Bab~10

Di saat semua tamu masih berkumpul menikmati hidangan lain halnya dengan Risa dan Daniel yang kini terlihat mengendap-endap naik ke kamarnya yang ada di lantai dua.

"Seperti ada laki-laki naik ke atas ?" Gumam Amel yang hendak ke toilet dan berhenti tepat di depan tangga yang menghubungkan lantai dua rumah tersebut.

"Ah, mungkin hanya perasaanku saja." Imbuhnya lagi kemudian berlalu dari sana.

Sementara itu di lantai dua terdengar sebuah rintihan dari dalam kamar Risa. ''Ah sayang kamu nakal sekali.'' Ucap Risa di tengah sang kekasih mencoba melucuti pakaiannya sembari me lu mat bibirnya dengan rakus.

Sementara Amel yang baru keluar dari toilet pun samar-samar mendengar sebuah rintihan yang membuat bulu kuduknya seketika merinding. "Astaga, hot sekali tante dan om Kusuma sempat-sempatnya buat adiknya Karin di situasi seperti ini." Selorohnya seraya menatap ke lantai atas, gadis itu nampak geleng-geleng kepala lantas segera berlalu karena itu bukan urusannya.

Namun langkahnya tiba-tiba terhenti. "Bukannya kamar mereka di lantai bawah ya, lalu yang di atas itu siapa? Karin? Tidak mungkin bahkan calon suaminya seperti tidak napsu melihatnya, acara belum selesai saja sudah kabur dasar pria tidak normal. Lalu siapa yang di atas itu, apa jangan-jangan..." Karena penasaran Amel pun segera menaiki anak tangga dengan mengendap-endap seperti pencuri dan di lihatnya kamar Risa nampak tak tertutup rapat.

Amel semakin mendekat ketika suara de sa han semakin intens terdengar dan langsung berteriak ketika melihat apa yang terjadi di dalam kamar tersebut.

Aaaaarrrggghhh

Daniel dan Risa yang hampir saja melakukan penyatukan langsung terkejut ketika melihat gadis itu tiba-tiba muncul di depan pintunya, lalu mereka segera memungut pakaiannya yang berceceran di atas lantai.

"Diamlah !!" Daniel mendatangi gadis itu lalu menarik tangannya dengan kasar masuk ke dalam kamar.

"Awas jika kamu mengadu macam-macam !!" Ancamnya dengan murka.

"I-itu." Amel yang menutup mukanya dengan sebelah telapak tangannya nampak menunjuk pusaka milik pria itu yang belum memakai apapun.

"Ah, sial." Daniel segera memakai pakaiannya dan tak berapa lama Karin beserta kedua orang tuanya datang.

"Ada apa ini ?" Tanya pak Kusuma ketika melihat mereka bertiga berada di dalam satu kamar.

Nyonya Kusuma yang melihat kamar putrinya berantakan langsung menatap mereka satu persatu. "Apa yang sedang kalian lakukan di sini ?" Ucapnya meminta penjelasan.

"I-itu Ma kecoa, ada kecoa masuk ke dalam kamarku." Terang Risa yang kini sudah berpakaian lengkap.

"Benar tante, kami sedang berusaha mengusirnya." Timpal Daniel menambahi.

"Benarkan ?" Imbuhnya lagi seraya menatap tajam Amel, berharap wanita itu bisa ia ajak kerja sama. Karena jangan sampai ulah mereka di ketahui oleh orang tua kekasihnya, sungguh ia belum siap jika harus menikah saat ini. Ia masih belum puas menghabiskan masa mudanya dengan bersenang-senang dan rasanya aneh jika tiba-tiba harus berurusan dengan bayi dan juga popok kotor.

"I-iya om, ada kecoa kepala hitam." Amel langsung menyahuti yang langsung membuat semua orang menatapnya terutama Daniel dan Risa yang terlihat kesal dengan jawaban gadis itu.

