"Sistem tampilkan panel Statistik." Perintah Arthur.
[ Ding ~ ]
[ Nama : Mac Arthur
Umur : 11
Hp : 100/100
Aura : Ksatria Bintang 2 (0/100)
Koin. : 112.850 (emas)
Wilayah : None
Poin : 2500
[ Misi >>
Membangun pabrik peleburan besi dengan teknologi Tanur sembur ]
[ Toko >> ]
[ Inventory >> cetak biru pembuatan Tanur sembur, cetak biru pembuatan Gelas, Buku panduan pertanian, Cetak biru pembuatan pulpen & tinta, Buku panduan belajar membaca & menulis ]
*
*
Waktu pelatihan meditasi tak terasa mengalir seperti panah yang menembus cakrawala, tak terasa sudah memasuki tahun 2457 kalender cahaya.
Teman-teman Arthur yang berlatih bersama baru merasakan aura setelah pelatihan meditasi selama hampir 3 bulan penuh.
"Arthur bantu yang lainnya, beri arahan setelah mereka berhasil merasakan aura dalam proses meditasi." Kata kapten Sebast yang sedang mengawasi dari pinggir lapangan.
Arthur mengangguk, mengikuti perintah pamannya.
Arthur berkeliling sambil mengamati siapa saja yang perlu di beri masukan dan arahan dalam proses mensirkulasikan aliran energi aura ke meridian seluruh tubuh dengan mengulangi proses tersebut.
"Hei Bush, konsentrasikan aura yang ada di dantian bawah pusarmu dan sebarkan perlahan." Kata Arthur.
Bush mengangguk, sambil berkosentrasi menyebarkan energi aura secara merata ke seluruh jalur meridian tubuh.
Arthur juga memperhatikan teman di sebelah Bush yang juga sulit berkonsentrasi menyebarkan energi aura.
"Hirup nafasmu perlahan-lahan, lalu rasakan konsentrasikan aura yang ada di batinmu."
Kata Arthur kepada Joseph.
Arthur membantu menyalurkan energi batinnya ke Joseph, sambil terus memberi arahan.
Selain Arthur, ada seniornya William yang sudah menjadi ksatria Bintang 2. William juga memberi arahan kepada teman-temannya.
Sekarang William berusia 16 tahun sementara Arthur berusia 11 tahun. Arthur sendiri sudah menunjukkan bakatnya sebulan yang lalu, kepada pamannya.
Makanya, sejak sebulan yang lalu Arthur sudah berganti dari proses meditasi kembali ke penempaan fisik untuk mengeluarkan potensi terbaik dari dalam batin manusia, karena energi aura dapat di hasilkan dari potensi manusia yang melebihi batasnya.
Perlahan lahan energi aura di olah kemudian dikumpulkan ke dalam pusat aura menggunakan teknik meditasi lanjutan.
"Arthur, William, untuk sekarang tinggalkan mereka, biar mereka berkosentrasi sendiri. Sekarang biar aku tunjukan penggunaaan aura pada sebuah senjata. Kalian sudah bisa mengalirkan aura ke seluruh tubuh, tinggal bagaimana memusatkan aura pada sebuah senjata yang kalian gunakan." Kata kapten Sebast.
Wusss!
Angin sejuk disekitar kapten Sebast berputar menuju pedang panjang yang dipegangnya. Energi transparan berwarna biru mulai terlihat mengalir di sekitar pedang yang terlihat mengkilap.
"Alirkan energi aura mu ke dalam pedang yang kalian pegang."
"Lepaskan teknik berpedang yang kalian kuasai, sekaligus menggunakan energi aura." Kata kapten Sebast, yang saat ini bermain dengan teknik pedang yang terlihat memukau.
Sword Break!
Sambil melepaskan gelombang kejut, daun daun bertebaran ke segala arah. Di ikuti oleh ekor energi berwarna biru seperti ekor komet.
Blarr!
Terdapat bekas hasil tabrakan yang dihasilkan oleh gesekan udara dan energi aura yang melapisi bilah pedang. Hasil dampaknya terlihat membekas sepanjang lima meter diatas permukaan dan sedalam hampir 1 meter di dalam tanah.
"Mungkin bagi kalian yang tidak terbiasa untuk menfokuskan aura pada senjata dan memperkuat tubuhmu sekaligus, mungkin terasa agak sulit tetapi jika kalian terbiasa menggunakan aura itu terasa seperti perpanjangan tangan dan kaki kalian."
"Giliran kalian konsentrasikan aura dan fokuskan ke senjata kalian masing-masing!" Kata Kapten Sebast memberi perintah dan arahan kepada William dan Arthur.
Arthur mulai fokus berkosentrasi mengalirkan energi aura ke pedang yang ia pegang. Aura biru transparan terpancar dari pedang milik Arthur memancar ke seluruh bagian pedang tanpa terkecuali.
Wusss!
Langkah demi langkah gerakan dan teknik berpedang yang di tampilkan Arthur cukup halus. Setelah beberapa saat menggunakan teknik yang ia kuasai.
