Bab~15

Makan malam pun telah usai dan setelah berbincang-bincang sebentar kini Karin nampak mengantar Matteo yang hendak pulang.

"Terima kasih, bagaimana kakimu apa sudah membaik ?" Ucap Matteo sebelum naik ke atas motornya.

"Kaki ?" Karin langsung mengernyit dari mana pria itu tahu kakinya sedang sakit, padahal pertemuan pertama mereka saat acara tunangan waktu itu ia tak memakai tongkat.

"Bukankah sebelumnya kamu menggunakan tongkat? Ayahmu banyak cerita tentangmu pada kakekku." Sahut pria itu menjelaskan.

"Oh, i-iya sudah lebih baik." Karin langsung mengangguk kecil, hampir saja ia berpikir jika pria itu keceplosan dan benar-benar pria yang pernah ia temui di danau waktu itu. Tapi sepertinya bukan dan mereka hanya mirip saja.

"Syukurlah kalau begitu, baiklah aku harus pergi ini sudah malam." Matteo pun nampak mengenakan helmnya lantas menaiki motornya.

"Ngomong-ngomong, aku tak suka dengan cara Daniel menatapmu." Ucapnya sebelum pria itu benar-benar pergi dan itu membuat Karin nampak ternganga, jangan bilang pria itu sedang cemburu karena memang tadi Daniel sering mencuri pandang ke arahnya. Ah tidak, pria itu tak boleh cinta padanya karena akan sulit untuk ia ajak kerja sama nanti.

"Memang kenapa ?" Tanya Karin ingin tahu.

"Ca bul." Sahut Matteo yang kini mulai menghidupkan mesin motornya.

Karin langsung menelan ludahnya, ia pikir pria itu sedang cemburu rupanya hanya menanggapi tatapan Daniel yang memang sangat ca bul.

"Baiklah, sampai jumpa." Ucap pria itu lantas mulai menjalankan motornya.

"Oh ya, aku suka penampilanmu malam ini." Imbuhnya lagi kemudian menutup kaca helmnya dan berlalu dari hadapan gadis itu.

Sejenak Karin nampak terpaku lantas wanita itu langsung menggeleng cepat. "Jaga hati Karin, masa begitu saja meleleh." Gumamnya mengingatkan dirinya sendiri.

"Oh astaga kenapa aku lupa menanyakan di mana dia bekerja ?" Imbuhnya lagi, padahal ia ingin memastikan jika pria itu dan pria yang ia temui di danau adalah orang yang berbeda.

"Sepertinya papa tahu." Karin segera masuk ke dalam rumahnya lantas menghampiri papanya yang nampak beranjak dari duduknya.

"Apa papa tahu di mana bengkel Matteo? Aku tadi lupa bertanya." Ucapnya berharap ayahnya itu tahu.

Namun Risa langsung mengejeknya. "Auh romantis sekali pasti kamu ingin menemaninya bekerja ya, lalu mengelap keringatnya yang bau oli itu." Ucapnya sembari terkekeh.

"Namanya juga penambal ban ya maklumi saja jika bau oli." Nyonya Kusuma ikut menimpali.

Karin tak begitu peduli dengan ejekan mereka karena itu sudah biasa baginya.

"Nanti papa kirim alamatnya." Ucap pak Kusuma kemudian.

"Baiklah, papa akan mengecek pekerjaan dulu." Imbuh pria itu lantas berlalu dari hadapan mereka menuju ruang kerjanya dan segera di susul oleh sang istri.

"Terima kasih, Pa." Karin pun segera masuk ke dalam kamarnya.

Saat hendak membuka pintu kamarnya tiba-tiba tangannya di tarik dan tubuhnya di pepet ke tembok oleh seseorang dan tentu saja itu membuatnya langsung meronta.

"Diamlah !!" Hardik Daniel seraya tersenyum menyeringai menatap calon adik iparnya tersebut.

"Lepaskan !!" Karin pun menatap pria itu tak kalah tajam.

"Galak sekali sih, bikin aku makin gemas saja." Daniel nampak tersenyum menggoda.

"Lepaskan atau tidak aku akan berteriak !!" Karin kembali meronta namun tenaganya yang tak seberapa membuatnya tak berkutik.

Mendapatkan ancaman bukannya takut Daniel justru tertawa mengejek. "Kamu pikir mereka akan percaya ?" Ucapnya seraya mengangkat tangannya lantas mengusap rahang gadis itu.

"Mereka justru akan menuduhmu menggodaku, ya karena kekasihmu hanya seorang penambal ban." Imbuhnya mencibir.

"Bagiku seorang montir lebih bermartabat daripada seorang direktur mata keranjang sepertimu." Balas Karin tak takut.

"Benarkah? Wajar jika aku mata keranjang karena uangku banyak atau kamu mau menjadi simpananku juga? Pasti akan ku manjakan lebih dari kakakmu yang matre itu." Tawar Daniel yang kini semakin mendekatkan wajahnya, pandangannya terlihat ke arah bibir merah alami gadis itu yang menggiurkan.

