5

Suara dalam dari seorang Pria di belakang Yuki membuat Yuki terkejut. Dia berbalik dan menemukan sesosok Pria berusia sekitaran 28 tahun sudah berdiri hanya berjarak satu hasta dengannya. Pria itu baru saja keluar dari suatu kumparan yang membentuk blackhole berwarna putih.

Mengenakan pakaian kerajaan jaman dahulu. Yuki langsung merasakan aroma mengintimidasi yang kuat dan dominan pada diri Pria itu, Phil pun merasakan perasaan yang sama. Pria yang baru muncul ini bukankah Pria yang mudah dihadapi.

Rambutnya berwarna gelap dengan semburat warna biru keabu-abuan. Kulitnya putih bersih untuk ukuran seorang Pria pekerja keras. Postur tubuhnya tinggi dan ramping. Namun jelas terlihat adanya otot-otot yang terbentuk sempurna di balik pakaian yang dikenakannya.

Pandangan mata Pria itu bertemu dengan Yuki. Warna matanya berwarna biru es, sangat dingin dan tidak bersahabat. Jelas sekali Pria ini adalah orang yang sukar didekati dan dipahami.

Yuki merasa Pria didepannya bagaikan bulan di malam musim dingin.

...****************...

Pangeran Riana memandang gadis kecil didepannya. Mata gadis itu terbuka lebar saat melihatnya. Ada perasaan aneh ketika melihat gadis itu, sesuatu dalam dirinya mengatakan ingin memiliki gadis itu. Perasaan yang tidak lazim menghantuinya. Dengan cepat Dia mengalihkan pikirannya. Dia kemudian berpikir lagi, perasaan yang Dia rasakan saat ini, mungkin karena Pangeran Riana tahu, siapa Ibu dari gadis didepannya ini.

Yuki yang tersentak mundur satu langkah kebelakang. Dia bersiap akan menjauhi Pangeran Riana. Mungkin melarikan diri dari ruangan ini. Tapi Pangeran Riana sudah bisa membaca gerakan Yuki, jadi dengan sigap, Dia langsung mencekal tangan gadis itu.

“Aku datang untuk membawamu kembali” ujar Pangeran Riana tanpa ekpresi. Dia mencekal Yuki yang memberontak dengan sangat kuat.

“Tidak mau” Yuki berusaha keras untuk melepaskan diri, namun Dia tidak berhasil mengalahkan tenaga Pangeran Riana. Cekalan Pangeran Riana seperti belenggu besi yang menahan Yuki. “Lepaskan Aku, Bibi…Tolong Aku”

Mendengar teriakan Yuki, Bibi Sheira berusaha untuk menahan keinginannya menghambur menarik Yuki kembali. Tapi Dia tidak bisa melakukannya. Pangeran Riana tidak akan sungkan membunuhnya dan Phil. Selain itu, Yuki memang harus kembali ke asalnya untuk membantu Ayahnya membersihkan nama baik Ibunya. Sudah menjadi tugas Yuki untuk melakukannya.

Phil yang berdiri di belakang istrinya, memasang ekpresi datar. Tapi tangannya terkepal kuat. Naluri untuk melindungi anak gadisnya mempengaruhi perasaan Phil. Tapi Dia harus tetap tenang meskipun mendengar tangisan Yuki meminta tolong. Dia merasa sakit melihatnya. Tapi Istrinya sudah berpesan padanya sebelum Yuki datang, agar membiarkan Yuki kembali ke dunianya. Jadi Phil mengalihkan fokusnya pada istrinya yang terduduk menangis. Memeluk wanita itu untuk menenangkannya.

Pangeran Riana memeluk Yuki dengan mudah, mengangkatnya sehingga kedua kaki Yuki tidak lagi menyentuh lantai. Yuki menendang-nendang untuk membebaskan diri. Pangeran Riana tanpa kesulitan yang berarti, membawa Yuki untuk masuk ke dalam lubang putih seukuran manusia dewasa yang telah menunggunya. Pemberontakan Yuki tidak berarti apapun untuknya. Dengan mudah Dia mampu mematahkannya.

“Lepaskan Aku, Phil….Bibi..” Yuki menggapai tangannya yang bebas kedepan. Terus memohon kepada kedua orang tua angkatnya untuk membantunya. Tapi Mereka tidak bergeming dan hanya menatap Yuki dengan pandangan meminta maaf. Perlahan tubuh Yuki terhisap kedalam lubang. Kepalanya terasa berat. Kesadarannya perlahan menghilang. Yuki sudah tidak lagi memberontak sekuat tadi. Gerakan tubuhnya pun perlahan melemah. Rasanya seluruh sendi dalam tubuhnya melemas seketika. Tenaganya seperti terkuras habis.

Mereka tertarik kuat begitu masuk ke dalam lubang putih. Rasanya jatuh di atas timbunan jelly yang cukup besar. Sesaat sebelum kesadaran Yuki benar-benar menghilang, Dia merasakan tangan Pangeran Riana memeluknya dengan kuat.

...****************...

Terdengar cicit burung yang bersahutan, Angin berhembus ringan, masuk ke dalam ruangan melalui jendela yang dibiarkan terbuka. Tercium aroma bunga-bunga yang menandakan musim semi diluar sana. Menguar memenuhi udara.

Seorang pelayan dengan berhati-hati meletakan aroma terapi yang baru saja dibakarnya ke atas meja disamping tempat tidur. Bersama segelas air yang telah diberikan oleh Pendeta Serfa.

“Perdana Menteri” Gadis pelayan bernama Rena membungkukan badan untuk memberi hormat ketika melihat Perdana Menteri Olwrendho, majikannya masuk ke dalam kamar.

“Apa Dia sudah bangun ?” Tanya Pria paruh baya itu langsung. Tanpa menunggu jawaban, Dia berjalan menuju ranjang tempat Yuki tertidur dengan pulas di atasnya.

Sudah lima jam berlalu semenjak Yuki dibawa dari dunianya sampai ke kediaman Perdana Menteri Olwrendho. Tapi Yuki belum sadar dari pingsannya. Pendeta Serfa yang membantu Pangeran Riana untuk membawa Yuki dengan kemampuannya, mengatakan Yuki tidak memiliki tenaga dalam seperti Pangeran Riana, tubuhnya sudah pasti tidak mampu menahan tekanan yang terjadi ketika harus melewati perputaran dimensi. Dia hanya pingsan, tidak ada hal serius yang perlu dikhawatirkan. Pendeta Serfa menjamin keselamatan Yuki setelah memeriksanya di dalam istana Pangeran Riana tadi. Perdana Menteri Olwrendho hanya perlu membiarkan Yuki beristirahat dan membiarkannya bangun dengan sendirinya.

“Tinggalkan Kami, Aku yang akan menjaganya sendiri. Katakan pada juru masak agar memilih menu makan malam untuk penambah tenaga”

“Baik Tuan” setelah membungkuk untuk memberi hormat, Rena berjalan keluar kamar. Menutup pintu dengan perlahan.

Perdana Menteri menarik kursi dan membawanya ke samping tempat tidur. Angin meniup lembut tirai tempat tidur yang terbuat dari bahan sutra berkualitas tinggi. Dipandanginya gadis didepannya. Dia masih belum percaya bahwa akhirnya Dia bisa menyentuh Yuki.

Perdana Menteri Olwrendho mengusap rambut Yuki dengan penuh kasih sayang. Memeriksa tangan gadis itu beberapa saat untuk meyakinkan dirinya bahwa Dia sedang tidak bermimpi dan setelah cukup yakin Dia memasukkannya kedalam selimut. Yuki sangat mirip dengan Ibunya sewaktu muda. Hanya Ibunya tidak semungil dirinya. Wajah dan parasnya, seperti cetakan wajah Ibunya. Perdana Menteri Olwrendho tersenyum sendiri, setidaknya rambut dan warna mata gadis itu masih diturunkan dari dirinya.

Tiba-tiba bulu mata Yuki bergetar. Spontan Perdana Menteri mencondongkan tubuhnya untuk melihat kearah Yuki dengan lebih seksama. Yakin anaknya akan segera siuman, Dia bergegas keluar untuk mencari tabib istana yang diutus Pendera Serfa untuk berjaga.

...****************...

Setelah terombang-ambing cukup lama dalam kegelapan, Yuki merasakan kesadarannya perlahan mulai ada. Semua pancaindra yang tadinya lumpuh, perlahan kembali pada fungsinya. Tercium aroma terapi di hidungnya, membuat syaraf-syarafnya yang kaku menjadi lebih rileks. Terdengar pula cicit burung yang saling bersahutan tidak jauh dari jendela didekatnya. Dan ketika pada akhirnya Yuki mampu membuka mata, hal yang pertama kali dilihatnya adalah atap tempat tidur terbuat dari kain sutera berwarna ungu lembut.

Yuki meringis saat Dia berusaha mengangkat kepalanya. Kepalanya terasa berat. Yuki mencoba tenang. Dia melihat kesekeliling dan menyadari Dia berada di tempat yang sangat asing.

Yuki berada disebuah kamar yang cukup mewah dan luas. Tetapi dari furniturenya, Dia yakin ini bukan kamar dari sebuah ruangan yang modern. Ada empat jendela besar menghadap ke timur. Yang langsung terhubung dengan balkon kamar. Angin bertiup lembut dari jendela yang dibiarkan terbuka, dengan gorden terbuat dari kain sutera berkualitas tinggi berwarna ungu lembut, melambai-lambai tertiup angin. Ruangan ini ditata sedemikian rupa dan dan furniturenya di pilih oleh orang dengan selera yang cukup baik.

Di tengah ruangan. Ada perapian dengan sebuah sofa empuk disampingnya, berdampingan dengan rak buku yang tersusun rapi. Ada meja bulat dan dua buah kursi didepan perapian. Meja rias dan ada juga nakas disamping tempat tidurnya. Seseorang meletakan aromaterapi dan segelas air di sana.

