Chapter 09 : Pelatihan Ksatria Bagian I

Sejak zaman dahulu pelatihan ksatria sudah ada sejak dewa dan sihir masih ada. Karena pelatihan ksatria cenderung tidak mengutamakan bakat seseorang dalam merasakan mana melainkan kerja keras dan pantang menyerah dalam merasakan aura.

Aura sendiri merupakan energi batin yang bisa di keluarkan oleh manusia, ketika potensi energi batin terakumulasi hingga ekstrim seorang ksatria legendaris bisa bertarung dengan penyihir cincin 9 lingkaran maupun setengah dewa.

Tetapi itu dulu, sekarang ksatria tertinggi di daratan hanya sampai Level 6, karena perubahan zaman dan penurunan aura alam seperti ada jurang pemisah antara Level 6 dan Level 7. Ksatria Level 6 sudah menjadi batas langit-langit dunia ini.

"Arthur, besok kamu mulai belajar menjadi seorang ksatria, ayah sudah menyuruh kapten Sebast untuk melatih kamu secara pribadi!" Perintah ayah Arthur.

"Iya ayah, di halaman pelatihan ksatria besok saya akan datang," jawab Arthur.

"Bagus, saya harap kamu selain fokus pada berbagai masalah bisnis dan lainnya kamu juga harus mengutamakan pelatihan ksatria. Karena kekuatan individu juga sangat penting untuk mendukung cita-citamu. Yang pasti ayah dan ibumu akan selalu mendukung apa yang kamu lakukan baik sekarang maupun di masa depan." Kata pak Agris dengan ekspresi serius.

"Terima kasih ayah sudah membantu dan tidak meragukan ide dan keinginan yang saya sampaikan." Kata Arthur dengan postur hormat ke ayahnya.

"Kamu harus ingat nasehat dan perkataan ayahmu, ibu juga selalu mendukung kamu dari belakang apapun yang kamu lakukan," timbal ibunya.

"Baik ibu," jawab Arthur.

Setelah makan malam keluarga, baik ayah dan ibu Arthur kembali ke kamarnya. Sedangkan Arthur sepertinya sedang memikirkan sesuatu.

"Jika seorang ksatria di dunia ini di batasi Level 6 dari banyak buku dan artikel yang sudah saya baca, apakah berarti saya juga akan terjebak di Level atau bisa menerobos jurang pemisah Level 7 dengan bantuan sistem. Sudahlah itu nanti di pikirkan, setelah saya menjadi ksatria Level 6."

*

*

Keesokan paginya Arthur bangun pagi sekali seperti biasa, mencuci muka gosok gigi dan merapikan rambut. Setelah berganti pakaian pelatihan, Arthur menuju halaman belakang kastil keluarga.

"Pagi paman Sebast?" Tanya Arthur.

"Pagi tuan muda, kemarin saya di suruh kepala keluarga untuk melatih mu menjadi seorang ksatria secara pribadi, apakah kamu sudah siap tuan muda?" Tanya kapten Sebast dengan ekspresi serius.

"Saya sudah siap paman Sebast," jawab Arthur tanpa ragu sedikitpun.

"Hahaha, jiwa anak muda tak kenal takut, tapi nanti jangan menangis ketika latihan kita akan berat dan dengan intensitas tinggi," kata kapten Sebast dengan wajah sedikit garang.

"Siapa takut paman," jawab Arthur dengan penuh percaya diri, karena dia sudah menjadi ksatria Level 2 tanpa paman Sebast sadari.

Setelah berdiskusi sebentar, akhirnya pelatihan ksatria di mulai dengan beberapa teman Arthur yaitu Will, mereka berlari mengitari hutan belakang kastil keluarga sejauh 5 km, 10 x putaran.

"Hi, Arthur kamu sudah mulai ikut pelatihan ksatria?" Tanya Will yang penasaran.

"Iya Will, hati hati jika kamu lengah aku akan segera menyusul mu," jawab Arthur sambil berlari ringan.

"Mana mungkin aku membiarkanmu menyusul ku." Jawab Will terlihat percaya diri.

Seusai melakukan pemanasan dengan berkeliling bukit belakang kastil para rekrutan ksatria muda melakukan gerakan kuda kuda dengan membawa pedang, tombak, kapak dan sebagainya.

Tetapi kebanyakan ksatria menggunakan pedang karena pedang di kenal sebagai raja senjata.

Mereka mengambil senjata, kemudian mulai melakukan berbagai gerakan sesuai keahlian senjata masing masing yang mereka kuasai.

Ada yang menggunakan postur mengayun ke atas ke bawah dengan senjata tombaknya mengikuti ritme gerakan tertentu, ada yang mengambil gerakan ke kanan ke kiri memutar dengan pedangnya seperti ayunan angin.

Ada juga yang lagi berduel dengan tangan kosong maupun senjata kayu, sehingga setelah berduel mereka terlihat wajahnya lebam serta sekujur tubuhnya babak belur.

Tetapi mereka tidak menangis atau mengeluh, mereka malah tertawa sehabis berduel.

Beberapa anak juga melatih teknik-teknik dasar bolak balik mereka praktekkan, dengan media boneka kayu sebagai bahan latihan, seperti yang di lakukan oleh Arthur.

Tak! Tak!

Arthur berulang kali mengulangi postur yang sama, dengan teknik dasar penggunaan pedang tertentu. kemudian objek boneka kayu di jadikan sasaran pukulan demi pukulan sampai Arthur berkeringat.

Setelah Arthur dan anak-anak lainnya seharian berlatih di halaman, hingga matahari terbenam di ufuk barat, akhirnya kapten Sebast menghentikan pelatihan hari ini.

"Oke, kerja bagus anak anak muda yang ingin menjadi seorang ksatria hebat di masa depan. Latihan hari ini sudah selesai, besok latihan kita lanjutkan, kalian semua boleh bubar!" Perintah kapten Sebast.

"Baik kapten!" Jawab serempak dengan suara keras.

Terpopuler

Comments

👑Queen of tears👑

👑Queen of tears👑

pedang apa?
aku jadi ingat pedang dengan permata jantung samudra 🤣🤭


ktnya sih itu pedang sakti

2024-06-11

1

👑Queen of tears👑

👑Queen of tears👑

knp dikenal sbgai raja senjata?


ap merupakan senjata pertma yg dibentuk??

2024-06-11

1

👑Queen of tears👑

👑Queen of tears👑

kyknya aku terkontaminasi athur mknya ngira outhornya remaja 😭🤧🤣🤭

2024-06-11

2

lihat semua
Episodes
1 Chapter 01 : Perjalanan Bisnis
2 Chapter 02 : Aktivasi Sistem Revolusi industri
3 Chapter 03 : Kesepakatan Bisnis
4 Chapter 04 : Perkamen & Kertas
5 Chapter 05 : Perjalanan pulang ke kota Wales
6 Chapter 06 : Persiapan pendirian Pabrik Kertas
7 Chapter 07 : Peresmian Pabrik Kertas
8 Chapter 08 : Sekolah Umum Kota Wales
9 Chapter 09 : Pelatihan Ksatria Bagian I
10 Chapter 10 : Pelatihan Ksatria Bagian II
11 Chapter 11 : Pelatihan Ksatria Bagian III
12 Chapter 12 : Masalah Pengiriman & penjualan Kertas
13 Chapter 13 : Proyek Pabrik Peleburan Besi Tanur Sembur Bagian I
14 Chapter 14 : Proyek Pabrik Peleburan Besi Tanur Sembur Bagian II
15 Chapter 15 : Proyek Pabrik Peleburan Besi Tanur Sembur Bagian III
16 Chapter 16 : Isu Perang Perbatasan
17 Chapter 17 : Perang Perbatasan Front Timur-Utara bagian I
18 Chapter 18 : Pembangunan Benteng dan Pos Pemeriksaan Kota Wales.
19 Chapter 19 : Perang perbatasan front Timur Utara Bagian II
20 Chapter 20 : Pertempuran Pertama dan Sabotase Musuh
21 Chapter 21 : Menara Pengepungan & Mesin Pertempuran
22 Chapter 22 : Pengepungan Benteng SkyWolf
23 Chapter 23 : Setelah Pertempuran & Senjata Baru
24 Chapter 24 : Perang Pengepungan Benteng SkyWolf Bagian II
25 Chapter 25 : Sabotase & Pencegahan
26 Chapter 26 : Sabotase & Pencegatan II
27 Chapter 27 : Sabotase & Pencegatan III
28 Chapter 28 : Pengepungan Kota West Mercy
29 Chapter 29 : Pemusnahan Pasukan Kavaleri Musuh
30 Chapter 30 : Mengepung Pasukan Earl Almond
31 Chapter 31 : Earl Almond Menyerah
32 Chapter 32 : Situasi terkini front Timur Selatan
33 Chapter 33 : Kabar terbaru dari pusat Benua
34 Chapter 34 : Perjanjian & Rencana Pulang
35 Chapter 35 : Singgah di Kota Trivia
36 Chapter 36 : kembali & Reuni Keluarga
37 Chapter 37 : Pembuatan alat perata jalan.
Episodes

Updated 37 Episodes

1
Chapter 01 : Perjalanan Bisnis
2
Chapter 02 : Aktivasi Sistem Revolusi industri
3
Chapter 03 : Kesepakatan Bisnis
4
Chapter 04 : Perkamen & Kertas
5
Chapter 05 : Perjalanan pulang ke kota Wales
6
Chapter 06 : Persiapan pendirian Pabrik Kertas
7
Chapter 07 : Peresmian Pabrik Kertas
8
Chapter 08 : Sekolah Umum Kota Wales
9
Chapter 09 : Pelatihan Ksatria Bagian I
10
Chapter 10 : Pelatihan Ksatria Bagian II
11
Chapter 11 : Pelatihan Ksatria Bagian III
12
Chapter 12 : Masalah Pengiriman & penjualan Kertas
13
Chapter 13 : Proyek Pabrik Peleburan Besi Tanur Sembur Bagian I
14
Chapter 14 : Proyek Pabrik Peleburan Besi Tanur Sembur Bagian II
15
Chapter 15 : Proyek Pabrik Peleburan Besi Tanur Sembur Bagian III
16
Chapter 16 : Isu Perang Perbatasan
17
Chapter 17 : Perang Perbatasan Front Timur-Utara bagian I
18
Chapter 18 : Pembangunan Benteng dan Pos Pemeriksaan Kota Wales.
19
Chapter 19 : Perang perbatasan front Timur Utara Bagian II
20
Chapter 20 : Pertempuran Pertama dan Sabotase Musuh
21
Chapter 21 : Menara Pengepungan & Mesin Pertempuran
22
Chapter 22 : Pengepungan Benteng SkyWolf
23
Chapter 23 : Setelah Pertempuran & Senjata Baru
24
Chapter 24 : Perang Pengepungan Benteng SkyWolf Bagian II
25
Chapter 25 : Sabotase & Pencegahan
26
Chapter 26 : Sabotase & Pencegatan II
27
Chapter 27 : Sabotase & Pencegatan III
28
Chapter 28 : Pengepungan Kota West Mercy
29
Chapter 29 : Pemusnahan Pasukan Kavaleri Musuh
30
Chapter 30 : Mengepung Pasukan Earl Almond
31
Chapter 31 : Earl Almond Menyerah
32
Chapter 32 : Situasi terkini front Timur Selatan
33
Chapter 33 : Kabar terbaru dari pusat Benua
34
Chapter 34 : Perjanjian & Rencana Pulang
35
Chapter 35 : Singgah di Kota Trivia
36
Chapter 36 : kembali & Reuni Keluarga
37
Chapter 37 : Pembuatan alat perata jalan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!