Bosku yang super Tantrum

[Aldo, Cassandra tidur dikamar ku]

"HAH!" teriak mereka bersamaan.

Seketika itu juga lampu kembali menyala, Mereka bertiga berpandangan. Tawa keluar dari mulut Tante Rini, membuat Pak Hendra tidak menyetujui maksud ketawa istrinya.

"Jangan bilang Mama mengikhlaskan Cassandra tidur dikamar Alex" Ucap Pak Hendra.

"Emangnya kenapa Pah? toh juga Alex itu anak yang baik, kalau Mama sih setuju-setuju aja" Ujar Mama Rini sambil tersenyum.

Aldo tidak berbicara sedikitpun. Dipikirannya ini semua terlalu cepat, Aldo menghubungi kembali Nomor Alex namun di cegah sang Mama dengan Alasan sudah jam Satu pagi.

Berbeda dengan Alex memandangi wajah Cassandra dari sofa kamarnya, Dia mengambil photo Cassandra secara diam-diam dan menyimpannya di galeri Handphone nya.

Padahal Selama menjalin hubungan dengan Alina, jangankan tidur bareng, Alina minta tidur dikamar Alex aja langsung ditolak mentah sama Alex, bahkan Alex langsung mengantar Alina pulang kerumah.

Lama memandangi Wajah Cassandra akhirnya Alex tertidur juga di sofa kamarnya.

Alex diam-diam membangun kamar Pribadinya di perusahaan itu.

Tuttt...

Suara kentut Cassandra membangunkan Alexander dari tidurnya.

Hoammm..

berselang Lima menit Cassandra terbangun dari tidurnya, dan duduk seperti biasa dengan rambut singanya, kesadarannya belum penuh.

Dia mengeluarkannya semua Gas beracun dari tubuhnya dan kemudian tersenyum sambil menggaruk kepalanya.

Dilihatnya kiri-kanan berbeda dengan kamarnya,

Suara air berjatuhan terdengar dikamar mandi. Cassandra tersadar dilihatnya dirinya dari balik selimut masih lengkap dengan pakaiannya tadi malam.

''Aku dimana?''Cassandra memukul kepalanya. Baru pun dia tersadar berada dikantor.

Kamar itu dirancang Alex kedap suara. Jadi tidak akan terdengar suara dari luar maupun dari dalam, Cassandra beranjak dari ranjang menuju Jendelanya. Dibukanya Tirai.

"Ya ampun sudah siang ternyata" Ucapnya.

Dia mencari Handphone nya, dan baru ingat tertinggal dirumah karena terlalu buru-buru tadi malam.

Alex keluar dari Kamar mandi sudah lengkap dengan pakaian kantornya.

Cassandra menunduk malu, Semu merah diwajahnya kelihatan jelas dimata Alexander.

"Maaf Pak Alex, bagaimana aku keluar? Hari sudah siang" Ucap Cassandra dengan malu-maluin. Yah baru kali ini Cassandra merasa malu dan salah tingkah.

"Mandi disini aja, Ambil pakaian di Paper shopping bag itu sudah lengkap semuanya disana" Kata Alexander dengan mimik datar seperti biasanya.

Cassandra hanya mengangguk dan mematuhi Alex. Dia juga malu keluar dengan keadaan seperti ini.

Cassandra mengambil Paper bag dan menuju Kamar mandi.

'Apa Alex mengetahui Nomor dan Size pakaian dalamku? Aduhh! Jangan-jangan tadi malam dia?' Cassandra menjambak dirinya. Merasa dirinya sudah tak berharga.

Cassandra Mandi sambil menangis tak Terima dengan keadaannya tampa mengetahui apa yang tadi malam sebenarnya terjadi.

Diluar pagar Alina terus memaksa untuk masuk, Dua satpam sudah melarang nya dengan tegas. Tidak Terima dengan larangan itu. Alina mendorong kuat Satpam yang setengah tua itu. Hampir saja jatuh langsung ditangkap Aldo.

"Alina, Kamu kok kasar banget sama orangtua. Lihat yang kamu dorong itu orang yang lebih tua darimu. Walaupun si Bapak ini hanya seorang satpam gak seharusnya kamu gitu!" Aldo meminta maaf ke si satpam tersebut.

"Kalau sudah tua, ngapain masih kerja. Lagian siapa suruh larang saya masuk ke Perusahaan ini, Biar bapak tau yah. Hari ini saya juga bisa pecat Anda" Teriak Alina seperti orang gila yang kehilangan Akal.

Aldo geleng-geleng kepala, melihat tingkah Alina yang sombong dan tidak memiliki etika terhadap orangtua.

"Biar aja masuk Pak, orang seperti dia gak bisa diberi omongan. Bebal dan sangat bebal" Ujar Aldo.

"Nanti Pak Alexander memecat kami Pak Aldo" Ucap satu satpam yang kemarin berjaga pas Alina maksa masuk.

"Nanti biar saya yang bicara"

Dua satpam itu akhirnya membiarkan Alina masuk. Alina melipat Tangannya diatas dadanya dan tersenyum sinis.

Alina dan Aldo berjalan beriringan.

"Ngapain kamu ngikutin aku" Tanya Alina

Saat memasuki Lift, ternyata liftnya rusak. Alhasil harus melalui tangga darurat dibelakang lift.

Aldo cuek dan Fokus menaiki Tangga. Alina sedikit kesal dan menghentakkan kakinya menaiki tangga.

Dikamar Cassandra dan Alexander berdebat.

"Saya tidak ngapa-ngapain kamu Cassandra" Ujar Alexander.

Awalnya Alex cuek namun lama kelamaan tangis Cassandra pecah saat keluar dari kamar mandi.

"Kenapa Bapak tau Nomor dan Size pakaian dalam saya huwaaaa..!" Suara Cassandra semakin pecah.

"Apa emang yang kamu rasain hm?" Ucap Cassandra heran.

"Perut saya sakit dan ada keluar darah. Bapak harus tanggung jawab"

"Apa yang saya pertanggungjawabkan haa! Saya tidak apa-apain kamu, Waktu saya memesan Pakaian lengkap disitu saya hanya menebak saja" Alexander menjelaskan secara detail.

Cassandra belum Terima masih saja menangis sampai tersedu-sedu.

"Baiklah kalau kamu gak percaya, kita bisa check, kalau kamu saya apa-apain saya berani bertanggungjawab dan segera menikahi kamu" Akhirnya Alexander mengalah. percuma berbicara panjang lebar Cassandra bakalan tak peduli.

Cassandra menganggukkan kepalanya, Diusianya 25 Tahun belum pernah pacaran jadi wajar kalau dia Polos dan suudzon dengan apa yang terjadi tadi malam.

Apalagi Cassandra tertidur dipelukan Alexander dan tidak ingat lagi apa yang terjadi. Cassandra masih menangis tampa mengeluarkan suara.

Alex dan Cassandra keluar dari kamar itu bersama-sama.

Diwaktu yang bersamaan Aldo dan Alina juga masuk.

Shock, Aldo sangat Shock dengan yang dia lihat, Cassandra menangis dengan pandangan kosong, sementara Alex rambutnya setengah kering.

"Cassandra!" Aldo berjalan kearah Cassandra dan menariknya dibelakang.

"APA YANG KAMU LAKUKAN DENGAN CASSANDRA" Aldo menarik kerah baju sahabatnya itu.

Aldo sangat emosi, pikirannya sudah berkelana kemana-mana.

"Aldo, kamu salah paham" Ujar Alexander menjelaskan.

"Aku juga gak tau kenapa Cassandra menangis tiba-tiba"

Aldo melepaskan kerah bajunya dan mendekati Cassandra.

Alina yang masih heran, berjalan kearah Lemari itu, didorongnya kuat. Terlihat Sebuah kamar mewah lengkap dengan Kamar mandi dan Lemari. Alina menyamping kan ketakjub annya

"Owhh begini cara kamu dibelakang ku Alex, kamu meninggalkan ku demi wanita murahan ini" Ucap Alina mendekati Cassandra.

Cassandra masih diam dengan seribu pertanyaan melayang-layang di benaknya, Air matanya masih mengalir.

"Hei wanita murahan, gak usah nangis kamu. Sudah berapa Pria meniduri mu sampai Alex juga mau kamu ikat dengan hubungan intim hah!"

Plakk...

Satu tamparan mengenai muka dempul penuh make up Alina.

"Kamu yang murahan Alina, Cassandra tidak seperti yang kamu bayangkan. Kalaupun di rusak itu aku yang merusaknya. Kamu sadar diri!" Ucap Alexander mengeluarkan emosinya.

Ditariknya tangan Cassandra, keluar dari Ruangan nya. Banyak pasang mata melihat Alexander dan Cassandra, Apalagi Ria. Dia mengepal kuat tangannya.

Dilantai satu Alexander bertemu dengan sang Papa tidak ada obrolan diantara mereka berdua, Alexander kembali memegang tangan Cassandra.

Cekrek..

Pak Reza mengambil moment itu dan mengirim langsung ke WA sang istri.

Episodes
1 Bosku yang super tantrum
2 Bosku yang Super Tantrum
3 Bosku yang Super Tantrum
4 Bosku yang super Tantrum
5 Bosku yang super Tantrum
6 Bosku yang super Tantrum
7 Bosku yang super Tantrum
8 Bosku yang super Tantrum
9 Bosku yang super Tantrum
10 Bosku yang super Tantrum
11 Bosku yang super Tantrum
12 Bosku yang super Tantrum
13 Bosku yang super Tantrum
14 Bosku yang super Tantrum
15 Bosku yang super Tantrum
16 Bosku yang super Tantrum
17 Bosku yang super Tantrum
18 Bosku yang super Tantrum
19 Bosku yang super Tantrum
20 Bosku yang super Tantrum
21 Bosku yang super Tantrum
22 Bosku yang super Tantrum
23 Bosku yang super Tantrum
24 Bosku yang super Tantrum
25 Bosku yang super Tantrum
26 Bosku yang super Tantrum
27 Bosku yang super Tantrum
28 Bosku yang super Tantrum
29 Bosku yang super Tantrum
30 Bosku yang super Tantrum
31 Bosku yang super Tantrum
32 Bosku yang super Tantrum
33 Bosku yang super Tantrum
34 Bosku yang super Tantrum
35 Bosku yang super Tantrum
36 Bosku yang super Tantrum
37 Bosku yang super Tantrum
38 Bosku yang super Tantrum
39 Bosku yang super Tantrum
40 Bosku yang super Tantrum
41 Bosku yang Super Tantrum
42 Bosku yang super Tantrum
43 Bosku yang super Tantrum
44 Bosku yang super Tantrum
45 Bosku yang super Tantrum
46 Bosku yang super Tantrum
47 Bosku yang super Tantrum
48 Bosku yang super Tantrum
49 Bosku yang super Tantrum
50 Bosku yang super Tantrum
51 Bosku yang super Tantrum
52 Bosku yang super Tantrum
53 Bosku yang super Tantrum
54 Bosku yang super Tantrum
55 Bosku yang super Tantrum
56 Bosku yang super Tantrum
57 Bosku yang super Tantrum
58 Bosku yang super Tantrum
59 Bosku yang super Tantrum
60 Bosku yang super Tantrum
61 Bosku yang super Tantrum
62 Bosku yang super Tantrum
Episodes

Updated 62 Episodes

1
Bosku yang super tantrum
2
Bosku yang Super Tantrum
3
Bosku yang Super Tantrum
4
Bosku yang super Tantrum
5
Bosku yang super Tantrum
6
Bosku yang super Tantrum
7
Bosku yang super Tantrum
8
Bosku yang super Tantrum
9
Bosku yang super Tantrum
10
Bosku yang super Tantrum
11
Bosku yang super Tantrum
12
Bosku yang super Tantrum
13
Bosku yang super Tantrum
14
Bosku yang super Tantrum
15
Bosku yang super Tantrum
16
Bosku yang super Tantrum
17
Bosku yang super Tantrum
18
Bosku yang super Tantrum
19
Bosku yang super Tantrum
20
Bosku yang super Tantrum
21
Bosku yang super Tantrum
22
Bosku yang super Tantrum
23
Bosku yang super Tantrum
24
Bosku yang super Tantrum
25
Bosku yang super Tantrum
26
Bosku yang super Tantrum
27
Bosku yang super Tantrum
28
Bosku yang super Tantrum
29
Bosku yang super Tantrum
30
Bosku yang super Tantrum
31
Bosku yang super Tantrum
32
Bosku yang super Tantrum
33
Bosku yang super Tantrum
34
Bosku yang super Tantrum
35
Bosku yang super Tantrum
36
Bosku yang super Tantrum
37
Bosku yang super Tantrum
38
Bosku yang super Tantrum
39
Bosku yang super Tantrum
40
Bosku yang super Tantrum
41
Bosku yang Super Tantrum
42
Bosku yang super Tantrum
43
Bosku yang super Tantrum
44
Bosku yang super Tantrum
45
Bosku yang super Tantrum
46
Bosku yang super Tantrum
47
Bosku yang super Tantrum
48
Bosku yang super Tantrum
49
Bosku yang super Tantrum
50
Bosku yang super Tantrum
51
Bosku yang super Tantrum
52
Bosku yang super Tantrum
53
Bosku yang super Tantrum
54
Bosku yang super Tantrum
55
Bosku yang super Tantrum
56
Bosku yang super Tantrum
57
Bosku yang super Tantrum
58
Bosku yang super Tantrum
59
Bosku yang super Tantrum
60
Bosku yang super Tantrum
61
Bosku yang super Tantrum
62
Bosku yang super Tantrum

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!