Bosku yang super Tantrum

Alina menyukai Alexander bukan berarti ingin menjalin hubungan yang serius. Hampir sepuluh Tahun lebih hubungan mereka. Alina selalu mengajak Alexander Ke hal-hal yang lebih namun Alexander selalu menolaknya, dengan alasan setelah menikah.

Siapapun Pasti menginginkan sesuatu yang lebih didalam sebuah hubungan, tapi hubungan yang positif akan lebih menjamin Kenyamanan. Kenyataan berbeda dengan Alina.

Selama Alexander kuliah di luar negri, Alina sudah sering bergonta-ganti pasangan bahkan sudah sering melakukan seperti hubungan suami istri.

Jadi wajar kedatangan Alexander ke Indonesia membuat Alina selalu meminta hal lebih dari ciuman jika mereka berdua di Apartemen.

"Maaf Alina, aku ngajak kamu kemari bukan untuk hal-hal seperti yang kamu pikirkan." Alexander menjauh dari Alina.

Kalau hanya sebatas cium bahkan peluk Alexander masih Terima. Alhasil Alina Cemberut. Dia membuang mukanya kearah lain.

"Kenapa kamu sering mengajakku ke hal yang negatif Alina. Seakan-akan kamu sudah sering melakukannya" Ucap Alexander membuat Alina terdiam.

Hampir sepuluh Tahun pacaran Alexander menjaga adabnya didepan Alina dan kedua orangtua Alina.

Jadi wajar Alexander bertanya demikian.

"N.. Nggak kok Lex. Aku hanya heran saja. Kita udah hampir Sepuluh tahun pacaran. Masak kamu nggak nafsu sama aku" Alina sedikit gugup. Dia tidak berani jujur. Karna pemasukannya sebagian lebih besar dari Alexander.

Walaupun seorang Model, namun keuangannya semua di handle orangtua Alina.

"Baiklah, Pacaran yang seperti ini lebih enak Alina. Nanti setelah menikah kita boleh puas melakukannya."

"Kamu ngajak aku ketemuan untuk apal lex?" Alina mengalihkan pembicaraan karna malas ocehan Alexander yang tidak masuk akal baginya.

"Minggu besok Mama dan Papa datang. Mereka nyuruh kita jemput di Bandara, Kamu nggak sibukkan Alina?"

Alina kesal setengah mati, dikira ada yang sangat penting ternyata hanya untuk menjemput orangtuanya. Alina menahan rasa kesalnya terhadap Alexander. Karna menurut nya itu sangat-sangat tidak penting.

"Sepertinya aku minggu besok ada Syuting sayang. Maaf yah, aku gak bisa temani kamu jenguk tante dan om dari bandara." Alina mencoba memberikan alasan yang tidak logis. Padahal biasanya Weekend Alina akan libur dari kerjaannya bahkan Alexander pun mengetahui itu.

"Hahah.. Okey" Jawab Alex singkat.

Tidak ingin memperpanjang alasan tidak logis dari Alina, Alex cukup menganggukkan kepala. Tak perlu lagi berbicara panjang lebar karna Alex sendiri sudah tahu jawabannya.

Alina pamit pulang, tidak ada percakapan panjang lagi dengan dua sejoli itu.

Alex duduk di meja kerja Apartemen nya. Dulu Alex lebih menyukai ketertutupan. Apalagi Inseden kecelakaan yang pernah terjadi. Dia banyak menutup diri.

Alex bekerja di Apartement nya dan kadang kalau Meeting, Alex akan melakukan Via Zoom, setengah bulan terakhir ini dirinya menampakkan dirinya ke perusahaan, setelah sang Papah memohon penuh ke Alexander.

Kehadiran Alex diperusahaan Papanya membawa keuntungan besar dan banyak para pengusaha-pengusaha besar meminta kepadanya joint, bahkan ada juga yang ingin meminjam dana

Hanya satu kekurangan Alexander, Dia sangat pemarah.

.

.

.

"Ihhhk, Dasar tantrum. Nyuruh orang sesuka hati, keselll" Cassandra terlihat mengomel dan kadang menghentak-hentakkan kakinya. Mulutnya komat kamit seperti dukun yang siap memberikan sasaran ke korbannya.

Aldo melihat kearah lift. Dilihat nya Cassandra membawa Tas dan beberapa berkas dan terlihat tampak murung, Aldo menunggu Cassandra sampai kebawah.

"Mau kemana Nona cantik, mukanya kok muramm, senyum dong."Ujar Aldo menggoda Cassandra.

" Mau ke menemui Alexander Yudisti, Dia gak kerja jadi aku disuruh ke rumahnya.Kesal banget tau Al, awas aja sampai disana ku bejek-bejek orangnya "

Aldo tergelak melihat tingkah laku sahabat kecilnya itu. Ini pertama kalinya Cassandra terlihat kesal sama orang,

"Yaudah jangan marah atuh neng Geulis" ucap Aldo masih dengan sedikit tertawa.

"Alahhhh, udah ahk. Sama aja kamu dengan Alex gak ada bedanya. Yang disana bikin Tantrum dan yang disini bikin emosi." Cassandra meninggalkan Aldo sambil mengomel.

Ntahlah, Satu harian ini Cassandra sangat sensitif, bahkan di ruangan kerjanya tadi, dia yang menjatuhkan pulpennya. tapi ngomel nya ke lantai. OB aja heran dan geleng-geleng kepala.

Cassandra memasuki mobil yang dipesankan oleh Alex, Cassandra sebenarnya sudah menolak. Namun karna keras kepala Alexander, akhirnya Cassandra mengalah.

Cassandra berhenti didepan rumah elit, besar dan juga megah. Cassandra sampai tak percaya seakan-akan itu adalah istana.

Satpam membuka pagar dan membiarkan Cassandra masuk.

Langkah pertama langsung membuat Cassandra terkesima, bagaimana tidak. semuanya tampak indah.

"Masuk Non" Ucap Pembantu Alex.

Cassandra melangkahkan kakinya kerumah itu, tampak bersih, Banyak Guci- guci mahal bahkan banyak lukisan-lukisan indah dirumah itu.Ada juga Fhoto Alex dari kecil, beranjak remaja sampai dewasa.

Cassandra berhenti di satu Figura Photo yang sangat besar, terdapat Photo Alexander memeluk mesra Alina dan kedua orangtua Alexander tersenyum.

'Kurang apalagi kamu Alina, beruntung dikelilingi orang yang menyayangimu, bahkan sebelum kamu jadi dengan Alexander, kamu sudah diratukan dirumah ini. Bagaimana kalau itu aku yah. Mungkin aku gak perlu lagi kerja. ongkang-ongkang kaki Uang tetap berjalan' Cassandra tersenyum sendiri. membayangkan itu adalah dirinya.

Apalagi hadiah terindah yang didapat Alina adalah Pangeran Alexander yang dipuja-puji semua kaum wanita.

"JANGAN TERLALU DIBAYANGKAN, KAMU NGGAK SAMPAI DIBAGIAN ITU" suara bariton Alex membuyarkan lamunan panjang Cassandra.

Cassandra membalikkan badannya menuju arah suara Alexander. Alexander yang berpakaian biasa saja sudah membuat dirinya jatuh terbelenggu.

"Minggu besok, kamu temani saya menjemput Orangtua saya ke bandara" Alex berjalan kearah Cassandra dengan santai.

"Apa? Itu bukan urusanku. Pak Alex kan punya pacar, ajak aja itu si Alina. Aku pengen tidur lama di kasur empuk ku" Ucap Cassandra sambil meletakkan berkas yang diminta Alex tadi pas dikantor.

"Gampang kok, palingan senin besok kamu dipecat"

Alis Cassandra melengkung, Dia heran hari minggu aja harus kudu ikutin maunya Alex.

"Tidak! tidak, tidak. Aku nggak mau pokoknya. Lagian itu hakku pak, Masa cuman gara-gara itu pak Alex ngancam saya." Cassandra tidak Terima.

Alex mendekati Cassandra yang membuat Cassandra mundur pelan-pelan. Dilihatnya kiri-kanan tidak ada seorang pun.

Degh... degh...

Jantung Cassandra berdetak keras, Alex yang melihat Cassandra memiliki ide untuk mengerjai nya.

"Bapak mau apa hah? Jangan macam-macam yah. Gini-gini saya jago bela diri pak." Ucap Cassandra

"Mau nemanin saya, atau malam ini kita." Alex melihat atas-bawah membuat Cassandra sudah tak tahan lagi.

"DASAR MANUSIA LUCKNUT" Tangan Cassandra memukul hidung Alex dengan kuat.

Alex terpental kebelakang. Hidungnya berdarah,

"Aku gak bakalan kasih Ciuman pertamaku kemanusia aneh seperti kamu."

"Ciuman apa?"

Cassandra membuka matanya. Dilihat nya Alexander duduk di kursi Sambil membuka lembar berkas satu persatu.Sementara dirinya berdiri dipojokan.

'Hah!Aku menghalu lagi' Batin Cassandra. Dia memukuli jidatnya berapa kali agar tersadar.

"Intinya temani saya besok pagi. Tidak ada namanya penolakan" Ujar Alexander sudah bodoh amat dengan tingkah Aneh Cassandra.

Sebenarnya Alex menahan kuat ketawanya agar harga dirinya tidak jatuh dihadapan Cassandra. soalnya sudah berapa kali Cassandra berhalusinasi berlebihan didepan Alex.

Episodes
1 Bosku yang super tantrum
2 Bosku yang Super Tantrum
3 Bosku yang Super Tantrum
4 Bosku yang super Tantrum
5 Bosku yang super Tantrum
6 Bosku yang super Tantrum
7 Bosku yang super Tantrum
8 Bosku yang super Tantrum
9 Bosku yang super Tantrum
10 Bosku yang super Tantrum
11 Bosku yang super Tantrum
12 Bosku yang super Tantrum
13 Bosku yang super Tantrum
14 Bosku yang super Tantrum
15 Bosku yang super Tantrum
16 Bosku yang super Tantrum
17 Bosku yang super Tantrum
18 Bosku yang super Tantrum
19 Bosku yang super Tantrum
20 Bosku yang super Tantrum
21 Bosku yang super Tantrum
22 Bosku yang super Tantrum
23 Bosku yang super Tantrum
24 Bosku yang super Tantrum
25 Bosku yang super Tantrum
26 Bosku yang super Tantrum
27 Bosku yang super Tantrum
28 Bosku yang super Tantrum
29 Bosku yang super Tantrum
30 Bosku yang super Tantrum
31 Bosku yang super Tantrum
32 Bosku yang super Tantrum
33 Bosku yang super Tantrum
34 Bosku yang super Tantrum
35 Bosku yang super Tantrum
36 Bosku yang super Tantrum
37 Bosku yang super Tantrum
38 Bosku yang super Tantrum
39 Bosku yang super Tantrum
40 Bosku yang super Tantrum
41 Bosku yang Super Tantrum
42 Bosku yang super Tantrum
43 Bosku yang super Tantrum
44 Bosku yang super Tantrum
45 Bosku yang super Tantrum
46 Bosku yang super Tantrum
47 Bosku yang super Tantrum
48 Bosku yang super Tantrum
49 Bosku yang super Tantrum
50 Bosku yang super Tantrum
51 Bosku yang super Tantrum
52 Bosku yang super Tantrum
53 Bosku yang super Tantrum
54 Bosku yang super Tantrum
55 Bosku yang super Tantrum
56 Bosku yang super Tantrum
57 Bosku yang super Tantrum
58 Bosku yang super Tantrum
59 Bosku yang super Tantrum
60 Bosku yang super Tantrum
61 Bosku yang super Tantrum
62 Bosku yang super Tantrum
Episodes

Updated 62 Episodes

1
Bosku yang super tantrum
2
Bosku yang Super Tantrum
3
Bosku yang Super Tantrum
4
Bosku yang super Tantrum
5
Bosku yang super Tantrum
6
Bosku yang super Tantrum
7
Bosku yang super Tantrum
8
Bosku yang super Tantrum
9
Bosku yang super Tantrum
10
Bosku yang super Tantrum
11
Bosku yang super Tantrum
12
Bosku yang super Tantrum
13
Bosku yang super Tantrum
14
Bosku yang super Tantrum
15
Bosku yang super Tantrum
16
Bosku yang super Tantrum
17
Bosku yang super Tantrum
18
Bosku yang super Tantrum
19
Bosku yang super Tantrum
20
Bosku yang super Tantrum
21
Bosku yang super Tantrum
22
Bosku yang super Tantrum
23
Bosku yang super Tantrum
24
Bosku yang super Tantrum
25
Bosku yang super Tantrum
26
Bosku yang super Tantrum
27
Bosku yang super Tantrum
28
Bosku yang super Tantrum
29
Bosku yang super Tantrum
30
Bosku yang super Tantrum
31
Bosku yang super Tantrum
32
Bosku yang super Tantrum
33
Bosku yang super Tantrum
34
Bosku yang super Tantrum
35
Bosku yang super Tantrum
36
Bosku yang super Tantrum
37
Bosku yang super Tantrum
38
Bosku yang super Tantrum
39
Bosku yang super Tantrum
40
Bosku yang super Tantrum
41
Bosku yang Super Tantrum
42
Bosku yang super Tantrum
43
Bosku yang super Tantrum
44
Bosku yang super Tantrum
45
Bosku yang super Tantrum
46
Bosku yang super Tantrum
47
Bosku yang super Tantrum
48
Bosku yang super Tantrum
49
Bosku yang super Tantrum
50
Bosku yang super Tantrum
51
Bosku yang super Tantrum
52
Bosku yang super Tantrum
53
Bosku yang super Tantrum
54
Bosku yang super Tantrum
55
Bosku yang super Tantrum
56
Bosku yang super Tantrum
57
Bosku yang super Tantrum
58
Bosku yang super Tantrum
59
Bosku yang super Tantrum
60
Bosku yang super Tantrum
61
Bosku yang super Tantrum
62
Bosku yang super Tantrum

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!