"Hormat Hamba kepada Yang Mulia Lord Gerald". Jean berlutut dengan satu kaki ditekuk dihadapan Noir.
Noir menepuk bahu Jean, "ku kira kau tidak akan mengenaliku, pangeran Jean". Ucap Noir sembari terkekeh. "bangun lah, dan jamu aku dengan hidangan lezat mu". Ucap Noir ber gurau.
Jean ikut tertawa kemudian bangkit dari posisinya, "ayo masuk lah, kami sudah mempersiapkan hari ini akan tiba". ajak Jean masuk kedalam istananya yang bernuansa putih. kaum Anggel (malaikat) adalah kaum paling suci dan paling disegani di dunia Dracania, meskipun kekuatan mereka yang sangat kecil namun doa dan kutukan mereka yangs selalu menjadi kenyataan sehingga seluruh makhluk immorland takut pada kaum Anggel.
Jean membawa Noir menuju tempat yang biasa digunakan untuk menjamu tamu-tamu kerajaan. ruangan dengan nuansa putih bersih dengan dihiasi lampu Kristal di setiap sudut ruangan memperindah ruangan ini. terdapat meja yanga amat menjulang panjang dilengkapi dengan kursi-kursi berbahan berwarna serupa pula yang sudah di siapkan Jean untuk seekor kucing yang sangat dihormati.
Noir duduk disalah satu kursi, sedangkan Jean hanya berdiri dibelakang Noir. "Dimana raja Edward?" tanya Noir sembari menyantap hidangan.
Jean membungkukkan tubuhnya, "raja Edward bersembunyi di istana langit, Yang Mulia Lord Gerald". sahut Jean membuat Noir mengangguk.
"Apa Glean alasannya?" tanya Noir menebak-nebak.
Jean mengangguk, "benar, Yang Mulia". Sahut Jean.
"Jelaskan!" intruksi Noir yang masih menyantap makanan.
"seluruh raja kerajaan Immorland di paksa untuk menjadi bawahan Glean, mereka semua dijemput satu persatu ke istana mereka dan di bawa paksa oleh Glean dengan prajuritnya". Jelas Jean.
Noir mengangguk-anggukkan kepalanya, "kalau begitu cepat pecahkan kutukan ini, ku sudah tidak sabar untuk mematahkan lehernya".
Jen mengangguk, "nanti malam adalah malam bulan purnama Yang Mulia, masuk lah saat tepat di tengah malam ke dalam telaga suci kemudian rendam seluruh tubuhmu hingga kepala dan gunakan ramuan ini," Jean menyerahkan botol seukuran jari kelingking kepada Noir, "-kemudian minumlah air ramuan itu saat Yang Mulia Lord Gerald membenamkan kepala kedalam air". Jelas Jean dengan hati-hati.
Noir meraih ramuan itu kemudian bergegas turun dari kursi, "terima kasih jamuan nya pangeran Jean." ucap Noir berlalu keluar dari istana.
........
"ahhhh, segarnya" ucap Fiona yang telah berendam didalam telaga suci dengan sesekali meminum air itu.
karena sudah beberapa hari tidak mandi membuat tubuhnya berhasil segar kembali seakan diberi kekuatan lagi. Tubuhnya kembali bugar dan siap melanjutkan pembelajaran dengan dunia Dracania ini.
lima belas menit berlalu, lahirnya Fiona memutuskan untuk naik kepermukaan, memakai pakaiannya kemudian kembali memakan apel yang ia petik kemarin. entah mengapa Noir lama sekali kembali, apa dia tersesat? Fiona mengedarkan pandangannya kesana dan kesini namun tidak menemukan tanda-tanda Noir akan kembali. Setelah menghabiskan satu buah apel membuat matanya kian mengantuk karena kekenyangan.
"sepertinya aku harus tidur" ucapnya kepada diri sendiri. Fiona pun membaringkan tubuh nya dan mulai memejamkan matanya.
..........
dari kejauhan Noir bisa melihat bahwa Queen nya sedang tertidur pulas di bawah pohon rindang dekat dengan telaga suci.
Ia tersenyum melihat pemandangan itu, kasian sekali Queen nya harus tidur di tempat seperti ini.
Karena sebentar lagi gelap, Noir merebahkan tubuhnya di samping Fiona kemudian ikut terlelap mengingat ia akan melakukan aksinya tengah malam nanti.
00.00
Noir membuka matanya, ia melihat ke sampingnya, ternyata Queen nya masih tertidur pulas.
Noir mulai berjalan ke arah telaga suci kemudian mulai membenamkan tubuhnya sebatas leher. Ia memanfaatkan kekuatan kaum Deep one yang ia miliki. Kekuatan ini bertujuan agar ia bisa bertahan lama didalam air.
Noir memejamkan kedua matanya beberapa saat, netra yang awalnya berwarna biru laut yang memudahkan itu kini berubah menjadi hijau pekat, pertanda bahwa kekuatan deep one sudah berhasil menguasai jiwanya. Aura cahaya hijau pekat menguasai tubuhnya.
Noir menenggelamkan seluruh tubuhnya, bersila didalam air dengan mata yang tetap terbuka.
Immorland pun seakan mendukung Noir, bulan purnama bergerak untuk tapat berada diatas kepalanya, cahaya bulan purnama pun seketika menjadi terang benderang seakan siang kembali datang,di dunia immorland. Cahaya putih menyelubungi tubuh Noir didalam air, berputar seperti pusaran air. Seketika itu juga Noir menenggak habis ramuan itu.
tiba-tiba saja telaga suci berubah menjadi lautan merah pekat. langit berubah menjadi Semerah darah. Pusaran air yang mengitari Noir naik terus semakin tinggi sekarang ingin menjuntai ke langit.
Beberapa detik kemudian pusaran air itu jatuh ke dalam telaga suci kemudian langit yang Semerah darah berubah kembali menjadi sedia kala, telaga suci yang diselimuti merah pekat kembali seperti semula.
Senyap, tidak ada yang terjadi. Telaga suci tampak tenang.
Dimana Noi? Apakah tidak berhasil?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments