Arthur dan 15.000 pasukannya bergerak dari Kota Wales ke kota West Mercy.
dari kota Wales ke kota West Mercy berjarak kurang lebih 120 km. Dia antaranya melewati Kota Leeds dan Travia.
Selama lebih dari setengah bulan perjalanan, pasukan berjumlah 15.000 pasukan akhirnya sampai di kota West Mercy.
Setelah sampai di kota West Mercy, kapten Sebast memerintahkan pasukan untuk membuat tenda dan memasak makanan.
Tentunya mendirikan tenda tidak di dalam kota melainkan di luar kota di Padang rumput yang kosong. Jarak dari Padang rumput ke kota West Mercy hanya berjarak 2 km , 2 jam dengan berjalan kaki 1 jam dengan menunggang kuda.
" Arthur ayo iku paman menemui walikota west mercy, untuk mengetahui arahan selanjutnya." Kata kapten Sebast.
" Baik, paman . Sekarang lah ? " Tanya arthur.
" Iya , sekarang!" Jawab kapten Sebast.
Kedua orang tersebut lalu menunggangi kuda perang berlari ke arah kota West Mercy.
Satu jam kemudian, di depan gerbang kota West Mercy.
" Sampaikan pesanku ke pak walikota!. Kami utusan kota Wales telah tiba. Kami meminta audensi walikota? " Perintah kapten Sebast ke penjaga gerbang.
Setelah beberapa saat.
" Kamu sudah di tunggu pak walikota di kediamannya." Ucap penjaga gerbang.
Beberapa saat lagi, keduanya sampai di depan kantor walikota.
Kemudian masuk ke dalam kantor walikota.
Tuk tuk...!
" Boleh saya masuk ."
" Silahkan masuk." jawab pak walikota.
Ckrek..!
Suara pintu terbuka, kemudian arthur dan kapten Sebast duduk.
" Apakah kamu dari kota Wales" Kata pak walikota.
" Iya , kami di sini untuk melapor." Ucap kapten Sebast.
Sambil melaporkan jumlah pasukan yang dibawa serta perbekalannya.
" Baiklah laporan di terima, kamu bisa pergi ke markas komando utama 10 km dari kota West Mercy arah barat utara pegunungan Rayleigh.
" Terima kasih pak walikota, kalau begitu kami permisi dulu." Balas kapten Sebast.
Beberapa saat kemudian mereka sudah keluar kantor walikota dan bersiap kembali ke kamp sementara yang di bangun.
Satu jam kemudian luar kota.
" kapten tenda dan masakan sudah siap ." Ucap salah satu prajurit.
" Oke , semuanya mari makan malam " perintah kapten Sebast.
Hari sudah sangat sore dan beberapa kayu bakar di nyalakan.
Suasana menjadi sangat ramai di tengah malam yang dingin.
Beberapa prajurit berkumpul sesuai regunya yang berjumlah sekitar 10 sampai 15 orang.
" Paman mereka terlihat riang padahal besok mereka akan menuju Medan perang." Tanya arthur.
" Hahaha, yahh mungkin mereka tahu bahwa hari hari sulit akan datang, jadi mereka mencoba bersenang-senang senang sekarang." Jawab kapten Sebast.
" Ayo kamu juga harus makan banyak biar cepat besar, hahaha." goda paman Sebastian.
Hari mulai larut malam menunjukan pukul
09:00 waktu bumi.
Api unggun sudah padamkan, semua bekas sampah makanan di bersihkan.
Arthur juga sudah tertidur satu jam lalu.
" Aihh ,nak " gumam kapten Sebast.
..............
Keesokan paginya semua prajurit sudah bangun pagi pagi sekali, siap melanjutkan perjalanan.
Mereka membongkar tenda dan merapikan barang bawaan di staff logistik.
Arthur juga melakukan hal yang sama.
Mereka sarapan pagi terlebih dahulu sebelum berangkat dengan sup kentang + sayur liar dan secangkir kopi.
Setelah semua beres pasukan besar siap berangkat ke lokasi tujuan.
" Apakah semua sudah beres ? Tanya kapten Sebast.
"Sudah kapten, tinggal melanjutkan perjalanan."
Beberapa saat kemudian mereka melanjutkan perjalanan ke markas komando utama.
Selama perjalanan mereka melewati beberapa hutan , bukit dan Padang rumput sebelum akhirnya sampai di tempat tujuan yaitu markas komando utama.
