Bab~04

"Tuan, tidak bisakah jika putri keduaku saja yang menerima perjodohan ini ?"

Malam itu pak Kusuma dan istrinya nampak mengunjungi tuan Suarez di kediamannya yang lumayan mewah, rumah bergaya Eropa kuno itu nampak sepi tanpa penghuni kecuali beberapa asisten rumah tangga dengan pakaian yang seragam.

Tuan Suarez yang sedang duduk di kursi kebesarannya nampak menyesap pipa cerutu yang terbuat dari tulang binatang hingga asapnya sedikit mengepul ke udara. Pria blesteran Belanda itu pun langsung menyingkirkan asap tersebut dengan beberapa kali kibasan tangannya.

"Bukankah putrimu cuma satu ?" Ucapnya kemudian seraya menatap ke arah pak Kusuma.

Tentu saja pria itu langsung berpandangan dengan sang istri lantas kembali menatap pria tua yang terlihat masih sangat sehat tersebut.

"Putriku ada dua Tuan, yang pertama bernama Arisa Kusuma dan yang kedua Karin Kusuma." Pungkasnya menjelaskan barangkali pria itu lupa mengingat usia yang tak lagi muda.

Pria berusia 80 tahun itu nampak memperhatikan sepasang suami istri yang duduk di hadapannya tersebut, kemudian kembali membuka suaranya. "Tapi yang ku tahu putrimu cuma satu dan wajahnya sangat mirip dengan ibunya." Tukasnya menanggapi dan lagi-lagi membuat pak Kusuma dan sang istri saling berpandangan, sangat kentara jika istrinya itu saat ini sedang geram karena perkataan pria tua itu.

Tapi pak Kusuma mencoba menenangkan wanita itu dengan kedipan matanya, istrinya itu harus bisa menahan emosinya demi bisa menyelamatkan perusahaan.

"Benar Tuan dan Karin yang akan menerima perjodohan ini." Ucap pak Kusuma menegaskan karena memang Karin yang di minta oleh pria itu bukan lah Risa.

Tuan Suarez langsung mengangguk setuju. "Baiklah, pernikahan harus di lakukan secepatnya bahkan jika bisa besok juga tidak masalah." Ucapnya sembari terkekeh dan pak Kusuma beserta istrinya pun ikut terkekeh, tentu saja mereka sangat senang karena pada akhirnya perusahaannya takkan jadi bangkrut.

"Maaf Tuan, bisakah kami meminta waktu untuk mempersiapkan pernikahan ini. Karena Karin adalah putri kesayangan kami rasanya kasihan sekali jika pernikahannya di adakan secara sederhana, dia banyak teman yang harus di undang begitu juga dengan kami yang harus mengundang keluarga besar dan para kolega." Ucap nyonya Kusuma memberikan saran, meskipun ia tidak menyukai anak tirinya tersebut, tapi mengadakan pesta juga sangat menguntungkan baginya baik dari segi materi yang akan ia dapatkan dari para tamu undangan maupun sebuah kebanggaan karena mendapatkan besan kaya raya meskipun calon menantunya itu hanya cucu angkat.

Tuan Suarez yang memperhatikan wanita itu berbicara langsung menimpali. "Kamu siapa ?" Ucapnya dan tentu saja itu membuat nyonya Kusuma nampak geram. Keberadaannya seperti tak terlihat oleh pria tua itu dan rasanya percuma bicara panjang lebar karena tak di anggap.

"Dasar tua bangka." Umpatnya dalam hati.

Sang suami yang sepertinya menyadari kemarahan istrinya langsung berbisik. "Dia hanya pria tua yang pikun, jangan di ambil hati perkataannya." Ucapnya lirih, lantas kembali menatap Tuan Suarez yang kembali menikmati cerutunya.

"Dia istri kedua saya Tuan, karena ibunya Karin sudah lama meninggal jadi saya menikah lagi." Jelasnya kemudian.

Pak Kusuma menganggap jika Tuan Suarez sudah pikun saat ini padahal beberapa tahun sebelumnya ia pernah membawa serta istrinya untuk menghadiri jamuan makan malam atas undangan pria itu bersama relasi bisnisnya yang lain. Ia memang mengenal pria itu sejak lama bahkan mendiang istri pertamanya dahulu sebelum ia nikahi adalah salah satu karyawan di kantornya.

"Baiklah, sepertinya ini sudah malam. Besok lusa lamaran akan di adakan dan orang-orangku akan membantumu mengurus segalanya." Ucap Tuan Suarez seraya beranjak dari duduknya dan di ikuti oleh pak Kusuma beserta sang istri.

"Aku tidak bisa mengantarmu, kamu tahu pintu keluarkan ?" Imbuh pria itu lagi.

"Tentu saja Tuan, terima kasih banyak atas undangannya." Pak Kusuma langsung menjabat tangan pria tua itu, namun saat istrinya hendak mengulurkan tangannya tiba-tiba Tuan Suarez mengambil tongkatnya lantas berlalu melewatinya begitu saja dan membiarkan tangan wanita itu menggantung di udara.

Pak Kusuma langsung menggandeng istrinya dan mengajaknya keluar dari ruangan tersebut, saat baru menutup pintunya tiba-tiba ia melihat beberapa orang sudah menunggu mereka di ruang tamu padahal saat baru datang tadi rumah itu terlihat sepi.

"Silakan duduk kami ingin bicara !!" Ucap seorang wanita paruh baya mempersilakan mereka untuk duduk di sofa yang masih kosong dan pak Kusuma beserta istrinya pun langsung menurut.

"Perkenalkan saya Magdalena putri pertama keluarga Suarez, ini Mariana putri kedua lalu kedua lelaki itu adalah suami kami dan mereka bertiga adalah anak-anak kami." Wanita dewasa yang berpenampilan anggun namun tegas itu memperkenalkan anggota keluarganya beserta ketiga anak mereka yang berjenis kelamin dua orang laki-laki dan seorang perempuan.

"Baiklah langsung saja pada intinya karena kami tidak memiliki banyak waktu, kami sudah mendengar jika papa ingin menjodohkan Matteo dengan putri kalian dan perlu kalian tahu mungkin ini juga sudah menjadi rahasia umum jika Matteo hanya cucu angkat di dalam keluarga Suarez. Jadi jangan berharap lebih dengan pernikahan ini karena Matteo takkan mendapatkan sepeser pun dari harta kami." Tegas wanita itu menatap satu persatu pak Kusuma dan juga istrinya yang langsung di angguki oleh anggota keluarga lainnya.

"Tentu, tentu saja. Saya menerima lamaran dari Tuan Suarez juga mengingat hubungan baik kami." Sahut pak Kusuma, karena sesuai perjanjiannya dan tuan Suarez jika ia tak boleh mengatakan apapun kalau perjodohan ini atas dasar kesepakatan yang tentu saja sangat menguntungkannya. Bahkan hingga hari ini ia masih belum mengerti kenapa Tuan Suarez memilih putrinya untuk di jodohkan dengan cucu angkatnya yang sampai saat ini pun ia belum pernah melihat tampang pemuda tersebut.

Setelah berbincang sesaat mereka pun langsung meninggalkan kediaman Suarez. "Benarkan apa yang mama bilang, mereka menjodohkan cucu angkatnya itu agar bisa segera menyingkirkannya. Kita benar-benar buntung mendapatkan menantu tak berguna itu, pokoknya mama tidak mau setelah mereka menikah masih merepotkan kita." Gerutu Nyonya Kusuma kesal, berharap bisa mendapatkan besan kaya raya namun sepertinya hanya angan-angannya saja. Padahal ia ingin menunjukkan pada mantan sahabatnya di mana dulu mereka hampir besanan jika saja calon menantunya itu tak pergi di hari pernikahan dan sejak saat itu hubungan baik mereka menjadi renggang apalagi setelah mengetahui niatnya yang hanya ingin memanfaatkannya saja.

"Sudahlah Ma, yang penting perusahaan kita tertolong sekarang dan mama bisa shopping-shopping lagi seperti biasanya." Pak Kusuma mencoba membujuk istrinya tersebut.

"Benar juga ya Pa, ngomong-ngomong suaminya Karin nanti bisa juga bekerja di kantor kita. Lumayankan kita punya karyawan gratisan." Timpal wanita itu dengan kekehannya setelah mengutarakan ide gilanya tersebut.

Terpopuler

Comments

Taryumi 2003

Taryumi 2003

klo ruangan nya gelap mungkin muka nya udh jadi Mak lampir beneran..

2024-12-04

0

Dewa Rana

Dewa Rana

nama Suarez biasanya dari spanyol Thor, bukan belanda

2025-02-11

0

febby fadila

febby fadila

jd benalu kok sombong nyonya....

