Chapter 12 : Masalah Pengiriman & penjualan Kertas

Pagi-pagi sekali Arthur di buat pusing dengan banyak laporan yang menumpuk.

Banyak masalah terkait dengan kargo pengiriman kertas, apalagi masalah ini beragam ada yang di kenakan pajak yang sangat tinggi, penyitaan barang , tidak boleh masuk alias boikot dan lain sebagainya.

Karena dalam setengah tahun terkahir ini, produk kertas Arthur menjadi sangat populer karena harganya murah. Akibat nya banyak toko perkamen di luar kota Wales memboikot kertas buatan pabrik Arthur karena merugikan kepentingan mereka.

Masalah tersebut bukan yang paling parah, yang terparah boikot dari para bangsawan yang memungut pajak masuk sangat tinggi ke wilayahnya, kadang kadang ada walikota yang ikut memungut pajak ekstra.

Jadi bisa di bayangkan jumlah pajak jika setiap kota meminta pajak masuk yang sangat tinggi.

Bahkan kamar dagang yang notabenenya badan yang mengelola bisnis memainkan peran licik dengan memainkan harga beli & harga jual dengan alasan kelebihan dan kekurangan produk.

*

*

"Bagaimana kamu akan menyelesaikan permasalahan ini nak?" Tanya pak Agris.

"Mudah saja ayah, sekarang bisnis kita tidak perlu lagi melayani permintaan bisnis pengiriman dan penjualan barang secara langsung ke pedagang, kamar dagang dan bangsawan ke kota lain." Kata Arthur.

"Simpel juga cara penyelesaian mu nak." Kata pak Agris sambil mengacungkan jempol.

"Iya ayah, sebenarnya saya juga sudah menduganya. Setelah produk kertas kita tenar dan terlihat menguntungkan maka para pedagang kaya, bangsawan bahkan walikota ingin ikut ambil bagian keuntungan."

"Makanya kenapa di awal saya meminta pengawalan ekstra dan penambahan ahli ksatria Level 4 dari luar wilayah, selain kapten Sebast untuk berjaga-jaga dari perampokan berkedok bandit dan menghalangi mata dari penguasa seperti bangsawan. Walaupun beberapa bawahan dan ksatria kita meninggal dunia , tetapi kita sudah memberikan kompensasi yang sesuai kepada keluarga yang di tinggalkan." Kata Arthur

"Untuk sekarang kita menjual produk kertas langsung dari pabrik dan toko resmi kami di kota Wales. Jadi kita menyediakan barang, mereka yang menjual dan mempromosikan serta mengurusi pajak masuk, kita tidak pusing pusing lagi memikirkan tarif masuk yang mahal, biaya pengawalan dan sebagainya." Kata Arthur.

"Arthur, bagaimana kalau mereka bekerja sama untuk tidak membeli produk kita alias memboikot produk." Kata ayahnya .

"Tenang ayah, tidak semudah itu untuk memboikot produk kita yang sudah terkenal di federasi bahkan di luar negeri. Paling paling beberapa minggu mereka akan bisa memboikot produk kita, karena banyak orang yang lebih nekat dengan manfaat margin keuntungan dengan berkurangnya distributor kertas murah kita, pedagang, bangsawan bahkan kerjaan yang membutuhkan produk kita."

"Jadi tidak usah khawatir kalau sementara waktu produk kita sepi tetapi itu tidak akan berlangsung lama. Kita juga tidak akan rugi membuat kertas dengan bahan baku yang sangat murah di hutan belakang kota Wales," kata Arthur dengan percaya diri.

"Oh ya Arthur, beberapa rekan bisnis ayah dan lainnya menawarkan pembelian kontrak menyerahkan teknologi produksi pembuatan kertas dengan harga tinggi, bagaimana menjawabnya nak?" Tanya pak Agris.

"Jawab saja untuk saat ini tidak ada kata kompromi pembelian hak teknologi pembuatan kertas, untuk sekarang kami menyediakan kerjasama pembelian kertas dengan harga kurang 30% harga pasar langsung dari pabrik dan toko kami. Untuk masa depan tentu kami juga tidak menutup kemungkinan untuk menyerahkan teknologi pembuatan kertas tapi tidak untuk sekarang."

"Jadi kita tidak secara langsung menerima ataupun menolak sehingga masih ada harapan di masa depan, juga harga yang kami tawarkan 30% lebih rendah dari harga pasar jadi tidak ada ruginya. Jadi bagi para kamar dagang atau bangsawan yang berniat buruk harus menanggung pro dan kontra sepadan atau tidak."

"Satu lagi ayah perketat pengawasan dan pengamanan kota Wales dan khusus nya pabrik kertas. Untuk mengirim pembunuh paling banter hanya ksatria Bintang 4 yang bisa di kirim, karena ksatria Bintang 5 sudah menjadi inti dari kekuatan besar dan juga langka. Saya juga sudah menjadi ksatria Bintang 2, jadi masih bisa merespon jika ada kejadian yang darurat." Arthur menjelaskan kepada ayahnya.

"Oke Arthur, dimata dunia luar juga mereka mengira ide bisnis ide dari saya. Jadi jangan khawatir masalah pembunuh, ayahmu juga ksatria Bintang 3 puncak juga ada paman Sebast ksatria Bintang 4." Kata ayah Arthur dengan percaya diri, bahwa ayahnya juga seorang ksatria hebat.

*

*

Benar saja pembicaraan hari itu menjadi kenyataan beberapa kamar dagang dan bangsawan maupun kota tertentu melakukan boikot produk Kertas dari kota Wales.

Meskipun banyak kamar dagang besar, bangsawan dan kota tertentu memboikot.

Masih banyak individu yang menyelundupkan barang, pedagang kecil yang menyelundupkan barang Bahakan salah satu kamar dagang besar dan bangsawan main mata dengan Arthur tanpa sepengetahuan kamar dagang dan bangsawan lainnya.

Tentu saja Ayah Arthur dan Arthur menerima proposal dari segala pihak, pihak yang bernegosiasi berlebihan ditolak tanpa kompromi tanpa takut barang tidak terjual.

Akhirnya dalam kurun waktu 2 Minggu boikot tersebut gagal, dan berangsur-angsur ke harga pasaran. Dengan kerjasama kurang 30% dari harga pasar, banyak pedagang kecil, besar, kamar dagang dan bangsawan yang berbondong-bondong datang ke kota Wales.

Dengan banyaknya turis dari luar dan dalam negri untuk berbisnis di kota Wales, bisnis lokal kota Wales juga meningkat seperti bisnis penginapan, makanan, transportasi dan lainnya semakin ramai.

Kota Wales sendiri mendapatkan keuntungan dari berbagai pajak masuk dan pajak bisnis dan dagang.

"Kota Wales ternyata cukup ramai dan makmur." Ucap salah satu delegasi bangsawan dari kerajaan tetangga yang di utus untuk menegosiasi kan bisnis perkamen yang konon harganya murah tetapi kualitas nya bagus.

"Iya tom, jalan menuju dan dalam kota Wales terlihat cukup rapi, selokan cukup bersih dan pembuangan sampah ada tempat tersendiri." kata Bent.

"Di kerajaan kita kondisi jalan dan sanitasi kebersihan sangat buruk, bahkan banyak orang yang buang limbah kotoran sendiri di depan halaman rumah. Hanya sedikit lebih baik di pusat ibukota kerajaan kondisi lingkungan, jalan dan sanitasi yang terlihat bersih dan rapi." Kata Tom.

"Kebanyakan penguasa feodal kerajaan kita tidak memperhatikan aspek kebersihan dan kondisi lingkungan wilayahnya, yang mereka pikirkan setiap hari adalah bagaimana memeras pengikut mereka yaitu rakyat jelata dan budak untuk menghasilkan koin emas yang banyak." Kata Bend.

*

*

Setelah berkeliling di beberapa distrik kota Wales, baik distrik pusat, barat, timur dan Utara. Utusan negara tetangga berjalan ke arah kantor walikota Wales untuk menegosiasikan bisnis.

Sesampainya di kantor walikota utusan negara tetangga tersebut meminta izin kepada sekretaris walikota, untuk dapat bertemu dengan walikota membahas kerjasama bisnis.

"Mohon di sampaikan pak." Kata Tom.

"Iya ditunggu sebentar, saya sampaikan." Kata sekretaris walikota. Sekretaris memasuki kamar kerja walikota dengan mengetuk pintu.

Tok! Tok!

"Pak walikota ada utusan dari negara tetangga yang ingin membahas kerjasama bisnis?" Tanya sekertaris.

"Boleh, di tunggu setengah jam lagi." Jawab Pak Agris.

Sekretaris berjalan kembali ke tempat tunggu untuk menyampaikan jadwal temu .

"Tuan tuan, walikota mengizinkan kalian memasuki ruang kerja setengah jam lagi" Kata sekretaris dengan sopan.

"Iya terimakasih pak." Jawab keduanya.

Kemudian sekretaris berbalik untuk melanjutkan tugasnya lagi.

Setengah jam kemudian berlalu, 2 utusan di perbolehkan masuk ruang kerja walikota.

"Bolehkah masuk?" Tanya Tom.

"Masuk," jawab pak Agris.

//Pintu di buka//

Ckreek!

"Silahkan duduk!" Kata pak Agris.

Kemudian 2 utusan negara tetangga duduk di kursi yang sudah di sediakan.

"Untuk membahas kerjasama apa kalian ke sini jauh jauh dari negara tetangga?" Pak Agris sopan.

"Begini pak walikota, saya utusan khusus untuk menegosiasi kan harga beli produk perkamen dari kota Wales, beberapa produk kertas sudah memasuki negara kami dan kamu sudah mengecek kualitas produk cukup dengan harga murah." Jawab Tom.

"Jadi begitu, untuk kerjasama produk kami sesuai aturan main bisnis biasa, kami menurunkan harga sebesar 30% dari harga pasar tidak ada penurunan harga lebih lanjut. Beberapa klien kami juga melakukan kerjasama dengan aturan main tersebut baik dalam maupun luar kota dan kerajaan, harga yang kami tawarkan 30% lebih rendah dari harga pasar." Jawab pak Agris dengan lugas, terlihat sudah terbiasa berbisnis dengan harga segitu.

Setelah berdiskusi jumlah barang yang di beli dan waktu pengiriman, akhirnya kedua belah pihak menandatangani kerjasama bisnis yang telah di sepakati.

Terpopuler

Comments

👑Queen of tears👑

👑Queen of tears👑

feodal?
federal mksudnya?

2024-06-12

1

👑Queen of tears👑

👑Queen of tears👑

di dunia asli teknologi pembuatan kertas di patenkn gk sih
serius nanyk
kgk tau soalnya 🤣🤭

2024-06-12

1

👑Queen of tears👑

👑Queen of tears👑

bru membngun inovasi kertas dah gni bnyak mslh yg arthur hdpi,,, bagaimana di bidang yg lain🤧

2024-06-12

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 01 : Perjalanan Bisnis
2 Chapter 02 : Aktivasi Sistem Revolusi industri
3 Chapter 03 : Kesepakatan Bisnis
4 Chapter 04 : Perkamen & Kertas
5 Chapter 05 : Perjalanan pulang ke kota Wales
6 Chapter 06 : Persiapan pendirian Pabrik Kertas
7 Chapter 07 : Peresmian Pabrik Kertas
8 Chapter 08 : Sekolah Umum Kota Wales
9 Chapter 09 : Pelatihan Ksatria Bagian I
10 Chapter 10 : Pelatihan Ksatria Bagian II
11 Chapter 11 : Pelatihan Ksatria Bagian III
12 Chapter 12 : Masalah Pengiriman & penjualan Kertas
13 Chapter 13 : Proyek Pabrik Peleburan Besi Tanur Sembur Bagian I
14 Chapter 14 : Proyek Pabrik Peleburan Besi Tanur Sembur Bagian II
15 Chapter 15 : Proyek Pabrik Peleburan Besi Tanur Sembur Bagian III
16 Chapter 16 : Isu Perang Perbatasan
17 Chapter 17 : Perang Perbatasan Front Timur-Utara bagian I
18 Chapter 18 : Pembangunan Benteng dan Pos Pemeriksaan Kota Wales.
19 Chapter 19 : Perang perbatasan front Timur Utara Bagian II
20 Chapter 20 : Pertempuran Pertama dan Sabotase Musuh
21 Chapter 21 : Menara Pengepungan & Mesin Pertempuran
22 Chapter 22 : Pengepungan Benteng SkyWolf
23 Chapter 23 : Setelah Pertempuran & Senjata Baru
24 Chapter 24 : Perang Pengepungan Benteng SkyWolf Bagian II
25 Chapter 25 : Sabotase & Pencegahan
26 Chapter 26 : Sabotase & Pencegatan II
27 Chapter 27 : Sabotase & Pencegatan III
28 Chapter 28 : Pengepungan Kota West Mercy
29 Chapter 29 : Pemusnahan Pasukan Kavaleri Musuh
30 Chapter 30 : Mengepung Pasukan Earl Almond
31 Chapter 31 : Earl Almond Menyerah
32 Chapter 32 : Situasi terkini front Timur Selatan
33 Chapter 33 : Kabar terbaru dari pusat Benua
34 Chapter 34 : Perjanjian & Rencana Pulang
35 Chapter 35 : Singgah di Kota Trivia
36 Chapter 36 : kembali & Reuni Keluarga
37 Chapter 37 : Pembuatan alat perata jalan.
Episodes

Updated 37 Episodes

1
Chapter 01 : Perjalanan Bisnis
2
Chapter 02 : Aktivasi Sistem Revolusi industri
3
Chapter 03 : Kesepakatan Bisnis
4
Chapter 04 : Perkamen & Kertas
5
Chapter 05 : Perjalanan pulang ke kota Wales
6
Chapter 06 : Persiapan pendirian Pabrik Kertas
7
Chapter 07 : Peresmian Pabrik Kertas
8
Chapter 08 : Sekolah Umum Kota Wales
9
Chapter 09 : Pelatihan Ksatria Bagian I
10
Chapter 10 : Pelatihan Ksatria Bagian II
11
Chapter 11 : Pelatihan Ksatria Bagian III
12
Chapter 12 : Masalah Pengiriman & penjualan Kertas
13
Chapter 13 : Proyek Pabrik Peleburan Besi Tanur Sembur Bagian I
14
Chapter 14 : Proyek Pabrik Peleburan Besi Tanur Sembur Bagian II
15
Chapter 15 : Proyek Pabrik Peleburan Besi Tanur Sembur Bagian III
16
Chapter 16 : Isu Perang Perbatasan
17
Chapter 17 : Perang Perbatasan Front Timur-Utara bagian I
18
Chapter 18 : Pembangunan Benteng dan Pos Pemeriksaan Kota Wales.
19
Chapter 19 : Perang perbatasan front Timur Utara Bagian II
20
Chapter 20 : Pertempuran Pertama dan Sabotase Musuh
21
Chapter 21 : Menara Pengepungan & Mesin Pertempuran
22
Chapter 22 : Pengepungan Benteng SkyWolf
23
Chapter 23 : Setelah Pertempuran & Senjata Baru
24
Chapter 24 : Perang Pengepungan Benteng SkyWolf Bagian II
25
Chapter 25 : Sabotase & Pencegahan
26
Chapter 26 : Sabotase & Pencegatan II
27
Chapter 27 : Sabotase & Pencegatan III
28
Chapter 28 : Pengepungan Kota West Mercy
29
Chapter 29 : Pemusnahan Pasukan Kavaleri Musuh
30
Chapter 30 : Mengepung Pasukan Earl Almond
31
Chapter 31 : Earl Almond Menyerah
32
Chapter 32 : Situasi terkini front Timur Selatan
33
Chapter 33 : Kabar terbaru dari pusat Benua
34
Chapter 34 : Perjanjian & Rencana Pulang
35
Chapter 35 : Singgah di Kota Trivia
36
Chapter 36 : kembali & Reuni Keluarga
37
Chapter 37 : Pembuatan alat perata jalan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!