Setelah sampai di tempat tujuan kapten Sebast memerintahkan pasukan untuk beristirahat sebentar.
" Arthur, kamu tunggu di sini. Paman ingin melapor ke kamp komando utama." Kata kapten Sebast.
Kapten Sebast berjalan ke arah benteng utama, dimana markas komando utama berada.
Di depan tenda utama.
" Lapor, kapten Sebast dari angkatan darat kota Wales telah tiba dan siap menjalankan tugas." Kat kapten Sebast.
" Laporan di terima, tunggu sebentar." Kata staf perwira.
Beberapa saat kemudian.
" Silahkan masuk, Kapten."
Kapten Sebast masuk ke dalam tenda utama.
" Kamu dari pasukan angkatan darat kota Wales? " Sapa jendral McLaren.
" Iya jendral, kami siap menjalankan tugas resmi."
" Laporan di terima, kamu akan bertugas di pos benteng SkyWolf." Perintah jendral McLaren.
" Siap melaksanakan tugas!" Jawab kapten Sebast.
Kemudian kapten Sebast keluar tenda setelah menyelesaikan urusannya.
Kembali ke tempat peristirahatan sementara pasukan.
Beberapa saat kemudian.
" Arthur, kita akan segera berangkat. Kami di tugaskan ke benteng SkyWolf."kata kapten Sebast.
"Perkenalkan ini staff pemandu , mayor Luwis. " Kata kapten Sebast lagi.
" Perkenalkan, nama saya Luwis. Saya akan memandu anda ke benteng SkyWolf." Jawab Luwis.
Setelah berbincang sebentar kapten Sebast memerintahkan pasukan untuk segera berangkat ke benteng SkyWolf.
Benteng SkyWolf berjarak 88 km sekitar 3 hari perjalanan dari benteng utama.
Benteng tersebut didirikan bertepatan dengan lahirnya negara federasi. Benteng tersebut mempunyai struktur kayu, batu, dan batu bata lumpur dengan ketinggian 3 meter panjang 2,5 km. Dengan 5 menara penjaga.
Benteng SkyWolf berdiri di atas 2 bukit dan dataran rendah di depannya dan di belakang Hutan basah kering. Area pengawasan benteng tersebut sejauh 35 km kedepan ke wilayah musuh dan 15 km panjang area perbatasan yang harus di jaga.
Selama 3 hari perjalanan siang dan malam akhirnya pasukan yang di pimpin kapten Sebast sampai di tempat tujuan.
Benteng tersebut dapat di lihat dari jarak beberapa ratus meter. Benteng tersebut memanjang dari Utara ke selatan dengan ketinggian tertinggi 3 m dan terendah 1,5 m . Ketebalan benteng bervariasi di pusat benteng ketebalan mencapai 5 meter dan yang terburuk setebal setengah meter.
Benteng tersebut baru mengalami beberapa pertempuran kecil dan masih terlihat kokoh dan baru karena baru didirikan 1 dekade yang lalu.
Pasukan besar sudah memasuki pusat benteng SkyWolf.
Di area ini terdapat beberapa bangunan permanen tempat tinggal atasan mereka dn beberapa tenda tempat tentara menginap.
" Semuanya, sekarang kami akan membangun rumah sementara bagi mereka yang tidak kebagian tempat tinggal selama Perang berlangsung. Perintah kapten Sebast.
" Baik, kapten." Ucap semua prajurit.
" Jangan juga buat kandang kuda" perintah kapten.
Karena lumbung pangan sudah ada di benteng utama.
Arthur juga tidak menganggur, ikut membantu membangun rumah sementara sebagai juru arsitek.
Setelah hari sore, pembangunan rumah sementara baru setengah jadi pekerjaan akan di lanjutkan besok.
Seperti biasa, prajurit mulai mencari kayu bakar hasil sisa dari penebangan pohon tadi. Dan menyalakan api unggun untuk membakar daging babi dan rusa.
Sementara koki menyiapkan bumbu bumbu untuk membuat sup daging sayur liar.
Tawa riang dan hangat mewarnai dinginnya malam. Berbagai candaan silih berganti dari beberapa kamp api unggun. Sambil menyeruput sup dan daging bakar saus tomat.
Memang inilah kehidupan dalam benak arthur.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 37 Episodes
Comments