Bosku yang super Tantrum

Kenapa akhir-akhir ini aku banyak berhalusinasi tentang dia? Owhh Tuhan apa yang terjadi denganku? Sebenarnya aku hanya mengagumi ketampanannya bukan menyukainya. Lantas kenapa aku seperti ini?

Pulang dari Rumah Alex lebih tepatnya rumah orangtuanya. Badanku semuanya terasa lelah, Capek.

Bagaimana tidak Capek, semua badanku seperti remuk mau patah.

Aku bergegas tidur, lapar yang aku rasain seperti menghilang begitu saja.

Besok pagi aku harus siap-siap untuk menjemput Orangtua Alex. Uuhh! Dasar manusia tidak punya hati.

.

.

.

Tinnnnnnnnn...

Klakson panjang dari luar rumah mengagetkan ku

'Siapa pagi-pagi buta sudah ribut seperti ini' Batinku.

Handphoneku bergetar.

panggilan dari Bosku Tantrum ada emoticon iblis.

'Saya diluar' Suara bariton terdengar dari balik telepon.

Aku buru-buru keluar, tidak mempedulikan lagi penampilan ku.

"Ahhhh, dasar manusia tantrum" Lirih ku.

Bergegas membuka pintu dan memandangi nya dengan raut muka wajah marah.

"Heii! Lihat jam masih jam berapa, gak takut dimassa sama warga" teriakku kesal.

"Nggak peduli'' ucapnya datar.

" Masuk dulu pak, gak enak diliat tetangga " Ucapku.

Aku membuka lebar pintu rumahku, tidak enak kalau ada tetangga yang lewat nanti takut pada suudzon, apalagi aku tinggal sendiri dirumah ini.

Aku mempersilahkan pak alex duduk disofa yang gak seberapa dengan sofa rumahnya. Ku sediakan minum seadanya.

"Dapat darimana alamat rumahku pak?" Ucapku

"Siapa lagi kalau bukan dari Aldo. Sana cepat mandi keburu orangtua saya yang nungguin kita"

"sabar atuh pak, ngapain nyuruh saya kesana kalau nggak mau nungguin, lagian punya cewek juga kok nyuruh-nyuruh saya. Bikin kesal aja."

Aku bergegas ke kamar mandi untuk mandi. keluar dari kamar mandi sudah lengkap berpakaian, Pakai lipgloss dan parfum sudah beres.

Aku turun kebawah, kuliat Alex sedikit pucat dan keringatan, aku khawatir dia sakit.

"Pak alex sakit" Ucapku hampir menyentuh dahinya. Untung saja langsung ku tahan takut jadi Berabe.

Kulihat Alex langsung beranjak menuju mobilnya tampa mengucapkan sepata katapun, lagian sudah biasa.

Aku mengikuti langkahnya menuju mobil.

"Ngapain duduk di belakang, emang saya supir kamu?" Ucapnya membuatku sedikit kesal.

Aku bergegas keluar dan duduk didepan. Kulihat wajah pucat nya tadi sudah berangsur membaik.

"Jangan ngomong kalau tidak penting! urusan saya cukup menjadi saya" Ucap Alex sambil menghidupkan mesin mobilnya.

"Aneh" Lirih ku pelan.

Aku menyenderkan diriku di mobil, kubuka sedikit kaca mobil biar udara segar bisa masuk walaupun sedikit.

"Bangun.. " Ucap Alexander sambil menggoyang bahuku.

Ntah udah berapa lama aku ketiduran di mobil..

.

.

.

Dari arah kejauhan terlihat Dua orang melambaikan tangan kearah kami. Sungguh Cantik sekali wanita itu memiliki Wajah campuran dan senyum yang manis.

"Sayang apakabar? Mama selama disana selalu merindukan mu." Bukannya memeluk Alex, wanita itu langsung memelukku.

"Maaf Tante, saya bukan Alina" Ucapku. Mungkin ibunya alex menyangka aku adalah Alina.

Mama Alex melepaskan pelukannya dengan lembut dan memandangi ku.

"Aduh.Maaf yah. Tadi saya pikir calon menantu saya, jadi kamu siapa?" Tanyanya heran bergantian memandangi ku dan Alex.

"Dia Asisten pribadi sekalian sekretaris kantorku mah, Alina gak bisa datang. Ada urusan mendadak, Jadi Cassandra aku ajak untuk menjemput mama" Ucap Alex menjelaskan.