"Maksud saya kecoanya berwarna hitam." Ralat Amel sembari tersenyum nyengir.

"Syukurlah, kirain ada apa." Nyonya Kusuma nampak lega.

"Ya sudah ayo turun lagi, nanti biar bibik yang bersihkan !!" Imbuhnya lagi lantas berlalu dari sana di ikuti oleh yang lainnya dan Daniel pun terlihat kesal karena hasratnya gagal ia tuntaskan pada sang kekasih.

"Kalau begitu saya pulang dulu tante, om." Pamit pria itu sesampainya di lantai bawah.

"Sayang, kenapa cepat sekali ?" Risa pun tak rela jika kekasihnya pergi.

"Iya kenapa cepat sekali pulangnya, nak Daniel." Nyonya Kusuma ikut membenarkan perkataan sang putri.

"Saya baru ingat jika ada kerjaan tante, kalau begitu sampai jumpa." Daniel pun berpamitan.

"Selamat ya Rin." Ucapnya sebelum pergi sembari menatap nakal Karin.

Karin yang terlalu muak dengan pria itu pun menjawab seperlunya. "Hm."

Daniel nampak terkekeh kecil lantas berlalu pergi.

"Dasar tidak punya sopan santun, bagaimana pun juga dia calon kakak iparmu yang patut kamu hormati bahkan dia jauh lebih kaya dari calon suamimu yang seorang montir itu." Tegur Risa saat adik tirinya itu menunjukkan rasa tidak sukanya pada sang kekasih.

Karin hanya menatap malas kakak tirinya itu lantas menghempaskan bobot tubuhnya di kursi, saat ini semua tamu yang hadir telah kembali ke rumah masing-masing dan kini tinggallah keluarga inti saja yang ada di sana kecuali Amel.

"Ini semua akan menjadi milik mama dan kamu tidak boleh protes." Tegas nyonya Kusuma saat membongkar barang-barang seserahan milik Karin.

"Anggap saja sebagai balas budi karena aku yang sudah membesarkan mu selama ini." Imbuh wanita itu lagi seraya menatap beberapa set perhiasan di tangannya tersebut, nampak gurat bahagia di wajahnya karena selama ini belum pernah memiliki perhiasan semahal itu. Beberapa set perhiasan miliknya pun sebagian sudah di jual suaminya untuk menutupi kerugian perusahaannya, dasar suami tak bisa di andalkan pikirnya.

"Aku mau yang ini ya, Ma." Risa pun nampak mengambil pakaian, sepatu serta makeup yang wanita itu kira seharga puluhan juta. Enak saja adik tirinya itu ingin memiliki semua barang-barang mahal ini padahal suaminya hanya seorang montir, lebih pantas dirinya yang memilikinya karena calon istri direktur.

"Iya ambil saja sayang, lebih cocok kamu yang pakai." Sahut sang ibu lantas beralih menatap sebuah tas lalu mengambilnya dan putrinya itu pun juga hendak mengambilnya.

"Sayang, ini milik mama." Sergah nyonya Kusuma yang mencoba menarik tas seharga ratusan juta itu.

"Tapi ini lebih cocok sama aku, Ma." Risa pun tak mau mengalah dan keduanya pun kini nampak berebut.

Karin dan Amel terlihat jengah melihatnya lantas beranjak pergi tapi tiba-tiba dua orang berpakaian hitam-hitam nampak masuk ke dalam rumah mereka.

"Ada apa ?" Tanya pak Kusuma yang terkejut melihat kedatangan kedua pria itu.

"Permisi pak, saya mendapatkan pesan dari Tuan Suarez jika nona Karin harus memakai semua perhiasannya saat pesta pernikahan nanti dan barang-barang yang lain pun harus di bawah ketika beliau ikut suaminya." Terang salah satu dari mereka.

"Apa ?" Nyonya Kusuma dan Risa pun terkejut mendengarnya.

