Bab~07

"Matteo Jordan."

"Matteo Suarez."

"Matteo Jordan Suarez."

"Jordan Suarez."

Karin nampak kesal ketika tak menemukan apapun perihal nama yang ia ketik di sebuah situs pencarian, lalu bagaimana ia bisa mengetahui siapa calon suaminya sedangkan besok lamaran sudah di adakan. Bahkan pria yang bernama tuan Suarez pun tak dapat ia kulik informasinya, apa seprivat itu keluarga mereka di tengah maraknya media sosial yang menjamur saat ini.

Karena tak kunjung menemukan apa yang ia cari, akhirnya Karin memutuskan keluar dari kamarnya untuk membuat makanan di dapur. Semoga saja masih ada sisa bahan makanan yang bisa ia olah, saat baru melangkah tiba-tiba tanpa sengaja ia mendengar sebuah suara aneh dari lantai atas. Suara de sa han yang membuat bulu kuduknya langsung merinding, meskipun ia belum pernah melakukannya tapi umurnya lebih dari cukup untuk mengetahui hal-hal dewasa seperti itu.

Dengan perlahan Karin menaiki anak tangga hingga suara itu semakin terdengar jelas di telinganya dan tentu saja itu membuatnya semakin penasaran, sesampainya di sana Karin segera berlalu menuju kamar saudara tirinya karena kamarnya sendiri pun sengaja ia kosongkan dan memilih tinggal di gudang untuk menjaga barang-barang sang ibu.

Rupanya kamar Risa pun tak tertutup rapat hingga membuatnya mudah untuk melihat apa yang terjadi tanpa harus membukanya terlebih dahulu.

"Ahh sayang, iya lebih cepat lagi."

Racau Risa ketika pria yang ada di atas tubuhnya itu memacunya dengan penuh semangat dan Karin yang melihat dua orang berbeda jenis kelamin tanpa berbusana itu pun langsung melotot tak percaya.

Ceroboh sekali mereka bisa-bisanya melakukan hal mesum tanpa menutup pintunya dan juga sedikit tak berperasaan karena di saat orang tuanya sakit kakaknya itu malah asyik melakukan perzinahan. Karena tak ingin kehilangan kesempatan, gadis itu pun nampak merogoh ponselnya di saku bajunya lantas merekam adegan tak pantas itu.

Terkadang ia memang menonton film yang di sisipi adegan dewasa tapi menonton secara langsung baru ia lakukan sekarang dan pemerannya adalah saudaranya sendiri.

Berbagai gaya dan posisi mereka lakukan tanpa menyadari keberadaan Karin yang sedang merekamnya, sampai sebuah erangan panjang menandakan jika mereka telah selesai dan Karin pun segera mematikan ponselnya.

Sial, bisa-bisanya ia merekamnya hingga selesai dan itu membuat tubuhnya sedikit bereaksi aneh, karena tak ingin di ketahui oleh mereka gadis itu pun segera pergi. Namun tanpa ia sengaja tiba-tiba menyenggol sebuah guci di samping tangga hingga jatuh, beruntung tak pecah tapi tetap saja meninggalkan jejak suara. Setelah meletakkan di tempat semula, Karin segera berlalu masuk ke dalam kamarnya.

Sementara Risa yang masih kelelahan setelah percintaan panjangnya bersama sang kekasih nampak berjingkat kaget ketika mendengar sesuatu yang jatuh, kemudian wanita itu segera beranjak.

"Sayang, sepertinya ada orang datang. Kenapa kamu tak menutup pintunya dengan benar." Ucapnya menegur kekasihnya tersebut.

"Bukankah kamu bilang orang tuamu besok baru pulang ?" Sahut Daniel yang terlihat terburu-buru mengenakan pakaiannya.

"Mereka memang pulang besok dari rumah sakit, tapi Karin pasti sudah pulang sekarang." Jelas Risa dengan wajah pucatnya, bagaimana jika saudara tirinya tersebut melihat pembuatan mereka bisa-bisa ayahnya akan murka. Ayahnya memang sangat menyayanginya dari pada Karin karena selama ini ia bertingkah sebagai anak baik dan juga penurut. Bukan anak pembantah dan suka melawan seperti saudaranya itu.

"Tenanglah sayang, kalau pun adikmu itu datang pasti tidak berani naik ke kamarmu. Jika dia bertanya kita bisa bilang kalau sedang menonton film." Daniel mencoba menenangkan kekasihnya itu.

Akhirnya setelah penampilan mereka sedikit rapi, Risa dan Daniel pun segera turun ke lantai bawah. Namun tak ada siapa pun di sana.

"Tak ada siapa-siapa sayang." Ucap Daniel sedikit tenang.

Namun Risa segera melihat jendela dan benar saja mobil jelek milik saudara tirinya itu terparkir di samping mobil milik kekasihnya.

"Tapi dia sudah pulang." Ucapnya menatap pria itu.

"Kamu tunggu di sini, aku harus memastikan sesuatu." Imbuhnya lagi lantas berlari menuju kamar Karin yang terletak di bagian belakang rumahnya.

