Selama proses pembangunan konstruksi pabrik kertas. Arthur juga menciptakan pabrik kecil khusus memproduksi tinta dan pulpen khusus yang nantinya dapat langsung di manfaatkan setelah pabrik kertas beroperasi.
Menurut arthur, cetak biru yang di dapat dari sistem terdapat beberapa metode membuat tinta yang relevan.
Ada dua jenis tinta yang sangat berbeda. Yang pertama adalah tinta karbon, terbuat dari arang atau hitam lampu yang dicampur dengan permen karet.
Yang kedua adalah tinta empedu logam, biasanya empedu besi dibuat dengan mencampurkan larutan asam tanat dengan besi sulfat (tembaga). Itu juga membutuhkan tambahan permen karet, tetapi sebagai pengental dan bukan sebagai perekat. Warna hitam tersebut merupakan hasil dari reaksi kimia.
Arthur menggunakan metode pertama karena di rasa bahan yang ada untuk sekarang lebih mendukung metode pertama.
Pabrik tinta dan pulpen telah selesai satu minggu sebelum proses peresmian pabrik kertas.
Akhirnya pada tahun 2456 kalender cahaya, sebuah Pabrik Kertas dengan sedikit sentuhan zaman besi dan uap berhasil di resmikan.
Setelah perencanaan dan pembangunan memakan waktu sekitar 3 bulan lebih, akhirnya pabrik kertas pertama di dunia ini akan mulai beroperasi.
"Arthur, pabrik perkamen saja terlihat besar dan luas, apa benar itu untuk memproduksi perkamen ?" tanya pak Agris Karena tidak tahu istilah kertas.
"Benar ayah, dalam memproduksi kertas secara masal di bagi menjadi 3 tahapan didalam pabrik, pertama pengumpulan kayu, pengolahan kayu, dan terakhir finishing." jawab Arthur.
Proses pembuatan kertas di pabrik ini melalui berbagai tahap sebelum di edarkan.
Tahap pertama kayu diambil dari hutan basah kering, kemudian dipotong - potong atau lebih dikenal dengan log. log disimpan ditempat penampungan beberapa bulan sebelum diolah dengan tujuan untuk melunakkan log dan menjaga kesinambungan bahan baku.
Tahap kedua kayu dibuang kulitnya dengan mesin atau dikenal dengan istilah De - Barker
Kayu dipotong - potong menjadi ukuran kecil (chip) dengan mesin chipping.
Tahap ketiga chip yang sesuai ukuran diambil dan yang tidak sesuai diproses ulang. Chip dimasak didalam digester untuk memisahkan serat kayu (bahan yang digunakan untuk membuat kertas) dengan lignin.
Proses pemasakan ini ada dua macam yaitu Chemical Pulping Process dan Mechanical Pulping Process.
Hasil dari digester ini disebut pulp (bubur kertas). Pulp ini yang diolah menjadi kertas pada mesin kertas (paper machine).
Seluruh proses tersebut Arthur jelaskan ke ayahnya.
"Begitu cara pabrik beroperasi ayah." Jawab arthur.
"Cukup rumit, jika dipikir." Kata Pak Agris.
Sedangkan biaya pembangunan pabrik kertas senilai 300 koin emas, dengan rincian pembiayaan awal 100 koin emas, biaya tenaga dan teknisi 100 koin emas dan biaya operasional dll menelan 100 koin emas.
Arthur sendiri memakai dana pribadi 200 koin emas, sisanya dari bantuan dari ayahnya.
[ Ding ~ ]
[ Mission Completed ~ ]
[ Mendapat hadian Cetak Biru Pembuatan Gelas ]
[ Mendapatkan hadiah 10.000 koin emas ]
[ Mendapatkan hadiah 1000 poin sistem ]
Bunyi sistem dalam benak Arthur, Arthur sekarang sedang memotong pita bersama dengan ayahnya untuk acara peresmian pabrik kertas.
"Arthur hasil kerja kerasmu selama 3 bulan akhirnya selesai." Kata pak Agris sambil mengucapkan selamat.
"Iya ayah, semoga dengan di dirikan pabrik ini perekonomian kota Wales semakin makmur dan maju, dan menghasilkan keuntungan yang berlipat ganda." Kata Arthur.
"Iya nak, ayah akan membantu mengurus mendistribusikan perkamen yang kamu buat dengan rekan bisnis ayah yang terpercaya." Ucap pak Agris.
Setelah acara peresmian yang berlangsung singkat pabrik kertas akan mulai beroperasi setelah merekrut para pekerja.