Di sisi barat, dua buah pintu yang tertutup terlihat berjajar. Di sisi utara ada sebuah pintu lainnya. Di balik pintu tersebut, Yuki mendengar suara langkah kaki dan orang bercakap-cakap mendekat. Namun Yuki tidak mendengar dengan jelas apa yang dikatakan Mereka. Dia hanya tahu beberapa kali namanya disebut dalam percakapan itu.

Secara keseluruhan, kamar tempatnya sekarang bukan kamar yang bisa dimiliki oleh orang biasa, tapi juga bukan kamar yang akan ditemukan di era modern pada jamannya. Kamar ini lebih mirip kamar kerajaan jaman dahulu yang sering ditontonnya dalam drama-drama percintaan yang Dia sukai.

Yuki baru saja akan mencoba bangun dengan menahan sakit di kepalanya. Rasanya seperti baru saja turun dari perahu dengan ombak yang cukup tinggi. Dia masih berusaha bangun ketika tiba-tiba pintu terbuka. Perdana Menteri Olwrendho masuk tanpa keraguan bersama dengan tabib istana kerajaan.

“Kau akhirnya bangun” kata Perdana Menteri Olwrendho lega.

Yuki melihat Pria paruh baya didepannya dengan tatapan terkejut. Suara Pria itu sangat familier ditelinganya. Dan lagi sosok Pria itu sangat tidak asing baginya meskipun Yuki sangat yakin Dia belum pernah bertemu dengan Pria itu sebelumnya.

“Jangan takut” Yuki terkesiap ketika Pria itu kembali berbicara. Dia semakin menyadari suara yang didengar adalah suara yang muncul dari dalam mimpinya tempo hari. Suara seorang Pria yang terus memanggil-manggil namanya didalam mimpi itu.

Episodes
1 1
2 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 31
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 37
38 38
39 39
40 40
41 41
42 42
43 43
44 44
45 45
46 46
47 47
48 48
49 49
50 50
51 51
52 52
53 53
54 54
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 60
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 68
69 69
70 70
71 71
72 72
73 73
74 74
75 75
76 76
77 77
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 88
89 89
90 90
91 91
92 92
93 93
94 94
95 95
96 96
97 97
98 98
99 99
100 100
101 101
102 102
103 103
104 104
105 105
106 106
107 107
108 108
109 109
110 110
111 111
112 112
113 113 Morning Dew Season 1-End
114 1 Wind Direction (Morning Dew Series-Season 2)
115 2
116 3
117 4
118 5
119 6
120 7
121 8
122 9
123 10
124 11
125 12
126 13
127 14
128 15
129 16
130 17
131 18
132 19
133 20
134 21
135 22
136 23
137 24
138 25
139 26
140 27
141 28
142 29
143 30
144 31
145 32
146 33
147 34
148 35
149 36
150 39
151 40
152 41
153 42
154 43
155 44
156 45
157 46
158 47
159 48
160 49
161 50
162 51
163 52
164 53
165 54
166 55
167 56
168 57
169 58
170 59
171 60
172 61
173 62
174 63
175 64
176 65
177 66
178 67
179 68
180 69
181 70
182 71
183 72
184 73
185 74
186 75
187 76
188 77
189 78
190 79
191 80
192 81
193 82
194 83
195 84
196 85
197 86
198 87
199 88
200 89
201 90
202 91
203 92
204 93
205 94
206 95
207 96
208 97
209 98
210 99
211 100
212 101
Episodes

Updated 212 Episodes

1
1
2
2
3
3
4
4
5
5
6
6
7
7
8
8
9
9
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
37
38
38
39
39
40
40
41
41
42
42
43
43
44
44
45
45
46
46
47
47
48
48
49
49
50
50
51
51
52
52
53
53
54
54
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
60
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
68
69
69
70
70
71
71
72
72
73
73
74
74
75
75
76
76
77
77
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
88
89
89
90
90
91
91
92
92
93
93
94
94
95
95
96
96
97
97
98
98
99
99
100
100
101
101
102
102
103
103
104
104
105
105
106
106
107
107
108
108
109
109
110
110
111
111
112
112
113
113 Morning Dew Season 1-End
114
1 Wind Direction (Morning Dew Series-Season 2)
115
2
116
3
117
4
118
5
119
6
120
7
121
8
122
9
123
10
124
11
125
12
126
13
127
14
128
15
129
16
130
17
131
18
132
19
133
20
134
21
135
22
136
23
137
24
138
25
139
26
140
27
141
28
142
29
143
30
144
31
145
32
146
33
147
34
148
35
149
36
150
39
151
40
152
41
153
42
154
43
155
44
156
45
157
46
158
47
159
48
160
49
161
50
162
51
163
52
164
53
165
54
166
55
167
56
168
57
169
58
170
59
171
60
172
61
173
62
174
63
175
64
176
65
177
66
178
67
179
68
180
69
181
70
182
71
183
72
184
73
185
74
186
75
187
76
188
77
189
78
190
79
191
80
192
81
193
82
194
83
195
84
196
85
197
86
198
87
199
88
200
89
201
90
202
91
203
92
204
93
205
94
206
95
207
96
208
97
209
98
210
99
211
100
212
101

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!