"Dalam mimpimu !!"

Karing langsung menendang paha pria itu hingga pelukannya terlepas dan gadis itu pun langsung masuk ke dalam kamarnya lalu menguncinya dari dalam.

"Sial !!" Daniel terlihat memegang pahanya yang lumayan panas, beruntung bukan benda pusakanya yang menjadi korban bisa jadi ia takkan bisa bersenang-senang lagi.

"Sayang, apa yang kamu lakukan di sana ?" Risa yang baru selesai dari toilet nampak melihat kekasihnya keluar dari arah belakang.

"Aku baru saja dari toilet sayang." Dusta Daniel seraya menunjuk toilet yang di khususkan untuk pembantu.

"Kenapa di sana? Kan ada toilet di kamar tamu atau kamarku." Risa masih menatap penuh selidik pria itu.

"Nggak enak sama orang tuamu sayang jika numpang di toilet kamarmu." Sahut Daniel sedikit nyaring ketika tak sengaja melihat pak Kusuma dan istrinya nampak keluar dari ruang kerjanya, sepertinya pria itu ingin mencari muka pada mereka.

"Benar kata Daniel, itu kurang sopan." Timpal pak Kusuma membenarkan.

"Nak Daniel memang pria baik dan selalu menjaga kehormatan anak gadis kita, Pa. Terima kasih ya nak Daniel, tante jadi tak khawatir jika Risa bersamamu karena pasti akan aman." Nyonya Kusuma pun ikut menambahi.

"Sama-sama tante, om. Baiklah ini sudah malam kalau begitu saya pamit dulu." Pungkas Daniel lantas segera berpamitan.

"Baiklah, kami juga mau tidur." Pungkas nyonya Kusuma lantas mengajak suaminya itu ke kamarnya.

Kemudian Risa segera mengantar kekasihnya ke depan. "Pintar sekali aktingmu sayang." Ucap wanita itu sembari terkekeh.

"Harus sayang, jika tidak kita tidak bisa bersenang-senang lagi. Ngomong-ngomong aku sangat merindukanmu, kapan kita melakukannya lagi ?" Daniel yang sedang bersandar di bahu mobilnya nampak menarik pinggang wanita itu mendekat.

"Aku kangen suaramu yang menggoda itu." Imbuhnya lagi seraya membelai pipi wanita itu lantas tangannya turun ke lehernya dan berakhir di depan gundukan kenyal milik wanita itu.

"Ahhh, sayang. Sudah stop nanti ada yang lihat." Karin nampak mendesah ketika pria itu mulai me re masnya dengan lembut hingga membuat miliknya di bawah sana mulai berkedut.

"Besok pagi ya." Daniel menatap wanita itu dengan penuh hasrat.

"Besok aku harus ke kantor jika tidak papa akan marah, bagaimana jika siang saja di apartemenmu ?" Risa memberikan ide.

"Baiklah, besok akan ku buat kamu tak bisa berjalan." Daniel menyetujui lantas menarik tengkuk wanita itu dan me lu mat bibirnya dengan rakus sembari tangannya menelusup ke dalam gaun wanita itu.

Karin yang hendak mengunci pintu pun tak sengaja melihat perbuatan mereka dan gadis itu hanya bisa menghela napasnya. Semoga saja tak ada kejadian buruk akibat gaya pacaran mereka yang terlalu bebas.

"Ini alamat bengkel Matteo yang kamu minta." Tiba-tiba pak Kusuma datang dan Karin langsung salah tingkah, apa ia biarkan saja ayahnya itu melihat bagaimana tingkah putri kebanggaannya tersebut?

Terpopuler

Comments

febby fadila

febby fadila

semoga risa hamil anak daniel dan daniel nggak mau tanggung jawab..

2025-03-11

0

Eliv Trapen Giay

Eliv Trapen Giay

bagus kalau papanya risa lihat biar kk tiri karin di marahi😇😇

2025-01-25

1

dewi

dewi

risa kah?....

2025-01-09

0

lihat semua
Episodes
1 Bab~01
2 Bab~02
3 Bab~03
4 Bab~04
5 Bab~05
6 Bab~06
7 Bab~07
8 Bab~08
9 Bab~09
10 Bab~10
11 Bab~11
12 Bab~12
13 Bab~13
14 Bab~14
15 Bab~15
16 Bab~16
17 Bab~17
18 Bab~18
19 Bab~19
20 Bab~20
21 Bab~21
22 Bab~22
23 Bab~23
24 Bab~24
25 Bab~25
26 Bab~26
27 Bab~27
28 Bab~28
29 Bab~29
30 Bab~30
31 Bab~31
32 Bab~32
33 Bab~33
34 Bab~34
35 Bab~35
36 Bab~36
37 Bab~37
38 Bab~38
39 Bab~39
40 Bab~40
41 Bab~41
42 Bab~42
43 Bab~43
44 Bab~44
45 Bab~45
46 Bab~46
47 Bab~47
48 Bab~48
49 Bab~49
50 Bab~50
51 Bab~51
52 Bab~52
53 Bab~53
54 Bab~54
55 Bab~55
56 Bab~56
57 Bab~57
58 Bab~58
59 Bab~59
60 Bab~60
61 Bab~61
62 Bab~62
63 Bab~63
64 Bab~64
65 Bab~65
66 Bab~66
67 Bab~67
68 Bab~68
69 Bab~69
70 Bab~70
71 Bab~71
72 Bab~72
73 Bab~73
74 Bab~74
75 Bab~75
76 Bab~76
77 Bab~77
78 Bab~78
79 Bab~79
80 Bab~80
81 Bab~81
82 Bab~82
83 Bab~83
84 Bab~84
85 Bab~85
86 Bab~86
87 Bab~87
88 Bab~88
89 Bab~89
90 Bab~90
91 Bab~91
92 Bab~92
93 Bab~93
94 Bab~94
95 Bab~95
96 Bab~96
97 Bab~97
98 Bab~98
99 Bab~99
100 Bab~100
101 Bab~101
102 Bab~102
103 Bab~103
104 Bab~104
105 Bab~105
106 Bab~106
107 Bab~107
108 Bab~108
109 Bab~109
110 Bab~110
111 Bab~111
112 Bab~112
113 Bab~113
114 Bab~114
115 Bab~115
116 Bab~116
117 Bab~117
118 Bab~118
119 Bab~119
120 Bab~120
121 Bab~121
122 Bab~122
123 Bab~123
124 Bab~124
125 Bab~125
126 Bab~126
127 Bab~127
128 Bab~128
129 Bab~129
130 Bab~130
131 Bab~131
132 Bab~132
133 Bab~133
134 Bab~134
135 Bab~135
136 Bab~136
137 Bab~137
138 Bab~138
139 Bab~139
140 Bab~140
141 Bab~141
142 Bab~142
143 Bab~143
144 Bab~144
145 Bab~145
Episodes

Updated 145 Episodes

1
Bab~01
2
Bab~02
3
Bab~03
4
Bab~04
5
Bab~05
6
Bab~06
7
Bab~07
8
Bab~08
9
Bab~09
10
Bab~10
11
Bab~11
12
Bab~12
13
Bab~13
14
Bab~14
15
Bab~15
16
Bab~16
17
Bab~17
18
Bab~18
19
Bab~19
20
Bab~20
21
Bab~21
22
Bab~22
23
Bab~23
24
Bab~24
25
Bab~25
26
Bab~26
27
Bab~27
28
Bab~28
29
Bab~29
30
Bab~30
31
Bab~31
32
Bab~32
33
Bab~33
34
Bab~34
35
Bab~35
36
Bab~36
37
Bab~37
38
Bab~38
39
Bab~39
40
Bab~40
41
Bab~41
42
Bab~42
43
Bab~43
44
Bab~44
45
Bab~45
46
Bab~46
47
Bab~47
48
Bab~48
49
Bab~49
50
Bab~50
51
Bab~51
52
Bab~52
53
Bab~53
54
Bab~54
55
Bab~55
56
Bab~56
57
Bab~57
58
Bab~58
59
Bab~59
60
Bab~60
61
Bab~61
62
Bab~62
63
Bab~63
64
Bab~64
65
Bab~65
66
Bab~66
67
Bab~67
68
Bab~68
69
Bab~69
70
Bab~70
71
Bab~71
72
Bab~72
73
Bab~73
74
Bab~74
75
Bab~75
76
Bab~76
77
Bab~77
78
Bab~78
79
Bab~79
80
Bab~80
81
Bab~81
82
Bab~82
83
Bab~83
84
Bab~84
85
Bab~85
86
Bab~86
87
Bab~87
88
Bab~88
89
Bab~89
90
Bab~90
91
Bab~91
92
Bab~92
93
Bab~93
94
Bab~94
95
Bab~95
96
Bab~96
97
Bab~97
98
Bab~98
99
Bab~99
100
Bab~100
101
Bab~101
102
Bab~102
103
Bab~103
104
Bab~104
105
Bab~105
106
Bab~106
107
Bab~107
108
Bab~108
109
Bab~109
110
Bab~110
111
Bab~111
112
Bab~112
113
Bab~113
114
Bab~114
115
Bab~115
116
Bab~116
117
Bab~117
118
Bab~118
119
Bab~119
120
Bab~120
121
Bab~121
122
Bab~122
123
Bab~123
124
Bab~124
125
Bab~125
126
Bab~126
127
Bab~127
128
Bab~128
129
Bab~129
130
Bab~130
131
Bab~131
132
Bab~132
133
Bab~133
134
Bab~134
135
Bab~135
136
Bab~136
137
Bab~137
138
Bab~138
139
Bab~139
140
Bab~140
141
Bab~141
142
Bab~142
143
Bab~143
144
Bab~144
145
Bab~145

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!