Bosku yang super Tantrum

"Anda tidak hamil atau rusak Mbak Cassandra, Anda hanya datang bulan" Ucap dokter wanita yang bernama Sella sahabat kecil Alexander. Dia tersenyum mengingat Alexander menceritakan kejadian awal sampai akhir.

Airmata yang tadi masih mengalir deras, kini berhenti secara mendadak. Wajah Cassandra kembali cerah.

"Jadi aku hanya datang bulan Dokter?" Cassandra meminta penjelasan secara detail lagi.

Dokter sela mengangguk dan tersenyum. Dia merasa lucu dengan tingkah Cassandra.

"Apa kamu tidak pernah pacaran?" Tanya Sela dengan serius

"Heheh.. Ia dok, nggak pernah pacaran" Cassandra cengegesan dan merasa sedikit malu.

"Tidak apa-apa Cassandra. Saya juga dulu seperti kamu. Nggak tahunya jodoh didepan mata, sepupu Alex menjadi jodoh saya Saudara Ria kalau kamu mengenalnya dikantor yang sekarang kamu kerja, Padahal dulu dia sering marah ke saya. Nggak tahunya sekarang marahnya berubah menjadi cinta" Ucap sela sambil tersenyum.

"Apa kamu tida membenci Suamimu itu dok?" Tanya Cassandra dengan polosnya.

"Tidak, Bagaimana caraku membencinya yang ada dia menyekap ku dikamar berhari-hari dan tidak memberiku keluar" Sella membalasnya dengan sedikit bercanda.

"Jahat juga saudara Ria itu, sama seperti Ria yang suka berkata kasar keorang yang lemah. Sementara Alex suka Tantrum seperti anak kecil"

Sella tertawa mendengar cerita Cassandra, Sebenarnya Alex itu tidak seperti yang dibayangkan Cassandra. Namun Sella tidak mau memberitahukan apa yang terjadi Kenapa Alexander sahabat kecilnya bisa berubah menjadi keras, Pemarah,dingin,datar dan Kadang egois.

"Saudara Ria yang menjadi suami ku itu tidak jahat. Hanya saja.. "

"Apakah Check up nya sudah selesai Sel, Aku buru-buru dengan Cassandra." Alex memotong pembicaraan mereka.

"Jangan kasih tahu yah dok?" Cassandra berbisik ditelinga Sella. Sella hanya mengangguk dan tersenyum.

Sepulang dari rumah sakit, Respon Alex kembali seperti semula.

Alex memarkirkan mobilnya di depan Kantor dan menyuruh Cassandra mengambil File berkas yang akan mereka bawa untuk rapat nanti di Restaurant.

"Tapi Pak?"

"Sana ambillin Cassandra, Kita sudah terlambat, kalau bukan karna drama panjang kamu. Kita tidak akan dikerja Deadline. "

Cassandra keluar dari mobil itu dengan keadaan emosi. Datang bulannya kali ini terasa sangat sakit, Panas dipinggang dan Sakit diperut.

Belum lagi harus naik turun tangga darurat karna lift masih dalam perbaikan.

Keringat Cassandra bercucuran.

"Cassandra, apa kamu sakit" Tanya Aldo khawatir dengan sahabatnya ketika sudah dilantai Dua.

"Tidak Aldo, aku hanya sedikit capek. Sudah yah, Aku dan Bos kita lagi buru-buru mau rapat, Byee" Cassandra berlari dari tangga darurat ke bawah.

Aldo merasa kasihan dengan Cassandra, Namun dia tidak tau apa yang harus dilakukannya.

[Nanti malam ajakin Cassandra tidur di rumah kita, Mama mau ngadain hari jadi mereka] Pesan WA dari Mama.

Aldo menepuk jidatnya, heran dengan tingkah laku sang Mama.

Alex menerima berkas itu tampa melihat muka Cassandra. Dia menjalankan mobil dengan Kecepatan tinggi, Karna yang mereka Jumpai adalah Pejabat tertinggi di kota Jakarta itu.

Berbeda dengan Mama dan Papa Alexander, mereka berdua sedang kumpul dengan Mama dan Papa Hendra di Restaurant Ald Resto And Coffe punya Keluarga Aldo.

Terlihat Mayang dan Rini Cengengesan ketika memandangi Photo Cassandra dan Alex sedang berpegangan tangan.

"Aku menyukai mereka" Ucap Mayang ibunya Alexander.

"Bagaimana dengan hubungan Alex dengan Kekasihnya yang sudah menjalani hubungan Lama itu Jeng. Aku tidak mau putriku jadi istri kedua Nantinya. Memang mereka serasi, aku yang belum siap Cassandra di madu" Balas Rini.

