Bosku yang super Tantrum

Aku melangkah kembali keruanganku.

"Cassandra, aku minta maaf. Gara-gara aku,kamu dipecat sama Bos kita" Karyawan itu menunduk.

"Yang bilang aku dipecat siapa" Tanyaku heran.

Si karyawan itu melihatku. Dia tersenyum sambil mendekati ku. "aahh,Syukurlah kamu gak jadi dipecat Cass tapi kata Ria kamu udah dipecat.Bahkan Ria sendiri yang udah umumin ke semua staf"

Aku hampir heran dengan tingkah Ria, sesama karyawan kok tingkahnya seperti seorang bos. ini tidak bisa dibiarin

"Dimana dia sekarang, biar aku jelasin langsung bahwa aku gak dipecat"

"Dilantai tiga, tapi kamu jangan bilang kalau aku yang ngasih tau yah Cass, orangnya sedikit seram kalau marah. Mau main tangan"

"Hah! kenapa tidak dilaporin ke atasan kalau tingkahnya seperti itu" Ucapku sangat heran.

"Ria itu masih sepupuan dengan Bos kita. Makanya tingkahnya berlebihan. Udah yah Cas aku kerja dulu" Karyawan itu meninggalkan ku sendiri.

Aku memutar badanku menuju lantai tiga, ini tidak bisa dibiarkan aku harus mengambil langkah tegas ke Ria. biar tidak sembarangan kalau berbicara.

"Masih berani dia turun ke lantai tiga yah"

"Katanya dia hampir memukul si Bos yah, tapi mesti dikeluarin sih"

"Lihat cara jalannya selangit"

Masih kudengar bisik-bisik kiri kananku tentangku. Kulihat Ria memang sok berkuasa.satu karyawan Wanita mengurut tangannya. Aku tersenyum simpul sambil melipat tanganku diatas.

"Masalahnya aku belum dipecat Ri bagaimana dong"

Aku bisa lihat kalau Ria tidak Terima. Mukanya sudah memerah menahan emosi. ternyata tidak berbeda dengan Pak Alex.

Aku mendekatinya serta berbisik ditelinga nya "Sampai kapanpun sepertinya aku akan tetap bertahan disini Ria." Ku pandangi wajahnya dan tersenyum.

Aku berlalu dari tempat itu. sesama karyawan ingin menindas, tapi tidak denganku.

Mungkin karena Penggajian dan bonus disini sangat besar membuat para karyawan sangat betah. padahal kalau dirasain kantor seperti neraka bertemu dengan Dua iblis yang masih sepupuan juga.Tapi apa boleh buat, aku juga seperti karyawan lainnya bertahan karna Gaji dan bonus.

"Aku masuk keruangan kerjaku. Ternyata Pak Alex sudah di mejanya. Dia mengetuk mejanya dengan pulpen dan menatapku.

Seperti singa yang menahan lapar dan menunggu mangsa didepan mata. Seperti itulah yang kurasa sekarang ini.

Mau Resign tapi aku masih butuh uang.

Owhh, Ayolah Cassandra kamu pasti bisa! Fighting.

Akhirnya,aku maju dan mendekati Pak Alex, mau bagaimanapun terpaksa aku meminta maaf.

" Pak Alex, saya sangat-sangat menyesal. saya meminta maaf dengan keteledoran yang saya buat, saya tidak ingin dipecat'' kutengadahkan kedua tanganku di dada. Dan mencoba mengedipkan kedua mataku agar keliatan imut padahal aslinya Seperti boneka Annabelle.

Sangat lama memandangiku Sepertinya Dia sudah mulai tertarik denganku keliatan dari matanya.

"Mmm" ucapnya

Aku sedikit lega, setidaknya aku masih punya tujuan hidup.

"Jangan lupa Rapat nanti malam kamu tangani" kalau sampai Gagal" Matanya melototiku.

Aku mengangguk cepat dan berdiri menuju meja kerjaku, aku kembali duduk.

'Dan sebenarnya satu lagi yang membuatku masih bertahan di sini karna masih ingin melihat karya Tuhan yang sangat luar biasa ini dan tidak bosan melihat wajahnya serta bibirnya sangat tipis. Gimana rasanya yah? 'Batinku sambil berpangku tangan.

Plutuk...

kulihat Pena hitam terlempar di kepalaku, Siapa lagi pelakunya kalau bukan Pak Alexander.

"Ngehaluin saya lagi hah? Disuruh ngerjain berkas malah menghayal" Mata Pak Alexander melototiku.

Aku mengelus kepalaku dan kembali Fokus ke komputer ku. Ntahlah,memandanginya sampai membuat ku tidak konsentrasi.

[Casey, sudah aman belum? Pak Alex ngasih kesempatan nggak] Kulihat isi Chat Aldo.

[Udah aman, aku nggak apa-apa dan sekarang lagi ngerjain berkas yang nanti mau aku bawa Meeting bareng Ayang aku]

[Okey bagus, Semangat Casey jangan buat Pak Alex emosi yah. Aku percayain sama kamu]

Aku sebenarnya curiga sekali dengan Aldo dan Pak Deri, kenapa mereka berdua seperti takut aku aku resign. Gerak-gerik mereka berdua sangat-sangat mencurigakan!

aku kembali Fokus mengerjakan semua berkas dan mencari-cari untuk kata yang tepat yang harus aku sampaikan dirapat nanti. Dulu setiap hari memang aku berbicara didepan umum. Yang ini sepertinya sangat berbeda. Takut salah sedikit orang yang didepanku pasti akan Tantrum seakar-akarnya.

"Apa kamu lihat-lihat hah? Berkasnya sudah siap? bawa kesini biar saya cek mumpung masih ada waktu" Ucapnya masih keliatan datar. tidak sengaja kami saling pandang memandang.

"Heheh.sedikit lagi" Ucapku sambil cengegesan.

'Dasar manusia Tantrum' Batinku.

"Ahhhhk, akhirnya selesai juga. "

kurentangkan kedua tanganku keatas dang ku gerakkan kekiri dan kanan suara Kretek terdengar akibat badan yang terlalu menegang.

"Buruan bawa kesini"

Akupun langsung bergerak aktiv kesampingnya , aku memberikan beberapa berkas dan menunjukkan hasil kerjaku. sedang Fokus-fokusnya, tiba-tiba Handphone Pak Alex berbunyi.

"Sana buatkan kopi. jangan terlalu pahit"

Akupun bergegas ke bawah untuk membuatkan Kopi. Untung kusadari ternyata si jelangkung udah di belakangku

Dia ingin melemparkan air didalam baskom, aku melihat dari pantulan kaca Wastapel. Aku tersenyum smirk

Byurr..

Lemparannya tidak mengenaiku, Kuambil air yang sudah ku isi sebelum nya dan ku lempar pas ke mukanya.

"Awwwww" teriaknya.

"Aduh Ria, maaf aku memang sengaja wlee" aku pergi dari hadapannya menjulurkan lidah tanda mengejek sambil tertawa. "Rasain!" Ucapku.

.

'Sayang, transferin uang yah. Aku juga pengen ke salon. Aku cantikkan juga untuk kamu'

Samar-samar kudengar suara cewek semakin dekat keruangan ku. Ternyata Pak Alex lagi telvonan Sama pacarnya mungkin.

'Ternyata dia sudah punya pacar' batinku yang hampir patah semangat.

Tampa permisi aku langsung membuka pintu. Pak Alex yang masih telvonan kaget. Mukanya sangat marah namun ditahan.

'Sayang, Jangan lupa dikirim yah'

'ia.' Akhirnya dia menutup telfonnya.

Kuletakkan kopi yang sudah kuseduh dengan cinta itu dan ternyata dihianati didepan mata.

Pak Alex meminum kopi itu dan beberapa detik kemudian dia berlari ke arah wastafel di Ruangan ini.

Hoekk.. hoekk..

"CASSANDRAA!!!!" Teriaknya tiba-tiba

"KAMU MAU MEMBUNUHKU SECARA PERLAHAN HAH! INI KOPI ATAU RACUN?" memang di pantry aku sudah sepuluh kali menebalkan telingaku agar tidak kaget dengan teriakan Pak Alexander.

Ia, aku memang sengaja. karna masih dendam dengan lemparan pulpen hitam tadi.

"Maaf Pak, aku nggak sengaja" Ucapku pura-pura. padahal aslinya aku senang. Bagaimana tidak senang Kopi yang aku seduh dengan Gula dua sendok ditambah setengah sendok kopi.

