Dalam pertemuan beberapa bangsawan besar kerajaan Iron Eagle 25 mill jauhnya dari benteng SkyWolf. Dalam benteng Mawar Berduri, terdapat pertemuan yang membahas bagaimana rencana mengacaukan bagian belakang negara federasi.
Penyerangan tersebut di minta oleh tuan Duke Gerald sendiri.
Sebagai bawahan Duke yang setia, Earl Almond de Guiz tentunya setuju untuk menjadi komandan penyerangan selain untuk menyenangkan sang Duke juga berharap bisa meraih prestasi.
"Tuan Earl bagaimana rencana kita untuk mengacaukan bagian belakang negara federasi?" tanya seorang Viscount.
"Tuan tuan, tentunya dengan menerobos titik lemah pos pertahanan musuh. Kemudian bisa menyerang secara langsung ke kota West Mercy, membuat kekacauan dengan menyerang bagian langsung benteng pos musuh atau juga membakar lumbung pangan logistik musuh," jawab Earl Almond.
"Bagaimana kalau kita langsung menyerang langsung salah satu benteng musuh?" kata seorang Viscount.
"Apa kamu bodoh, jika kita menyerang secara langsung benteng musuh kerugian kita akan besar. Paling banyak kita hanya bisa mengerahkan 25.000 pasukan, dengan hanya pasukan sebesar itu menyerang benteng yang di jaga 10.000 - 15.000 pasukan sama saja dengan bunuh diri. Kalaupun bisa menerobos korban jiwa diantara kita pasti banyak dan tentunya memakan waktu lama sehingga bala bantuan musuh akan datang," kata seorang Count.
"Kecuali kita mengerahkan 50.000 pasukan, maka patut untuk di coba," kata Seorang Baron.
"Target kita berarti kawasan yang tidak di lindungi benteng, berarti celah diantara benteng satu dan benteng lainnya," kata Earl Almond.
"Iya Earl, yang terdekat dengan posisi kita ada 3 benteng , benteng Lion, benteng Eagle, dan benteng SkyWolf wolf. Berarti terdapat 2 celah yang dapat di ekspos," Kata Viscount Ludwiq sebagai ahli strategi perang satu satunya dirapat ini.
"Lanjutkan kelebihan dn kekurangan masing masing!" perintah Earl Almond.
"Benar tadi yang dibilang tuan Count, jika kita menyerang benteng secara langsung kerugiannya akan sangat besar. Yang bisa kota lakukan adalah penyerangan tentatif dengan skala pasukan 2.000 pasukan yang sebagian besar di lakukan oleh pasukan kavaleri. Yang kita fokuskan antar 2 celah , yang bisa say simpulkan dari informasi intelijen, celah pertama antara benteng Eagle dan benteng Lion. Celah tersebut di halangi oleh hutan alami yang menanjak dan medan curam dan beberapa bukit yang menghalangi di samping dan belakangnya. Celah kedua antara benteng Lion dan benteng SkyWolf, celah tersebut juga di halangi oleh hutan namun medannya tidak curam dan hanya di halangi bukit yang relatif rendah," jelas Viscount Ludwiq.
"Berarti kita fokuskan di celah antara benteng Lion dan benteng SkyWolf. Bukan begitu tuan Viscount?" tanya Earl Almond.
"Iya tuanku, selain itu kita harus mengalihkan perhatian dari 2 benteng dengan penyerangan tentatif 3.000 setiap benteng. Sehingga mereka akan terlambat menyadari bahwa perbatasan mereka telah di jebol," Kata Viscount Ludwiq.
"Berarti tinggal penentuan tanggal penyerangan dan jumlah pasukan yang harus di persiapkan," kata Earl Almond.
"Benar tuanku, tetapi sebaiknya kita melakukan serangan tentatif selam seminggu penuh, dan pada hari ketujuh kita mengeksekusi rencana sehingga mereka akan terkecoh Karena menganggap kita akan menyerang seperti biasanya," kata Viscount Ludwiq.
