"Berbahaya!" ucap Elena terdengar serius.
Fiona terdiam, berbahaya? Noir? ah, tidak. Mungkin kucing yang Elena maksud adalah kucing liar sekitar sini. Bisa saja.
"kurasa begitu". Sahut Fiona.
Waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore, "ayo, kembali. tubuhku terasa lengket sekali". Ajak Fiona, sebenarnya bukan karena itu, melainkan ia ingin cepat-cepat kembali dan bersiap menemui Noir malam ini.
"ayo!" ajak Elena.
................
"Noir..." Fiona memanggil dengan suara yang sangat kecil, takut jika ada yang mendengar.
Ya, disini lah Fiona sekarang, duduk di sebuah tempat duduk panjang yang jaraknya tidak jauh dari rumah paman Glean. Ia sengaja duduk disini untuk bertemu dengan Noir, namun yang ditunggu tak kunjung datang.
"Noir, apa kau menipuku?" tangannya kesal karena tidak melihat keberadaan Noir, "ayo, kita harus segera mencari buku itu!" ucap Fiona lagi.
Fiona mulai mengerucutkan bibirnya, apa dia kini tertipu dengan seekor kucing? Bisa sekali seekor kucing mengelabuhi nya.
"Sudah lama menunggu, Queen?"
Suara berat Noir mengejutkan Fiona. "lumayan, kenapa lama sekali?" tanya Fiona kesal.
Noir melompat kepangkuan Fiona, "maafkan aku, Queen". Ucap Noir
"ayo, kita harus segera mencari buku itu". Ajak Fiona bergegas bangkit dari duduknya sembari mendekap tubuh Noir.
"ayo, kita harus kerumah tau itu lagi." ucap Noir.
Fiona mulai berjalan lebar-lebar, ia sudah penasaran sekali dengan bulu itu. Mereka harus menemukannya malam ini.
"apa kau yakin buku itu ada di sana?" tanya Fiona.
"benar, buku itu terletak dibalik lemari tua itu". Jelas Noir yang berhasil membuat Fiona mengernyit.
"benarkah? pantas saja tidak ada saat kami membuka almari itu, ternyata ada di balik?" ucap Fiona yang terus melajunya langkahnya, mereka hampir sampai.
"ya".
"lalu, kenapa kau memanggilku Queen? Ratu?" tanya Fiona, hal itu membuatnya selalu terpikir akan hal itu.
"Karen kau Queen ku" sahut Noir membuat Fiona jengah.
"terserahlah".
Mereka akhirnya sampai pada rumah tua itu, untung saja Elena tidak mengunci pintunya. Mereka langsung memasuki rumah itu dan berjalan ke arah almari besar itu.
"buku itu ada di balik lemari ini" ucap Noir
Fiona mengangguk, "lalu, bagai mana cara kita menggeser lemari ini? Ini sangat besar". Sahut Fiona bingung.
"bukan digeser, kau hanya perlu membuka pintu almari ini dan menarik tuas yang ada di ujung lemari sebelah kanan, Queen". jelas Noir panjang lebar.
"benarkah?" tanya Fiona memastikan.
Ia langsung saja membuka pintu almari ini dan mulai mengedarkan pandangan untuk mencari tuas yang dimaksud Noir. Ketemu!
"itu dia!" ucap Fiona kegirangan."
Noir mendekat, ia naik ke dalam Almari. "tarik, Queen. Kita harus segera kembali ke rumah kita". Ucap Noir.
Fiona hanya mengangguk dan mulai meraih tuas berukuran ranting kecil itu meduan dengan hati-hati mulai menarik tuas itu. Sedetik, dua detik, tiga detik tidak ada yang terjadi.
"apa tuas nya rusak?" tanya Fiona
Noir menggeleng, "tidak".
Tiba-tiba dari sisi kiri almari terdapat paan kecil yang muncul kepermukaan, sepertinya itu dia pintu yang Noir masuk. Cahaya kecil mulai sedikit demi sedikit terpancar. Ah, benar. Itu dia!
suara decitan dari kayu tua yang mengalami pergerakan pun terdengar, pintu kecil itu hampir saja terbuka dan yaa terbuka sempurna!
"sudah?" tanya Fiona yang sibuk menghalau debu-debu yang sibuk berterbangan menutupi indra pengelihatannya.
Noir menggoyangkan kekiri dan kekanan ekornya. "itu!" ucap Noir yang refleks membuat Fiona mendekat kembali.
"benarkah?!"
Dari dalam almari kecil yang terbuka itu terdapat satu buah buku yang sangat tebal, kemungkinan mencapai 3000 halaman. Namun, sampulnya sangat aneh, terdapat akar" merambat dibagian sampul depan dan belakang, ada bunga" biru dibagian bawah sampul dan batas buku yang seperti perisai? Terdapat pula rantai berhiaskan mutiara biru di satu sisinya. indah sekali buku ini.
Fiona meraih buku itu dengan sangat hati-hati. Noir hanya melihat pergerakan Fiona.
"indah sekali" ucap Fiona refleks saat buku itu sampai di tangannya.
Noir tersenyum samar, "rumah kita jauh lebih indah dari buku itu, Queen". Jelas Noir namun tak dihiraukan Fiona. "kau tidak ingin membukanya?" tanya Noir.
Fiona menatap Noir, "ingin sekali". Sahut Fiona sembari seketika murung.
"lalu? Buka saja!" Ucap Noir.
"ibu melarang ku".
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments