Bosku yang super Tantrum

"Permisi Pak Alex, Ini ada berkas penitipan dari karyawan"

"Karyawan bagian apa?" Ucap Alex dengan datar

"Tidak tau Pak, tadi pas masuk kesini saya langsung dipanggil. Gak taunya langsung dikasih berkas"

Pak Alex berdiri sambil memasukkan tangannya kedalam saku.Sangat 'Cool' dari penglihatan Cassandra.

"KAMU MINTA TAMPA TAU SIAPA YANG NGASIH? CASSANDRA!!! Kamu bodoh atau seperti apa hah! Sana kembalikan lagi ke orangnya dan Panggil kesini CEPAT!!! " Muka Alex hampir memerah mengeluarkan emosinya.

suara Pak Alex bergelegar diruangan Lima sampai di telinga karyawan.

Karyawan yang menitipkan berkas ke Cassandra tadi sudah Gemetaran dan Hampir menangis, mengutuki dirinya karna tidak menjelaskan isi berkas tadi.

Kalau tadi pagi Alex berteriak tidak masalah buat Cassandra. karna keadaan kantor masih sepi. Tapi kalau sekarang sepertinya Cassandra harus memberi peringatan ke Si Bosnya.

Cassandra yang sempat takut kembali menguasai dirinya 'Kalau tidak dilawan ini orang makin lama bisa semakin merajalela.' Batinnya.

Cassandra melipat baju di kedua lengan tangannya dan berkacak pinggang memandang kearah Alexander si pemilik perusahaan.

Tinggi Cassandra yang hanya 160 berhadapan dengan Alexander 180 sangat berbeda bukan. Apalagi Cassandraa yang sok-sokan menunjukkan wajah Garangnya.

"Apa hah! Jangan mentang-mentang orang kaya dan punya kuasa di perusahaan ini kamu Jadi merasa HEBAT. Sok-sokan suaranya dibesarin. Kalau saya panggil karyawan tadi kamu mau apa hah? mau pecat! Hahahha.. Sepuluh orang lagi Bos seperti kamu. keknya perusahaan kamu cepat bangkrut, Udah Pemarah, cerewet, TANTRUM lagi saya juga bisa langsung keluar dari tempat seperti Neraka ini. "

Emosi Alex semakin meninggi. Apalagi dia paling benci dilawan, Baru kali ini ada Sekretaris berani menjelekkan secara terang-terangan.

"Kamu menantang saya hah?" Alex semakin mendekatkan mukanya ke muka Cassandra.

Sudah banyak orang dilantai Lima mendengar perdebatan Sang Bos dengan Asisten tapi tidak ada yang berani melerai. Akhirnya satu diantara mereka lari ke lantai Dua untuk memanggil Aldo.

"Aldoo, Gawat!! Kamu harus lihat Cassandra sama Bos kita berdebat di ruangan mereka. sana cepat lerai mereka"

Aldo yang Fokus mengetik dimeja kerjanya menghentikan aktivitas.

"Berdebat Bagaimana sel" Aldo masih bingung.

"Ahhh, nanti aku jelasin. Sekarang ayok kesana" karyawan yang bernama Sela itu menarik lengan Aldo.

Ramai diluar ruangan CEO, Tidak ada yang berani mendekat bahkan tidak ada yang berani membuka pintu. akhirnya mereka seperti sebagian penonton.

Aldo buru-buru masuk. Keadaan sudah memanas. Aldo melerai perdebatan mereka.

Cassandra yang tadinya masih memandang kearah Bos dengan ganas . kemudian tersadar karna panggilan Aldo,

"Cassandra, kamu ngapain?" Tanya Aldo menarik lengan Cassandra supaya sedikit mundur sambil meminta maaf ke Bos nya.

"Do, aku kira semua ini masih dalam bayangan ku" Cassandra memandangi kesegala arah. Karna selama ini Cassandra cuman berani melawan Alex hanya dalam bayangannya. ibarat kata berhalusinasi dan Merasa hebat melawan Alexander Bosnya.

sudah banyak pasang mata menonton mereka. Apalagi Pak Deri sedang menepuk jidatnya. Kini Cassandra kembali lagi melihat Bosnya yang sudah menunjukkan Muka emosi dan marah.

"Owhhh.. berarti selama dua hari kerja disini kamu sudah memaki-maki saya yah didalam hati kamu" Ucap Alex ingin mencoba menginterogasi Cassandra.

"Bukan begitu Pa... "

Alex mengangkat kedua tangannya ke atas pertanda supaya Cassandra diam.