"Karin !!

"Karin !!"

Teriaknya dengan tak sabar dan tak berapa lama pintu terbuka, nampak Karin keluar dengan penampilan acak-acakan khas bangun tidur.

"Ada apa sih mengganggu tidur orang saja ?" Gerutunya seraya mengucek matanya.

"Kamu baru bangun ?" Risa pun nampak mengamati penampilannya.

"Hm, aku lelah sekali." Sahut gadis itu.

"Sejak kapan kamu pulang ?" Tanya wanita itu penuh selidik.

"Sejak tadi, ku pikir di rumah tak ada orang dan kamu pergi lagi bersama Daniel menggunakan mobilmu jadi aku langsung saja tidur." Sahut Karin berdusta.

Risa nampak mematut wajah saudaranya itu untuk mencari kebohongan di sana, namun sepertinya gadis itu berkata yang sebenarnya.

"Baiklah kalau begitu, a-aku hanya ingin tanya keadaan papa saja." Dusta Risa, wajahnya sedikit lega karena perbuatan mesumnya tak di ketahui oleh sang adik tiri.

Pasti adiknya itu datang saat ia sedang menonton film dewasa di kamarnya bersama sang kekasih, jadi saat ia bercinta gadis itu sudah terlelap tidur di kamarnya.

"Jika ingin tahu keadaan papa, kenapa kamu tidak langsung mengunjunginya di rumah sakit saja ?" Pungkas Karin, karena sejak ayahnya di rawat hingga ia pulang wanita itu tak menampakkan batang hidungnya.

"Itu bukan urusanmu dan tak ada kewajiban bagimu untuk mengguruiku." Sinis Risa lantas berlalu pergi dari hadapan gadis itu.

Karin yang melihat itu pun nampak menghela napasnya lelah, kemudian kembali masuk ke dalam kamarnya.

Keesokan harinya....

Pagi itu Karin nampak terbangun saat mendengar keramaian di luar kamarnya, karena penasaran gadis itu pun segera keluar tak peduli penampilannya masih berantakan.

Di lihatnya banyak orang sedang mengerjakan dekorasi di ruang tamunya, seperti akan di adakan sebuah acara dan pandangannya tak sengaja ke arah papan nama yang tertera namanya dan calon suaminya di sana hingga membuatnya kembali menyadari jika hari ini adalah hari pertunangannya.

"Astaga, kenapa kamu belum bersiap juga ?"

Tiba-tiba nyonya Kusuma datang bersama dengan sang ayah dan Karin langsung mengernyit karena ayahnya itu terlihat sudah baik-baik saja.

"Pa, bagaimana keadaanmu ?" Tanyanya seraya melangkah mendekat.

"Papamu sudah sangat sehat." Sahut nyonya Kusuma.

"Benar nak, papa sudah sangat sehat." Ulang sang ayah seraya menatap bergantian istri dan anaknya tersebut.

"Syukurlah, ngomong-ngomong kapan papa pulang dari rumah sakit padahal pagi ini aku mau kesana ?" Tanya Karin lagi.

"Semalam."

"Tadi pagi."

Ucap pak Kusuma dan istrinya bersamaan, namun nyonya Kusuma langsung meralat perkataannya. "Maksudku papamu pulang tadi malam menjelang pagi, karena dia sudah tak sabar menunggu acara lamaranmu." Jelasnya.

"Ya sudah bersiap-siaplah, sebentar lagi acara akan di mulai." Imbuh wanita itu lagi seraya membawa gadis itu kembali ke kamarnya.

Karin nampak menggaruk kepalanya yang tidak gatal, entah kenapa ia merasa ada yang aneh dengan sikap ayah dan ibu tirinya tersebut.

