Hadiah

Kembali pada saat ini_

Janji pernikahan yang telah diucapkan, walaupun tanpa menyebutkan nama lengkap, setidaknya mungkin mereka sudah menjadi pasangan suami-istri.

Kasak kusuk orang-orang menertawakan Cheisia, yang memilih menikahi orang biasa. Wajar saja, mana ada keluarga kaya yang ingin menikahi wanita korban pelecehan. Tentu pilihan satu-satunya menikahi pria miskin. Bahkan dapat dikatakan hampir seperti gelandangan?

Walaupun rupawan di balik kacamatanya. Namun kondisi kaki Neil yang belum sembuh membuat kakinya pincang.

"Apa Sengkuni (tokoh antagonis di Mahabarata, yang kakinya pincang) akhirnya menikah..." Cibiran salah satu tamu, membuat orang-orang menahan tawanya. Bahkan ada yang keceplosan tertawa.

"Wanita murahan mana ada yang mau. Dia menjadi artis figuran kan? Aku yakin dia bukannya dilecehkan. Tapi sebenarnya tidur dengan produser demi mendapatkan job."

"Hazel pantas menemukan kebahagiaannya dengan Bianca. Sudah pintar, cantik dan bermartabat. Jujur saja Bianca lebih pantas menjadi putri kandung keluarga Muller."

Kalimat demi kalimat yang didengar Dirgantara dan Sela. Kalimat-kalimat yang sejatinya menbuat mereka murka. Namun, Bianca yang berada diantara mereka menenangkan.

"Jangan dilawan, mereka kerabat dan orang-orang penting. Kakak juga pasti akan paham." Itulah yang diucapkan Bianca pada Dirgantara dan Sela, tidak ingin ada seorangpun yang membela Cheisia.

Janji pernikahan telah diucapkan. Cheisia yang masih digendong Neil ala bridal style, terisak kecil dalam tangisannya. Tidak ada yang peduli walau pun dirinya dipermalukan di hadapan umum.

Tidak ada kecuali Neil."Jangan menangis, dikau adalah pengantin tercantik. Jadi lempar buket bunganya. Kita akan kembali ke rumah. Daku akan memberikan banyak cinta untuk dikau."

Kalimat yang membuat Cheisia tersenyum, walaupun air matanya mengalir. Melempar karangan bunga asal. Dan seperti yang sudah diduga tidak ada yang menangkapnya.

"Stt...jangan difikirkan." Neil melangkah menuruni altar membawa pengantinnya. Memeluknya erat dalam dekapannya. Tidak ingin Cheisia menatap ke arah siapapun yang ada dalam ruangan ini.

Orang-orang yang menahan tawanya, melihat ke arah mereka penuh hina. Ada yang mencibir dan diam-diam tertawa. Sedangkan Cheisia? Dirinya menyembunyikan wajahnya pada dada bidang Neil.

Tidak ada kalimat yang terucap dari bibirnya. Dunia tidak memihak padanya.

"Nona tenang saja, hanya aku yang akan ada. Orang lain hanya sampah yang menghalangi jalan. Lihatlah wajah mereka, apa tuan dan nyonya peduli padamu? Apa tunangan yang kamu cintai melirik ke arahmu? Jika itu menyakitkan, jangan pedulikan. Mereka menganggapmu sudah mati. Jadi anggap mereka sudah mati." Sebuah bisikan bagaikan iblis.

Perlahan Cheisia menoleh ke arah orang-orang yang disayanginya. Ayahnya menenangkan sang ibu yang menangis, benar-benar terlihat bahagia bersama Bianca. Sementara Hazel hanya duduk dengan wajah tertunduk.

"A...aku hanya memilikimu..." Ucap Cheisia pelan.

"Benar...nona hanya memilikiku." Dalam beberapa hari Cheisia melupakan orang-orang yang dikasihinya sepihak. Menyerah akan cinta mereka, bagaikan sebuah doktrin dari pengalaman pahit yang diberikan Neil.

