Kenapa tidak ada yang melawan?" tanya Gerald dengan rahang yang mulai mengeras.
"kaum Demigod hampir punah karena berusaha menentang kebijakan dari Glean, Yang Mulia Lord Gerald. Glean membunuh hampir seluruh kaum Demigod ". Jelas Raja Hercules dengan keringat yang mengucur deras di kening nya.
Rahang Gerald mengeras, tangannya terkepal marah. "kenapa Glean terdengar sekuat itu? Ia membunuh kaum Demigod yang sebenarnya kaum itu lebih kuat dari kaum nya". tanya Gerald mengingat bahwa kaum Demigod merupakan kaum terkuat setelah kaum Demon, sedangkan kaum Fallen Anggel adalah kaum yang kekuatannya sangat terbatas, hanya saja kaum itu terlalu banyak menentang.
Raja Hercules menunduk, takut ingin membahas hal selanjutnya. "emm, begini Yang Mulia Lord Gerald-" jeda raja Hercules sembari sedikit berpikir. "begitu Yang Mulia Lord Gerald dibuang kebumi, ia membuat percobaan kepada beberapa bayi dengan menyuntikkan berbagai macam darah dari seluruh kaum immorland. Glean mengambil paksa bayi dari seluruh kaum untuk menjadi bahan percobaannya. Dalam beberapa tahun percobaannya selalu gagal namun ada satu bayi yang bertahan, meski mengalami cacat pada bagian wajahnya akibat tidak kuat menahan seluruh jenis darah, namun ia berhasil hidup dengan kekuatan yang tidak tertandingi". Jelas Raja Hercules.
mata Gerald tetap menyorot teduh, tidak terusik dengan kabar yang ia dapatkan. "jadi, ia membuat anak itu untuk membantunya berkuasa dan mengalahkan ku?" tanya Gerald memastikan.
"benar Yang Mulia, mengingat anda merupakan yang terkuat di immorland membuat Glean berpikir keras mencari cara untuk dapat mengalahkan Yang Mulia Lord Gerald ". jelasnya yang kemudian dibalas anggukan oleh Gerald.
Gerald bangkit dari duduknya, turun dari singgasana raja Hercules kemudian berjalan mendekat kearah nya. "terima kasih". Ucap Gerald kemudian berlalu menuju balkon istana.
Sesampainya di balkon istana, Gerald mulai mengeluarkan sayap hitam yang sangat besar dari punggungnya. Duri-duri pada ujung sayap terlihat siap menusuk perut siapa saja yang berani menantangnya. termasuk Glean.
"ah, sudah lama sekali kau tidak terbang". Ucap Gerald kepada sayapnya sembari tersenyum bangga.
Gerald mulai mengepakkan sayapnya membuat ia melayang terbang keudara, "kapan-kapan aku harus mengajak Queen ku terbang". Ucapnya sembari mengudara.
Beberapa menit menikmati kegiatan terbangnya, Gerald memutuskan untuk mendarat menemui Queen nya. Ah benar juga, ia masih belum berganti pakaian, masih menggunakan pakaian serba putih akibat menjadi kucing.
Gerald mendarat dengan mulus, menapakkan kakinya tepat di halaman istana, membuat siapapun yang melihat kagum pada keindahan sayapnya. sayapnya merupakan suatu kebanggan tersendiri untuknya setelah wajahnya yang tampan.
Gerald masuk ke dalam istana kaum Anggel, mencari keberadaan permaisuri nya. ia memasuki ruangan tempat beristirahat Queen nya.
Saat pintu berhasil terbuka, Gerald tersenyum memandangi Fiona yang sedang tertidur pulas lengkap dengan gaun indahnya. Wajahnya yang sangat cantik membuat Gerald tidak bisa memalingkan pandangannya walau sesaat.
Tak ingin mengganggu tidur permaisuri nya yang terlihat pulas, Gerald memutuskan untuk membersihkan tubuhnya dan berganti pakaian.
............
Malam telah tiba. Gerald berdiri pada pagar balkon menikmati udara malam di balkon istana. dari atas balkon terlihat kerajaan Dracania walau tidak jelas. Gerald menghembuskan nafasnya, ia harus segera merebut kerajaannya kembali.
Rahangnya selalu mengeras tiap kali ia mengingat nama Glean, si sialan itu. Sepertinya esok ia akan bertamu untuk melihat kabar Glean dan juga pengikut nya.
ia ingin sekali melihat expresi Glean saat melihat dirinya dengan keponakannya datang menyapa.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments