. Perdana Menteri Olwrendho sudah mempersiapkan dirinya untuk mendengar penolakan anak gadisnya itu. Tapi tetap saja, saat itu terjadi Dia merasa sakit hati.

Perdana Menteri Olwrendho bukannya tidak paham, Dia sadar bahwa semenjak lahir Yuki sudah hidup dan terbiasa dengan dunianya. Dia mempunyai kehidupan dan lingkungan sosialnya sendiri.

Sebenarnya Raja sudah memberikan pilihan kepada Perdana Menteri Olwrendho ketika keputusan pengadilan yang membebaskan Putri Ransah, istrinya dan juga Ibu dari Yuki itu keluar. Raja memberi kebebasan kepada Perdana Menteri Olwrendho untuk memilih apakah membiarkan Putrinya tetap tinggal didunia itu atau membawa Putrinya kembali ke dunia asalnya.

Dan setelah berpikir matang, Dia memilih pilihan kedua.

Perdana Menteri Olwrendho bisa saja memilih untuk membiarkan Yuki tinggal didunianya sana dan menjalani kehidupannya yang normal. Dia tahu ada Sheira dan suaminya yang menjaga Yuki. Tapi ego dalam dirinya menolak semua itu. Dia tahu dirinya sudah cukup tua sekarang. Tidak tahu kapan kematian akan menjemputnya. Perdana Menteri Olwrendho tidak mau hidup dalam penyesalan karena tidak sempat memperkenalkan dirinya secara langsung pada Putrinya dan merawat gadis itu sendiri.

Dia sudah satu kali membuat kesalahan, jadi Dia tidak ingin mengulang kesalahan yang sama dengan anak gadisnya. Jadi Dia memutuskan dengan mantap untuk menjemput Yuki pulang kedunia asalnya.

Episodes
1 1
2 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 31
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 37
38 38
39 39
40 40
41 41
42 42
43 43
44 44
45 45
46 46
47 47
48 48
49 49
50 50
51 51
52 52
53 53
54 54
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 60
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 68
69 69
70 70
71 71
72 72
73 73
74 74
75 75
76 76
77 77
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 88
89 89
90 90
91 91
92 92
93 93
94 94
95 95
96 96
97 97
98 98
99 99
100 100
101 101
102 102
103 103
104 104
105 105
106 106
107 107
108 108
109 109
110 110
111 111
112 112
113 113 Morning Dew Season 1-End
114 1 Wind Direction (Morning Dew Series-Season 2)
115 2
116 3
117 4
118 5
119 6
120 7
121 8
122 9
123 10
124 11
125 12
126 13
127 14
128 15
129 16
130 17
131 18
132 19
133 20
134 21
135 22
136 23
137 24
138 25
139 26
140 27
141 28
142 29
143 30
144 31
145 32
146 33
147 34
148 35
149 36
150 39
151 40
152 41
153 42
154 43
155 44
156 45
157 46
158 47
159 48
160 49
161 50
162 51
163 52
164 53
165 54
166 55
167 56
168 57
169 58
170 59
171 60
172 61
173 62
174 63
175 64
176 65
177 66
178 67
179 68
180 69
181 70
182 71
183 72
184 73
185 74
186 75
187 76
188 77
189 78
190 79
191 80
192 81
193 82
194 83
195 84
196 85
197 86
198 87
199 88
200 89
201 90
202 91
203 92
204 93
205 94
206 95
207 96
208 97
209 98
210 99
211 100
212 101
Episodes

Updated 212 Episodes

1
1
2
2
3
3
4
4
5
5
6
6
7
7
8
8
9
9
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
37
38
38
39
39
40
40
41
41
42
42
43
43
44
44
45
45
46
46
47
47
48
48
49
49
50
50
51
51
52
52
53
53
54
54
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
60
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
68
69
69
70
70
71
71
72
72
73
73
74
74
75
75
76
76
77
77
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
88
89
89
90
90
91
91
92
92
93
93
94
94
95
95
96
96
97
97
98
98
99
99
100
100
101
101
102
102
103
103
104
104
105
105
106
106
107
107
108
108
109
109
110
110
111
111
112
112
113
113 Morning Dew Season 1-End
114
1 Wind Direction (Morning Dew Series-Season 2)
115
2
116
3
117
4
118
5
119
6
120
7
121
8
122
9
123
10
124
11
125
12
126
13
127
14
128
15
129
16
130
17
131
18
132
19
133
20
134
21
135
22
136
23
137
24
138
25
139
26
140
27
141
28
142
29
143
30
144
31
145
32
146
33
147
34
148
35
149
36
150
39
151
40
152
41
153
42
154
43
155
44
156
45
157
46
158
47
159
48
160
49
161
50
162
51
163
52
164
53
165
54
166
55
167
56
168
57
169
58
170
59
171
60
172
61
173
62
174
63
175
64
176
65
177
66
178
67
179
68
180
69
181
70
182
71
183
72
184
73
185
74
186
75
187
76
188
77
189
78
190
79
191
80
192
81
193
82
194
83
195
84
196
85
197
86
198
87
199
88
200
89
201
90
202
91
203
92
204
93
205
94
206
95
207
96
208
97
209
98
210
99
211
100
212
101

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!