*POV Fiona o**n*
'Eunghhh'
erang ku khas bangun tidur yang baru saja akan membuka mataku. Entah mengapa rasanya tidurnya sangat nyenyak tadi malam. aku meregangkan otot-otot sendiku, mengangkat kedua lengnga ke samping kepala kemudian mulai memutar putar pergelangan tanganku beberapa kali.
'eunghhh' enrang ku kemudian memiringkan tubuhku kesisi kanan. Mataku masih belum sanggup ku buka, sepertinya aku ingin kembali melanjutkan tidur ku.
Namun, entah mengapa sepertinya ada sesuatu yang bergerak-gerak di hadpanku. apa itu Noir? Seperti nya bukan, karena itu sepertinya sesuatu yang cukup besar. Apa didunia ini ada beruang?
Pelan-pelan ku buka sebelah mata ku dengan hati-hati dan...
"aaaaaaaaaaaaa!!!!"
Aku refleks duduk menjauh dari posisi awalku dan berteriak sekuat-kuatnya, terkejut dengan pemandangan dihadapanku. Orang itu membuka matanya, mengucek sebelah matanya kemudian menatapku dengan tangan kiri yang di jadikan penyangga di pipi sebelah kirinya.
Hah? dia baru terbangun dari tidurnya? Apa dia tidur dengan ku semalaman ini? Aku menutup mulutku dengan kedua telapak tanganku. apa jangan-jangan?
Aku memeriksa seluruh pakaian ku, Utuh! Aku masih mengenakan pakaian ku seperti yang terakhir kali ku kenakan.
lelaki itu masih menatapku dalam diam, sejenak senyum terbit dibibirnya.
Tapi, dia ini, b-boleh juga
hah? Apa?
Aku menggeleng kan kepalaku, mengusir pikiran ku yang sudah berlari-lari entah kemana.
"siapa kamu?" tanya ku kebingunga
Lelaki dengan rupa layaknya seorang pangeran dari negri dongeng itu hanya tersenyum.
Ah, tampan sekali dia? Dia itu manusia atau bukan?
Aku terus bertengkar dengan pikiran ku.
tiba-tiba aku teringat dengan Noir, aku celingak-celinguk kesana kemari, mencari keberadaan kucing putih itu, apa dia belum kembali dari kemarin? Atau dia meninggalkan ku sendiri disini? Yang benar saja?
"kau terkejut?" ucap lelaki tampan itu.
Apa? Dia masih bertanya aku terkejut atau tidak?
"TENTU SAJA!" ucapku kesal, "aku baru bangun dan menemukan lelaki dihadanku!"
Lelaki itu merubah posisinya dari rebahkan menjadi duduk dengan kaki kanan di luruskan kedepan dan satunya lagi ditekuk dengan tangan yang dilipat didepan dada.
"kau tidak mengenaliku?" tanya lelaki itu
"tentu saja tidak!" ucap ku masih dengan syok berat.
"baiklah, terima kasih karena telah mengakuiku tampan". Ucapnya yang refleks membuat ku mengernyit.
Bagaiman dia tahu?
tiba-tiba aku teringat dengan Noir, "kau melihat kucing putih berkeliaran disekitar sini?" tanya ku pada lelaki yang kini menyenderkan punggungnya ada pohon dibelakang nya.
lelaki itu menoleh, gilaa dia tampan sekali.
"kau tidak melihatnya? Dia ada dihadapan mu" ucap lelaki itu membuat aku mengedarkan pandanganku ke sekeliling namun tidak menemukan nya.
"dimana?" tanya ku tanpa melihatnya.
"sungguh tidak melihat nya?" tanya lelaki itu lagi.
Aku membuang nafas kasar, menyebalkan sekali dia!
"kalau aku melihatnya aku tidak akan bertanya pada mu, tuan". Ucapku dengan menekankan kata terakhir.
lelaki itu menatapku dengan senyuman yang terbit di bibirnya. bisa mati aku jika ia terus memperlihatkan tampang nya itu.
"Berjalan lah kearah telaga itu, kau akan menemukannya" tunjuknya
Aku mengikuti perintahnya, aku sedikit berlari untuk sampai ditelaga kemudian mulai melihat-lihat sekitar mencari keberadaan Noir namun nihil, kucing itu tidak ada.
Apa dia mengerjaiku?
"aku tidak melihatnya" ucapku sedikit berteriak
"benarkah?" tanya lelaki itu
Aku mengangguk, "Ya!"
"padahal dia tampan sekali, tapi kau tidak melihatnya". jelas lelaki itu.
Apa maksudnya?
"Noir!!" panggil ku dengan sedikit berteriak
"ada apa?" sahut lelaki itu
"bukan kau, aku memanggil kucing itu!" ucapku
"Noir!!" panggilku lagi dengan suara lebih keras.
"aku disini, Queen"
.
.
.
.
.
VISUAL GERALD (NOIR)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments