Bosku yang super Tantrum

Aku bediri didepan Cermin.

Oh my God. Aku aja hampir kaget dengan wajahku sendiri bahkan Rambut ku seberantak ini. aku memukul jidatku sendiri. Mati aku!

Hari kedua citra ku sudah buruk dipandang Pak Alex. Aku bergegas merapikan mulai dari kerah baju, celana, muka dan terakhir ikatan Rambutku.

kuoles sedikit Lipstik di bibirku. Dan akhirnya aku sudah rapi.

aku bergegas kemejaku. Kulihat sudah ada satu gelas dikopi Pak Alex. Yaudalah. setidaknya dia tidak akan merepet.

Ku hidupkan kembali komputer ku. ku cek Jadwal pagi ini. mataku melotot! ternyata ada jadwal meeting jam Setengah Tujuh Nanti. kulirik Jam tanganku sudah menunjukkan setengah Enam lebih Empat puluh menit.Ya ampun aku membuat masalah lagi. Lama kuperhatikan buku jadwal yang kupegang ternyata jam setengah Tujuh malam, selamat.Aku menghembuskan napas lega ku. Akhirnya aku memberanikan diri untuk berbicara dengannya.

"Maaf Pak Alex, jam setengah tujuh nanti ada jadwal meeting. Dan lanjut jam Sepuluh malam ada Pertemuan penting dengan Perusahaan PT. Store stone."

"Hm, Persiapkan semua berkasnya. Saya harap kamu bisa menjelaskan kepada klien kita nanti! "

"Saya belum ngerti Pak, ini hari kedua saya bekerja disini dan Bagaimana saya menjelaskan?"

"Yaudah.silahkan keluar dari kantor ini" Ucap Alex santai.

Emosiku sudah naik ke ubun-ubun. kulihat kopi ada didepan mejanya heheh.. Otak dan hatiku sudah tidak bisa ku kuasai lagi Kututup kuat Buku Jadwal Harianku dengan kuat.

Byur...

Ku siram kopi itu mengenai mukanya. "Makanya kalau ngomong itu mikir! Bapak pikir satu hari bisa mengusai pekerjaan hah" Aku sangat marah dan memaki Pak Alex.

Setidaknya hatiku tenang. Aku tersenyum simpul melihat mukanya yang sangat tertekan itu.

"Hey Cassandra! Heyyy. kamu dengar saya nggak"

"Cassandra!!! " Teriaknya membuyarkan lamunanku

Aku kaget! Ternyata semua hanya di bayangan ku saja.

"Apa yang kamu pikirkan Cassandra? Sana kerjakan berkas yang sudah saya kirim ke email kamu. Malah melamun didepan meja saya" Ucap Alexander masih mengomel.

aku tidak bisa apa-apa selain mengiyakan omelan Pak Alexander.

Email yang dikirim Pak Alexander sangat banyak. Aku buka satu persatu. semuanya gampang buatku. Tidak sampai setengah hari udah kukirim balik ke Pak alex.

Dan ku searching di google tentang bagian-bagian Material agar gampang ku jelaskan nanti di ruang rapat.

Sebenarnya semuanya Gampang karna dulu perusahaan Papaku juga mengelola dibagian Material Pembangunan. Bahkan aku juga sempat mendudukkan diri sebagai Direktur. Hanya saja kecelakaan itu menghilangkan semuanya.

akhirnya aku memulai lagi dari Nol.Walaupun bisnis papaku masih termasuk bisnis kecil tidak sebanding dengan perusahaan ini.

"Cassandra tolong kesini" Ucap Pak Alexander memanggilku.

"Apa benar ini hasil kerjamu? Saya aja bisa sampai pusing tujuh keliling hanya memikirkan satu berkas saja"

"Ntahlah Pak" ucapku lalu berjalan ke kursiku. Ayok sekarang kita Gantian.

"Batalkan pertemuan malam ini dan Terimakasih sudah membantu saya mengerjakan semua dokumen penting ini.

"Tolong bawakan Nasi pake ayam Goreng dua dan minuman botol dua" Ucapnya tampa memandang ku.

Kulirik jam ternyata sudah jam Dua belas aku bergegas keluar dari ruangan itu. Aku turun lift untuk ke kantin perusahaan. yang sudah disediakan perusahaan tampa membayar lagi.

Aku bertemu dengan Aldo.

"Kenapa itu muka sangat Gelap. Apa bos kita marah? " Ucap Aldo sedikit berbisik.

"Dua hari kerja udah mau dikeluarin coba?"

"Hah!! serius Cass? Tapi kamu betah kan? Jangan buru-buru keluar yah" Aldo memohon dengan kedua tangannya didada.

"Kenapa jadi kamu yang memohon Al, apa jangan-jangan karna ini kamu maksa aku kerja disini? Ayok jujur" Ucapku memaksa Aldo.

"Nanti aku jelaskan" Bisiknya sambil buru-buru meninggalkan aku.

"Dooo! " teriakku masih minta penjelasan dari Aldo.

Aku bergegas untuk Mengambil Nasi+Ayam goreng Karena tiba-tiba teringat yang dilantai Lima Takut Tantrum.

"CASSANDRA!"

Yah Tuhan, suara itu seperti nyata bergema di telingaku. Karyawan disamping ku menyenggol tanganku.

"Buruan Cas, Itu kamu diPanggil lewat Mic yang disediakan Pak Alex untuknya. Jika Pak Alex sudah menggunakan itu. Tamatlah riwayat mu" Ucap anes kulihat da name tag nya.

Akupun buru-buru Seperti pembalap liar dalam hitungan detik semuanya sudah selesai. Aku buru-buru naik keatas. Keringat sudah sebesar Batu berjatuhan.

Aku seperti Di Prank sama atasan gilaku ini. Dia bukan Dingin melainkan pemarah, cerewet dan sedikit Tantrum.

"Lama sekali Cassandra! Saya sudah lapar dan pengen makan. Apa perlu saya makan kamu juga hah? "

Aku meletakkan makanan itu.

"Saya malah senang kalau Bapak yang makan heheh"

Kulihat muka Pak Alex memerah dengan Jawaban ku.

"Udah! Duduk disini temani saya makan" Ucapnya.

"Wahh, ini yang kutunggu-tunggu"

“APA KAMU BILANG?"

"Gak ada Pak, ayoklah Pak saya juga lapar. mulai dari tadi pagi belum makan" Kulihat akhirnya Pak Alex mengalah dan duduk.

'Dia Manis, tinggi, Hidung Mancung, Dan sorot matanya sangat indah. Sangat-sangat indah CiptaanMu Tuhan' Batinku sambil memandang wajah Pak Alex. Tidak apa-apa Direpetin Tiap hari asalkan selalu di samping dia

"Hahaha" Aku tampa sadar mengeluarkan tawaku.

"Ada yang lucu? Jangan seperti orang yang tidak waras! " Tuturnya.

Aku Fokus menghabiskan makananku, Rencanaku mencari kembali Hal-hal yang ingin aku jelaskan di ruang Rapat

Pak Alex juga sudah menyelesaikan Aktivitas makannya. dan kembali Fokus ke komputernya

"Pak, Apa gak bosan diruangan terus. sekali-kali keluar cari angin kenapa? Lihat tuh di luar ruangan mu ini banyak Gadis cantik diperusahaan. Apa gak ada niat untuk mencari perempuan?" Ku coba mengakrabkan diri.

Hanya pelototan mata yang menjawab omonganku. Aku tersenyum sambil mengangkat Kotak makanan yang sudah kosong.

Pantasan Tidak Laku-laku orangnya pemarah gini 'huh' ingin ku lempar botol kosong ini pas dikepalanya. tapi apalah hati berkata tak sanggup.

Aku kembali Turun ke bawah

"Enak yah! baru dua hari bekerja sudah mau berlagak sok berkuasa disini" Ucap perempuan bernama Ria kulihat dari Name tag nya.

"Enak yah! sesama karyawan tetapi udak sok merasa senior" Ucapku langsung membuat Ria bungkam.

"Hey karyawan baru. jangan sok kamu yah baru dua hari sudah ngedeketin 2 cowok tampan diperusahaan ini"

'Maksudnya siapa'batinku.

"Tidak apa-apa itu berarti aku cantik! Udah yah. awas aku mau melanjutkan pekerjaan ku lagi. My Honey sweety sudah menungguku diatas.Bye.. "

Paling anti dengan orang lama yang sok berkuasa di sebuah perusahaan. Apalagi mau menjatuhkan Nama teman untuk meningkatkan kualitas dirinya. Hempaskan pembully!

Aku kembali Naik lift. Banyak pekerjaan diatas sudah menunggu ku. belum lagi si Raja Tantrum yang suka kelewatan kalau ngomong.

Aku menuju pintu Ruanganku. Namun dihadang seorang karyawan wanita.

"Cass, tunggu. Aku nitip berkas ini yahh. Kalau ada yang kurang jelas. Nanti kasih tau ke aku. Makasih" Dia langsung pergi

Ada apa dengan karyawan. Mengapa mereka seperti takut ke Pak Alex padahal dia adalah Bos diperusahaan itu. Apalagi dengan Aldo yang buru-buru pergi, terpaksa aku membawa berkas itu dan memberikan ke Pak Alex.

Episodes
1 Bosku yang super tantrum
2 Bosku yang Super Tantrum
3 Bosku yang Super Tantrum
4 Bosku yang super Tantrum
5 Bosku yang super Tantrum
6 Bosku yang super Tantrum
7 Bosku yang super Tantrum
8 Bosku yang super Tantrum
9 Bosku yang super Tantrum
10 Bosku yang super Tantrum
11 Bosku yang super Tantrum
12 Bosku yang super Tantrum
13 Bosku yang super Tantrum
14 Bosku yang super Tantrum
15 Bosku yang super Tantrum
16 Bosku yang super Tantrum
17 Bosku yang super Tantrum
18 Bosku yang super Tantrum
19 Bosku yang super Tantrum
20 Bosku yang super Tantrum
21 Bosku yang super Tantrum
22 Bosku yang super Tantrum
23 Bosku yang super Tantrum
24 Bosku yang super Tantrum
25 Bosku yang super Tantrum
26 Bosku yang super Tantrum
27 Bosku yang super Tantrum
28 Bosku yang super Tantrum
29 Bosku yang super Tantrum
30 Bosku yang super Tantrum
31 Bosku yang super Tantrum
32 Bosku yang super Tantrum
33 Bosku yang super Tantrum
34 Bosku yang super Tantrum
35 Bosku yang super Tantrum
36 Bosku yang super Tantrum
37 Bosku yang super Tantrum
38 Bosku yang super Tantrum
39 Bosku yang super Tantrum
40 Bosku yang super Tantrum
41 Bosku yang Super Tantrum
42 Bosku yang super Tantrum
43 Bosku yang super Tantrum
44 Bosku yang super Tantrum
45 Bosku yang super Tantrum
46 Bosku yang super Tantrum
47 Bosku yang super Tantrum
48 Bosku yang super Tantrum
49 Bosku yang super Tantrum
50 Bosku yang super Tantrum
51 Bosku yang super Tantrum
52 Bosku yang super Tantrum
53 Bosku yang super Tantrum
54 Bosku yang super Tantrum
55 Bosku yang super Tantrum
56 Bosku yang super Tantrum
57 Bosku yang super Tantrum
58 Bosku yang super Tantrum
59 Bosku yang super Tantrum
60 Bosku yang super Tantrum
61 Bosku yang super Tantrum
62 Bosku yang super Tantrum
Episodes

Updated 62 Episodes

1
Bosku yang super tantrum
2
Bosku yang Super Tantrum
3
Bosku yang Super Tantrum
4
Bosku yang super Tantrum
5
Bosku yang super Tantrum
6
Bosku yang super Tantrum
7
Bosku yang super Tantrum
8
Bosku yang super Tantrum
9
Bosku yang super Tantrum
10
Bosku yang super Tantrum
11
Bosku yang super Tantrum
12
Bosku yang super Tantrum
13
Bosku yang super Tantrum
14
Bosku yang super Tantrum
15
Bosku yang super Tantrum
16
Bosku yang super Tantrum
17
Bosku yang super Tantrum
18
Bosku yang super Tantrum
19
Bosku yang super Tantrum
20
Bosku yang super Tantrum
21
Bosku yang super Tantrum
22
Bosku yang super Tantrum
23
Bosku yang super Tantrum
24
Bosku yang super Tantrum
25
Bosku yang super Tantrum
26
Bosku yang super Tantrum
27
Bosku yang super Tantrum
28
Bosku yang super Tantrum
29
Bosku yang super Tantrum
30
Bosku yang super Tantrum
31
Bosku yang super Tantrum
32
Bosku yang super Tantrum
33
Bosku yang super Tantrum
34
Bosku yang super Tantrum
35
Bosku yang super Tantrum
36
Bosku yang super Tantrum
37
Bosku yang super Tantrum
38
Bosku yang super Tantrum
39
Bosku yang super Tantrum
40
Bosku yang super Tantrum
41
Bosku yang Super Tantrum
42
Bosku yang super Tantrum
43
Bosku yang super Tantrum
44
Bosku yang super Tantrum
45
Bosku yang super Tantrum
46
Bosku yang super Tantrum
47
Bosku yang super Tantrum
48
Bosku yang super Tantrum
49
Bosku yang super Tantrum
50
Bosku yang super Tantrum
51
Bosku yang super Tantrum
52
Bosku yang super Tantrum
53
Bosku yang super Tantrum
54
Bosku yang super Tantrum
55
Bosku yang super Tantrum
56
Bosku yang super Tantrum
57
Bosku yang super Tantrum
58
Bosku yang super Tantrum
59
Bosku yang super Tantrum
60
Bosku yang super Tantrum
61
Bosku yang super Tantrum
62
Bosku yang super Tantrum

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!