Episodes
1 Bosku yang super tantrum
2 Bosku yang Super Tantrum
3 Bosku yang Super Tantrum
4 Bosku yang super Tantrum
5 Bosku yang super Tantrum
6 Bosku yang super Tantrum
7 Bosku yang super Tantrum
8 Bosku yang super Tantrum
9 Bosku yang super Tantrum
10 Bosku yang super Tantrum
11 Bosku yang super Tantrum
12 Bosku yang super Tantrum
13 Bosku yang super Tantrum
14 Bosku yang super Tantrum
15 Bosku yang super Tantrum
16 Bosku yang super Tantrum
17 Bosku yang super Tantrum
18 Bosku yang super Tantrum
19 Bosku yang super Tantrum
20 Bosku yang super Tantrum
21 Bosku yang super Tantrum
22 Bosku yang super Tantrum
23 Bosku yang super Tantrum
24 Bosku yang super Tantrum
25 Bosku yang super Tantrum
26 Bosku yang super Tantrum
27 Bosku yang super Tantrum
28 Bosku yang super Tantrum
29 Bosku yang super Tantrum
30 Bosku yang super Tantrum
31 Bosku yang super Tantrum
32 Bosku yang super Tantrum
33 Bosku yang super Tantrum
34 Bosku yang super Tantrum
35 Bosku yang super Tantrum
36 Bosku yang super Tantrum
37 Bosku yang super Tantrum
38 Bosku yang super Tantrum
39 Bosku yang super Tantrum
40 Bosku yang super Tantrum
41 Bosku yang Super Tantrum
42 Bosku yang super Tantrum
43 Bosku yang super Tantrum
44 Bosku yang super Tantrum
45 Bosku yang super Tantrum
46 Bosku yang super Tantrum
47 Bosku yang super Tantrum
48 Bosku yang super Tantrum
49 Bosku yang super Tantrum
50 Bosku yang super Tantrum
51 Bosku yang super Tantrum
52 Bosku yang super Tantrum
53 Bosku yang super Tantrum
54 Bosku yang super Tantrum
55 Bosku yang super Tantrum
56 Bosku yang super Tantrum
57 Bosku yang super Tantrum
58 Bosku yang super Tantrum
59 Bosku yang super Tantrum
60 Bosku yang super Tantrum
61 Bosku yang super Tantrum
62 Bosku yang super Tantrum
Episodes

Updated 62 Episodes

1
Bosku yang super tantrum
2
Bosku yang Super Tantrum
3
Bosku yang Super Tantrum
4
Bosku yang super Tantrum
5
Bosku yang super Tantrum
6
Bosku yang super Tantrum
7
Bosku yang super Tantrum
8
Bosku yang super Tantrum
9
Bosku yang super Tantrum
10
Bosku yang super Tantrum
11
Bosku yang super Tantrum
12
Bosku yang super Tantrum
13
Bosku yang super Tantrum
14
Bosku yang super Tantrum
15
Bosku yang super Tantrum
16
Bosku yang super Tantrum
17
Bosku yang super Tantrum
18
Bosku yang super Tantrum
19
Bosku yang super Tantrum
20
Bosku yang super Tantrum
21
Bosku yang super Tantrum
22
Bosku yang super Tantrum
23
Bosku yang super Tantrum
24
Bosku yang super Tantrum
25
Bosku yang super Tantrum
26
Bosku yang super Tantrum
27
Bosku yang super Tantrum
28
Bosku yang super Tantrum
29
Bosku yang super Tantrum
30
Bosku yang super Tantrum
31
Bosku yang super Tantrum
32
Bosku yang super Tantrum
33
Bosku yang super Tantrum
34
Bosku yang super Tantrum
35
Bosku yang super Tantrum
36
Bosku yang super Tantrum
37
Bosku yang super Tantrum
38
Bosku yang super Tantrum
39
Bosku yang super Tantrum
40
Bosku yang super Tantrum
41
Bosku yang Super Tantrum
42
Bosku yang super Tantrum
43
Bosku yang super Tantrum
44
Bosku yang super Tantrum
45
Bosku yang super Tantrum
46
Bosku yang super Tantrum
47
Bosku yang super Tantrum
48
Bosku yang super Tantrum
49
Bosku yang super Tantrum
50
Bosku yang super Tantrum
51
Bosku yang super Tantrum
52
Bosku yang super Tantrum
53
Bosku yang super Tantrum
54
Bosku yang super Tantrum
55
Bosku yang super Tantrum
56
Bosku yang super Tantrum
57
Bosku yang super Tantrum
58
Bosku yang super Tantrum
59
Bosku yang super Tantrum
60
Bosku yang super Tantrum
61
Bosku yang super Tantrum
62
Bosku yang super Tantrum

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!