Bosku yang super Tantrum

Aldo segera berlari ke kamarnya dan mengambil baju dan celana pendeknya.

"Ini Casey, Tadi aku sangat panik" Ucap Aldo.

"Nanti aja ngobrolnya. Casey sana mandi dulu dikamar mandi Aldo. keburu masuk angin" Mama Rini memotong pembicaraan mereka berdua.

Cassandra bergegas naik ke lantai dua kamar mandi aldo untuk membersihkan dirinya.

Selesai mandi Cassandra kembali turun.

"Kamu udah makan sayang? Sana makan dulu. selesai makan baru bisa ngobrol" Ucap Pak Hendra.

Cassandra mengangguk patuh.

Dirumah Pak Hendra dilarang ngobrol sambil makan. Padahal Aldo sudah tak sabar ingin menanyakan banyak hal ke Cassandra.

setelah selesai makan. Cassandra duduk di sofa ikut ngobrol.

"Kenapa bisa seperti ini Casey? Itu motor butut siapa? kenapa nggak ngabarin aku? "

"Aldo, Satu-satu pertanyaannya. Cassandra bingung Jawab duluan yang mana" Ujar sang mama.

"Aldo gak sabaran mah, Lihat tu Casey malah diam aja"

"Yah diamlah, dari tadi kamu nyerocos terus" Jawab sang Papa gamblang.

Akhirnya Cassandra menceritakan dariawal sampai akhirnya motor butut itu bisa sama dia.

"Yang benar Casey, kamu gak minta tolong atau lari gitu?" Aldo merinding mendengar Cerita Cassandra. "Pantasan kamu tadi berantakan sekali"

"Itulah Artinya belah diri, bukan seperti kamu cengeng!" Ucap sang papa membuat Cassandra dan Mama Rini tertawa.

Masih teringat Cassandra dan Aldo kecil dulu sering ditawarin belajar belah diri, Aldo setiap diajak Cassandra pasti Nangis, cengeng dan selalu dimintai gendong sama Mama Rini.Sedangkan Cassandra bisa sendiri dan selalu mandiri membuat Pak Hendra lebih menyayangi Cassandra dibanding Aldo.

Hingga mereka beranjak Sekolah Menengah Atas. Akhirnya Aldo pindah sementara keluar Negri melanjutkan kuliahnya dan kembali pulang untuk bekerja diperusahaan Alexander Teman nya sewaktu kuliah di Amerika sana.

"Sudah, kamu tidur di kamar Aldo dan kamu Aldo tidur di kamar tamu" Ucap Pak Hendra mengakhiri obrolan mereka.

"Pah, Kan bisa Cassandra yang tidur dikamar tamu. Aku anak papa kok seperti jadi tamu sih" Aldo tidak Terima

"Casey, Sana kekamar Aldo nggak usah peduliin dia"

Pak Hendra mengajak sang istri untuk istirahat, sementara Cassandra menjulurkan lidah ke Aldo tanda mengejek dan berlari keatas menuju kamar Aldo. Mau tidak mau akhirnya Aldo mengalah.

Sementara Alex di Apartemen nya seperti dihantui rasa bersalah. Dia tidak bisa tidur bahkan sering melihat kearah Handphone Cassandra.

"Bagaimana bisa ini semua seperti mimpi. Tidak, tidak! Aku tidak membunuh mereka,Yah benar. Aku tidak membunuh! " Alexander berbicara sendiri. Keringat nya sebesar jagung berjatuhan ke lantai.

Kejadian-kejadian itu seperti melayang-layang dikepalanya.

Hingga pagi hari Alexander tidak bisa menguasai dirinya. Akhirnya dia kembali meminum obat penenang itu.

Drtt.. Drttt.. Drtt..

Getaran Handphone nya membuyarkan Lamunannya.

'Xander, kamu di Apartemen kan, aku ada di depan pintu kamu, mau ngambil Handphone sama tas Cassandra'Ucap Aldo dibalik telepon.

Alex mematikan Handphonenya dan segera membuka Pintu Apartemen nya.

"kamu kok sejahat itu sih lex, ninggalin Cassandra di tengah jalan sendiri lagi. Kalau terjadi apa-apa bagaimana? Kamu bisa mempertanggungjawabkan nya?"

"Masalahnya dia tidak apa-apakan"

Aldo mendengar jawaban temannya setengah kesal. ingin meninju tapi Alex lebih kuat dibanding dia, Akhirnya Aldo diam dan meminta Tas dan HP Cassandra.

"Yaudah, aku pamit pulang. Sesekali datang kerumah. Tadi Mama kirim salam ke kamu"

Alexander hanya mengangguk dan menutup kembali pintu Apartemen nya.

Pintu diketuk kembali kali ini dengan sangat kuat. Alex sudah bisa tebak itu siapa.

Alex kembali membuka.

"Kamu kok lama banget sih sayang. Aku bosan nunggu diluar tau" Teriak Alina tidak Terima.

Alex hanya diam. sudah terbiasa dengan suara cempreng pacarnya itu. Kalau karna tidak terlalu sayang, mungkin Alex sudah meninggalkan nya.

"Aku butuh uang sayang, aku pengen ke salon. Lihat muka aku makin kering, kemarin habis syuting diluar" Alina bergelayut manja dilengan kekasihnya itu.

"transfer ke rekening aku yah. Aku mau lanjut kerja lagi. INGAT! jangan lupa Transfer" Ucap Alina dan kemudian mencium bibir Alex sekilas.

Cuman karna terlalu cinta, Alex merelakan dirinya menjadi ATM berjalannya Alina. Hubungan yang hampir 10 Tahun membuat Alexander bucin akut. Dia selalu minta kejelasan ke Alina untuk ke jenjang yang lebih serius. Alina selalu menolak masih Fokus ke karirnya. Akhirnya membuat Alex selalu mengalah.

"Makasih Do udah jemput Tas sama Dompet aku" Mata Cassandra berbinar melihat Barangnya kembali.

"Kalau bukan karna suruhan Papah, aku juga ogah ngambilnya" Ucap Aldo membuat Wajah Cassandra cemberut.

Pak Hendra melihat muka Cassandra cemberut kemudian menarik kuat telinga Aldo.

"Aduh pahh, sakit..Yang anak Papah itu Aldo apa Casey sih, kok aku seperti dianak tirikan papa" Aldo mengusap-usap telinganya yang sudah memerah.

"Makanya jangan buat Cassandra jengkel! Papah gak suka" Pak Hendra duduk disamping Cassandra sambil mencubit pelan hidung Cassandra.

Mama Rini hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah mereka bertiga. Mama Rini mengambil Cemilan pisang Goreng yang dia Goreng tadi pagi.

"Udah Do, harusnya kamu diam. Lihat tuh Cassandra seperti Anak kandung papahmu. Mungkin kalau sekali lagi kamu membuat ulah bisa jadi Papahmu mengusirmu dari rumah ini dan langsung mewariskan hartanya atas nama Cassandra." tambah Rini mamanya Aldo

Cassandra ketawa. Apalagi melihat Aldo cemberut.

Tictaakkk... tictaakkk..

"Sana bukain pintu" Usul mamanya.

"Aku lagi mah"

karna anggukan mamanya. Akhirnya Aldo membuka pintu. diluar sudah ada saingan keduanya dan siapa lagi kalau bukan Zaskia pacarnya sendiri.

"Kia kamu datang sayang. Ayok masuk" Aldo menarik tangan kekasih nya itu.

"Itu motor butut siapa sayang. Kok aneh" Tanya Zaskia heran.

"Itu punya Cassandra" Ucapnya berbisik ke telinga kekasih nya itu.

"Kok bisa"

"Cassandra udah jatuh miskin bahkan semiskin-miskinnya. Jadi hanya motor butut itu yang tertinggal sebagai kenangan katanya" Aldo pintar sekali memutar cerita.

"Trus sekarang Cassandra dimana?". Muka Zaskia berkaca-kaca.

Aldo yang tadinya semangat untuk mengerjakan Zaskia. Jadi urung karna kasihan melihat kekasih nya hampir menangis.

" Didalam sayang, sebenarnya... "

Belum selesai. Zaskia berlari melihat keadaan Cassandra. Dia turut Prihatin.

"Mampus aku" Aldo tepuk jidat, mau dikejar Zaskia sudah duluan berlari. Akhirnya Aldo berjalan mengendap-endap menuju kamar nya. Takut dipelototin sang Papa.

"Cassandra! Kamu nggak apa-apakan? huaaaaaa..." Zaskia memeluk kuat Cassandra. Cassandra yang heran langsung memeluk balik Zaskia.

Mama Rini dan Pak Hendra Khawatir karna Dua gadis yang mereka sayangi datang kerumah dengan keadaan kacau.

"Kamu tenang Kia, sekarang ceritain ke aku kamu kenapa? " Cassandra mengelus-elus pelan bahu Zaskia.

"Aku nggak kenapa-napa. Kamu yang sabar yah, semoga Tuhan mengantikan Dua kali lipat. Kok aku gak tega lihat kamu seperti ini, " Nangisnya semakin pecah Namun Zaskia ingin melanjutkan kata-katanya masih merasakan sesak di dadanya.

Episodes
1 Bosku yang super tantrum
2 Bosku yang Super Tantrum
3 Bosku yang Super Tantrum
4 Bosku yang super Tantrum
5 Bosku yang super Tantrum
6 Bosku yang super Tantrum
7 Bosku yang super Tantrum
8 Bosku yang super Tantrum
9 Bosku yang super Tantrum
10 Bosku yang super Tantrum
11 Bosku yang super Tantrum
12 Bosku yang super Tantrum
13 Bosku yang super Tantrum
14 Bosku yang super Tantrum
15 Bosku yang super Tantrum
16 Bosku yang super Tantrum
17 Bosku yang super Tantrum
18 Bosku yang super Tantrum
19 Bosku yang super Tantrum
20 Bosku yang super Tantrum
21 Bosku yang super Tantrum
22 Bosku yang super Tantrum
23 Bosku yang super Tantrum
24 Bosku yang super Tantrum
25 Bosku yang super Tantrum
26 Bosku yang super Tantrum
27 Bosku yang super Tantrum
28 Bosku yang super Tantrum
29 Bosku yang super Tantrum
30 Bosku yang super Tantrum
31 Bosku yang super Tantrum
32 Bosku yang super Tantrum
33 Bosku yang super Tantrum
34 Bosku yang super Tantrum
35 Bosku yang super Tantrum
36 Bosku yang super Tantrum
37 Bosku yang super Tantrum
38 Bosku yang super Tantrum
39 Bosku yang super Tantrum
40 Bosku yang super Tantrum
41 Bosku yang Super Tantrum
42 Bosku yang super Tantrum
43 Bosku yang super Tantrum
44 Bosku yang super Tantrum
45 Bosku yang super Tantrum
46 Bosku yang super Tantrum
47 Bosku yang super Tantrum
48 Bosku yang super Tantrum
49 Bosku yang super Tantrum
50 Bosku yang super Tantrum
51 Bosku yang super Tantrum
52 Bosku yang super Tantrum
53 Bosku yang super Tantrum
54 Bosku yang super Tantrum
55 Bosku yang super Tantrum
56 Bosku yang super Tantrum
57 Bosku yang super Tantrum
58 Bosku yang super Tantrum
59 Bosku yang super Tantrum
60 Bosku yang super Tantrum
61 Bosku yang super Tantrum
62 Bosku yang super Tantrum
Episodes

Updated 62 Episodes

1
Bosku yang super tantrum
2
Bosku yang Super Tantrum
3
Bosku yang Super Tantrum
4
Bosku yang super Tantrum
5
Bosku yang super Tantrum
6
Bosku yang super Tantrum
7
Bosku yang super Tantrum
8
Bosku yang super Tantrum
9
Bosku yang super Tantrum
10
Bosku yang super Tantrum
11
Bosku yang super Tantrum
12
Bosku yang super Tantrum
13
Bosku yang super Tantrum
14
Bosku yang super Tantrum
15
Bosku yang super Tantrum
16
Bosku yang super Tantrum
17
Bosku yang super Tantrum
18
Bosku yang super Tantrum
19
Bosku yang super Tantrum
20
Bosku yang super Tantrum
21
Bosku yang super Tantrum
22
Bosku yang super Tantrum
23
Bosku yang super Tantrum
24
Bosku yang super Tantrum
25
Bosku yang super Tantrum
26
Bosku yang super Tantrum
27
Bosku yang super Tantrum
28
Bosku yang super Tantrum
29
Bosku yang super Tantrum
30
Bosku yang super Tantrum
31
Bosku yang super Tantrum
32
Bosku yang super Tantrum
33
Bosku yang super Tantrum
34
Bosku yang super Tantrum
35
Bosku yang super Tantrum
36
Bosku yang super Tantrum
37
Bosku yang super Tantrum
38
Bosku yang super Tantrum
39
Bosku yang super Tantrum
40
Bosku yang super Tantrum
41
Bosku yang Super Tantrum
42
Bosku yang super Tantrum
43
Bosku yang super Tantrum
44
Bosku yang super Tantrum
45
Bosku yang super Tantrum
46
Bosku yang super Tantrum
47
Bosku yang super Tantrum
48
Bosku yang super Tantrum
49
Bosku yang super Tantrum
50
Bosku yang super Tantrum
51
Bosku yang super Tantrum
52
Bosku yang super Tantrum
53
Bosku yang super Tantrum
54
Bosku yang super Tantrum
55
Bosku yang super Tantrum
56
Bosku yang super Tantrum
57
Bosku yang super Tantrum
58
Bosku yang super Tantrum
59
Bosku yang super Tantrum
60
Bosku yang super Tantrum
61
Bosku yang super Tantrum
62
Bosku yang super Tantrum

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!