Kulirik Jam di pergelangan tanganku 18.00 dan bunyi alarm kerja juga sudah berbunyi.
"Cassandra mau bareng atau sendiri" Aldo mendatangi ku ke lantai Lima.
"Sendiri aja do, aku pakai motorku juga. Tapi nanti kita turun bareng yah. tolong bawain motor butut ku ketempat penitipan Motor"
"Mau kau apakan motor itu Cas, toh juga yang punya nggak kamu kenal, mending jual aja atau kasih keorang yang ngebutuhin."
"Nanti aja aku pikirin Do, udah yok kita turun kebawah" Ucapku.
Ramai, sangat ramai. Kulihat banyak orang ditempat parkir dan setelah kedatanganku dan Aldo. Semua pasang mata melihat ku, apalagi Ria memandang ku seperti Pampir yang sudah haus akan Darah.
Rambutnya berantakan dan Napasnya sudah naik-turun, mungkin sebelum kedatangan ku dia sudah Tantrum duluan. Aku melipat tanganku diatas dada.
Dia mendekati ku dengan Emosi dan wajah yang sudah merah padam.
"Cassandra bangs*t! APA YANG SUDAH KAMU LAKUKAN KE MOBILKU HAH!"
Aku masih santai dan tersenyum simpul. suaranya sudah hampir naik tiga oktaf untuk memarahiku lagi.
"CASS.. "
Langsung ditahan Aldo. Mungkin Aldo juga sudah tidak tahan mendengar teriakannya, Aldo menenangkan Ria.
"Sudah, sudah Ri. kenapa kamu marah-marah terus? Nggak malu dilihat staf lain. Coba sekarang santai dulu. Kita Relax, Tarik nafas turunkan, Tarik lagi.. "
"Ahhhhk.Ngomong sama kamu gak ada Faedahnya, awas aku pengen ngomong dengan Cassandra bukan kamu"
Ria mendorong Aldo kesamping. Dan memandangiku.
"Aku gak mau tau yah Cassandra. Kamu harus ganti rugi goresan baret dimobilku"
Kulihat Aldo kaget, Aldo berlari ke parkiran mobil dan mengecek mobil Ria dengan detail. hingga kaget melihat Dari samping belakang mobilnya Ada Garisan panjang berwarna putih dan yang dia membuat kaget lagi, Motor bututku menjadikan penyanggah dimobil Ria.
Aldo berlari kesampingku dan menghadapkan diriku kedia. Tapi sebelum bicara Aldo memberikan pengumuman ke Staf lain agar pulang. biarlah ini urusan kami bertiga.
"Apa yang kamu lakukan Casey? garis baret itu sangat panjang dan kamu butuh berapa untuk menggantikan nya?"
"Tidak perlu diganti Do".Ucapan santai ku membuat Aldo kaget, apalagi Ria hampir kembali naik pitam.
" Antar motor butut itu ke tempat penitipan yah do, udah malam juga. Aku mau istirahat dengan tenang"
Sebelum mengangkatkan kakiku, Ria menahan tanganku. Masih belum Terima dengan kejadian ini.
"Apalagi sih Ria?" kulepas tangannya dariku.
"kamu sudah lupa dengan apa yang kamu lakuin ke aku tadi pagi hah? Gara-gara kamu kaki aku biru. Dan setimpal dong dengan balasan aku. okey, Bye" ku lambaikan tanganku kearahnya dan tersenyum.
"CASSANDRA!!!"
Aku sudah tidak peduli, Masih terdengar omelan dan kutukannya. Kulihat Aldo udah keluar juga dari tempat penitipan.
"Kamu duluan gih, aku ngekor dari belakang. Takut Ria berbuat yang aneh-aneh apalagi masih ada keliatan dendam di mukanya"
"Baiklah" Ucapku.
Aldo mengantarkan ku sampai kerumah, Dia Membunyikan Klakson mobilnya pertanda pamit langsung pulang.Aku hanya menganggukkan kepalaku.
Satu harian diruang kerja membuat badanku semua terasa lengket. Bergegas kamar mandi untuk membersihkan diri.
[Bagaimna kalau kita ke Bioskop Cass. Ayoklah satu harian dikantor membuat kepalaku hampir pecah. Gak ada komplain aku Jemput okey]
Setelah mandi, kulihat Chat dari Zaskia.Terpaksa mengganti baju lagi.
Tin.. tin.. tinnnn
terdengar klakson panjang, siapa lagi kalau bukan Zaskia. Kubuka pintu rumahku, kulihat dia tersenyum sambil melambaikan tangannya.