Terpopuler

Comments

Jamilatul Fauziah

Jamilatul Fauziah

rin-rin Lo mau aja di kibulin sm mereka 🙄

2025-01-17

0

febby fadila

febby fadila

pasti pak kusuma cmn pura2 sakit

2025-03-11

0

dewi

dewi

pura² sakit, makanya ajaib tiba² sembuh 🤭

2025-01-08

0

lihat semua
Episodes
1 Bab~01
2 Bab~02
3 Bab~03
4 Bab~04
5 Bab~05
6 Bab~06
7 Bab~07
8 Bab~08
9 Bab~09
10 Bab~10
11 Bab~11
12 Bab~12
13 Bab~13
14 Bab~14
15 Bab~15
16 Bab~16
17 Bab~17
18 Bab~18
19 Bab~19
20 Bab~20
21 Bab~21
22 Bab~22
23 Bab~23
24 Bab~24
25 Bab~25
26 Bab~26
27 Bab~27
28 Bab~28
29 Bab~29
30 Bab~30
31 Bab~31
32 Bab~32
33 Bab~33
34 Bab~34
35 Bab~35
36 Bab~36
37 Bab~37
38 Bab~38
39 Bab~39
40 Bab~40
41 Bab~41
42 Bab~42
43 Bab~43
44 Bab~44
45 Bab~45
46 Bab~46
47 Bab~47
48 Bab~48
49 Bab~49
50 Bab~50
51 Bab~51
52 Bab~52
53 Bab~53
54 Bab~54
55 Bab~55
56 Bab~56
57 Bab~57
58 Bab~58
59 Bab~59
60 Bab~60
61 Bab~61
62 Bab~62
63 Bab~63
64 Bab~64
65 Bab~65
66 Bab~66
67 Bab~67
68 Bab~68
69 Bab~69
70 Bab~70
71 Bab~71
72 Bab~72
73 Bab~73
74 Bab~74
75 Bab~75
76 Bab~76
77 Bab~77
78 Bab~78
79 Bab~79
80 Bab~80
81 Bab~81
82 Bab~82
83 Bab~83
84 Bab~84
85 Bab~85
86 Bab~86
87 Bab~87
88 Bab~88
89 Bab~89
90 Bab~90
91 Bab~91
92 Bab~92
93 Bab~93
94 Bab~94
95 Bab~95
96 Bab~96
97 Bab~97
98 Bab~98
99 Bab~99
100 Bab~100
101 Bab~101
102 Bab~102
103 Bab~103
104 Bab~104
105 Bab~105
106 Bab~106
107 Bab~107
108 Bab~108
109 Bab~109
110 Bab~110
111 Bab~111
112 Bab~112
113 Bab~113
114 Bab~114
115 Bab~115
116 Bab~116
117 Bab~117
118 Bab~118
119 Bab~119
120 Bab~120
121 Bab~121
122 Bab~122
123 Bab~123
124 Bab~124
125 Bab~125
126 Bab~126
127 Bab~127
128 Bab~128
129 Bab~129
130 Bab~130
131 Bab~131
132 Bab~132
133 Bab~133
134 Bab~134
135 Bab~135
136 Bab~136
137 Bab~137
138 Bab~138
139 Bab~139
140 Bab~140
141 Bab~141
142 Bab~142
143 Bab~143
144 Bab~144
145 Bab~145
Episodes

Updated 145 Episodes

1
Bab~01
2
Bab~02
3
Bab~03
4
Bab~04
5
Bab~05
6
Bab~06
7
Bab~07
8
Bab~08
9
Bab~09
10
Bab~10
11
Bab~11
12
Bab~12
13
Bab~13
14
Bab~14
15
Bab~15
16
Bab~16
17
Bab~17
18
Bab~18
19
Bab~19
20
Bab~20
21
Bab~21
22
Bab~22
23
Bab~23
24
Bab~24
25
Bab~25
26
Bab~26
27
Bab~27
28
Bab~28
29
Bab~29
30
Bab~30
31
Bab~31
32
Bab~32
33
Bab~33
34
Bab~34
35
Bab~35
36
Bab~36
37
Bab~37
38
Bab~38
39
Bab~39
40
Bab~40
41
Bab~41
42
Bab~42
43
Bab~43
44
Bab~44
45
Bab~45
46
Bab~46
47
Bab~47
48
Bab~48
49
Bab~49
50
Bab~50
51
Bab~51
52
Bab~52
53
Bab~53
54
Bab~54
55
Bab~55
56
Bab~56
57
Bab~57
58
Bab~58
59
Bab~59
60
Bab~60
61
Bab~61
62
Bab~62
63
Bab~63
64
Bab~64
65
Bab~65
66
Bab~66
67
Bab~67
68
Bab~68
69
Bab~69
70
Bab~70
71
Bab~71
72
Bab~72
73
Bab~73
74
Bab~74
75
Bab~75
76
Bab~76
77
Bab~77
78
Bab~78
79
Bab~79
80
Bab~80
81
Bab~81
82
Bab~82
83
Bab~83
84
Bab~84
85
Bab~85
86
Bab~86
87
Bab~87
88
Bab~88
89
Bab~89
90
Bab~90
91
Bab~91
92
Bab~92
93
Bab~93
94
Bab~94
95
Bab~95
96
Bab~96
97
Bab~97
98
Bab~98
99
Bab~99
100
Bab~100
101
Bab~101
102
Bab~102
103
Bab~103
104
Bab~104
105
Bab~105
106
Bab~106
107
Bab~107
108
Bab~108
109
Bab~109
110
Bab~110
111
Bab~111
112
Bab~112
113
Bab~113
114
Bab~114
115
Bab~115
116
Bab~116
117
Bab~117
118
Bab~118
119
Bab~119
120
Bab~120
121
Bab~121
122
Bab~122
123
Bab~123
124
Bab~124
125
Bab~125
126
Bab~126
127
Bab~127
128
Bab~128
129
Bab~129
130
Bab~130
131
Bab~131
132
Bab~132
133
Bab~133
134
Bab~134
135
Bab~135
136
Bab~136
137
Bab~137
138
Bab~138
139
Bab~139
140
Bab~140
141
Bab~141
142
Bab~142
143
Bab~143
144
Bab~144
145
Bab~145

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!