"Sudah bangun, hm?"
Fiona terkejut bukan main melihat pemandangan di hadapannya. bagaiman tidak? Gerald sedang ber telanjang dada berbaring di sebelahnya.
Apa maksudnya melakukan itu? Ingin membunuh Fiona atau hanya sekedar pamer dengan ABS nya?
Fiona membulatkan matanya, tidak bisa berkata-kata.
"kau ingin?" tanya Gerald menggoda Fiona yang terus memperhatikan dada bidangnya.
Fiona melihat ke manik mata sea blue yang menenangkan itu dengan wajahnya yang sudah Semerah kepiting rebus. "huh? A-aku-"Fiona gelagapan sampai tidak bisa menyelesaikan kalimatnya.
Gerald terkekeh melihat tingkah Queen nya yang sangat menggemaskan. "kemarilah, kau bebas melakukan apapun Queen". Ucapnya membuat Fiona semakin melebarkan matanya, seakan bola mata itu akan keluar dari cangkangnya.
"benarkah? Eh tidak, maksud ku-" Fiona membalikkan tubuhnya membelakangi Gerald. Dia yakin bahwa wajahnya saat ini sudah seperti wanita mesum.
Gerald mendekat pada Fiona, memeluk melingkarkan lengan kekarnya pada pinggang Fiona kemudian membenamkan wajahnya pada tengkuk Fiona, membiarkan aroma tubuh Fiona masuk kedalam indera penciumannya.
Fiona yang diperlakukan seperti itu tidak dapat berkutik, jantungnya berdegup kencang seakan ingin meledak.
"kau-bisa membunuhku jika terus seperti itu". Ucap Fiona dengan suara yang nyaris tidak terdengar.
Gerald tidak bergeming, "apa dia tertidur?" tanya Fiona pada dirinya sendiri.
Fiona mengerjapkan matanya, berencana untuk turun dari ranjang berukuran king size ini namun terasa seperti ranjang yang hanya cukup untuk Fiona sendiri. Sempit sekali. Namun, baru saja bergerak sedikit, Gerald sudah kembali mengeratkan rangkulannya.
"biarkan seperti ini dahulu". Ucap Gerald dengan suara serak khas bangun tidur.
Terpaksa Fiona mengurungkan niatnya untuk keluar dari situasi gila ini.
Deru nafas Gerald yang tenang terasa di tengkuk Fiona, membuat ia merinding sebadan-badan. Namun ia tidak mampu bergerak melarikan diri dari situasi ini.
.........
"Gerald bangun lah, aku lapar sekali". Fiona menggoyang-goyangkan lengan kekar Gerald yang masih setia melingkar di pinggangnya yang ramping. Namun Gerald tetap tidak bergerak, deru nafasnya pun masih setenang tadi.
"apa dia mati?" ucap Fiona bertanya-tanya, "Gerald, kau tidak mendengar ku?" tanyanya sembari mencubit lengan Gerald.
"berbaliklah". Gerald berbicara
Fiona mengerjap, "untuk apa?" tanyanya heran.
"aku ingin melihat wajah mu, Queen" ucap Gerald dengan mata tertutup.
"tidak!" tolak Fiona
"aku tidak menerima penolakan".
Gerald bergerak melepas rangkulannya ada pinggang Fiona, dan tanpa disangka-sangka dengan mudahnya ia membalikkan tubuh Fiona membuatnya berhadapan dengan dirinya dan meletakkan Fiona tepat di atas tubuhnya kemudian
"apa yang kau lakukan?!" tanya Fiona terkejut dengan perlakukan Gerald.
Gerald menatap Fiona, "kau menolakku, Queen. Ini adalah hukuman". Jelas nya.
"baiklah baiklah, maafkan aku. Tolong biarkan aku turun". ucap Fiona memohon.
Gerald Masih tidak ingin melepaskan Fiona, ia masih diam menatap Fiona dengan senyum manis dibibirnya. "mau mencium ku?" tanya Gerald yang melihat Queen nya itu terus saja menatap bibirnya.
Fiona refleks memejamkan kedua matanya, pipinya bersemu merah. "tolong- lepaskan- aku". Ucap Fiona dengan mengatupkan telapak tangannya.
Gerald tertawa lepas, sepertinya kegiatan seperti ini akan menjadi kegiatan paling ia sukai. membuat Queennya salah tingkah. Lucu sekali ratunya itu.
"segeralah bersiap, kita akan berkunjung ke kediaman Gerald". Ucap Gerald membebaskan Queen nya.
"kita akan bertemu Glean dan Elena?" tanya Fiona.
Gerald mengangguk, "ya, mereka pasti merindukan kita".
......
"sudah selesai, ratuku?" tanya Gerald kepada Fiona yang terlihat baru saja menyelesaikan aktivitas berias nya.
Para pelayan yang meriasnya permisi untuk keluar ruangan karena sudah selesai mendandani Fiona.
Gerald mendekat, tidak tahan rasanya melihat Queen nya se cantik ini sekarang sedangkan yang di hampiri malah mundur merapatkan dirinya Ke dinding.
Gerald terus melangkahkan kakinya hingga ia berdiri tepat dihadappannnya Queen nya. Tinggi Fiona yang hanya sebatas dada Gerald pun membuat Fiona mendongak melihat Gerald.
Gerald menempelkan kedua telapak tangannya ke dinding, mengunci fiona dalam kurungannya.
"kau berhasil menggodaku, Queen". Ucap Gerald.
Fiona yang di tatap hanya diam seribu bahasa, tidak berkutik sama sekali hingga Gerald mulai mendekatkan wajahnya pada wajah Fiona dan ingin menempelkan bibirnya ada bibir Fiona, namun......
.
.
.
.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments
immeee
hahaha gemes banget
2024-07-07
0