Bab~08

Acara lamaran pun telah tiba dan keluarga Kusuma beserta keluarga besarnya nampak menunggu kehadiran keluarga Suarez yang sebentar lagi akan tiba. Mereka nampak berpenampilan semaksimal mungkin untuk menyambut tamu penting tersebut.

"Jangan mengharapkan akan mendapatkan seserahan mahal, karena status Matteo hanya cucu angkat." Ucap nyonya Kusuma saat menghampiri Karin di kamarnya, wanita paruh baya itu terlihat merias wajahnya dengan makeup tebal dan bibirnya sangat merah seakan baru saja menghisap darah segar.

"Ita benar, calon suamimu itu kan memang tidak bisa di andalkan tidak seperti calon suamiku seorang direktur perusahaan ternama dan saat melamarku nanti pasti seserahannya mahal dan banyak. Astaga, aku jadi tidak sabar menunggu hari itu tiba." Risa ikut menimpali meskipun selalu memojokkan Karin, wanita itu pun juga merias wajahnya dengan makeup tebal sama seperti ibunya.

"Aku tidak mengharapkan apapun kok, aku hanya berharap acara ini cepat selesai." Pungkas Karin yang tak begitu peduli dengan ucapan mereka, ia sudah sangat lelah dan ingin segera mengakhiri ini semua.

Gadis itu nampak membuang napasnya setelah kepergian sang ibu lantas mematut dirinya di depan cermin, beberapa bulan yang lalu ia juga berdandan seperti ini tapi hari itu ia sangat bahagia karena bertunangan dengan pria yang ia cintai. Meskipun pada akhirnya kisahnya berakhir menyedihkan dan saat ini dengan penampilan yang sama tapi hatinya terasa perih karena harus bertunangan dengan pria yang bahkan tidak pernah ia ketahui.

"Sudah, jangan di pikirkan ucapan nenek lampir dan ulat bulu itu. Karena aku merasa ini waktunya kamu bahagia Karin." Ucap Amel yang memang sejak tadi menemani gadis itu di kamarnya.

Beberapa saat kemudian Amel segera membawa Karin keluar saat keluarga calon suaminya datang, sebenarnya ia juga penasaran seperti apa mereka terutama calon suami sahabatnya tersebut. Bagaimana tampang pria itu? Apa dia pria baik? Semoga saja sesuai firasatnya.

Saat baru menginjakkan kakinya di ruang tamu yang kini sudah di sulap menjadi tempat acara yang lumayan mewah itu, semua orang nampak mengagumi paras Karin. Begitu juga dengan Daniel yang sedang duduk di sebelah kekasihnya pun terlihat mencuri pandang padanya dan saat tatapan keduanya bertemu, pria itu lagi-lagi mengedipkan matanya nakal.

Karin merasa muak lalu pandangannya beralih pada 10 mobil mewah yang baru datang beriringan memasuki halaman rumahnya dan itu membuat nyonya Kusuma beserta keluarga besarnya yang kebetulan juga ikut hadir langsung menganga. Namun tidak dengan Risa, wanita itu terlihat tidak suka.

"Astaga, kenapa sebanyak itu yang datang. Bukankah mereka mengatakan tidak lebih dari 10 orang, tahu begini kita mengadakan pesta di hotel saja." Ucap nyonya Kusuma yang sedikit panik namun juga sesekali menyombongkan dirinya pada beberapa saudaranya.

"Calon besanku memang sangat kaya, lihatlah mobil-mobilnya saja bahkan lebih mahal dari harga rumah kalian." Ucapnya pada beberapa sepupu dan juga bibiknya.

Sejak menikah dengan pak Kusuma, wanita itu memang lebih dekat dengan keluarganya sendiri dari pada keluarga suaminya. Jadi setiap ada acara, keluarga wanita itu yang selalu mendominasi.

Rupanya dari sepuluh 10 mobil tersebut hanya tiga yang mereka tumpangi dan selebihnya berisi seserahan yang lumayan banyak, nampak beberapa pria berpakaian hitam layaknya seorang bodyguard membawa seserahan tersebut masuk ke dalam kediaman pak Kusuma.

Semua yang ada di sana pun nampak tercengang melihat itu, terutama nyonya Kusuma dan juga Risa. Mereka terlihat mengawasi satu persatu kotak seserahan yang berisi barang-barang mahal dan bermerek ternama bahkan bibir mereka sampai menganga ketika melihat beberapa set perhiasan yang lumayan mahal. Tidak ada barang murah di sana dan itu membuat Risa sedikit syok, namun tidak dengan sang ibu yang senyumnya langsung merekah. Karena ia akan memiliki semua itu dan sedikit menyisakan untuk anak tirinya tersebut.

Di saat semua orang fokus pada barang seserahan, lain halnya dengan Karin yang nampak mengawasi keluarga Suarez yang sedang di sambut kedatangannya oleh sang ayah. Nampak satu pria tua yang Karin tebak adalah tuan Suarez, pria yang sudah tak muda lagi itu terlihat menggunakan tongkat untuk membantunya berjalan.

Lalu ada dua wanita dewasa dan juga dua pria dewasa, mungkin mereka adalah anak dan menantu tuan Suarez dan pandangan Karin beralih pada pemuda yang berdiri di belakang mereka, bersama seorang gadis dan juga lelaki remaja.

"Jadi apa pria itu yang bernama Matteo ?" Gumamnya saat mencuri pandang pada pemuda tampan yang gadis itu tebak berusia sekitar 25 tahun. Pemuda itu juga kebetulan sedang menatapnya, namun tanpa Karin duga pemuda tersebut nampak mengedipkan sebelah mata menggodanya dan itu membuat Karin langsung membuang muka.

Gadis itu merasa jika pria itu dan Daniel tak jauh berbeda, dua pria playboy yang suka mempermainkan wanita. Entah ia akan melanjutkan pernikahan ini atau tidak, ia tidak bisa membayangkan hari-harinya sebagai istrinya nanti.

Setelah semua tamu duduk tuan Suarez langsung memperkenalkan satu persatu anggota keluarganya dari anak, menantu dan juga cucu-cucunya.

"Perkenalkan ini putri pertama saya, Magdalena Suarez dan Josh suaminya. Putri kedua saya Mariana Suarez dan Brandon suaminya, yang itu Alika dan Aldo anak dari Mariana. Sedangkan yang itu, satu-satunya putra Magdalena." Terang tuan Suarez dan Karin yang sejak tadi mendengar penuturan pria tua itu nampak tak sabar mengetahui nama pria itu. Benarkah dia pria yang akan menjadi suaminya? Matteo?

"Namanya Michael." Lanjut tuan Suarez lagi dan entah kenapa itu membuat Karin merasa lega, ia tidak suka dengan tatapan nakal pria yang bernama Michael itu karena ia benar-benar merasa di lecehkan.

"Maaf Tuan Suarez, lalu di manakah calon suami putriku. Nak Matteo Jordan ?" Tanya pak Kusuma ingin tahu karena sejak tadi ia tak melihat keberadaan pria itu, jika keluarga Suarez yang lain tentu saja ia sudah mengetahuinya saat mengunjungi rumahnya beberapa waktu yang lalu.

"Sepertinya kamu sudah tak sabar ingin bertemu dengan calon menantumu, Kusuma. Sabarlah, sebentar lagi dia juga akan datang." Pungkas tuan Suarez lantas terkekeh senang.

Selanjutnya mereka selingi dengan mengobrol kecil sembari menunggu pria yang bernama Matteo tersebut.

"Lihatlah, betapa tak bertanggung jawabnya calon suamimu itu. Pantas saja akan di singkirkan oleh keluarga Suarez." Cibir nyonya Kusuma saat mendatangi Karin yang nampak duduk bersebelahan dengan Amel.

"Kalau begitu ya batalkan saja pertunangan ini." Sahut Karin santai namun sukses membuat sang ibu menatapnya geram.

"Apa kamu bilang? Apa kamu ingin membuat perusahaan papamu benar-benar bangkrut ?" Ucapnya dengan kesal.

"Memang kenapa kalau bangkrut? Apa mama takut akan jadi miskin seperti sebelum bertemu dengan papa dulu ?" Ejek Karin yang sengaja melakukan itu karena ibu tirinya pasti takkan berani membalasnya karena acara ini akan kacau.

"Kau !!" Wajah Nyonya Kusuma nampak memerah menahan amarah bahkan tangannya hampir terangkat untuk melayangkan tamparannya, namun sang suami langsung menghentikan perdebatan mereka.

"Tenanglah Ma, lihat siapa yang datang !!" Ucap pak Kusuma dan sontak membuat mereka semua langsung mengalihkan pandangannya menatap seorang pria yang baru saja datang itu.

Terpopuler

Comments

febby fadila

febby fadila

gimana reaksix risa

2025-03-11

0

Alanna Th

Alanna Th

eng ing eng!! awaaas ilermu netes, para wnt!!

2025-01-09

1

dewi

dewi

dasar 😏

2025-01-08

0

lihat semua
Episodes
1 Bab~01
2 Bab~02
3 Bab~03
4 Bab~04
5 Bab~05
6 Bab~06
7 Bab~07
8 Bab~08
9 Bab~09
10 Bab~10
11 Bab~11
12 Bab~12
13 Bab~13
14 Bab~14
15 Bab~15
16 Bab~16
17 Bab~17
18 Bab~18
19 Bab~19
20 Bab~20
21 Bab~21
22 Bab~22
23 Bab~23
24 Bab~24
25 Bab~25
26 Bab~26
27 Bab~27
28 Bab~28
29 Bab~29
30 Bab~30
31 Bab~31
32 Bab~32
33 Bab~33
34 Bab~34
35 Bab~35
36 Bab~36
37 Bab~37
38 Bab~38
39 Bab~39
40 Bab~40
41 Bab~41
42 Bab~42
43 Bab~43
44 Bab~44
45 Bab~45
46 Bab~46
47 Bab~47
48 Bab~48
49 Bab~49
50 Bab~50
51 Bab~51
52 Bab~52
53 Bab~53
54 Bab~54
55 Bab~55
56 Bab~56
57 Bab~57
58 Bab~58
59 Bab~59
60 Bab~60
61 Bab~61
62 Bab~62
63 Bab~63
64 Bab~64
65 Bab~65
66 Bab~66
67 Bab~67
68 Bab~68
69 Bab~69
70 Bab~70
71 Bab~71
72 Bab~72
73 Bab~73
74 Bab~74
75 Bab~75
76 Bab~76
77 Bab~77
78 Bab~78
79 Bab~79
80 Bab~80
81 Bab~81
82 Bab~82
83 Bab~83
84 Bab~84
85 Bab~85
86 Bab~86
87 Bab~87
88 Bab~88
89 Bab~89
90 Bab~90
91 Bab~91
92 Bab~92
93 Bab~93
94 Bab~94
95 Bab~95
96 Bab~96
97 Bab~97
98 Bab~98
99 Bab~99
100 Bab~100
101 Bab~101
102 Bab~102
103 Bab~103
104 Bab~104
105 Bab~105
106 Bab~106
107 Bab~107
108 Bab~108
109 Bab~109
110 Bab~110
111 Bab~111
112 Bab~112
113 Bab~113
114 Bab~114
115 Bab~115
116 Bab~116
117 Bab~117
118 Bab~118
119 Bab~119
120 Bab~120
121 Bab~121
122 Bab~122
123 Bab~123
124 Bab~124
125 Bab~125
126 Bab~126
127 Bab~127
128 Bab~128
129 Bab~129
130 Bab~130
131 Bab~131
132 Bab~132
133 Bab~133
134 Bab~134
135 Bab~135
136 Bab~136
137 Bab~137
138 Bab~138
139 Bab~139
140 Bab~140
141 Bab~141
142 Bab~142
143 Bab~143
144 Bab~144
145 Bab~145
Episodes

Updated 145 Episodes

1
Bab~01
2
Bab~02
3
Bab~03
4
Bab~04
5
Bab~05
6
Bab~06
7
Bab~07
8
Bab~08
9
Bab~09
10
Bab~10
11
Bab~11
12
Bab~12
13
Bab~13
14
Bab~14
15
Bab~15
16
Bab~16
17
Bab~17
18
Bab~18
19
Bab~19
20
Bab~20
21
Bab~21
22
Bab~22
23
Bab~23
24
Bab~24
25
Bab~25
26
Bab~26
27
Bab~27
28
Bab~28
29
Bab~29
30
Bab~30
31
Bab~31
32
Bab~32
33
Bab~33
34
Bab~34
35
Bab~35
36
Bab~36
37
Bab~37
38
Bab~38
39
Bab~39
40
Bab~40
41
Bab~41
42
Bab~42
43
Bab~43
44
Bab~44
45
Bab~45
46
Bab~46
47
Bab~47
48
Bab~48
49
Bab~49
50
Bab~50
51
Bab~51
52
Bab~52
53
Bab~53
54
Bab~54
55
Bab~55
56
Bab~56
57
Bab~57
58
Bab~58
59
Bab~59
60
Bab~60
61
Bab~61
62
Bab~62
63
Bab~63
64
Bab~64
65
Bab~65
66
Bab~66
67
Bab~67
68
Bab~68
69
Bab~69
70
Bab~70
71
Bab~71
72
Bab~72
73
Bab~73
74
Bab~74
75
Bab~75
76
Bab~76
77
Bab~77
78
Bab~78
79
Bab~79
80
Bab~80
81
Bab~81
82
Bab~82
83
Bab~83
84
Bab~84
85
Bab~85
86
Bab~86
87
Bab~87
88
Bab~88
89
Bab~89
90
Bab~90
91
Bab~91
92
Bab~92
93
Bab~93
94
Bab~94
95
Bab~95
96
Bab~96
97
Bab~97
98
Bab~98
99
Bab~99
100
Bab~100
101
Bab~101
102
Bab~102
103
Bab~103
104
Bab~104
105
Bab~105
106
Bab~106
107
Bab~107
108
Bab~108
109
Bab~109
110
Bab~110
111
Bab~111
112
Bab~112
113
Bab~113
114
Bab~114
115
Bab~115
116
Bab~116
117
Bab~117
118
Bab~118
119
Bab~119
120
Bab~120
121
Bab~121
122
Bab~122
123
Bab~123
124
Bab~124
125
Bab~125
126
Bab~126
127
Bab~127
128
Bab~128
129
Bab~129
130
Bab~130
131
Bab~131
132
Bab~132
133
Bab~133
134
Bab~134
135
Bab~135
136
Bab~136
137
Bab~137
138
Bab~138
139
Bab~139
140
Bab~140
141
Bab~141
142
Bab~142
143
Bab~143
144
Bab~144
145
Bab~145

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!