Bab~09

Nampak seorang pria mengendarai sebuah motor butut dengan pakaian seadanya masuk ke dalam acara tersebut.

"Maaf saya datang terlambat." Ucap pria yang terlihat berantakan itu, kaos yang di kenakannya pun nampak kumal dan sedikit kotor seperti bekas oli.

Pak Suarez langsung menggelengkan kepalanya. "Bukankah sudah kakek bilang untuk berpakaian rapi." Ucap pria itu menatap cucunya tersebut.

"Maaf kek, tadi bengkel sedang ramai jadi aku sedikit terlambat." Ucap lelaki yang baru saja datang itu, nyonya Kusuma dan keluarganya pun langsung mencibir.

"Pria macam apa yang kamu nikahkan dengan Karin ?"

"Benar, katanya kaya raya."

"Ku pikir dia akan datang dengan jas dan mobil mewahnya, tapi lihatlah dia saat ini benar-benar seperti montir."

"Masih mending jika montir, bagaimana jika pekerjaannya cuma tambal-tambal ban di pinggir jalan ?"

Berbagai ejekan langsung terdengar di telinga nyonya Kusuma. "Sudah-sudah, dia memang cucu angkat maklumi saja dan paling tidak cocok lah dengan Karin daripada dia menjadi perawan tua." Nyonya Kusuma ikut menimpali, wanita itu bukannya membela harga diri keluarganya yang sedang di injak-injak justru malah ikut menggali lubangnya.

Sementara Karin nampak melongo menatap calon suaminya tersebut, kenapa melihat pria itu jadi mengingatkannya pada pria yang ia temui di danau waktu itu. Mereka sangat mirip meskipun dari segi penampilannya berbeda 180 derajat. Pria yang kini melangkah ke arahnya itu nampak tak terawat sama sekali, namun pria yang sebelumnya ia temui sangat terawat dengan penampilan sultannya.

"Hai, apa kamu calon istriku ?" Ucap pria bernama Matteo tersebut seraya mengulurkan tangannya menatap calon istrinya itu.

Dengan ragu Karin mengangkat tangannya menyambut jabat tangan pria itu, tapi tunggu dulu jika calon suaminya adalah seorang montir kenapa tangan besarnya itu terasa halus sekali saat bersentuhan dengan tangannya. Jangan-jangan apa dia pria yang sedang menyamar?

"Kenapa menatapku seperti itu, apa kamu sudah mulai jatuh cinta padaku ?" Ucap Matteo saat Karin tak berkedip menatapnya, padahal pikiran wanita itu sedang berkelana kemana-mana.

"Apaan sih." Wanita itu pun langsung menarik tangannya kembali dan membuang mukanya ke arah lain.

Matteo nampak tersenyum miring, lantas segera menempatkan dirinya di samping wanita itu.

"Baiklah, sepertinya acara lamaran ini harus segera di mulai. Ayo Matteo segera pasangkan cincin ke jari calon istrimu !!" Perintah tuan Suarez kemudian lalu menggerakkan dagunya ke arah Magdalena putri pertamanya untuk membawakan cincinnya.

Wanita berwajah tegas dan jarang senyum itu terlihat membawa sebuah kotak kecil lalu membukanya di hadapan Karin dan juga Matteo, nampak sepasang cincin dengan taburan permata yang menyilaukan mata itu langsung membuat semua orang ternganga saat melihatnya. Bahkan Risa pun nampak mengambil gambarnya dan di cari harganya di sebuah situs pencarian.

"2,2 miliar." Umpatnya tak percaya dan ibunya yang mendengar itu pun langsung melotot.

"Kamu yakin harganya segitu ?" Cibirnya tak percaya.

"Benar ma, jika cincinnya asli harganya memang segitu." Jelas Risa.

"Mama yakin cincinnya palsu seperti status Matteo yang palsu di dalam keluarga Suarez." Sela sang ibu yang tak terima jika anak tirinya itu akan lebih kaya darinya dan juga putrinya.

"Lalu jika asli bagaimana, ma ?" Risa mulai panik sendiri.

Nyonya Ranti langsung menatap ke arah Daniel. "Nak Daniel, nanti jika melamar putri tante kamu harus bisa membeli barang-barang yang lebih mahal dari milik Karin ya." Tegasnya menatap pria itu.

"Tentu saja tante jangan khawatirkan hal itu." Sahut Daniel tegas dan itu membuat Risa langsung bergelayut manja di lengannya.

"Terima kasih sayang." Bisik wanita itu tepat di telinganya, pria itu memang sangat bisa di andalkan dan ia tak salah memilihnya menjadi kekasih.

"Jangan memancingku sayang, setelah ini kamu harus bertanggung jawab." Lirih Daniel dengan suara yang sedikit berat.

Risa langsung mengangguk kecil. "Nanti kita pergi ke apartemenmu." Ucapnya dan tentu saja membuat kekasihnya itu langsung senang.

"Bagaimana jika di kamarmu saja sayang ?" Bisik pria itu memberikan idenya dan Risa pun langsung melebarkan matanya tak percaya, bagaimana jika ayah dan ibunya tahu?

"Kita menunggu mereka lengah." Imbuh Daniel lagi meyakinkan.

Dengan ragu Risa pun mengangguk dan kini mereka kembali fokus melihat pertukaran cincin saudara tirinya tersebut.

Matteo nampak meminta Karin untuk mengulurkan tangannya lalu di sematkan sebuah cincin di jari manis gadis itu yang rupanya sangat pas padahal sebelumnya mereka belum pernah mencobanya. Karin pun nampak ragu menyematkan cincin di jari pria itu, tapi tetap ia lakukan demi perusahaan ayahnya agar tidak bangkrut.

Akhirnya tepuk tangan menggema di seluruh ruangan tersebut yang menandakan jika kini mereka telah bertunangan.

"Baiklah, untuk acara pernikahannya kita lakukan satu minggu kemudian untuk tempat dan acaranya saya serahkan pada pihak mempelai wanita. Masalah biaya saya yang akan menanggung semuanya." Ucap Tuan Suarez kemudian.

Nyonya Kusuma yang mendengar itu pun nampak sangat senang karena ia takkan mengeluarkan sepeser pun uang untuk acaranya dan ia berencana akan membuat acara semewah mungkin agar teman-teman sosialitanya ternganga melihatnya. Mumpung gratis, pikirnya.

Setelah acara pertunangan kini di lanjutkan dengan acara makan-makan dan Matteo pun nampak bersiap untuk pergi. "Baiklah, sampai jumpa di hari pernikahan nanti. Aku harus pergi karena masih banyak pekerjaan." Ucap pria itu tanpa perasaan.

"Kamu sudah mau pergi ?" Karin nampak tak percaya dengan sikap pria itu yang seakan tak menghargai acara pertunangannya, datang begitu lambat dan pulang paling awal.

"Memang kenapa, apa kamu sudah tak sabar untuk tinggal bersamaku ?" Sahut pria itu santai namun sukses membuat Karin melotot.

"Lupakan dan pergilah yang jauh jangan kembali lagi !!" Karin nampak bersungut-sungut, pria yang baru saja menjadi tunangannya itu benar-benar sangat menyebalkan sama persis seperti pria yang ia temui di danau waktu itu. Meskipun pria itu sedikit lebih mengerikan, pikirnya.

Sudut bibir Matteo nampak terangkat ke atas membentuk smirk kecil ketika berlalu meninggalkan gadis itu dan setelah berpamitan pria itu benar-benar pergi bahkan minumannya pun tak di sentuhnya.

"Benar-benar pria tidak sopan." Ejek Risa lantas berlalu pergi bersama kekasihnya dari hadapan Karin dan juga Amel.

"Dasar ulat bulu kegatelan." Maki Amel dengan kesal saat melihat kepergian wanita itu dan itu membuat Karin langsung terkekeh.

"Oh Rin, kamu yakin ingin menikah dengan pria itu? Lihatlah dia bahkan tak menghargai acara pertunangannya sendiri dan penampilannya itu oh astaga." Amel nampak iba melihat nasib sahabatnya tersebut.

"Tak masalah, aku bisa mengatasinya nanti." Sahut Karin, setelah melihat sosok calon suaminya ia yakin pria itu bisa di ajak kerja sama. Seperti menikah pura-pura mungkin, pikirnya.

Terpopuler

Comments

febby fadila

febby fadila

matteo lagi pura2 munguji ketulusan hati karin

2025-03-11

0

Priskha

Priskha

Mateo pura2 itu utk nguji ketulusanmu Karin

2025-01-10

0

Mus Zuliaka

Mus Zuliaka

iya knp tdk dijodohkan sm Michael ya 😏,,, penasaran jg aq bun , lah itu ngapa Matteo malah penampilan nya kumel bgtu, sengaja mau nguji karin mau atau ngk kah, tapi bgus sii biar si ulet bulu risa gk kepanasan kegatelan pngen ngrebut 😂😂😂

2025-01-15

1

lihat semua
Episodes
1 Bab~01
2 Bab~02
3 Bab~03
4 Bab~04
5 Bab~05
6 Bab~06
7 Bab~07
8 Bab~08
9 Bab~09
10 Bab~10
11 Bab~11
12 Bab~12
13 Bab~13
14 Bab~14
15 Bab~15
16 Bab~16
17 Bab~17
18 Bab~18
19 Bab~19
20 Bab~20
21 Bab~21
22 Bab~22
23 Bab~23
24 Bab~24
25 Bab~25
26 Bab~26
27 Bab~27
28 Bab~28
29 Bab~29
30 Bab~30
31 Bab~31
32 Bab~32
33 Bab~33
34 Bab~34
35 Bab~35
36 Bab~36
37 Bab~37
38 Bab~38
39 Bab~39
40 Bab~40
41 Bab~41
42 Bab~42
43 Bab~43
44 Bab~44
45 Bab~45
46 Bab~46
47 Bab~47
48 Bab~48
49 Bab~49
50 Bab~50
51 Bab~51
52 Bab~52
53 Bab~53
54 Bab~54
55 Bab~55
56 Bab~56
57 Bab~57
58 Bab~58
59 Bab~59
60 Bab~60
61 Bab~61
62 Bab~62
63 Bab~63
64 Bab~64
65 Bab~65
66 Bab~66
67 Bab~67
68 Bab~68
69 Bab~69
70 Bab~70
71 Bab~71
72 Bab~72
73 Bab~73
74 Bab~74
75 Bab~75
76 Bab~76
77 Bab~77
78 Bab~78
79 Bab~79
80 Bab~80
81 Bab~81
82 Bab~82
83 Bab~83
84 Bab~84
85 Bab~85
86 Bab~86
87 Bab~87
88 Bab~88
89 Bab~89
90 Bab~90
91 Bab~91
92 Bab~92
93 Bab~93
94 Bab~94
95 Bab~95
96 Bab~96
97 Bab~97
98 Bab~98
99 Bab~99
100 Bab~100
101 Bab~101
102 Bab~102
103 Bab~103
104 Bab~104
105 Bab~105
106 Bab~106
107 Bab~107
108 Bab~108
109 Bab~109
110 Bab~110
111 Bab~111
112 Bab~112
113 Bab~113
114 Bab~114
115 Bab~115
116 Bab~116
117 Bab~117
118 Bab~118
119 Bab~119
120 Bab~120
121 Bab~121
122 Bab~122
123 Bab~123
124 Bab~124
125 Bab~125
126 Bab~126
127 Bab~127
128 Bab~128
129 Bab~129
130 Bab~130
131 Bab~131
132 Bab~132
133 Bab~133
134 Bab~134
135 Bab~135
136 Bab~136
137 Bab~137
138 Bab~138
139 Bab~139
140 Bab~140
141 Bab~141
142 Bab~142
143 Bab~143
144 Bab~144
145 Bab~145
Episodes

Updated 145 Episodes

1
Bab~01
2
Bab~02
3
Bab~03
4
Bab~04
5
Bab~05
6
Bab~06
7
Bab~07
8
Bab~08
9
Bab~09
10
Bab~10
11
Bab~11
12
Bab~12
13
Bab~13
14
Bab~14
15
Bab~15
16
Bab~16
17
Bab~17
18
Bab~18
19
Bab~19
20
Bab~20
21
Bab~21
22
Bab~22
23
Bab~23
24
Bab~24
25
Bab~25
26
Bab~26
27
Bab~27
28
Bab~28
29
Bab~29
30
Bab~30
31
Bab~31
32
Bab~32
33
Bab~33
34
Bab~34
35
Bab~35
36
Bab~36
37
Bab~37
38
Bab~38
39
Bab~39
40
Bab~40
41
Bab~41
42
Bab~42
43
Bab~43
44
Bab~44
45
Bab~45
46
Bab~46
47
Bab~47
48
Bab~48
49
Bab~49
50
Bab~50
51
Bab~51
52
Bab~52
53
Bab~53
54
Bab~54
55
Bab~55
56
Bab~56
57
Bab~57
58
Bab~58
59
Bab~59
60
Bab~60
61
Bab~61
62
Bab~62
63
Bab~63
64
Bab~64
65
Bab~65
66
Bab~66
67
Bab~67
68
Bab~68
69
Bab~69
70
Bab~70
71
Bab~71
72
Bab~72
73
Bab~73
74
Bab~74
75
Bab~75
76
Bab~76
77
Bab~77
78
Bab~78
79
Bab~79
80
Bab~80
81
Bab~81
82
Bab~82
83
Bab~83
84
Bab~84
85
Bab~85
86
Bab~86
87
Bab~87
88
Bab~88
89
Bab~89
90
Bab~90
91
Bab~91
92
Bab~92
93
Bab~93
94
Bab~94
95
Bab~95
96
Bab~96
97
Bab~97
98
Bab~98
99
Bab~99
100
Bab~100
101
Bab~101
102
Bab~102
103
Bab~103
104
Bab~104
105
Bab~105
106
Bab~106
107
Bab~107
108
Bab~108
109
Bab~109
110
Bab~110
111
Bab~111
112
Bab~112
113
Bab~113
114
Bab~114
115
Bab~115
116
Bab~116
117
Bab~117
118
Bab~118
119
Bab~119
120
Bab~120
121
Bab~121
122
Bab~122
123
Bab~123
124
Bab~124
125
Bab~125
126
Bab~126
127
Bab~127
128
Bab~128
129
Bab~129
130
Bab~130
131
Bab~131
132
Bab~132
133
Bab~133
134
Bab~134
135
Bab~135
136
Bab~136
137
Bab~137
138
Bab~138
139
Bab~139
140
Bab~140
141
Bab~141
142
Bab~142
143
Bab~143
144
Bab~144
145
Bab~145

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!