"Pak Deri atasi dia, Kalau tidak bisa dibilangin langsung pecat saja!" Alex berjalan keluar menuju pintu utama CEO itu. Moodnya bekerja sudah hilang begitu saja,

"Semuanya kembali ke ruangan masing-masing"

Para karyawan kembali melanjutkan Aktivitas mereka. Ria yang melihat kekacauan itu melipat tangannya diatas dada serta menyunggingkan senyumnya.

"Do.. " Cassandra yang ingin memberikan penjelasan langsung dipanggil Pak Deri selaku HRD.

"Aldo, Cassandra keruangan saya"

Aldo menggangguk dan menarik tangan Cassandra. selama di Lift Aldo dan Cassandra tidak bicara. nyaman dengan pemikiran masing-masing

Cassandra mengurutuki dirinya. Bisa-bisanya dirinya berhalusinasi dalam keadaan tegang seperti itu. Harusnya biar masalah clear Dia langsung memanggil karyawan yang menitipkan berkas kedirinya. Apalagi dia baru tersadar dan Dia baru ingat bahwa Dia meminta bisa saja langsung keluar dari Perusahaan ini.

'Aduh Tuhan, Bagaimana kalau aku benaran di pecat dan aku kembali pengangguran' Batin Casandra sambil menarik rambutnya dengan tangan kanannya.

"Ahhk, bodohnya aku' Batinnya lagi sambil mengigit kukunya pertanda kalau dia lagi cemas.

Sedangkan Aldo didalam pikirannya berusaha bagaimana mempertahankan Cassandra diperusahaan itu. Bukan untuk mengorbankan sahabatnya, Karna hanya Cassandra yang sepertinya mampu menangani Si Bos mereka.

[Jangan biarkan Cassandra keluar dari perusahaan ini Do, saya sudah bayar kamu mahal] Isi pesan Pak Deri.

[Baik Pak]

Dilihatnya Cassandra seperti sedang menahan emosi.

'Bagaimana kalau Cassandra benaran keluar dan tidak betah dengan Pak Alex, Uangnya yang dikasih Pak Deri belum aku pake. Masa langsung aku kembalikan, owhh tidak akan' Aldo menggelengkan kepalanya tanda tidak setuju dengan isi pikirannya.

Lift terbuka, Aldo dan Cassandra menuju Ruang HRD. Mereka berdua memasuki ruangan Pak Deri. Cassandra sudah pasrah kalau memang harus dipecat sedangkan Pak Deri dan Aldo saling melempar kode melalui mata mereka.

" Hemmm, silakan duduk" Ucap Pak Deri.

Cassandra dan Aldo akhirnya duduk.

"Bagaimana bisa kamu dan Bos kita berdebat Cassandra? Kamu masih orang pertama yang berani melawan Pak Alex. Biasanya kalau ada masalah satu aja Pak Alex tidak segan-segan langsung memecatnya. Dan kamu perlu tahu Cass, sudah lebih dari Sepuluh orang yang dipecat Pak alex tampa babibu."

'Hahh! Sepuluh orang, berarti aku yang kesebelas kalau dipecat juga' Batin Cassandra.

"Maaf Pak Deri, tadi aku pikir semua dalam Halusinasi aku" Cassandra menggarut kepalanya yang tidak Gatal

"Hahh!" Ucap Pak Deri dan Aldo bersamaan.

"Jadi kamu suka berhalusinasi untuk melawan Pak Alex? Pantasan tadi dia langsung keluar" Ucap Deri.

sementara Aldo langsung ketawa membayangkan kejadian itu.

"Aldo" peringatan Pak deri. membuat Aldo langsung diam.

"Begini saja Cass, Saya masih berharap kamu kerja disini. Minta maaflah ke Pak Alex. Mungkin Pak Alex akan memaafkan kamu yah"

Lama jawaban dari Cassandra membuat Aldo dan Pak Deri sedikit terjaga. Dan Akhirnya Cassandra menganggukkan kepala.

Karna Pak Deri juga sudah pernah jadi Sekretaris sementara Pak Alex . Pak Deri tidak tahan dengan Emosi tinggi Pak Alex. Makanya Pak Deri berani bayar tinggi ke Aldo untuk mencari Sekretaris dan Akhirnya Aldo menyetujui. Apalagi mengingat sang sahabat pengangguran.

Dan mungkin Pak Deri Trauma dan tidak mau Rambut dikepalanya makin menipis.

sudah botak di tengah-tengah masak mau ditambah lagi.

Sedikit Cerita, Karna Pak Deri pernah memakai rambut palsu cuman lupa memakaikan lem. Alhasil Rambut Palsunya terlepas ditiup Angin. Karyawan yang melihat kejadian itu tertawa. Dari situ Pak Deri melepaskan Rambut Palsunya. Dan menunjukkan sisi asli kepalanya.

Aldo dan Pak deri High Five atau tos tangan membuat Cassandra mulai curiga.

Episodes
1 Bosku yang super tantrum
2 Bosku yang Super Tantrum
3 Bosku yang Super Tantrum
4 Bosku yang super Tantrum
5 Bosku yang super Tantrum
6 Bosku yang super Tantrum
7 Bosku yang super Tantrum
8 Bosku yang super Tantrum
9 Bosku yang super Tantrum
10 Bosku yang super Tantrum
11 Bosku yang super Tantrum
12 Bosku yang super Tantrum
13 Bosku yang super Tantrum
14 Bosku yang super Tantrum
15 Bosku yang super Tantrum
16 Bosku yang super Tantrum
17 Bosku yang super Tantrum
18 Bosku yang super Tantrum
19 Bosku yang super Tantrum
20 Bosku yang super Tantrum
21 Bosku yang super Tantrum
22 Bosku yang super Tantrum
23 Bosku yang super Tantrum
24 Bosku yang super Tantrum
25 Bosku yang super Tantrum
26 Bosku yang super Tantrum
27 Bosku yang super Tantrum
28 Bosku yang super Tantrum
29 Bosku yang super Tantrum
30 Bosku yang super Tantrum
31 Bosku yang super Tantrum
32 Bosku yang super Tantrum
33 Bosku yang super Tantrum
34 Bosku yang super Tantrum
35 Bosku yang super Tantrum
36 Bosku yang super Tantrum
37 Bosku yang super Tantrum
38 Bosku yang super Tantrum
39 Bosku yang super Tantrum
40 Bosku yang super Tantrum
41 Bosku yang Super Tantrum
42 Bosku yang super Tantrum
43 Bosku yang super Tantrum
44 Bosku yang super Tantrum
45 Bosku yang super Tantrum
46 Bosku yang super Tantrum
47 Bosku yang super Tantrum
48 Bosku yang super Tantrum
49 Bosku yang super Tantrum
50 Bosku yang super Tantrum
51 Bosku yang super Tantrum
52 Bosku yang super Tantrum
53 Bosku yang super Tantrum
54 Bosku yang super Tantrum
55 Bosku yang super Tantrum
56 Bosku yang super Tantrum
57 Bosku yang super Tantrum
58 Bosku yang super Tantrum
59 Bosku yang super Tantrum
60 Bosku yang super Tantrum
61 Bosku yang super Tantrum
62 Bosku yang super Tantrum
Episodes

Updated 62 Episodes

1
Bosku yang super tantrum
2
Bosku yang Super Tantrum
3
Bosku yang Super Tantrum
4
Bosku yang super Tantrum
5
Bosku yang super Tantrum
6
Bosku yang super Tantrum
7
Bosku yang super Tantrum
8
Bosku yang super Tantrum
9
Bosku yang super Tantrum
10
Bosku yang super Tantrum
11
Bosku yang super Tantrum
12
Bosku yang super Tantrum
13
Bosku yang super Tantrum
14
Bosku yang super Tantrum
15
Bosku yang super Tantrum
16
Bosku yang super Tantrum
17
Bosku yang super Tantrum
18
Bosku yang super Tantrum
19
Bosku yang super Tantrum
20
Bosku yang super Tantrum
21
Bosku yang super Tantrum
22
Bosku yang super Tantrum
23
Bosku yang super Tantrum
24
Bosku yang super Tantrum
25
Bosku yang super Tantrum
26
Bosku yang super Tantrum
27
Bosku yang super Tantrum
28
Bosku yang super Tantrum
29
Bosku yang super Tantrum
30
Bosku yang super Tantrum
31
Bosku yang super Tantrum
32
Bosku yang super Tantrum
33
Bosku yang super Tantrum
34
Bosku yang super Tantrum
35
Bosku yang super Tantrum
36
Bosku yang super Tantrum
37
Bosku yang super Tantrum
38
Bosku yang super Tantrum
39
Bosku yang super Tantrum
40
Bosku yang super Tantrum
41
Bosku yang Super Tantrum
42
Bosku yang super Tantrum
43
Bosku yang super Tantrum
44
Bosku yang super Tantrum
45
Bosku yang super Tantrum
46
Bosku yang super Tantrum
47
Bosku yang super Tantrum
48
Bosku yang super Tantrum
49
Bosku yang super Tantrum
50
Bosku yang super Tantrum
51
Bosku yang super Tantrum
52
Bosku yang super Tantrum
53
Bosku yang super Tantrum
54
Bosku yang super Tantrum
55
Bosku yang super Tantrum
56
Bosku yang super Tantrum
57
Bosku yang super Tantrum
58
Bosku yang super Tantrum
59
Bosku yang super Tantrum
60
Bosku yang super Tantrum
61
Bosku yang super Tantrum
62
Bosku yang super Tantrum

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!