"Haha, rencana yang bagus Viscount Ludwiq. Apa ada yang keberatan, jika tidak persiapan pasukan kalian masing-masing jangan menjadi beban?" kata Earl Almond.
"Tidak tuan Earl " .
Mengangguk dengan serempak, kemudian pertemuan bubar dan rencana akan di eksekusi seminggu kemudian.
...----------------...
Sementara di benteng SkyWolf, Arthur dan prajurit sedang membangun tempat tinggal sementara melanjutkan pekerjaan kemarin.
Gubrak...!
Suara pohon tumbang akibat ditebang untuk dijadikan tiang rumah.
Ctak..!
Ctak...!
Suara tukang lagi memaku balok kayu dan papan kayu.
Pagi pagi ini sudah ramai sekali berbagi tugas, ada yang membangun rumah, ada yang mencari hewan buruan, ada yang memasak dan menyalakan api.
Seperti biasa hidangan berupa sup daging rusa + rumput liar atau jamur di temani daging panggang.
Sementara di menara pengawas benteng utama menerima sinyal dari tim pelacak.
Berupa asap dan surat dari burung merpati. Isinya penyerangan terhadap benteng dengan jumlah 10.000 pasukan dengan 2.000 kavaleri.
Pengawas mengirim surat tersebut ke komandan Sebastian.
"Lapor komandan, terjadi pergerakan pasukan besar di arah barat daya 1 mil jauhnya. Mereka akan sampai sini 1 jam kemudian," kata Pengawas.
"Laporan diterima, kamu bisa melanjutkan tugas kembali," kata kapten Sebast.
"Sersan Harid, lepaskan tim kavaleri untuk menghambat pergerakan musuh. Sersan Amer segera siapkan pasukan kota akan menyambut kedatangan mereka".
"Baik, komandan ".
Ucap mereka berdua.
Setelah menerima perintah sersan Harid yang bertanggung jawab atas pasukan kavaleri yang berjumlah 2.000 pasukan segera berangkat.
Gerbang benteng SkyWolf di buka.
Krekkkk....!
Gerbang terbuka, pasukan kavaleri berlari kencang dan meninggalkan benteng.
Kavaleri berlari kencang...!
Meninggalkan jejak debu di udara, setelah beberapa saat menempuh jarak setengah mill, pasukan kavaleri melihat pasukan musuh.
Setelah mencoba mendekati pasukan musuh, kavaleri sersan Harid di hadang kavaleri musuh.
Meringkik...!
Kuda berhenti berlari dan memutar haluan kesamping untuk menghindari kavaleri musuh.
Setelah kedua kavaleri berpapasan , pasukan kavaleri yang membawa lembing dan panah saling menyerang.
Shua...!
Shua...!
Suara anak panah yang menghujam langit.
Shut...!
Suara lembing yang mendesing menembus udara.
Salah satu kavaleri musuh mencoba menghindar dari lembing yang menuju kearahnya, tetapi sudah terlambat seperti sonik menghujam tertembak langsung bagian dada , prajurit tersebut tewas seketika dan jatuh dari kudanya.
Sementara beberapa terkena bagian bahu, dan terkena goresan anak panah.
Menangkal anak panah dengan perisai kecil atau menangkis langsung dengan pedang.
Beberapa selamat dari lembing dengan menghindari arah datangnya lembing.
Setelah putaran awal kedua kavaleri langsung berhadapan beberapa meter.
Pedang dan tombak di acungkan dengan erat.
Suara tusukan!
Suara mendesing!
Dentang...!
Dentang...!
Dentang...!
Duel ilmu pedang yang saling menangkis dan menghindar.
Setelah bentrok yang berlangsung selama beberapa saat, kavaleri yang sambil berlari kembali menjauhi.