"Gak terpaksa kan Cas?" Ucap Zaskia sambil cengegesan. saat aku masuk mobilnya
"Kalau terpaksa bisa ku tolak? Nggak!"
"Uluhhh.. Uluhh. Jangan marah dong sayangku,Aldo itu susah sekali diajakin Cas, aku pengen nonton Ipar Adalah Maut yang lagi Viral sekarang. Katanya seru, jadi aku kepo"
"Kalau Aldo nggak mau, trus aku yang jadi korban gitu."
"Heheh.."
Zaskia menghidupkan kembali mobilnya, kami mengobrol dan sedikit bercanda.
"Gak pengen cari pacar Cas? Kamu udah tua tau., udah bisa cari yang serius"
"Gak pengen Pacaran Kia, aku pengennya langsung dilamar" Ucapku sambil cengengesan.
"Okey, nanti aku cari yah"
"Gak perlu kia, aku pengen sendiri dulu. Pacaran bikin sakit hati mulu!"
"alaaaah,Emang kamu pernah pacaran?"
Aku hanya nyengir kuda. Benar aku belum pernah pacaran. Umur 25 Tahun hanya Fokus kerja dan kerja. Dan seperti yang aku bilang pertama kali, Uang yang selama ini aku investasikan diperusahaan Ayahku hilang entah kemana.
"Ayok Casey, buruan" Zaskia memegang tanganku. Aku hanya mengikut. Ntahlah tidak pernah terpikirkan bakalan ke bioskop tempat yang paling membosankan.
"Tunggu disini yah, aku beli Popcorn dulu. Ingat jangan kelayapan kemana-mana. Nanti aku susah carinya"
"Iaaa kiaa,Emang aku anak kecil apa? Yaudah sana buruan. Nanti ketinggalan sama Film yang ingin kamu tonton" Ucapku mendorong pelan temanku itu.
Aku menunggu Zaskia dikursi sambil memainkan handphone.
"Nggak mau sayang, Aku pengen kamu yang beliin". Orang disampingku berbicara sangat manja membuat telingaku gatal.
'Ini kan cewek yang diphoto Pak Alex. Apa pak Alex disekitaran sini juga' pikirku.
Kuperhatikan Depan, kiri, kanan tidak ada batang hidung pak Alex. " Syukurlah" Lirih ku.
"Sayang, Makasih. Ayok kita masuk. keburu Filmnya diputar"
'Dipanggil sayang tapi bukan Pak Alex, Ahk mungkin itu adik kandung pak Alex tapi kok gak mirip yah, Mungkin sepupu tapi nggak mungkin seromantis itu di Photo. Bodoh amatlah'Batinku.
"Ayok Casey, keburu Filmnya diputar" Ucap Zaskia sambil menarik tanganku lagi.
Dibioskop aku tidak Fokus sama sekali, Mulai awal hingga selesai Filmnya, aku masih kepikiran dengan itu cewek. Bukan urusanku sebenarnya cuman terasa seperti janggal.
"Casey kamu pikirin apa sih? Dari tadi aku ngomong kok nggak dijawab" Tanya Zaskia.
"Cassandra... Kamu dengar aku ngga sih" Ucap Zaskia sambil menyetir mobilnya.
"Casandraa, Rumah kamu udah nyampe, kamu mau disini atau kerumahku" tanya kia lagi..
Tinnnnnnnn...
"Yah Tuhan kiaaaa, aku kaget tau" Ucapku karna Zaskia Klakson panjang mobilnya.
"Dari bioskop sampe depan rumah kamu loh sandra, apa yang kamu pikirin hah?" Kulihat Zaskia cemberut.
"Maaf kiaa" Aku mengatupkan kedua tanganku diatas dada tanda minta maaf.
"Ialah ia, Kamu disini atau tidur dirumah aku?" tanya Zaskia lagi.
"Aku dirumah aja kia, besokkan kerja. Harus cepat-cepat kalau nggak Bosku bisa Tantrum"
"Hahah.. Kek bocah aja yah"
"Ia ki, Bocah tua"
"Yaudah hati-hati bawa mobilnya yah, jangan balapan. Kakak masuk dulu" Ucapku berseloroh.
"Hmm, baiklah"Balas kia
Zaskia langsung pulang karna besok juga dia kerja, Aku masuk rumah dan Cuci muka untuk tidur
[Besok pagi jam 06.00 harus standby dikantor]
" Dasar manusia Tantrum"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments