Musuh ku? Dunia selanjutnya? Apa maksud semua ini? apa yang dikatakan Noir benar, bahwa pamannya yang telah mencuri kerajaannya? Tapi, itu mustahil. Kerajaan yang mana?
Fiona membulatkan tekatnya, mengikuti salah satu dari mereka, haruskah paman Glean dan Elena atau Noir? Tiba-tiba dengan suara lantang Fiona menyuarakan mantera yang berhasil membuat Paman Glean dan Elena menggeram murka dengan matanya memerah? Paman Glean dan Elena? Apa yang terjadi? Tanpa pikir panjang Fiona menyuarakannya.
"DRACANIA!!!!!"
Seketika cahaya putih yang teramat menyilaukan mata itu memenuhi ruangan rumah tua ini sehingga tidak ada apapun yang terlihat kecuali hanya putih dimana pun. Fiona berusaha berusaha mengibas-ngibaskan tangan nya berharap ada sesuatu yang mampu ia pegang. entah mengapa cahaya putih itu terasa menghabis kan oksigen yang ada sampai pada akhirnya...
.
.
.
POV: Fiona on
"Queen, bangun lah" samar-samar terdengar ditelinga ku suara yang tidak asing. Entah mengapa mata ku sulit sekali ku buka, seperti ada yang menarik kelopak mataku sehingga melarangku untuk membukanya.
"Queen," suara itu kembali terdengar namun kini terasa lebih dekat.
Aku terus berusaha membuka mataku, sampai akhirnya aku berhasil melakukannya. Netraku terbuka sempurna sehingga menampilkan jelas keadaan di sekelilingku. hal yang pertama sekali ku lihat adalah, Noir dan, dimana ini? Sebuah hutan?. Ku edarkan pandanganku ke segala penjuru dan benar saja ini hutan dengan pohon-pohon tinggi menjulang dan sangat rindang.
Aku refleks menarik duduk tubuhku, menyandar kesebuah pohon rindang yang terletak disebelah ku. "dimana kita?" tanya ku panik sepanik-paniknya.
Noir terlihat tersenyum, kemudian duduk dengan membusungkan dada nyam lagi-lagi terlihat seperti seorang raja. "selamat datang di dunia Dracania, Queen". Ucap Noir bangga.
Aku menautkan kedua alisku, apa katanya?Dunia Dracania? dunia apa itu? "apa maksud mu?" tanya ku masih tidak mengerti.
"Seiring berjalan waktu, kau akan mengerti Queen". Ucap Noir dengan mulai naik memanjat keatas pohon.
"apa yang kau lakukan? Kau akan terjatuh, Noir". Ucap ku memperingati, karena pohon ini sangat tinggi sekali.
"aku harus memanggil Deril". sahut Noir.
"Deril? Siapa itu?" tanya ku kembali.
Noir tidak menjawab, ia malah mengeluarkan suara khas kucing nya yang sangat terdengar lantang.
"ggrrrrrrrrrrr, Miaooowwww".
Setelah melakukan itu, Noir melompat turun. Ia kembali duduk ke pangkuan ku. huh, enak sekali dia.
"Deril adalah kaki tanganku yang sangat setia, selama aku terjebak di dunia kalian dengan wujud kucing ini ia lah yang mengawasi keadaan kerajaan". jelas Noir.
Srreettttt.....
Duarrrrrr......
Tiba-tiba saja terjadi ledakan hebat di hadapan kami berdua, ledakan itu bahkan nyaris saja mengenai aku dan Noir.
Kabut tebal mengitari bekas ledakan itu, hingga sedetik kemudian seorang dengan kulit seputih mayat dengan mata seperti serigala, telinga runcing sedang berlutut dihadapan kami dengan satu kaki ditekuk, seakan sedang memberi hormat kepada aku dan Noir. Siapa dia? Apa ini yang Noir maksud sebagai Deril? Ia mengenakan baju ala prajurit-prajurit yang biasa aku lihat di televisi dan lihat kuku nya, seperti cakar serigala. Apa makhluk itu? Ribuan pertanyaan hinggap di kepala ku. sehingga membuat aku yang melihat itu tanpa sadar membulatkan mataku sembari menutup mulutku dengan kedua telapak tanganku. Terkejut bukan main.
"Hamba disini, Yang Mulia Lord. Suatu kehormatan bisa bertemu dengan anda kembali".
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments