Sejak zaman dahulu pelatihan ksatria sudah ada sejak dewa dan sihir masih ada. Karena pelatihan ksatria cenderung tidak mengutamakan bakat seseorang dalam merasakan mana melainkan kerja keras dan pantang menyerah dalam merasakan aura.
Aura sendiri merupakan energi batin yang bisa di keluarkan oleh manusia, ketika potensi energi batin terakumulasi hingga ekstrim seorang ksatria legendaris bisa bertarung dengan penyihir cincin 9 lingkaran maupun setengah dewa.
Tetapi itu dulu, sekarang ksatria tertinggi di daratan hanya sampai Level 6, karena perubahan zaman dan penurunan aura alam seperti ada jurang pemisah antara Level 6 dan Level 7. Ksatria Level 6 sudah menjadi batas langit-langit dunia ini.
"Arthur, besok kamu mulai belajar menjadi seorang ksatria, ayah sudah menyuruh kapten Sebast untuk melatih kamu secara pribadi!" Perintah ayah Arthur.
"Iya ayah, di halaman pelatihan ksatria besok saya akan datang," jawab Arthur.
"Bagus, saya harap kamu selain fokus pada berbagai masalah bisnis dan lainnya kamu juga harus mengutamakan pelatihan ksatria. Karena kekuatan individu juga sangat penting untuk mendukung cita-citamu. Yang pasti ayah dan ibumu akan selalu mendukung apa yang kamu lakukan baik sekarang maupun di masa depan." Kata pak Agris dengan ekspresi serius.
"Terima kasih ayah sudah membantu dan tidak meragukan ide dan keinginan yang saya sampaikan." Kata Arthur dengan postur hormat ke ayahnya.
"Kamu harus ingat nasehat dan perkataan ayahmu, ibu juga selalu mendukung kamu dari belakang apapun yang kamu lakukan," timbal ibunya.
"Baik ibu," jawab Arthur.
Setelah makan malam keluarga, baik ayah dan ibu Arthur kembali ke kamarnya. Sedangkan Arthur sepertinya sedang memikirkan sesuatu.
"Jika seorang ksatria di dunia ini di batasi Level 6 dari banyak buku dan artikel yang sudah saya baca, apakah berarti saya juga akan terjebak di Level atau bisa menerobos jurang pemisah Level 7 dengan bantuan sistem. Sudahlah itu nanti di pikirkan, setelah saya menjadi ksatria Level 6."
*
*
Keesokan paginya Arthur bangun pagi sekali seperti biasa, mencuci muka gosok gigi dan merapikan rambut. Setelah berganti pakaian pelatihan, Arthur menuju halaman belakang kastil keluarga.
"Pagi paman Sebast?" Tanya Arthur.
"Pagi tuan muda, kemarin saya di suruh kepala keluarga untuk melatih mu menjadi seorang ksatria secara pribadi, apakah kamu sudah siap tuan muda?" Tanya kapten Sebast dengan ekspresi serius.
"Saya sudah siap paman Sebast," jawab Arthur tanpa ragu sedikitpun.
"Hahaha, jiwa anak muda tak kenal takut, tapi nanti jangan menangis ketika latihan kita akan berat dan dengan intensitas tinggi," kata kapten Sebast dengan wajah sedikit garang.
"Siapa takut paman," jawab Arthur dengan penuh percaya diri, karena dia sudah menjadi ksatria Level 2 tanpa paman Sebast sadari.
Setelah berdiskusi sebentar, akhirnya pelatihan ksatria di mulai dengan beberapa teman Arthur yaitu Will, mereka berlari mengitari hutan belakang kastil keluarga sejauh 5 km, 10 x putaran.
"Hi, Arthur kamu sudah mulai ikut pelatihan ksatria?" Tanya Will yang penasaran.
"Iya Will, hati hati jika kamu lengah aku akan segera menyusul mu," jawab Arthur sambil berlari ringan.
"Mana mungkin aku membiarkanmu menyusul ku." Jawab Will terlihat percaya diri.
Seusai melakukan pemanasan dengan berkeliling bukit belakang kastil para rekrutan ksatria muda melakukan gerakan kuda kuda dengan membawa pedang, tombak, kapak dan sebagainya.
Tetapi kebanyakan ksatria menggunakan pedang karena pedang di kenal sebagai raja senjata.
Mereka mengambil senjata, kemudian mulai melakukan berbagai gerakan sesuai keahlian senjata masing masing yang mereka kuasai.
Ada yang menggunakan postur mengayun ke atas ke bawah dengan senjata tombaknya mengikuti ritme gerakan tertentu, ada yang mengambil gerakan ke kanan ke kiri memutar dengan pedangnya seperti ayunan angin.
Ada juga yang lagi berduel dengan tangan kosong maupun senjata kayu, sehingga setelah berduel mereka terlihat wajahnya lebam serta sekujur tubuhnya babak belur.
Tetapi mereka tidak menangis atau mengeluh, mereka malah tertawa sehabis berduel.
Beberapa anak juga melatih teknik-teknik dasar bolak balik mereka praktekkan, dengan media boneka kayu sebagai bahan latihan, seperti yang di lakukan oleh Arthur.
Tak! Tak!
Arthur berulang kali mengulangi postur yang sama, dengan teknik dasar penggunaan pedang tertentu. kemudian objek boneka kayu di jadikan sasaran pukulan demi pukulan sampai Arthur berkeringat.
Setelah Arthur dan anak-anak lainnya seharian berlatih di halaman, hingga matahari terbenam di ufuk barat, akhirnya kapten Sebast menghentikan pelatihan hari ini.
"Oke, kerja bagus anak anak muda yang ingin menjadi seorang ksatria hebat di masa depan. Latihan hari ini sudah selesai, besok latihan kita lanjutkan, kalian semua boleh bubar!" Perintah kapten Sebast.
"Baik kapten!" Jawab serempak dengan suara keras.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 37 Episodes
Comments
👑Queen of tears👑
pedang apa?
aku jadi ingat pedang dengan permata jantung samudra 🤣🤭
ktnya sih itu pedang sakti
2024-06-11
1
👑Queen of tears👑
knp dikenal sbgai raja senjata?
ap merupakan senjata pertma yg dibentuk??
2024-06-11
1
👑Queen of tears👑
kyknya aku terkontaminasi athur mknya ngira outhornya remaja 😭🤧🤣🤭
2024-06-11
2