"Beliau juga berpesan akan membatalkan kesepakatan jika anda melanggarnya." Imbuh pria tersebut dan sontak membuat Risa maupun sang ibu langsung melepaskan tas di tangan mereka.

"Mari saya bantu simpan di kamar anda, nona." Kedua pria itu pun langsung membantu Karin membawa barang-barang seserahan ke dalam kamarnya dan setelah selesai mereka baru meninggalkan tempat tersebut.

"Menyebalkan, padahal mama juga ingin barang-barang seperti milik Karin itu, Pa." Rengek nyonya Kusuma pada sang suami.

"Sabarlah Ma, kita harus memulihkan perusahaan dahulu baru kamu bisa berbelanja." Sahut pak Kusuma seraya beranjak dari duduknya, sepertinya pria itu juga merasa jengah dengan sikap sang istri yang selalu menuntut.

"Anak sama bapak sama saja." Gerutu wanita itu kesal.

Sementara itu di dalam kamar Karin dan Amel nampak menatap ruangan yang kini terasa penuh sesak dengan barang-barang.

"Rin, kira-kira calon suamimu beneran montir kah kok aku tidak percaya ya? Lihatlah bahkan barang-barang seserahan ini harganya bisa membayar seluruh montir sekabupaten." Ucap Amel memberikan pendapatnya.

"Entahlah, besok kita cari tahu." Sahut Karin yang juga nampak penasaran dengan calon suaminya

Terpopuler

Comments

febby fadila

febby fadila

ciiiihhh dasar serakah maux enakx doang

2025-03-11

0

Taryumi 2003

Taryumi 2003

cerein aja lah istri super matre gitu..

2024-12-05

0

Priskha

Priskha

aq curiga ini sdh di rencanakan sm pak Suarez utk menyelamatkan Karin mengingat beliau dulu adalah bosnya mamanya Karin jd paling tdk beliau sdh menyelidiki spt apa kehidupan Karin mangkanya beliau minta Karin yg jd calonnya Mateo

2025-01-10

1

lihat semua
Episodes
1 Bab~01
2 Bab~02
3 Bab~03
4 Bab~04
5 Bab~05
6 Bab~06
7 Bab~07
8 Bab~08
9 Bab~09
10 Bab~10
11 Bab~11
12 Bab~12
13 Bab~13
14 Bab~14
15 Bab~15
16 Bab~16
17 Bab~17
18 Bab~18
19 Bab~19
20 Bab~20
21 Bab~21
22 Bab~22
23 Bab~23
24 Bab~24
25 Bab~25
26 Bab~26
27 Bab~27
28 Bab~28
29 Bab~29
30 Bab~30
31 Bab~31
32 Bab~32
33 Bab~33
34 Bab~34
35 Bab~35
36 Bab~36
37 Bab~37
38 Bab~38
39 Bab~39
40 Bab~40
41 Bab~41
42 Bab~42
43 Bab~43
44 Bab~44
45 Bab~45
46 Bab~46
47 Bab~47
48 Bab~48
49 Bab~49
50 Bab~50
51 Bab~51
52 Bab~52
53 Bab~53
54 Bab~54
55 Bab~55
56 Bab~56
57 Bab~57
58 Bab~58
59 Bab~59
60 Bab~60
61 Bab~61
62 Bab~62
63 Bab~63
64 Bab~64
65 Bab~65
66 Bab~66
67 Bab~67
68 Bab~68
69 Bab~69
70 Bab~70
71 Bab~71
72 Bab~72
73 Bab~73
74 Bab~74
75 Bab~75
76 Bab~76
77 Bab~77
78 Bab~78
79 Bab~79
80 Bab~80
81 Bab~81
82 Bab~82
83 Bab~83
84 Bab~84
85 Bab~85
86 Bab~86
87 Bab~87
88 Bab~88
89 Bab~89
90 Bab~90
91 Bab~91
92 Bab~92
93 Bab~93
94 Bab~94
95 Bab~95
96 Bab~96
97 Bab~97
98 Bab~98
99 Bab~99
100 Bab~100
101 Bab~101
102 Bab~102
103 Bab~103
104 Bab~104
105 Bab~105
106 Bab~106
107 Bab~107
108 Bab~108
109 Bab~109
110 Bab~110
111 Bab~111
112 Bab~112
113 Bab~113
114 Bab~114
115 Bab~115
116 Bab~116
117 Bab~117
118 Bab~118
119 Bab~119
120 Bab~120
121 Bab~121
122 Bab~122
123 Bab~123
124 Bab~124
125 Bab~125
126 Bab~126
127 Bab~127
128 Bab~128
129 Bab~129
130 Bab~130
131 Bab~131
132 Bab~132
133 Bab~133
134 Bab~134
135 Bab~135
136 Bab~136
137 Bab~137
138 Bab~138
139 Bab~139
140 Bab~140
141 Bab~141
142 Bab~142
143 Bab~143
144 Bab~144
145 Bab~145
Episodes

