12

Namun, rupanya masalah itu sampai ketelinga istri Pria itu. Istri dari Pria itu tahu bahwa suaminya sedang mengejar cinta Putri Ransah. Meskipun Putri Ransah tidak pernah menanggapi cinta pria itu. Istrinya tetap tidak menerimanya. Dia menyebarkan masalah tersebut di media sosial dan bersikap seolah Dia adalah korban dan perilaku Putri Ransah yang dianggap kurang terkendali sehingga menimbulkan keretakan dalam rumah tangganya.

Sialnya. Pasangan tersebut memiliki anak perempuan yang juga bersekolah di sekolah yang sama dengan Yuki. Anak tersebut tahu Yuki adalah anak Putri Ransah. Dia lantas memprovokasi teman-temannya untuk membully dan menjauhi Yuki.

Meskipun Yuki sudah berusaha untuk menutupinya, Putri Ransah lama-kelamaan curiga dengan Yuki yang selalu terpergok membawa satu set pakaian lagi di dalam tasnya. Dia sering berangkat dan pulang sekolah dengan pakaian yang berbeda. Belum luka-luka yang selalu didapat Yuki dengan berbagai alasan yang tidak masuk akal.

Jadi Putri Ransah memutuskan untuk diam-diam mengikuti Yuki pulang sekolah. Dia melihat Yuki dengan pakaian yang kotor keluar dari stasiun kereta. Kemudian menuju taman untuk memakai kamar mandi yang ada di area taman dan berganti baju serta membersihkan diri.

Akhirnya, setelah didesak, Yuki memberanikan diri untuk menceritakan semua kepada Ibunya.

Putri Ransah sangat marah mendengarnya. Dia selama ini memilih diam dan tidak menanggapi gosip yang beredar karena masih menghormati sutradara dsn kru film yang bekerja dengannya. Dia tidak ingin mengacaukan proses pembuatan film. Semua rekan kerjanya dalam film tersebut tahu bahwa gosip yang disebarkan istri dari Pria tersebut tidak benar. Tapi, apa yang menimpa Yuki menbuat Putri Ransah tidak dapat mentolerir lagi gosip itu.

Besoknya Putri Ransah langsung membuat konferensi pers untuk membuat klarifikasi, Dia juga menunjukan bukti-bukti kuat yang membuktikan Dia tidak bersalah. Putri Ransah menuntut suami istri tersebut melalui pengacaranya karena dianggap merugikan dan menuntut permintaan maaf akibat perilaku anak Mereka kepada Yuki yang dinilai keterlaluan untuk dilakukan anak seusianya. Putri Ransah bahkan sampai datang ke sekolah untuk menemui kepala sekolah untuk meminta ada tindakan tegas kepada para pelaku bullying terhadap Yuki.

Karena kejadian sudah sangat ramai waktu itu dan menjadi pemberitaan nasional. Akhirnya para pelaku dikeluarkan dari sekolah.

Kemudian kedamaian kembali terjadi.

Tapi meskipun begitu trauma akibat bullying yang dirasakannya beberapa bulan terakhir memberi trauma pada Yuki sampai sekarang. Yuki masih sangat takut jika harus berada diruang sempit dan gelap.

Yuki baru akan menyuapkan nasi ke dalam mulutnya ketika terdengar dentingan nyaring dari piring yang terbuat dari perunggu. Terlempar keras ke lantai disusul dengan suara berdebam yang cukup keras.

Di tengah suasana makan yang menyenangkan, Bangsawan Dalto justru kembali mendapatkan perilaku yang tidak menyenangkan dari Bangsawan Doldores-Bangsawan bertubuh gemuk seperti gentong air.

Kaki Bangsawan Dalto di jegal hingga Dia terjatuh ditengah ruangan. Semua makanannya tumpah dan mengotori pakaiannya. Bangsawan Doldores tertawa senang sampai seluruh lemak di tubuhnya ikut bergoncang.

