Bab~16

Melihat pak Kusuma datang mendekat Karin pun langsung berlari ke arahnya, jangan sampai sang ayah melihat kelakuan Risa yang ada akan menambah beban pikiran pria itu apalagi kini perusahaannya juga sedang kacau.

"Terima kasih, Pa." Ucap gadis itu setelah menerima secarik kertas darinya.

"Hm." Pak Kusuma hanya mengangguk kecil seraya menatap lekat putrinya itu sejenak, lantas segera berlalu pergi.

"Tidurlah dan jangan lupa mengecek pintu dan jendelanya !!" Ucap pria itu sebelum menutup pintu kamarnya.

Karin nampak bernapas lega, biarlah untuk kali ini kakak tirinya merasa aman tapi lain kali ia takkan melindunginya lagi. Karena seburuk-buruknya bangkai pasti akan tercium juga dan baik buruknya perbuatan pasti ada balasannya.

Keesokan harinya....

Pagi itu Karin nampak mengendarai mobilnya meninggalkan rumahnya, meskipun hari masih pagi ia harus segera mencari tahu tentang sosok calon suaminya tersebut dan kini sampailah gadis itu di depan sebuah bangunan yang lumayan sempit untuk ukuran bengkel.

"Jadi benar apa yang dia katakan jika pekerjaannya hanya penambal ban ?" Gumamnya, apa tuan Suarez yang kaya raya itu tega membiarkan cucu angkatnya menderita seperti ini? Atau jangan-jangan benar yang di katakan oleh ibu tirinya jika memang pria itu tak di sukai oleh keluar besar Suarez, untuk itu perjodohan tersebut sebenarnya adalah cara mereka untuk menyingkirkan nya?

"Benar-benar kasihan jika seperti itu." Gumamnya lagi dan detik selanjutnya nampak secercah senyuman tersungging di bibirnya.

"Baguslah jika dia miskin, maka akan mudah bagiku untuk mengajaknya kerja sama." Imbuhnya lagi.

Kini hampir dua jam Karin masih terpaku di dalam mobilnya, namun belum ada tanda-tanda jika bengkel akan di buka. Sepertinya calon suaminya itu tidak bekerja hari ini.

"Baiklah, nanti sore aku akan kembali lagi." Gumamnya seraya menghidupkan mesin mobilnya tapi tiba-tiba sebuah motor nampak berhenti di depan bengkel tersebut.

"Astaga, dia baru datang. Kenapa siang sekali ?" Akhirnya Karin urung pergi dan kini gadis itu bersiap turun dari mobilnya untuk menyapa pria itu.

"Hai." Ucapnya dan Matteo yang sedang mempersiapkan alat-alatnya langsung menoleh ke belakang.

"Kamu ?" Ucap pria itu dengan wajah terkejutnya.

"Apa yang kamu lakukan di sini ?" Imbuhnya lagi seraya menegakkan tubuhnya.

"Hanya kebetulan lewat dan tak sengaja melihat motormu jadi aku ingin memastikan itu kamu atau bukan." Sahut Karin beralasan, padahal lebih dari dua jam ia menunggu kedatangan pria itu.

"Oh, kalau begitu segera pulanglah tempat ini tidak cocok untukmu !!" Perintah Matteo yang terlihat tak nyaman dengan kedatangan gadis itu, kemudian pria itu kembali dengan kesibukannya.

"Memang kenapa? Apa aku mengganggu pekerjaanmu ?" Tanya Karin ingin tahu.

"Kamu lihat sendiri, tempat ini sangat kotor." Sahut Matteo seraya mengambil beberapa kain bekas yang berserakan, lalu membawa sekotak kunci mesin lantas meletakkannya di sebelah motor yang hendak ia perbaiki.

Karin tak berhenti mengawasi pria yang terlihat luwes dalam melakukan pekerjaannya itu, ia jadi semakin percaya jika calon suaminya itu bukan orang yang sama dengan pria yang pernah ia temui saat di danau waktu itu. Ya, mereka dua pria berbeda dan masalah table manner pria itu semalam mungkin adalah didikan dari keluarga Suarez yang notabennya orang kalangan atas.

"Tidak apa-apa, kotor tak membuatku mati jugakan ?" Sahut Karin yang kini justru duduk di sebuah bangku yang tak kalah kotor dengan tempat itu dan Matteo yang melihat itu pun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Ngomong-ngomong keluarga angkatmu kan kaya raya lalu kenapa kamu tak minta mereka untuk membuatkan mu tempat usaha yang lebih besar paling tidak lebih layak dari tempat ini ?" Ucap Karin seraya mengawasi setiap sudut tempat tersebut yang di penuhi oleh besi-bedi tua dan juga ceceran oli.

"Aku bukan pria pengemis." Sahut Matteo tegas, mendengar itu Karin pun nampak sedikit terkejut. Tinggi juga harga diri pria itu, pikirnya.

