Bab~12

"Mel, bukannya kita mau beli soto ?" Protes Karin saat sahabatnya itu justru menariknya masuk ke dalam sebuah Coffee shop yang berada di sebelah restoran yang ingin mereka tuju untuk membeli sarapan.

"Aku berubah pikiran, sepertinya burger dan salad lebih enak." Sahut Amel yang terus saja menarik tangannya, Namun Karin langsung menahannya hingga membuat gadis itu mau tak mau menghentikan langkahnya.

"Memang sejak kamu suka burger dan salad ?" Karin pun nampak mengernyit menatap sahabatnya tersebut, bahkan gadis itu pernah sampai asam lambung saat pertama kali mencoba makan salad dan sejak saat itu ia tak pernah lagi mengajaknya makan makanan non lokal.

"Sejak hari ini, oke ?" Tegas Amel lalu kembali menarik tangan Karin dan membawanya masuk, saat baru menginjakkan kakinya di sana Amel langsung mengedarkan pandangannya dan setelah menemukan meja yang di tuju gadis itu pun berlalu kesana.

"Mel, banyaknya meja kosong di sini kenapa harus duduk di meja ini ?" Protes Karin pelan ketika mejanya berada tak jauh dari meja pria yang sedang ingin mereka selidiki, beruntung pria tersebut sedang fokus dengan buku menu di tangannya hingga tak memperhatikan kedatangan mereka.

"Pendengaranmu kan agak berkurang, jadi jika duduk di sini kita bisa mendengar apa yang sedang pria itu bicarakan." Bisik Amel seraya melirik pria tersebut yang di temani oleh dua pria lainnya yang sepertinya adalah sang asisten, kemudian mereka segera menghempaskan bobot tubuhnya membelakangi meja pria itu.

Karin langsung melotot. "Apa maksudmu dengan pendengaranku sedikit berkurang ?" Ucapnya meminta penjelasan, memang ia tuli?

"Sumpah aku hanya mengatakan apa yang di katakan oleh ibu tirimu dan juga pria itu." Sahut Amel sembari tersenyum nyengir menggoda sahabatnya tersebut.

Karin langsung mengerucutkan bibirnya. "Tidak lucu." Ucapnya kesal dan Amel pun langsung terkekeh.

Kemudian mereka segera memesan makanan, tapi Amel hanya pesan minuman karena memang tidak selera dengan menunya. Namun lain halnya dengan Karin yang terlihat memesan sepotong burger jumbo dan itu membuat sang sahabat nampak menggelengkan kepalanya.

"Mencari petunjuk juga butuh energi." Ucap Karin sebelum wanita itu mencibirnya.

"Awasi terus pergerakan perusahaan Suarez, Jim. Jika ada celah kita harus langsung memanfaatkannya !!" Perintah pria berkemeja navy setelah menyesap segelas kopinya lantas kembali meletakkannya di atas mejanya.

"Baik Tuan, ada beberapa tender perusahaan Suarez yang bermasalah dan saya akan memanfaatkan itu untuk merebutnya." Sahut sang asisten.

"Bagus !!" Sahut sang bos mengapresiasi pekerjaan anak buahnya.

Amel dan Karin yang sedang menguping pembicaraan mereka pun nampak saling berpandangan. "Sepertinya dia rival perusahaan tuan Suarez." Bisik Amel menanggapi.

Jika pria itu adalah musuh calon kakek mertuanya, lalu kenapa wajahnya mirip sekali dengan calon suaminya? Karin nampak tak mengerti, masalah ini membuatnya begitu pusing.

Saat mereka sedang asyik menguping tiba-tiba terdengar sebuah suara hingga membuat keduanya langsung menoleh. "Tak baik menguping pembicaraan orang lain." Ucap Pria yang sangat mirip dengan Matteo tersebut saat berhenti tepat di sebelah meja milik Karin hingga membuat mereka yang sedang duduk membelakangi meja pria itu pun langsung berjingkat kaget.

"Si-siapa yang menguping ?" Karin langsung beranjak dari duduknya dan mencoba bersikap biasa saja, namun suaranya tetap saja terdengar gugup. Sepertinya ia memang tak pandai berbohong.

"Selain pendengaranmu yang terganggu, rupanya pita suaramu juga bermasalah ya." Cibir pria itu seraya menatap Karin dari balik kacamata hitamnya.

"Omong kosong, kamu bukan dokter jadi jaga bicaramu !!" Tentu saja Karin langsung murka, kenapa tidak sekalian saja pria itu mengatakan jika ia juga wanita pincang?

Pria itu nampak menyeringai lantas berlalu begitu saja bersama kedua asistennya meninggalkan Karin yang siap meraih minumannya di atas meja untuk menyiram mukanya.

"Dasar pria menyebalkan, ku sumpahi tidak akan ada wanita yang mau dengannya." Karin nampak sangat kesal kemudian kembali menghempaskan bobot tubuhnya, apa mulut pria itu tidak pernah di sekolahkan?

Sementara Amel langsung tertawa lebar, rasanya puas sekali melihat sahabatnya itu dongkol. "Sudah-sudah, lupakan perkataan pria itu dan yang paling penting kita sudah tahu jika dia dan calon suamimu orang yang berbeda." Ucapnya menanggapi.

Karin masih saja bersungut-sungut. "Aku belum yakin siapa tahu dia diam-diam menghianati tuan Suarez, di depannya saja bersikap sebagai cucu yang manis tapi di belakangnya seperti serigala yang siap menerkam." Ucapnya mengutarakan keraguannya, bukankah banyak sekali orang-orang yang bermuka dua.

"Tapi aku yakin mereka berdua orang yang berbeda Rin, lihatlah pria itu dan pria yang datang ke rumahmu kemarin. Penampilan mereka benar-benar seperti bumi dan langit." Pungkas Amel.

"Benar juga sih, sepertinya setelah ini aku akan mengunjungi satu persatu bengkel di kota ini untuk memastikannya." Karin terlihat pasrah, ia harus memastikan jika suaminya benar-benar pria miskin hingga ia bisa mengajaknya untuk bekerja sama.

Lagipula bagaimana mungkin ia menjalani pernikahan tanpa cinta, rasanya tidak bisa membayangkan ia akan tinggal dan tidur seranjang dengan orang asing apalagi harus melakukan hubungan badan, membayangkan hal itu Karin pun langsung menggeleng cepat.

"Aku mendadak lupa jika hari ini ada meeting penting, Rin." Amel tiba-tiba beranjak dari duduknya.

"Katanya kamu ijin hari ini ?" Karin langsung melayangkan protes.

"Iya, tapi bosku tiba-tiba mengabariku untuk segera datang. Baiklah aku pergi dulu ya." Amel langsung memeluk sahabatnya itu sejenak lantas berlalu pergi dari sana, sebenarnya itu hanya alibinya saja agar gadis itu melupakan ide gilanya untuk mengajaknya berkeliling bengkel mencari tempat kerja calon suaminya.

"Dasar tak bisa di andalkan." Karin sudah tak bersemangat menghabiskan makanannya dan terpaksa berlalu juga dari tempat itu.

Kini gadis itu pun mencari tahu sendiri dengan mendatangi beberapa bengkel namun tak kunjung berhasil, sebenarnya bengkel macam apa yang pria itu tempati? Karena tak kunjung menemukan akhirnya ia memutuskan untuk pulang saja.

"Darimana kamu pagi-pagi sudah keluyuran ?" Tegur sang ibu ketika ia baru membuka pintu rumahnya.

"Bertemu dengan Amel, Ma." Sahut Karin apa adanya.

"Berhentilah bermain-main dengan gadis itu, ku rasa dia sudah membawa pengaruh buruk padamu !!" Sinis nyonya Kusuma yang memang kurang menyukai sosok Amel yang selalu ingin ikut campur urusan orang lain.

"Oh ya tadi tuan Suarez mengabarkan jika Matteo akan datang untuk makan malam bersama kita jadi bantu-bantu bibik untuk menyiapkan semuanya !!" Imbuhnya lagi dan tentu saja Karin langsung terkejut mendengarnya, ia sudah berkeliling seharian untuk mencarinya tapi pria itu justru datang sendiri tanpa di minta.

"Ya sudah jaga rumah aku mau pergi arisan." Ucap sang ibu lantas berlalu dari hadapan gadis itu.

"Tunggu, Ma !!" Karin pun langsung mengejar wanita itu.

"Bukankah itu perhiasanku? Kenapa mama pakai ?" Tanyanya ketika melihat ibunya mengenakan satu set perhiasan pemberian keluarga Suarez saat lamaran kemarin.

Terpopuler

Comments

Taryumi 2003

Taryumi 2003

mungkin perusahaan sueres udh dikuasai oleh anak anak tuan suerez

2024-12-05

0

dewi

dewi

hanya kamu yg mau 🤣🤣🤣🤣

2025-01-09

0

dewi

dewi

🤣🤣🤣🤣

2025-01-09

0

lihat semua
Episodes
1 Bab~01
2 Bab~02
3 Bab~03
4 Bab~04
5 Bab~05
6 Bab~06
7 Bab~07
8 Bab~08
9 Bab~09
10 Bab~10
11 Bab~11
12 Bab~12
13 Bab~13
14 Bab~14
15 Bab~15
16 Bab~16
17 Bab~17
18 Bab~18
19 Bab~19
20 Bab~20
21 Bab~21
22 Bab~22
23 Bab~23
24 Bab~24
25 Bab~25
26 Bab~26
27 Bab~27
28 Bab~28
29 Bab~29
30 Bab~30
31 Bab~31
32 Bab~32
33 Bab~33
34 Bab~34
35 Bab~35
36 Bab~36
37 Bab~37
38 Bab~38
39 Bab~39
40 Bab~40
41 Bab~41
42 Bab~42
43 Bab~43
44 Bab~44
45 Bab~45
46 Bab~46
47 Bab~47
48 Bab~48
49 Bab~49
50 Bab~50
51 Bab~51
52 Bab~52
53 Bab~53
54 Bab~54
55 Bab~55
56 Bab~56
57 Bab~57
58 Bab~58
59 Bab~59
60 Bab~60
61 Bab~61
62 Bab~62
63 Bab~63
64 Bab~64
65 Bab~65
66 Bab~66
67 Bab~67
68 Bab~68
69 Bab~69
70 Bab~70
71 Bab~71
72 Bab~72
73 Bab~73
74 Bab~74
75 Bab~75
76 Bab~76
77 Bab~77
78 Bab~78
79 Bab~79
80 Bab~80
81 Bab~81
82 Bab~82
83 Bab~83
84 Bab~84
85 Bab~85
86 Bab~86
87 Bab~87
88 Bab~88
89 Bab~89
90 Bab~90
91 Bab~91
92 Bab~92
93 Bab~93
94 Bab~94
95 Bab~95
96 Bab~96
97 Bab~97
98 Bab~98
99 Bab~99
100 Bab~100
101 Bab~101
102 Bab~102
103 Bab~103
104 Bab~104
105 Bab~105
106 Bab~106
107 Bab~107
108 Bab~108
109 Bab~109
110 Bab~110
111 Bab~111
112 Bab~112
113 Bab~113
114 Bab~114
115 Bab~115
116 Bab~116
117 Bab~117
118 Bab~118
119 Bab~119
120 Bab~120
121 Bab~121
122 Bab~122
123 Bab~123
124 Bab~124
125 Bab~125
126 Bab~126
127 Bab~127
128 Bab~128
129 Bab~129
130 Bab~130
131 Bab~131
132 Bab~132
133 Bab~133
134 Bab~134
135 Bab~135
136 Bab~136
137 Bab~137
138 Bab~138
139 Bab~139
140 Bab~140
141 Bab~141
142 Bab~142
143 Bab~143
144 Bab~144
145 Bab~145
Episodes

Updated 145 Episodes

1
Bab~01
2
Bab~02
3
Bab~03
4
Bab~04
5
Bab~05
6
Bab~06
7
Bab~07
8
Bab~08
9
Bab~09
10
Bab~10
11
Bab~11
12
Bab~12
13
Bab~13
14
Bab~14
15
Bab~15
16
Bab~16
17
Bab~17
18
Bab~18
19
Bab~19
20
Bab~20
21
Bab~21
22
Bab~22
23
Bab~23
24
Bab~24
25
Bab~25
26
Bab~26
27
Bab~27
28
Bab~28
29
Bab~29
30
Bab~30
31
Bab~31
32
Bab~32
33
Bab~33
34
Bab~34
35
Bab~35
36
Bab~36
37
Bab~37
38
Bab~38
39
Bab~39
40
Bab~40
41
Bab~41
42
Bab~42
43
Bab~43
44
Bab~44
45
Bab~45
46
Bab~46
47
Bab~47
48
Bab~48
49
Bab~49
50
Bab~50
51
Bab~51
52
Bab~52
53
Bab~53
54
Bab~54
55
Bab~55
56
Bab~56
57
Bab~57
58
Bab~58
59
Bab~59
60
Bab~60
61
Bab~61
62
Bab~62
63
Bab~63
64
Bab~64
65
Bab~65
66
Bab~66
67
Bab~67
68
Bab~68
69
Bab~69
70
Bab~70
71
Bab~71
72
Bab~72
73
Bab~73
74
Bab~74
75
Bab~75
76
Bab~76
77
Bab~77
78
Bab~78
79
Bab~79
80
Bab~80
81
Bab~81
82
Bab~82
83
Bab~83
84
Bab~84
85
Bab~85
86
Bab~86
87
Bab~87
88
Bab~88
89
Bab~89
90
Bab~90
91
Bab~91
92
Bab~92
93
Bab~93
94
Bab~94
95
Bab~95
96
Bab~96
97
Bab~97
98
Bab~98
99
Bab~99
100
Bab~100
101
Bab~101
102
Bab~102
103
Bab~103
104
Bab~104
105
Bab~105
106
Bab~106
107
Bab~107
108
Bab~108
109
Bab~109
110
Bab~110
111
Bab~111
112
Bab~112
113
Bab~113
114
Bab~114
115
Bab~115
116
Bab~116
117
Bab~117
118
Bab~118
119
Bab~119
120
Bab~120
121
Bab~121
122
Bab~122
123
Bab~123
124
Bab~124
125
Bab~125
126
Bab~126
127
Bab~127
128
Bab~128
129
Bab~129
130
Bab~130
131
Bab~131
132
Bab~132
133
Bab~133
134
Bab~134
135
Bab~135
136
Bab~136
137
Bab~137
138
Bab~138
139
Bab~139
140
Bab~140
141
Bab~141
142
Bab~142
143
Bab~143
144
Bab~144
145
Bab~145

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!