Swort Art Light!
Sinar panjang bergesekan dengan udara dan menghantam tanah. Retakan tercipta dari hasil tumbukan energi aura dan gesekan udara yang menghantam tanah.
Retakan selebar 3 meter dan kedalaman setengah meter tercipta dengan beberapa area sedikit hangus.
Sementara Will juga berhasil terlambat beberapa detik dari Arthur. Tetapi efek yang di hasilkan kurang dari efek yang di hasilkan Arthur.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan perbedaan dampak damage yang di hasilkan salah satunya teknik meditasi dan juga kemurnian energi.
Teknik meditasi yang di gunakan William merupakan teknik meditasi standar sehingga aura yang di hasilkan kurang murni dan padat. Sebaliknya teknik meditasi yang di gunakan Arthur merupakan teknik meditasi tingkat menengah puncak yang berhasil di carikan oleh ayah Arthur dengan susah payah.
"Ulangi dan terus fokus untuk mengasah penggunaan aura, ketika terjadi perkelahian yang sebenarnya itu akan sangat terasa. Perbedaan ksatria yang sudah punya pengalaman dengan yang masih pemula. Jangan istirahat sampai Aura ditubuh kalian habis dan hingga batasnya." Perintah kapten Sebast.
Sambil melihat-lihat yang lainnya, kapten Sebast cukup puas dengan hasil rekrutan tahun ini sedikit lebih baik dari kemaren. Dan ada dua jenius tahun ini, salah satunya bakat monster dari tuan muda Arthur usia 11 tahun sudah menjadi ksatria Bintang 2.
Kapten Sebast jadi teringat kejadian masa lalu, waktu muda dia dulu. Apalagi waktu pertama kali merasakan energi aura dan memegang pedang asli untuk pertama kalinya.
Flashback On
"Sebastian kamu salah satu anak berbakat yang pernah saya latih. Semoga kamu bisa menjadi salah satu ksatria Bintang 6 di daratan. Jangan pernah putus asa teruslah berjuang untuk mimpimu." Nasehat guru Sebastian.
Setelah Sebastian memasuki jajaran Ksatria Bintang 3, guru Sebastian tiba-tiba hilang entah kemana dan tidak meninggalkan surat pemberitahuan.
Setelah mencari dan berkelana selama beberapa tahun untuk mencari gurunya, Sebastian tetap terjebak di ksatria Level 3 tanpa membuat kemajuan berarti.
Akhirnya Sebastian tetap memutuskan untuk mencari gurunya, sebelum bertemu bapaknya Arthur, yaitu Tuan Agris.
"Sebastian, kenapa kamu tidak menjadi kapten ksatria keluargaku. Masalah kamu terjebak di ksatria Bintang 3, akan saya coba bantu semaksimal mungkin." Tawar pak Agris.
"Tuan, saya belum bisa memutuskan. Yang bisa saya janjikan selama setahun saya akan mengabdi pada keluarga tuan." Jawab Sebastian.
"Baiklah," kata pak Agris.
Setelah memutuskan untuk sementara mengikuti keluarga pak Agris.
Sebastian mengalami berbagai petualangan dari menjaga karavan dagang dan bertemu bandit dan perampok. Sebastian di bantu tanpa pamrih mulai dari referensi teknik meditasi, herbal dan bantuan lainnya. Akhirnya tepat satu tahun berakhirnya kontrak, Sebastian berhasil menerobos ksatria Bintang 4.
"Tuan, saya memutuskan mulai sekarang akan menjadi ksatria keluarga anda." Kata Sebastian dengan rasa terimakasih.
"Kamu selalu di terima keluargaku Sebastian." Kata pak Agris sambil tersenyum.
Flashback Off
Aihhh.
Jadi teringat masa lalu, kapten Sebast menggelengkan kepalanya.
"Hari sudah mulai gelap, latihan bisa di lanjutkan besok pagi." Perintah kapten Sebast.
"Iya kapten," ucap lantang.
Selama perjalanan pulang, banyak yang berbicara dan tertawa dapat di lihat raut wajah mereka yang tersenyum bahagia karena berhasil merasakan Aura dan mensirkulasikan aura ke seluruh tubuh.
Kerja keras mereka selama 3 bulan ini akhirnya terbayar, tidak ada teman yang tertinggal karena tidak dapat merasakan aura.
Arthur juga ikut senang karena menganggap mereka yang nantinya akan menjadi prajurit elit yang di rencanakan di masa depan nanti.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 37 Episodes
Comments
👑Queen of tears👑
bersinergi👏👏
2024-06-12
1
❣️⃝⃟ᷞᶠ➻🍾⃝ ͩ ᷞHͧSᷡ ͣ🍒⃞⃟🦅
Teman teman ❌
Teman-teman ✅
2024-06-11
1
Nino Ndut
masih menunggu apakah ditoko sistem ada manual kultivasi legendaris buat ksatria n jurus2 legendaris jg??..
2024-06-03
1