2025-03-11

0

lihat semua
Episodes
1 Bab~01
2 Bab~02
3 Bab~03
4 Bab~04
5 Bab~05
6 Bab~06
7 Bab~07
8 Bab~08
9 Bab~09
10 Bab~10
11 Bab~11
12 Bab~12
13 Bab~13
14 Bab~14
15 Bab~15
16 Bab~16
17 Bab~17
18 Bab~18
19 Bab~19
20 Bab~20
21 Bab~21
22 Bab~22
23 Bab~23
24 Bab~24
25 Bab~25
26 Bab~26
27 Bab~27
28 Bab~28
29 Bab~29
30 Bab~30
31 Bab~31
32 Bab~32
33 Bab~33
34 Bab~34
35 Bab~35
36 Bab~36
37 Bab~37
38 Bab~38
39 Bab~39
40 Bab~40
41 Bab~41
42 Bab~42
43 Bab~43
44 Bab~44
45 Bab~45
46 Bab~46
47 Bab~47
48 Bab~48
49 Bab~49
50 Bab~50
51 Bab~51
52 Bab~52
53 Bab~53
54 Bab~54
55 Bab~55
56 Bab~56
57 Bab~57
58 Bab~58
59 Bab~59
60 Bab~60
61 Bab~61
62 Bab~62
63 Bab~63
64 Bab~64
65 Bab~65
66 Bab~66
67 Bab~67
68 Bab~68
69 Bab~69
70 Bab~70
71 Bab~71
72 Bab~72
73 Bab~73
74 Bab~74
75 Bab~75
76 Bab~76
77 Bab~77
78 Bab~78
79 Bab~79
80 Bab~80
81 Bab~81
82 Bab~82
83 Bab~83
84 Bab~84
85 Bab~85
86 Bab~86
87 Bab~87
88 Bab~88
89 Bab~89
90 Bab~90
91 Bab~91
92 Bab~92
93 Bab~93
94 Bab~94
95 Bab~95
96 Bab~96
97 Bab~97
98 Bab~98
99 Bab~99
100 Bab~100
101 Bab~101
102 Bab~102
103 Bab~103
104 Bab~104
105 Bab~105
106 Bab~106
107 Bab~107
108 Bab~108
109 Bab~109
110 Bab~110
111 Bab~111
112 Bab~112
113 Bab~113
114 Bab~114
115 Bab~115
116 Bab~116
117 Bab~117
118 Bab~118
119 Bab~119
120 Bab~120
121 Bab~121
122 Bab~122
123 Bab~123
124 Bab~124
125 Bab~125
126 Bab~126
127 Bab~127
128 Bab~128
129 Bab~129
130 Bab~130
131 Bab~131
132 Bab~132
133 Bab~133
134 Bab~134
135 Bab~135
136 Bab~136
137 Bab~137
138 Bab~138
139 Bab~139
140 Bab~140
141 Bab~141
142 Bab~142
143 Bab~143
144 Bab~144
145 Bab~145
Episodes

Updated 145 Episodes

1
Bab~01
2
Bab~02
3
Bab~03
4
Bab~04
5
Bab~05
6
Bab~06
7
Bab~07
8
Bab~08
9
Bab~09
10
Bab~10
11
Bab~11
12
Bab~12
13
Bab~13
14
Bab~14
15
Bab~15
16
Bab~16
17
Bab~17
18
Bab~18
19
Bab~19
20
Bab~20
21
Bab~21
22
Bab~22
23
Bab~23
24
Bab~24
25
Bab~25
26
Bab~26
27
Bab~27
28
Bab~28
29
Bab~29
30
Bab~30
31
Bab~31
32
Bab~32
33
Bab~33
34
Bab~34
35
Bab~35
36
Bab~36
37
Bab~37
38
Bab~38
39
Bab~39
40
Bab~40
41
Bab~41
42
Bab~42
43
Bab~43
44
Bab~44
45
Bab~45
46
Bab~46
47
Bab~47
48
Bab~48
49
Bab~49
50
Bab~50
51
Bab~51
52
Bab~52
53
Bab~53
54
Bab~54
55
Bab~55
56
Bab~56
57
Bab~57
58
Bab~58
59
Bab~59
60
Bab~60
61
Bab~61
62
Bab~62
63
Bab~63
64
Bab~64
65
Bab~65
66
Bab~66
67
Bab~67
68
Bab~68
69
Bab~69
70
Bab~70
71
Bab~71
72
Bab~72
73
Bab~73
74
Bab~74
75
Bab~75
76
Bab~76
77
Bab~77
78
Bab~78
79
Bab~79
80
Bab~80
81
Bab~81
82
Bab~82
83
Bab~83
84
Bab~84
85
Bab~85
86
Bab~86
87
Bab~87
88
Bab~88
89
Bab~89
90
Bab~90
91
Bab~91
92
Bab~92
93
Bab~93
94
Bab~94
95
Bab~95
96
Bab~96
97
Bab~97
98
Bab~98
99
Bab~99
100
Bab~100
101
Bab~101
102
Bab~102
103
Bab~103
104
Bab~104
105
Bab~105
106
Bab~106
107
Bab~107
108
Bab~108
109
Bab~109
110
Bab~110
111
Bab~111
112
Bab~112
113
Bab~113
114
Bab~114
115
Bab~115
116
Bab~116
117
Bab~117
118
Bab~118
119
Bab~119
120
Bab~120
121
Bab~121
122
Bab~122
123
Bab~123
124
Bab~124
125
Bab~125
126
Bab~126
127
Bab~127
128
Bab~128
129
Bab~129
130
Bab~130
131
Bab~131
132
Bab~132
133
Bab~133
134
Bab~134
135
Bab~135
136
Bab~136
137
Bab~137
138
Bab~138
139
Bab~139
140
Bab~140
141
Bab~141
142
Bab~142
143
Bab~143
144
Bab~144
145
Bab~145

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!