"Dia tidak akan di madu Rin, percaya padaku."

Belum ada kepastian dengan Cassandra dan Alex, tapi dua Wanita itu hampir berdebat. Dua pria didepan mereka hanya mampu menepuk jidat.

"Tapi saat itu aku melihat Cassandra menangis Ma." Ujar sang suami Mayang.

"Apa? Cassandra menangis? Apa yang terjadi malam itu"

Mereka berempat memandang keatas dengan membayangkan yang terjadi dengan Cassandra dan Alex.

Kemudian mereka berempat saling berpandangan. Mayang dan Rini tertawa senang, sementara Reza dan Hendra Gigit jari.

"Jangan bilang Mereka" Ucap Hendra dan Reza bersamaan.

"Tidak apa-apa Mas, kita akan memiliki cucu" Mayang terkikik dan langsung membayangkan seorang cucu.

"TIDAKKK!" ucap Hendra sambil memegangi kepalanya, tak Terima dengan keadaan itu. Apa yang harus dikatakan ke Almarhum Sahabat nya yang tidak bisa menjaga Putri satu-satunya.

Musik Cafe itu mendramatis keadaan itu seperti melodi mendayu-dayu memberikan Efek sedih.

Berbeda dengan Cassandra dan Alexander, mereka mendapatkan kerja sama dengan Petinggi perusahaan yang mereka target.

"Selamat bergabung Pak Alexander, semoga kerja sama kita mendapat keuntungan berlipat-lipat" Ucap Pak samuel.

Pak samuel melihat Wajah pucat Cassandra.

"Apa anda sakit Nona Cassandra, Wajah anda pucat dan Keringat anda sangat banyak" Tanya Pak samuel lagi ketika berjabat tangan dengan Cassandra.

Alex dari tadi tidak melihat wajah pucat Cassandra mungkin karna terlalu Fokus memberikan Wejangan di Rapat tadi.

Alex memandangi wajah pucat Cassandra, dipegangnya tangan Cassandra sangat dingin dan tiba-tiba Cassandra pingsan.

Untung Alex langsung sigap memegangi tubuh Cassandra kalau tidak, Cassandra bisa jatuh ke lantai.

Alex pamit dan menggendong Cassandra, Diletakkan Cassandra dibelakang kursi mobil dengan cara tertidur.

Alex kembali lagi kerumah sakit dimana Sela bekerja.

Untung sela langsung sigap menangani Cassandra.

Jarum Infus sudah berada ditangan kanan Cassandra, Sela menyuntikkan Vitamin.

"Cassandra dehidrasi Al, apa dia tidak sarapan? apalagi sekarang dia lagi datang bulan. Apa yang terjadi hm?" Tanya sella setelah memeriksa Cassandra.

"Kamu tenang aja, aku sudah memberikan vitamin ketubuh Cassandra, sekali lagi jangan teledor Al, bisa bahaya anak orang. Apalagi dia belum ngerasain Pacaran sama sekali" Ujar Sella dengan sedikit bercanda.

Alex hanya diam dan menyesali kesalahan nya. Alex pamit sebentar membelikan makanan untuknya dan Cassandra.

Sella juga kembali ke tempat kerjanya, masih banyak Pasien yang harus ditangani nya.

Kembali dari luar, belum ada perubahan dari Cassandra, Mungkin karna capek atau kelelahan Cassandra belum sadar. Alex memegang tangan Cassandra dengan Lembut dan meminta maaf dari hatinya.

Sampai sore hari tidak ada perubahan dari Cassandra. Alex merasa Khawatir dan kembali memanggil Sella.

"Tidak apa-apa Al, Cassandra hanya tidur mungkin dia sedikit lelah apalagi sekarang dia lagi datang bulan. Mungkin Efek suntikan Vitamin itu, kamu tenang aja yah." Ujar Sella.

[Cassandra dirumah sakit do, datang ke rumah sakit. Aku share lock aja ]

Aldo menerima Dua pesan WA dari Alexander. Aldo buru-buru ke Rumah sakit tidak mengabari Orangtuanya bukan karna takut Cemas melainkan takut berpikiran yang menyimpang.

Setelah memarkirkan mobilnya, Aldo langsung menuju kamar Cassandra. Terlihat Alex duduk dan menutup Wajahnya.

"Belum sadar juga Lex?" Tanya Aldo setelah sampai diruangan itu.