Updated 145 Episodes

1
Bab~01
2
Bab~02
3
Bab~03
4
Bab~04
5
Bab~05
6
Bab~06
7
Bab~07
8
Bab~08
9
Bab~09
10
Bab~10
11
Bab~11
12
Bab~12
13
Bab~13
14
Bab~14
15
Bab~15
16
Bab~16
17
Bab~17
18
Bab~18
19
Bab~19
20
Bab~20
21
Bab~21
22
Bab~22
23
Bab~23
24
Bab~24
25
Bab~25
26
Bab~26
27
Bab~27
28
Bab~28
29
Bab~29
30
Bab~30
31
Bab~31
32
Bab~32
33
Bab~33
34
Bab~34
35
Bab~35
36
Bab~36
37
Bab~37
38
Bab~38
39
Bab~39
40
Bab~40
41
Bab~41
42
Bab~42
43
Bab~43
44
Bab~44
45
Bab~45
46
Bab~46
47
Bab~47
48
Bab~48
49
Bab~49
50
Bab~50
51
Bab~51
52
Bab~52
53
Bab~53
54
Bab~54
55
Bab~55
56
Bab~56
57
Bab~57
58
Bab~58
59
Bab~59
60
Bab~60
61
Bab~61
62
Bab~62
63
Bab~63
64
Bab~64
65
Bab~65
66
Bab~66
67
Bab~67
68
Bab~68
69
Bab~69
70
Bab~70
71
Bab~71
72
Bab~72
73
Bab~73
74
Bab~74
75
Bab~75
76
Bab~76
77
Bab~77
78
Bab~78
79
Bab~79
80
Bab~80
81
Bab~81
82
Bab~82
83
Bab~83
84
Bab~84
85
Bab~85
86
Bab~86
87
Bab~87
88
Bab~88
89
Bab~89
90
Bab~90
91
Bab~91
92
Bab~92
93
Bab~93
94
Bab~94
95
Bab~95
96
Bab~96
97
Bab~97
98
Bab~98
99
Bab~99
100
Bab~100
101
Bab~101
102
Bab~102
103
Bab~103
104
Bab~104
105
Bab~105
106
Bab~106
107
Bab~107
108
Bab~108
109
Bab~109
110
Bab~110
111
Bab~111
112
Bab~112
113
Bab~113
114
Bab~114
115
Bab~115
116
Bab~116
117
Bab~117
118
Bab~118
119
Bab~119
120
Bab~120
121
Bab~121
122
Bab~122
123
Bab~123
124
Bab~124
125
Bab~125
126
Bab~126
127
Bab~127
128
Bab~128
129
Bab~129
130
Bab~130
131
Bab~131
132
Bab~132
133
Bab~133
134
Bab~134
135
Bab~135
136
Bab~136
137
Bab~137
138
Bab~138
139
Bab~139
140
Bab~140
141
Bab~141
142
Bab~142
143
Bab~143
144
Bab~144
145
Bab~145

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!