Bab~20

"Masuklah !!" Matteo memerintahkan Karin untuk masuk setelah membuka pintunya.

Gadis itu langsung mengedarkan pandangannya ke setiap sudut tempat yang akan menjadi tempat tinggalnya nanti, terlihat ruangan sempit dengan sebuah kamar tidur beserta toilet di dalamnya, ruang menonton televisi dan juga dapur mini dan juga meja makan dengan sepasang kursi.

"Kamarnya hanya satu ?" Tanya Karin setelah membuka pintu kamarnya, terlihat sebuah kasur yang hanya cukup di tempati oleh dua orang dan itu mungkin akan sedikit terasa sempit mengingat badan suaminya yang lumayan tinggi besar.

"Aku hanya mampu mencicil unit tipe ini, apa kamu keberatan?" Matteo yang sedang merapikan barang-barangnya yang berantakan langsung menatap gadis itu yang kini tampak berdiri di ambang pintu.

"Tidak, tidak masalah." Sahut Karin dan pandangannya tak sengaja ke arah koper milik pria itu yang berada di ujung ruangan.

"Kamu juga baru pindah?" Tanyanya dengan dahi mengernyit.

"Hm, bukannya sudah ku bilang aku baru saja mengambil unit ini. Lebih baik segera rapikan barang-barangmu dan jangan banyak tanya lagi !!" Perintah Matteo yang sepertinya enggan berbicara panjang lebar, entah karena lelah atau merasa risih harus tinggal bersama gadis itu.

Karin mengangguk kecil, lalu segera mengambil kopernya yang entah sejak kapan berada di sini mungkin ibu tirinya yang mengirimnya karena sehari sebelumnya ia di perintahkan untuk mengemasi barang-barangnya.

Setelah selesai memasukkan pakaiannya ke dalam lemarinya, Karin segera membersihkan dirinya. Rasanya badannya sangat lelah dan ia ingin segera tidur, kakinya juga terasa kesemutan saking lamanya berdiri di acaranya tadi. Meskipun pernikahannya di gelar secara privat bahkan keluarga mertuanya hanya sedikit yang hadir namun justru dari pihak ibu tirinya yang mengundang banyak orang hingga sempat mendapatkan protes dari keluarga Suarez.

Beberapa saat kemudian setelah membersihkan dirinya, Karin segera memakai piyama bergambar boneka beruang kesayangannya. Piyama yang di dominasi warna hitam dan putih itu terlihat pas di tubuh rampingnya.

"Di sini tidak ada AC, pakaian seperti itu hanya akan membuatmu sudah tidur." Ucap Matteo yang baru masuk ke dalam kamarnya.

"Tak masalah, aku suka." Sahut Karin tak acuh, lalu segera naik ke atas kasurnya. Paling tidak pakaiannya takkan mengundang hasrat pria itu untuk meminta jatah malam pertamanya, sungguh ia belum siap untuk itu. Kalau pun dia akan melakukannya maka harus mendapatkan kepastian jika pria itu juga akan mencintainya. Entah kapan itu akan terjadi ia pun tak tahu, karena saat ini ia hanya akan menjalani takdirnya yang entah akan bermuara sampai mana.

Matteo tak lagi berbicara, kemudian pria itu segera masuk ke dalam kamar mandi dengan handuk tersampir di bahunya. Karin yang tak bisa tidur pun tampak mengambil ponsel di dalam tasnya, seharian ini ia memang sengaja mematikannya dan di lihatnya banyak sekali panggilan tak terjawab dari sang sahabat.

“Mungkin dia hanya mengkhawatirkan keadaanku.” Gumamnya, saat mendengar pintu kamar mandi di buka Karin pun langsung menarik selimutnya dan berpura-pura tidur.

"Aku tahu kamu belum tidur, bisa pinjam charge ponselmu sebentar punyaku ketinggalan di bengkel." Ucap pria itu dan mau tak mau Karin langsung membuka matanya.

"Mengganggu saja." Batinnya.

"Hm." Sahutnya kemudian, saat sedang membalikkan badan untuk beranjak gadis itu pun langsung berteriak ketika melihat pria itu hanya mengenakan handuk sebatas pusarnya dan membiarkan tubuh kekarnya yang di hiasai beberapa tato di kulitnya itu terpampang nyata di hadapannya.

Karin tiba-tiba tercekat, pria itu benar-benar seperti preman atau lebih tepatnya seperti seorang mafia yang pernah ia tonton di film-film favoritnya. Tapi ini di dunia nyata dan di hadapannya pula hingga membuatnya langsung kesusahan bernapas.

"Bisa tidak jika tak berpenampilan seperti itu, sangat tidak sopan." Protes gadis itu seraya beranjak dari tidurnya.

"Aku baru saja selesai mandi apanya yang tidak sopan?" Pungkas Matteo yang tidak mengerti dengan sikap gadis itu, lagipula mereka sudah menikah jadi apa salahnya?

"Tetap saja tidak sopan." Karin yang sedang membongkar tasnya pun nampak bersungut-sungut.

"Dia tidak tahu apa aku masih perawan, bikin deg-degan saja." Gerutunya lirih.

Di usianya yang baru saja menginjak 24 tahun itu Karin memang hanya baru sekali pacaran itu pun dengan mantan kekasih yang tiba-tiba pergi di hari pernikahannya bahkan berciuman pun gadis itu belum pernah, mungkin hanya berpelukan ataupun gandengan tangan saja. Aneh memang, di tengah maraknya gaya pacaran yang bebas seperti yang di lakukan oleh kakak tirinya tapi itulah dirinya yang memang selalu menjaga kehormatannya untuk pria yang ia cintai.

"Jika berbicara sedikit kencang lah aku tidak bisa mendengarnya !!" Perintah Matteo ketika gadis itu tampak menggerutu tak jelas.

Karin langsung membalikkan badannya dan beruntung pria itu sudah mengenakan celana boxer dan kaos rumahnya. “Aku berbicara sendiri jadi kamu tidak perlu mendengarkannya.” Sahutnya sedikit ketus.

Matteo tampak menggeleng kecil lalu segera mengambil pengisi daya yang diulurkan oleh gadis itu, selanjutnya pria itu terlihat fokus dengan ponselnya yang baru saja di hidupkan. Keningnya kadang-kadang mengkerut entah siapa yang mengirimi pria itu pesan.

Karin begitu tak peduli lantas kembali naik ke atas tempat tidurnya dan mengambil tempat paling ujung lalu meletakkan guling di tengah-tengahnya sebagai pembatas, kemudian wanita itu segera menutup matanya sebelum pria itu ikut naik ke atas kasurnya.

Beberapa saat kemudian terdengar suara pintu kamar di buka dan Karin yang belum juga bisa tidur pun langsung mengintip suaminya itu.

"Hm, ya." Ucap pria itu sambil menutup pintu kamarnya dengan perlahan.

Karin yang melihatnya pun langsung memicing, semalam ini pria itu menghubungi siapa? Malas cari tahu gadis itu pun kembali memejamkan matanya dan tak berapa lama langsung terlelap.

Satu jam kemudian Matteo kembali masuk ke dalam kamarnya dan di lihatnya gadis yang baru beberapa jam menjadi istrinya itu nampak tertidur lelap, lalu pria itu segera meletakkan ponselnya di atas nakas lantas mulai merebahkan tubuhnya di sebelahnya. Pandangannya terlihat kosong menatap langit-langit kamar dan tak berapa lama ia juga ikutan terlelap.

Malam pun mulai larut tapi udara di dalam kamar itu pun terasa semakin panas, Karin yang sebelumnya mengenakan piyama lengan panjang dan juga celana panjang kini tiba-tiba terbangun karena merasa kegerahan.

"Astaga panas sekali." Gumamnya seraya membuka matanya dan di lihatnya sang suami nampak tertidur pulas di sisinya, beruntung guling yang menjadi pembatas mereka masih berada di tempatnya.

"Bisa-bisanya dia tidur nyenyak seperti itu." Imbuhnya ketika melihat deru napas teratur sang suami.

Merasa sangat berkeringat Karin pun segera melepaskan piyamanya dan menyisakan tanktop dan celana pendeknya saja, besok ia akan bangun pagi-pagi sekali sebelum suaminya terbangun jadi pria itu takkan sempat melihat penampilannya yang lumayan seksi itu.

Terpopuler

Comments

🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦ℛᵉˣᎯƖƒᷡɑⷶ𖼹ͧ𖼹ᷫɑⷶ𐒅ᷝ

🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦ℛᵉˣᎯƖƒᷡɑⷶ𖼹ͧ𖼹ᷫɑⷶ𐒅ᷝ

hadeh karin .. Matteo sudah jadi suami yang sah kenapa di bilang gak sopan

2024-10-24

3

Cicih Sophiana

Cicih Sophiana

semoga Karin bahagia...

2024-10-03

0

Hani Ekawati

Hani Ekawati

Owh sama Kaisar sempet pacaran ya? Tp Kaizar pas menjelaskan ke Elle klo sm Karin itu menganggap adik.