Dia dan teman-temannya tertawa puas. Sikap Mereka sangat menjengkelkan dan kekanakkan. Semua orang memperhatikan dengan berbagai macam ekpresi. Yuki melihat kesekeliling untuk menilai. Ada beberapa murid yang merasa kasihan tapi enggan membantu dan ada pula yang bersikap tidak perduli serta masa bodoh.

Melihat Bangsawan Dalto membuat Yuki teringat akan dirinya yang dulu. Dia pernah berada di posisi Bangsawan Dalto yang sekarang dan sangat tahu bagaimana rasanya.

“Sialan Kau, Kau mengotori gaunku” runtuk seorang putri yang cantik parasnya namun tidak secantik hatinya. Dengan kesal Dia menendang piring yang berada di kakinya ke arah Bangsawan Dalto yang masih terduduk di tempatnya dengan kasar. Kemudian Dia dengan santai menyilangkan kakinya sambil ujung sepatunya berpijak pada bahu Bangsawan Dalto, untuk membersihkan gaunnya yang terkena cipratan makanan. Dia memperlakukan Bangsawan Dalto seperti benda mati yang tidak punya hati.

“Berapa kali Kau kuperingatkan untuk tidak menampakan wajah sialanmu itu didepanku ketika Aku sedang makan. Kau ini merusak suasana saja”. Bangsawan Doldores mencengkram kerah baju Bangsawan Dalto. Memaksanya dengan kasar untuk berdiri. Kemudian tanpa ampun Dia membanting tubuh Bangsawan Dalto ke atas meja yang ada disampingnya.

Teriakan terdengar. Beberapa orang segera menyingkir dari tempat Mereka berdua. Meja dan lantai kotor akibat makanan yang tumpah. Bangsawan Dalto bergerak dengan susah payah, menahan sakit ditubuhnya dan berusaha berdiri. Tangannya mengepal menahan emosi.

“Ohh…lihat wajahnya. Kenapa ?. Kau ingin membunuh Kami seperti kedua orang tuamu dulu ?”

“Anak haram !” Bangsawan lainnya melemparkan mangkuk ke kepala Bangsawan Dalto hingga pecah. Darah mengalir di wajah Bangsawan Dalto disertai tumpahan air sup yang ada didalam mangkuk.

Ejekan dan seruan kegembiraan membuncah di aula.

Yuki sudah tidak tahan lagi.

Persetan apakah Dia akan kehilangan kesempatan untuk berteman di hari pertamanya bersekolah. Jadi, Yuki dengan kasar berdiri dari duduknya.

“Mau kemana Kau ?” Tanya Elber ketika Yuki berjalan menjauhi Meja. Alih-alih menjawab, Yuki justru mempercepat langkah kakinya. Dia mengeluarkan sapu tangan dari saju bajunya. Dengan acuh menyibakkan kerumunan dan berjongkok di depan Bangsawan Dalto sembari mengulurkan sapu tangan yang di bawanya.

“Apa Kau baik-baik saja ?” Tanya Yuki penuh kekhawatiran.

Seluruh ruangan sontak terdiam. Bangsawan Dalto mendongak, memandang gadis didepannya dengan tatapan tidak percaya.

“Apa Kau bisa berdiri. Ayo. Aku akan membantumu” ujar Yuki lagi ketika Bangsawan Dalto tidak mengatakan apapun. Bangsawan Dalto hanya diam masih menatap Yuki. Yuki mengabaikan tatapan Bangsawan Dalto, Dia mengulurkan tangan untuk menepis sisa makanan yang menempel di rambut dan pakaian Bangsawan Dalto.

“Siapa Kau, Berani sekali Kau membantunya didepanku !” Teriak Putri Norah-Putri yang sebelumnya menendang piring ke arah Bangsawan Dalto.

Yuki mengenali Putri Norah karena Mereka baru saja bersama dalam satu kelas pagi ini.

Mata Putri Norah melotot tajam. Membuat Yuki takut, matanya akan keluar dari kepalanya.

“Gadis cantik, Kau anak baru disini. Sebelumnya membantunya, harusnya Kau selidiki dulu apakah bajingan sepertinya layak untuk Kau bela” tegur Bangsawan Doldores sambil maju untuk menghalangi Putri Norah menyerang Yuki.

Bangsawan Doldores sudah mendengar hari ini ada anak baru yang sangat cantik di kelas Putri Norah. Putri dari keluarga Olwrendho yang baru kembali dari pengasingannya.

Para Bangsawan sudah bergunjing semenjak pagi. Membicarakan kecantikan dari Yuki yang luar biasa memukau. Jadi Bangsawan Doldores memutuskan untuk ke ruang makan sambil berharap dapat bertemu dan berkenalan dengan Yuki. Tapi sebelum Dia sempat melakukannya, Dia sudah bertemu terlebih dulu dengan Dalto.

“Aku tahu siapa Dia, Kalian menyebutnya sang terkutuk” jawab Yuki acuh.

“Jika Kau sudah tahu, lalu untuk apa Kau masih membantunya. Pergi dan urusi urusanmu sendiri Putri, Jangan lancang untuk mencampuri urusan orang lain” Putri Norah menatap Yuki dengan pandangan bengis, seolah Dia sangat ingin membunuh Yuki. Dia sangat jengkel pagi ini karena beberapa Bangsawan datang mendekatinya hanya agar Putri Norah mau membantu Mereka mendekati Yuki. Hal ini membuat Putri Norah tidak menyukai Yuki dan membenci gadis itu.

“Kenapa ?, tidak ada larangan yang menghalangiku berteman dengannya dan Aku tidak punya alasan untuk mengabaikannya seperti yang lain” jawab Yuki tenang yang justru membuat emosi Putri Norah terpancing.

Plaakkk !!

Putri Norah langsung maju dan menampar Yuki dengan keras. Bangsawan Doldores mengumpat dalam hati ketika melihat kejadian itu. Kesempatan untuk bisa berkenalan dengan Yuki hilang sudah. Bangsawan Dalto dengan sigap berdiri dan menangkap tubuh Yuki yang terhuyung kebelakang karena terkejut dengan kejadian yang menimpanya. Dia langsung menarik Yuki ke belakang punggungnya untuk melindungi Yuki dari serangan Putri Norah.

Semua orang tahu bagaimana watak Putri Norah, Dia tidak menyukai ada gadis yang melebihi dirinya dan Dia tidak suka dibantah.

“KURANG AJAR !! BERANI SEKALI KAU BICARA SEPERTI ITU PADAKU. KAU CARI MATI HAH !!” Teriak Putri Norah nyaring.

Yuki sebenarnya sudah mendengar cerita mengenai Putri Norah dari Elber. Putri Norah adalah anak dari kekasih ketiga Raja Bardana. Dia cukup cantik namun sayangnya memiliki peringai yang kurang baik. Dia sangat sombong dan arogan hanya karena Dia adalah anak dari Raja Bardana.

Di belakang Putri Norah, teman-teman Bangsawan yang membelanya sudah bersiap untuk menyerang Bansawan Dalto. Bangsawan Dalto merentangkan tangannya masih berusaha melindungi Yuki dari serangan yang akan terjadi.

“Ada apa ini ?” Saat ketegangan terjadi. Sebuah suara muncul dari belakang Yuki. Seketika semua orang berpaling ke sumber suara tersebut. Seketika suasana yang tadinya tidak tegang mencair.

Yuki ikut berpaling dan melihat pemilik suara tersebut. Dia terkejut ketika melihat sosok Pria yang memasuki ruangan.

Sontak seluruh orang berlutut memberi hormat kepada Pria itu. Bangsawan Dalto menarik Yuki agar mengikutinya untuk berlutut ketika melihat Yuki yabg hanya berdiri terbenggong di depannya.

Sosok Pria tersebut semakin mendekat. Yuki mengenali Pria itu. Dia tidak mungkin lupa. Pria itu adalah orang yang membawa Yuki dengan paksa ke dunia ini. Yuki tidak akan pernah melupakan rambut hitam dengan seburat warna biru keabu-abuan jika terkena cahaya, serta pandangan matanya yang tajam dengan bola mata berwarna biru sedingin es.

Sosok Pria seperti bulan di malam musim dingin.

Seorang alpha sejati.

Mendominasi,Tidak terbantahkan, angkuh, tidak mudah didekati, sangat arogan, dingin dan penuh dengan misteri.

Pangeran Riana dari Negeri Garduete.

Satu-satunya perwaris tahtah yang sah dalam garis keturunan Raja Bardhana.

Episodes
1 1
2 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 31
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 37
38 38
39 39
40 40
41 41
42 42
43 43
44 44
45 45
46 46
47 47
48 48
49 49
50 50
51 51
52 52
53 53
54 54
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 60
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 68
69 69
70 70
71 71
72 72
73 73
74 74
75 75
76 76
77 77
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 88
89 89
90 90
91 91
92 92
93 93
94 94
95 95
96 96
97 97
98 98
99 99
100 100
101 101
102 102
103 103
104 104
105 105
106 106
107 107
108 108
109 109
110 110
111 111
112 112
113 113 Morning Dew Season 1-End
114 1 Wind Direction (Morning Dew Series-Season 2)
115 2
116 3
117 4
118 5
119 6
120 7
121 8
122 9
123 10
124 11
125 12
126 13
127 14
128 15
129 16
130 17
131 18
132 19
133 20
134 21
135 22
136 23
137 24
138 25
139 26
140 27
141 28
142 29
143 30
144 31
145 32
146 33
147 34
148 35
149 36
150 39
151 40
152 41
153 42
154 43
155 44
156 45
157 46
158 47
159 48
160 49
161 50
162 51
163 52
164 53
165 54
166 55
167 56
168 57
169 58
170 59
171 60
172 61
173 62
174 63
175 64
176 65
177 66
178 67
179 68
180 69
181 70
182 71
183 72
184 73
185 74
186 75
187 76
188 77
189 78
190 79
191 80
192 81
193 82
194 83
195 84
196 85
197 86
198 87
199 88
200 89
201 90
202 91
203 92
204 93
205 94
206 95
207 96
208 97
209 98
210 99
211 100
212 101
Episodes

Updated 212 Episodes

1
1
2
2
3
3
4
4
5
5
6
6
7
7
8
8
9
9
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
37
38
38
39
39
40
40
41
41
42
42
43
43
44
44
45
45
46
46
47
47
48
48
49
49
50
50
51
51
52
52
53
53
54
54
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
60
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
68
69
69
70
70
71
71
72
72
73
73
74
74
75
75
76
76
77
77
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
88
89
89
90
90
91
91
92
92
93
93
94
94
95
95
96
96
97
97
98
98
99
99
100
100
101
101
102
102
103
103
104
104
105
105
106
106
107
107
108
108
109
109
110
110
111
111
112
112
113
113 Morning Dew Season 1-End
114
1 Wind Direction (Morning Dew Series-Season 2)
115
2
116
3
117
4
118
5
119
6
120
7
121
8
122
9
123
10
124
11
125
12
126
13
127
14
128
15
129
16
130
17
131
18
132
19
133
20
134
21
135
22
136
23
137
24
138
25
139
26
140
27
141
28
142
29
143
30
144
31
145
32
146
33
147
34
148
35
149
36
150
39
151
40
152
41
153
42
154
43
155
44
156
45
157
46
158
47
159
48
160
49
161
50
162
51
163
52
164
53
165
54
166
55
167
56
168
57
169
58
170
59
171
60
172
61
173
62
174
63
175
64
176
65
177
66
178
67
179
68
180
69
181
70
182
71
183
72
184
73
185
74
186
75
187
76
188
77
189
78
190
79
191
80
192
81
193
82
194
83
195
84
196
85
197
86
198
87
199
88
200
89
201
90
202
91
203
92
204
93
205
94
206
95
207
96
208
97
209
98
210
99
211
100
212
101

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!