Terjadi saling kejar dan serang antara kedua kavaleri tidak bisa saling lepas.
Sementara pasukan infanteri berat sudah sampai di gerbang benteng SkyWolf.
"Tuan Earl, itu didepan merupakan benteng SkyWolf," kata penasehat militer Baron Theo.
Sambil mengamati karakteristik benteng, Earl Almond memerintahkan pasukan untuk beristirahat dan membangun kamp sementara.
"Panggil pengrajin! " perintah tuan Earl.
"Iya, tuanku," kata penasehat militer.
Beberapa saat kemudian sejumlah pengrajin dan pandai besi datang.
"Bisakah kalian membuat menara pengepungan dan ketapel menyerang benteng kota tersebut?" tanya tuan Earl.
"Bisa tuanku, kami memerlukan beberapa pekerja untuk membantu menebang pohon dan sebagainya," jawab kepala pengrajin.
" aik, panggil beberapa prajurit untuk membantu!" perintah Earl ke penasehat militer.
"Bagaimana menurut mu Viscount Ludwiq?" tanya Earl Almond.
"Karena ini bukan perang habis habisan hanya serangan tentatif untuk mengelabuhi dan mengkonsumsi stamina mereka. Maka serangan terhadap benteng dilakukan secara berkala dan di lakukan dengan alat bantu menara pengepungan untuk mengurangi korban jiwa," jawab ahli strategi militer.
"Oke, kita lakukan sesuai rencana ini," Jawab tuan Earl.
Kemudian Earl Almond masuk ke tendanya dan beristirahat.
Suara pohon tumbang juga silih berganti.
Suaranya paku dan gergaji juga terdengar.
Pengrajin sedang merakit menara pengepungan dan mesin pertempuran berupa ketapel besar.
Sementara di pihak kota Wales, komandan Sebastian sedang melihat kamp musuh di menara pengawas tertinggi di benteng SkyWolf.
Sepertinya musuh akan membuat menara pengetahuan dan mesin pertempuran.
"Sersan Will, siapkan bahan baku untuk menghalau mesin pertempuran seperti katapel torsi, minyak , batu dan jangan lupa persediaan panah dan juga perisai," perintah kapten Sebast.
"Baik, komandan," jawab Will.
Pertarungan diperkirakan akan berlangsung besok pagi. Komandan Sebastian mengirim pesan ke pasukan kavaleri untuk beristirahat dan masuk kembali ke benteng hanya menyisakan tim pengintai.
Pasukan kavaleri sudah menyelesaikan tugasnya dan dengan pemahaman diam diam, karena kuda mereka juga terlihat lelah.
Mendengus..!
Meringkik...!
Kuda berlari kearah benteng.
Masuk kedalam benteng dan mengistirahatkan kuda di kandang dan di beri makan.
"Lapor komandan, tugas intersepsi berhasil dijalankan dengan 1 korban tewas, 7 korban berat dan 12 korban ringan. Sekarang sudah di rawat di kamp medis," ucap sersan Harid.
"Laporan di terima, untuk korban luka berat untuk sementara dibebas tugaskan dan korban tewas bisa dikuburkan sedangkan untuk kompensasi menunggu perang berakhir," jawab kapten Sebast.
Arthur sendiri sedang membantu pengrajin dan teknisi membuat ketapel torsi.
Arthur sempat berfikir untuk membuat rencana serangan malam, tetapi mengurungkan niatnya karena melihat pasukan kavaleri yang kelelahan.
[ Ding ~ ]
[ Misi Darurat ~ ]
[ Menangkan pertempuran pertama ]
Bunyi sistem dalam benak arthur.
Sepertinya saya harus bekerja ekstra keras besok pagi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 37 Episodes
Comments
®ayess👏😒
benteng sky wolf🧐,benteng Van derr cepelen msih melekat diotak lupa klo ini cmaa fiksi bukan sjarah😌
2024-06-11
1