"Tapi ku rasa tuan Suarez orang baik, buktinya dia memberikan ku seserahan yang tidak murah." Jelas Karin dan bisa saja seandainya pria itu juga meminta untuk modal usahanya.

Matteo langsung mengangkat wajahnya menatap gadis itu. "Tapi itu tidak gratis bukan ?" Ucapnya dengan wajahnya yang selalu tegas.

Karin mengangguk kecil, memang tidak gratis karena tuan Suarez melakukan itu untuk menyingkirkan pria itu dari kehidupannya dan ia pun terpaksa menerimanya demi perusahaan sang ayah. Memang ada harga mahal di balik perjodohan mereka, tapi yang tidak ia mengerti kenapa harus di lakukan perjodohan bukankah pria itu bisa langsung di usirnya saja tanpa harus di nikahkan dengannya?

"Tapi jika kamu mau seserahan itu bisa kamu pakai membesarkan usahamu nanti." Karin memberikan saran, ia tak masalah semua perhiasannya di gunakan oleh pria itu asalkan calon suaminya itu mau bekerja sama dengannya.

Matteo nampak menatap lekat gadis itu lantas pria itu menggeleng kecil. "Sudah ku bilang aku bukan pengemis, lagipula itu milikmu jadi simpan saja." Tolaknya.

Karin nampak menggigit bibir bawahnya frustrasi, bagaimana caranya ia harus membujuk pria itu karena nyatanya materi tak menyilaukan matanya.

"Jangan menggigit bibirmu seperti itu di depan pria lain, mengerti !!" Tegur Matteo yang kini sudah berdiri di hadapan gadis itu.

Karin yang terkejut pun langsung melepaskan gigitan bibirnya, karena melamun ia tak menyadari pria itu sudah berada di dekatnya.

"Memang kenapa ?" Tanyanya ingin tahu, lagipula ia sudah biasa melakukannya.

"Tidak sopan." Sahut Matteo seraya masuk ke belakang dan tak berapa lama pria itu keluar dengan sebuah kunci besar di tangannya.

"Pulanglah !!" Perintahnya kemudian.

Namun bukannya menurut Karin justru nampak mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya, sepertinya gadis itu ingin mengulur waktu karena rasanya percuma ia sudah menunggu lama tapi tak menghasilkan apapun.

"Aku tadi membawakan mu sarapan tapi ku rasa kamu sudah makan jadi aku saja yang habiskan." Ucapnya seraya membuka sebuah kotak bekal berisi seporsi nasi goreng dan teman-temannya yang begitu menggugah selera.

"Aku belum sarapan." Tukas Matteo singkat.

"Baiklah, kalau begitu makanlah aku buatnya lumayan banyak !!" Karin langsung menggeser kotak bekalnya.

"Sebentar." Matteo yang sebelumnya memperbaiki sebuah motor segera beranjak lantas berlalu masuk ke dalam dan kembali keluar dengan sendok di tangannya.

"Pakai saja sendokmu aku punya sendiri." Ucap Matteo seraya menghempaskan bobot tubuhnya di kursi.

Kini mereka nampak makan bersama dan Karin terlihat senang karena kedekatan mereka akan ia manfaatkan sebaik mungkin. "Ngomong-ngomong, apa kamu punya saudara kembar ?" Tanyanya dan sontak membuat Matteo langsung tersedak dan gadis itu pun buru-buru mengulurkan botol air mineral yang sebelumnya ia bawa.

Terpopuler

Comments

Taryumi 2003

Taryumi 2003

td alasannya kebetulan lewat dan liat motor Mateo.. skrg blng bawain sarapan Mateo.. klo aku jadi Mateo, aku protes tuh ke Karin...

2024-12-05

2

Taryumi 2003

Taryumi 2003

sebenernya pak Kusuma msh perhatian sama Karin, cuma dia kalah sama istrinya itu..