Setelah lewat beberapa hari dari tanggal peresmian pabrik kertas, pekerja yang di butuhkan telah terpenuhi.
Pabrik akan resmi beroperasi dengan kapasitas maksimal, dengan kapasitas produksi 10.000 eksemplar per hari.
*
*
"Nak perkamen yang kamu hasilkan lebih halus dan jernih serta harganya sangat murah, cukup brilian membuat perkamen dengan bahan baku kayu yang melimpah ruah." Kata pak Agris yang bangga pada anaknya yang jenius.
"Iya ayah, rencananya per eksemplar akan saya jual 10 koin tembaga, agar warga sipil biasa dapat membeli perkamen tersebut." Ucap Arthur.
"Rencananya keuntungan dari pabrik kertas akan saya gunakan untuk biaya pembuatan buku dan pendidikan warga sipil di kota Wales." Kata Arthur.
Sambil mengkerut dahi pak Agris. "Kamu yakin nak? Walaupun federasi tidak melarang warga sipil untuk belajar membaca dan menulis, tetapi masih banyak keluarga dewan yang memonopoli pendidikan, agar keluarga mereka yang selalu berkuasa. Setidaknya keluarga dan ayahmu bisa membantu di kota Wales tapi tidak di kota federasi yang lain."
"Tidak apa-apa ayah! Itu tantangan buat saya ke depan dan saya sangat yakin dan optimis dapat membuat masyarakat federasi bergerak ke arah yang maju dan meninggalkan zaman perbudakan." Tegas Arthur.
Pendidikan di dunia terbelakang ini sebagian besar berpusat pada agama dan hampir secara eksklusif diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kaya dan bangsawan.
Ada sekolah Gereja dan badan amal, di mana siswanya diajari bahasa Lueta, bahasa dari dunia ini dan sering kali dipersiapkan untuk kehidupan di gereja.
Ksatria juga menerima pendidikan yang berbeda. Biasanya dilatih oleh para bangsawan.
Ckrek!
Arthur keluar ruangan kantor walikota menuju pusat bisnis kota Wales.
Di sepanjang jalan terdapat toko perkamen & kertas baru di dirikan, ramai dengan masyarakat sipil yang ingin membeli yang dulunya harganya mahal sekarang jauh lebih murah dan terjangkau masyarakat.
Para pebisnis juga banyak yang datang setelah promosi gencar Selama seminggu kini keuntungan dari menjual kertas mulai terlihat.
Dari 10.000 eksemplar kertas 20% produksi di jual di kota Wales dan sekitarnya, sementara sins 80% mengalir ke berbagai kota dan ibukota federasi melalui tangan berbagai pedagang, kamar dagang dan bangsawan.
"Inilah hasil yang kuinginkan, hahaha! Kerja keras bolak balik ku akhirnya terbayar." Benak Arthur.
"Sistem tampilan panel statistik." Kata Arthur.
[ Ding ~ ]
[ Nama : Mac Arthur
Umur : 10
Hp : 100/100
Aura : ksatria Bintang 2 (0/100)
Koin. : 19800 (emas)
Wilayah : None
Poin : 2500
[ Misi >>
1. Membangun pabrik peleburan besi dengan teknologi Tanur sembur ]
[ Toko >> ]
[ Inventory >> cetak biru pembuatan Tanur sembur, Buku panduan pertanian, Cetak biru pembuatan pulpen & tinta, cetak biru pembuatan gelas ]
Setelah melihat panel statistik Arthur kemudian memikirkan hal lain dalam benaknya.
Sementara saya menjual produk kertas murah ke berbagai wilayah dan pedagang dan bangsawan.
Pastinya akan menimbulkan mata tamak dari para pengusaha dan bangsawan.
Harus ada tindakan pencegahan jika produk saya sudah terkenal ke seluruh federasi, saya akan menarik diri dari pengiriman barang ke berbagai wilayah.
Lebih baik biar mereka yang berinisiatif mengambil barang langsung dari pabrik.
Jika mereka memboikot produk dan menyita produk, itu tidak masalah. Karena pasti lebih banyak orang yang akan nekat membeli produk kertas saya.
Jika permintaan semakin tinggi mungkin bisa mempertimbangkan pembuatan pabrik kedua.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 37 Episodes
Comments
CHRIS G
menarik, ini akan menjadi novel favorit..
2024-06-13
1
glvn >°~°🎧off
tinta pun ada empedu ny
2024-06-09
2
.
Othor angkat lah aku jadi murid mu, agar aku pinter/Whimper//Whimper//Whimper//Whimper/
2024-06-06
2