2024-09-27

1

lihat semua
Episodes
1 Bab~01
2 Bab~02
3 Bab~03
4 Bab~04
5 Bab~05
6 Bab~06
7 Bab~07
8 Bab~08
9 Bab~09
10 Bab~10
11 Bab~11
12 Bab~12
13 Bab~13
14 Bab~14
15 Bab~15
16 Bab~16
17 Bab~17
18 Bab~18
19 Bab~19
20 Bab~20
21 Bab~21
22 Bab~22
23 Bab~23
24 Bab~24
25 Bab~25
26 Bab~26
27 Bab~27
28 Bab~28
29 Bab~29
30 Bab~30
31 Bab~31
32 Bab~32
33 Bab~33
34 Bab~34
35 Bab~35
36 Bab~36
37 Bab~37
38 Bab~38
39 Bab~39
40 Bab~40
41 Bab~41
42 Bab~42
43 Bab~43
44 Bab~44
45 Bab~45
46 Bab~46
47 Bab~47
48 Bab~48
49 Bab~49
50 Bab~50
51 Bab~51
52 Bab~52
53 Bab~53
54 Bab~54
55 Bab~55
56 Bab~56
57 Bab~57
58 Bab~58
59 Bab~59
60 Bab~60
61 Bab~61
62 Bab~62
63 Bab~63
64 Bab~64
65 Bab~65
66 Bab~66
67 Bab~67
68 Bab~68
69 Bab~69
70 Bab~70
71 Bab~71
72 Bab~72
73 Bab~73
74 Bab~74
75 Bab~75
76 Bab~76
77 Bab~77
78 Bab~78
79 Bab~79
80 Bab~80
81 Bab~81
82 Bab~82
83 Bab~83
84 Bab~84
85 Bab~85
86 Bab~86
87 Bab~87
88 Bab~88
89 Bab~89
90 Bab~90
91 Bab~91
92 Bab~92
93 Bab~93
94 Bab~94
95 Bab~95
96 Bab~96
97 Bab~97
98 Bab~98
99 Bab~99
100 Bab~100
101 Bab~101
102 Bab~102
103 Bab~103
104 Bab~104
105 Bab~105
106 Bab~106
107 Bab~107
108 Bab~108
109 Bab~109
110 Bab~110
111 Bab~111
112 Bab~112
113 Bab~113
114 Bab~114
115 Bab~115
116 Bab~116
117 Bab~117
118 Bab~118
119 Bab~119
120 Bab~120
121 Bab~121
122 Bab~122
123 Bab~123
124 Bab~124
125 Bab~125
126 Bab~126
127 Bab~127
128 Bab~128
129 Bab~129
130 Bab~130
131 Bab~131
132 Bab~132
133 Bab~133
134 Bab~134
135 Bab~135
136 Bab~136
137 Bab~137
138 Bab~138
139 Bab~139
140 Bab~140
141 Bab~141
142 Bab~142
143 Bab~143
144 Bab~144
145 Bab~145
Episodes

Updated 145 Episodes

1
Bab~01
2
Bab~02
3
Bab~03
4
Bab~04
5
Bab~05
6
Bab~06
7
Bab~07
8
Bab~08
9
Bab~09
10
Bab~10
11
Bab~11
12
Bab~12
13
Bab~13
14
Bab~14
15
Bab~15
16
Bab~16
17
Bab~17
18
Bab~18
19
Bab~19
20
Bab~20
21
Bab~21
22
Bab~22
23
Bab~23
24
Bab~24
25
Bab~25
26
Bab~26
27
Bab~27
28
Bab~28
29
Bab~29
30
Bab~30
31
Bab~31
32
Bab~32
33
Bab~33
34
Bab~34
35
Bab~35
36
Bab~36
37
Bab~37
38
Bab~38
39
Bab~39
40
Bab~40
41
Bab~41
42
Bab~42
43
Bab~43
44
Bab~44
45
Bab~45
46
Bab~46
47
Bab~47
48
Bab~48
49
Bab~49
50
Bab~50
51
Bab~51
52
Bab~52
53
Bab~53
54
Bab~54
55
Bab~55
56
Bab~56
57
Bab~57
58
Bab~58
59
Bab~59
60
Bab~60
61
Bab~61
62
Bab~62
63
Bab~63
64
Bab~64
65
Bab~65
66
Bab~66
67
Bab~67
68
Bab~68
69
Bab~69
70
Bab~70
71
Bab~71
72
Bab~72
73
Bab~73
74
Bab~74
75
Bab~75
76
Bab~76
77
Bab~77
78
Bab~78
79
Bab~79
80
Bab~80
81
Bab~81
82
Bab~82
83
Bab~83
84
Bab~84
85
Bab~85
86
Bab~86
87
Bab~87
88
Bab~88
89
Bab~89
90
Bab~90
91
Bab~91
92
Bab~92
93
Bab~93
94
Bab~94
95
Bab~95
96
Bab~96
97
Bab~97
98
Bab~98
99
Bab~99
100
Bab~100
101
Bab~101
102
Bab~102
103
Bab~103
104
Bab~104
105
Bab~105
106
Bab~106
107
Bab~107
108
Bab~108
109
Bab~109
110
Bab~110
111
Bab~111
112
Bab~112
113
Bab~113
114
Bab~114
115
Bab~115
116
Bab~116
117
Bab~117
118
Bab~118
119
Bab~119
120
Bab~120
121
Bab~121
122
Bab~122
123
Bab~123
124
Bab~124
125
Bab~125
126
Bab~126
127
Bab~127
128
Bab~128
129
Bab~129
130
Bab~130
131
Bab~131
132
Bab~132
133
Bab~133
134
Bab~134
135
Bab~135
136
Bab~136
137
Bab~137
138
Bab~138
139
Bab~139
140
Bab~140
141
Bab~141
142
Bab~142
143
Bab~143
144
Bab~144
145
Bab~145

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!