"Alina atau Cassandra. Maaf tetap senang udah dijemput kebandara. Ayok sayang, tante lapar. Tadi dipesawat gak selera makan" Mama Alex menggandeng tanganku.

Aku sedikit gugup dan melihat Alex, aku mengikuti langkah Mamanya Alex.

Aku juga bakalan nyaman kalau di jadikan menantu seperti ini, memiliki ibu mertua yang sangat lembut dan baik.

Selama di mobil, Mamanya Alex banyak bercerita, aku hanya menjadi pendengar yang baik. sesekali aku menjawab pertanyaannya,Mama Alex Namanya Tante Mayang, sementara Papanya Om Reza.

Berbeda sekali dengan Alex, Ntahlah sifat Alex menurun dari siapa.

"Udah berapa lama kerja diperusahaan Cas?" Ucap Tante mayang tiba-tiba.

"Mau satu bulan tante" Jawabku.

"Kalau bisa tetap bertahan di sana yah, udah banyak Sekretaris yang dikeluarkan Alex dari sana tampa sebab.Tante juga pusing"

Aku hanya mengangguk sebagai jawaban. Aku tidak bisa menjawab.

Alex membelokkan mobilnya di rumah makan terkenal enak di Jakarta. Tante Mayang mengajakkku turun untuk makan. Aku mengikutinya.

Banyak makanan dipesan Alex untuk sekalian menyambut kedatangan Orangtuanya mungkin. Aku menikmati makanan itu, bahkan Tante Mayang sering menyuruhku nambah. Walaupun pengen tapi aku tetap harus Jaga etika

Setelah makan dan mengobrol sebentar, Alex membayar semua Makanan itu. Alek mengajak untuk pulang.

Aku menyenggol tangan Alex, dang memberi kode lewat mata untuk melihat kedepan, untung Alex mengerti.

Didepan Mata Alex terlihat Alina sedang menggandeng mesra Pria lain bahkan tidak segan-segan mencium bibir pria itu didepan umum.

"ALINAA" Teriak Alexander. Suaranya menggelegar di Rumah makan itu, Mukanya sudah memerah.

Alina kaget dan tiba-tiba melepaskan gandengan Pria disamping nya. Kulihat mukanya panik pucat. Aku tersenyum sinis, tidak apa-apalah pemeran utama sesekali menjadi Antagonis iakan.

"Kamu bilang kamu sibuk! Owh, rupanya sibuk dengan lelaki ini"

Prok.. prok.. prok

Alex bertepuk tangan dengan wajah sedatar mungkin.

"Mantap Alina, bertahankan."

Kulihat ada raut kecewa di muka tante Mayang dan juga Om Reza. Aku hanya diam dan mengikuti langkah mereka bertiga.

"Mama gak nyangka Alina seperti itu lex, hubungan yang kamu bina hampir 10 tahun sia-sia, untung dia nunjukin sifat aslinya sebelum membina rumah tangga denganmu. Mama sangat kecewa, Akhiri hubungan kalian, mama tidak mau memper menantukan dia"

Aku hampir kaget, ternyata hubungannya sudah sangat lama, Apa karna pak Alex tidak memberi kepastian makanya Alina selingkuh atau mungkin Alina yang mulai bosan di hubungan itu.

Setelah sampai dirumah Tante Mayang, aku langsung izin untuk langsung pulang. Tidak enak juga berlama-lama. Apalagi keadaan lagi panas.

Alex mengantarku pulang, selama diperjalanan aku dan Alex diam.

"Pak Alex maaf, saya bukan bermaksud mengurusi hubungan Pak Alex" Ucapku membuka pembicaraan.

"Tidak apa-apa Cassandra."

Aku hanya mengangguk, berbicara dengannya percuma.

Setelah Satu jam perjalanan, akhirnya sampai juga. Aku keluar dari mobilnya. Alex menekan tombol Klaksonnya pertanda pamit.

[Cassandra, kamu dimana? Mama pengen ketemu katanya kangen. Aku jemput yah] Pesan WA Aldo.

[Aku baru pulang do, Capek tadi dari bandara jemput Orangtua Alex]

[Yaudah, kalau begitu nanti aku kasih tau sama Mama dan Papa. Istirahat aja dulu, besok kita kerja]

[Ok, Makasih] Balas ku mengakhiri Chatan dengan Aldo.

Episodes
1 Bosku yang super tantrum
2 Bosku yang Super Tantrum
3 Bosku yang Super Tantrum
4 Bosku yang super Tantrum
5 Bosku yang super Tantrum
6 Bosku yang super Tantrum
7 Bosku yang super Tantrum
8 Bosku yang super Tantrum
9 Bosku yang super Tantrum
10 Bosku yang super Tantrum
11 Bosku yang super Tantrum
12 Bosku yang super Tantrum
13 Bosku yang super Tantrum
14 Bosku yang super Tantrum
15 Bosku yang super Tantrum
16 Bosku yang super Tantrum
17 Bosku yang super Tantrum
18 Bosku yang super Tantrum
19 Bosku yang super Tantrum
20 Bosku yang super Tantrum
21 Bosku yang super Tantrum
22 Bosku yang super Tantrum
23 Bosku yang super Tantrum
24 Bosku yang super Tantrum
25 Bosku yang super Tantrum
26 Bosku yang super Tantrum
27 Bosku yang super Tantrum
28 Bosku yang super Tantrum
29 Bosku yang super Tantrum
30 Bosku yang super Tantrum
31 Bosku yang super Tantrum
32 Bosku yang super Tantrum
33 Bosku yang super Tantrum
34 Bosku yang super Tantrum
35 Bosku yang super Tantrum
36 Bosku yang super Tantrum
37 Bosku yang super Tantrum
38 Bosku yang super Tantrum
39 Bosku yang super Tantrum
40 Bosku yang super Tantrum
41 Bosku yang Super Tantrum
42 Bosku yang super Tantrum
43 Bosku yang super Tantrum
44 Bosku yang super Tantrum
45 Bosku yang super Tantrum
46 Bosku yang super Tantrum
47 Bosku yang super Tantrum
48 Bosku yang super Tantrum
49 Bosku yang super Tantrum
50 Bosku yang super Tantrum
51 Bosku yang super Tantrum
52 Bosku yang super Tantrum
53 Bosku yang super Tantrum
54 Bosku yang super Tantrum
55 Bosku yang super Tantrum
56 Bosku yang super Tantrum
57 Bosku yang super Tantrum
58 Bosku yang super Tantrum
59 Bosku yang super Tantrum
60 Bosku yang super Tantrum
61 Bosku yang super Tantrum
62 Bosku yang super Tantrum
Episodes

Updated 62 Episodes

1
Bosku yang super tantrum
2
Bosku yang Super Tantrum
3
Bosku yang Super Tantrum
4
Bosku yang super Tantrum
5
Bosku yang super Tantrum
6
Bosku yang super Tantrum
7
Bosku yang super Tantrum
8
Bosku yang super Tantrum
9
Bosku yang super Tantrum
10
Bosku yang super Tantrum
11
Bosku yang super Tantrum
12
Bosku yang super Tantrum
13
Bosku yang super Tantrum
14
Bosku yang super Tantrum
15
Bosku yang super Tantrum
16
Bosku yang super Tantrum
17
Bosku yang super Tantrum
18
Bosku yang super Tantrum
19
Bosku yang super Tantrum
20
Bosku yang super Tantrum
21
Bosku yang super Tantrum
22
Bosku yang super Tantrum
23
Bosku yang super Tantrum
24
Bosku yang super Tantrum
25
Bosku yang super Tantrum
26
Bosku yang super Tantrum
27
Bosku yang super Tantrum
28
Bosku yang super Tantrum
29
Bosku yang super Tantrum
30
Bosku yang super Tantrum
31
Bosku yang super Tantrum
32
Bosku yang super Tantrum
33
Bosku yang super Tantrum
34
Bosku yang super Tantrum
35
Bosku yang super Tantrum
36
Bosku yang super Tantrum
37
Bosku yang super Tantrum
38
Bosku yang super Tantrum
39
Bosku yang super Tantrum
40
Bosku yang super Tantrum
41
Bosku yang Super Tantrum
42
Bosku yang super Tantrum
43
Bosku yang super Tantrum
44
Bosku yang super Tantrum
45
Bosku yang super Tantrum
46
Bosku yang super Tantrum
47
Bosku yang super Tantrum
48
Bosku yang super Tantrum
49
Bosku yang super Tantrum
50
Bosku yang super Tantrum
51
Bosku yang super Tantrum
52
Bosku yang super Tantrum
53
Bosku yang super Tantrum
54
Bosku yang super Tantrum
55
Bosku yang super Tantrum
56
Bosku yang super Tantrum
57
Bosku yang super Tantrum
58
Bosku yang super Tantrum
59
Bosku yang super Tantrum
60
Bosku yang super Tantrum
61
Bosku yang super Tantrum
62
Bosku yang super Tantrum

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!