2024-12-05

2

jumirah slavina

jumirah slavina

knp ?? km mulai tergoda ya Mat...
🤣🤣🤣🤣

2024-10-30

2

lihat semua
Episodes
1 Bab~01
2 Bab~02
3 Bab~03
4 Bab~04
5 Bab~05
6 Bab~06
7 Bab~07
8 Bab~08
9 Bab~09
10 Bab~10
11 Bab~11
12 Bab~12
13 Bab~13
14 Bab~14
15 Bab~15
16 Bab~16
17 Bab~17
18 Bab~18
19 Bab~19
20 Bab~20
21 Bab~21
22 Bab~22
23 Bab~23
24 Bab~24
25 Bab~25
26 Bab~26
27 Bab~27
28 Bab~28
29 Bab~29
30 Bab~30
31 Bab~31
32 Bab~32
33 Bab~33
34 Bab~34
35 Bab~35
36 Bab~36
37 Bab~37
38 Bab~38
39 Bab~39
40 Bab~40
41 Bab~41
42 Bab~42
43 Bab~43
44 Bab~44
45 Bab~45
46 Bab~46
47 Bab~47
48 Bab~48
49 Bab~49
50 Bab~50
51 Bab~51
52 Bab~52
53 Bab~53
54 Bab~54
55 Bab~55
56 Bab~56
57 Bab~57
58 Bab~58
59 Bab~59
60 Bab~60
61 Bab~61
62 Bab~62
63 Bab~63
64 Bab~64
65 Bab~65
66 Bab~66
67 Bab~67
68 Bab~68
69 Bab~69
70 Bab~70
71 Bab~71
72 Bab~72
73 Bab~73
74 Bab~74
75 Bab~75
76 Bab~76
77 Bab~77
78 Bab~78
79 Bab~79
80 Bab~80
81 Bab~81
82 Bab~82
83 Bab~83
84 Bab~84
85 Bab~85
86 Bab~86
87 Bab~87
88 Bab~88
89 Bab~89
90 Bab~90
91 Bab~91
92 Bab~92
93 Bab~93
94 Bab~94
95 Bab~95
96 Bab~96
97 Bab~97
98 Bab~98
99 Bab~99
100 Bab~100
101 Bab~101
102 Bab~102
103 Bab~103
104 Bab~104
105 Bab~105
106 Bab~106
107 Bab~107
108 Bab~108
109 Bab~109
110 Bab~110
111 Bab~111
112 Bab~112
113 Bab~113
114 Bab~114
115 Bab~115
116 Bab~116
117 Bab~117
118 Bab~118
119 Bab~119
120 Bab~120
121 Bab~121
122 Bab~122
123 Bab~123
124 Bab~124
125 Bab~125
126 Bab~126
127 Bab~127
128 Bab~128
129 Bab~129
130 Bab~130
131 Bab~131
132 Bab~132
133 Bab~133
134 Bab~134
135 Bab~135
136 Bab~136
137 Bab~137
138 Bab~138
139 Bab~139
140 Bab~140
141 Bab~141
142 Bab~142
143 Bab~143
144 Bab~144
145 Bab~145
Episodes

Updated 145 Episodes

1
Bab~01
2
Bab~02
3
Bab~03
4
Bab~04
5
Bab~05
6
Bab~06
7
Bab~07
8
Bab~08
9
Bab~09
10
Bab~10
11
Bab~11
12
Bab~12
13
Bab~13
14
Bab~14
15
Bab~15
16
Bab~16
17
Bab~17
18
Bab~18
19
Bab~19
20
Bab~20
21
Bab~21
22
Bab~22
23
Bab~23
24
Bab~24
25
Bab~25
26
Bab~26
27
Bab~27
28
Bab~28
29
Bab~29
30
Bab~30
31
Bab~31
32
Bab~32
33
Bab~33
34
Bab~34
35
Bab~35
36
Bab~36
37
Bab~37
38
Bab~38
39
Bab~39
40
Bab~40
41
Bab~41
42
Bab~42
43
Bab~43
44
Bab~44
45
Bab~45
46
Bab~46
47
Bab~47
48
Bab~48
49
Bab~49
50
Bab~50
51
Bab~51
52
Bab~52
53
Bab~53
54
Bab~54
55
Bab~55
56
Bab~56
57
Bab~57
58
Bab~58
59
Bab~59
60
Bab~60
61
Bab~61
62
Bab~62
63
Bab~63
64
Bab~64
65
Bab~65
66
Bab~66
67
Bab~67
68
Bab~68
69
Bab~69
70
Bab~70
71
Bab~71
72
Bab~72
73
Bab~73
74
Bab~74
75
Bab~75
76
Bab~76
77
Bab~77
78
Bab~78
79
Bab~79
80
Bab~80
81
Bab~81
82
Bab~82
83
Bab~83
84
Bab~84
85
Bab~85
86
Bab~86
87
Bab~87
88
Bab~88
89
Bab~89
90
Bab~90
91
Bab~91
92
Bab~92
93
Bab~93
94
Bab~94
95
Bab~95
96
Bab~96
97
Bab~97
98
Bab~98
99
Bab~99
100
Bab~100
101
Bab~101
102
Bab~102
103
Bab~103
104
Bab~104
105
Bab~105
106
Bab~106
107
Bab~107
108
Bab~108
109
Bab~109
110
Bab~110
111
Bab~111
112
Bab~112
113
Bab~113
114
Bab~114
115
Bab~115
116
Bab~116
117
Bab~117
118
Bab~118
119
Bab~119
120
Bab~120
121
Bab~121
122
Bab~122
123
Bab~123
124
Bab~124
125
Bab~125
126
Bab~126
127
Bab~127
128
Bab~128
129
Bab~129
130
Bab~130
131
Bab~131
132
Bab~132
133
Bab~133
134
Bab~134
135
Bab~135
136
Bab~136
137
Bab~137
138
Bab~138
139
Bab~139
140
Bab~140
141
Bab~141
142
Bab~142
143
Bab~143
144
Bab~144
145
Bab~145

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!