Episodes
1 Bosku yang super tantrum
2 Bosku yang Super Tantrum
3 Bosku yang Super Tantrum
4 Bosku yang super Tantrum
5 Bosku yang super Tantrum
6 Bosku yang super Tantrum
7 Bosku yang super Tantrum
8 Bosku yang super Tantrum
9 Bosku yang super Tantrum
10 Bosku yang super Tantrum
11 Bosku yang super Tantrum
12 Bosku yang super Tantrum
13 Bosku yang super Tantrum
14 Bosku yang super Tantrum
15 Bosku yang super Tantrum
16 Bosku yang super Tantrum
17 Bosku yang super Tantrum
18 Bosku yang super Tantrum
19 Bosku yang super Tantrum
20 Bosku yang super Tantrum
21 Bosku yang super Tantrum
22 Bosku yang super Tantrum
23 Bosku yang super Tantrum
24 Bosku yang super Tantrum
25 Bosku yang super Tantrum
26 Bosku yang super Tantrum
27 Bosku yang super Tantrum
28 Bosku yang super Tantrum
29 Bosku yang super Tantrum
30 Bosku yang super Tantrum
31 Bosku yang super Tantrum
32 Bosku yang super Tantrum
33 Bosku yang super Tantrum
34 Bosku yang super Tantrum
35 Bosku yang super Tantrum
36 Bosku yang super Tantrum
37 Bosku yang super Tantrum
38 Bosku yang super Tantrum
39 Bosku yang super Tantrum
40 Bosku yang super Tantrum
41 Bosku yang Super Tantrum
42 Bosku yang super Tantrum
43 Bosku yang super Tantrum
44 Bosku yang super Tantrum
45 Bosku yang super Tantrum
46 Bosku yang super Tantrum
47 Bosku yang super Tantrum
48 Bosku yang super Tantrum
49 Bosku yang super Tantrum
50 Bosku yang super Tantrum
51 Bosku yang super Tantrum
52 Bosku yang super Tantrum
53 Bosku yang super Tantrum
54 Bosku yang super Tantrum
55 Bosku yang super Tantrum
56 Bosku yang super Tantrum
57 Bosku yang super Tantrum
58 Bosku yang super Tantrum
59 Bosku yang super Tantrum
60 Bosku yang super Tantrum
61 Bosku yang super Tantrum
62 Bosku yang super Tantrum
Episodes

Updated 62 Episodes

1
Bosku yang super tantrum
2
Bosku yang Super Tantrum
3
Bosku yang Super Tantrum
4
Bosku yang super Tantrum
5
Bosku yang super Tantrum
6
Bosku yang super Tantrum
7
Bosku yang super Tantrum
8
Bosku yang super Tantrum
9
Bosku yang super Tantrum
10
Bosku yang super Tantrum
11
Bosku yang super Tantrum
12
Bosku yang super Tantrum
13
Bosku yang super Tantrum
14
Bosku yang super Tantrum
15
Bosku yang super Tantrum
16
Bosku yang super Tantrum
17
Bosku yang super Tantrum
18
Bosku yang super Tantrum
19
Bosku yang super Tantrum
20
Bosku yang super Tantrum
21
Bosku yang super Tantrum
22
Bosku yang super Tantrum
23
Bosku yang super Tantrum
24
Bosku yang super Tantrum
25
Bosku yang super Tantrum
26
Bosku yang super Tantrum
27
Bosku yang super Tantrum
28
Bosku yang super Tantrum
29
Bosku yang super Tantrum
30
Bosku yang super Tantrum
31
Bosku yang super Tantrum
32
Bosku yang super Tantrum
33
Bosku yang super Tantrum
34
Bosku yang super Tantrum
35
Bosku yang super Tantrum
36
Bosku yang super Tantrum
37
Bosku yang super Tantrum
38
Bosku yang super Tantrum
39
Bosku yang super Tantrum
40
Bosku yang super Tantrum
41
Bosku yang Super Tantrum
42
Bosku yang super Tantrum
43
Bosku yang super Tantrum
44
Bosku yang super Tantrum
45
Bosku yang super Tantrum
46
Bosku yang super Tantrum
47
Bosku yang super Tantrum
48
Bosku yang super Tantrum
49
Bosku yang super Tantrum
50
Bosku yang super Tantrum
51
Bosku yang super Tantrum
52
Bosku yang super Tantrum
53
Bosku yang super Tantrum
54
Bosku yang super Tantrum
55
Bosku yang super Tantrum
56
Bosku yang super Tantrum
57
Bosku yang super Tantrum
58
Bosku yang super Tantrum
59
Bosku yang super Tantrum
60
Bosku yang super Tantrum
61
Bosku yang super Tantrum
62
Bosku yang super Tantrum

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!