Melukai tapi mencintai, menjerat sekujur tubuh malaikatnya dengan kawat berduri.

Tangan yang mengalung pada lehernya, gemetar. Bergantung pada sosok Neil yang baru dikenal olehnya. Tidak ada cinta dari orang tua sejak dirinya berusia 14 tahun. Tidak ada juga balasan perasaan tulusnya pada Hazel.

Wajah Neil diam-diam tersenyum, telah memiliki malaikatnya.

"Setan..." Cibir Akira Leopard, tertawa kecil menatap dari sudut tempat pernikahan berkonsep garden party diadakan. Inilah gayanya Willem Alexander Niel Andreas, bergerak, bagaikan menyerang dalam senyap. Sungguh wanita malang.

Sedangkan Hazel? Dirinya hanya menunduk. Semua isi fikirannya kacau. Keputusan yang diambil olehnya, memenjarakan Cheisia dalam pernikahan. Tanpa memberi wanita jahat itu cinta.

Namun kenapa terasa sesakit ini, terhuyung bangkit melangkah menuju koridor dalam hotel. Kakinya terasa lemas, duduk di lantai dalam tatapan kosong.

Masih teringat jelas segalanya. Panggilan kak Hazel kala SMU, mendaki gunung sembari bernyanyi."Hah...hah..." Rasanya kesulitannya untuk bernapas karena rasa sakit ini.

Sebelum mengunjungi rumah Cheisia banyak kenangan indah kala SMU. Adik kelas yang mengajarinya bermain piano, adik kelas yang berteriak mendukung dirinya yang berada di bangku cadangan tim basket.

Hingga segalanya dimulai dari Cheisia yang mendorong Bianca hingga jatuh dari tangga. Bianca yang tanpa mengucapkan apapun mendonorkan hatinya untuk Hazel. Hingga pelecehan yang dialami Bianca, didalangi oleh Cheisia.

"A...aku tidak mungkin mencintai wanita keji." Hazel tertawa kecil, namun air matanya mengalir. Mengingat bagaimana Neil mengangkat tubuh Cheisia. Berjanji di hadapan Tuhan untuk...

"Hah...hah..." Hazel menghela napas berkali-kali. Hingga Bianca melangkah mendekatinya, memegang jemari tangannya.

"Hazel, apa kamu masih mencintai kakak? A...aku tau perasaan ini salah. Tapi aku mengagumi Hazel..." Ucap Bianca.

"A...aku memiliki separuh hatimu. Jadi tidak apa-apa." Hanya itulah jawaban Hazel, mengelus pucuk kepala Bianca. Kemudian bangkit, mulai berjalan menelusuri lorong.

Sejenak senyuman di wajah Bianca memudar. Menghela napas kasar, Hazel adalah calon suami yang sempurna. Tapi, andai dirinya memiliki akses mendekati, ketujuh tuan muda yang paling berpengaruh. Dirinya tidak akan peduli pada Hazel.

Menghela napas kasar, meninggalkan tempat ini guna mencari kedua orang tuanya. Tidak akan membiarkan mereka mengunjungi Cheisia.

Namun, kala hendak menunju lobby sosok itu terlihat, seseorang yang dijuluki sebagai harimau putih. Akira Leopard, melangkah dengan cepat.

Brak!

Sebuah pertemuan yang tidak sengaja karena bertabrakan. Itulah kesan yang ingin ditunjukkan Bianca.

"Maaf! Aku tidak sengaja menabrakmu!" Ucap Bianca yang terjatuh di lantai. Berharap pemuda itu akan mengulurkan tangannya.

Tapi.

"Apa semua wanita yang ada di dunia ini tidak punya mata?" Gumam Akira Leopard tersenyum mencibir, melangkah meninggalkan Bianca. Entah berapa wanita yang memakai trik serupa untuk mendekatinya.

Bianca segera bangkit. Ini adalah peristiwa langka bertemu langsung dengan salah satu dari 7 tuan muda berpengaruh. Walaupun menjadi 6 karena pemimpin mereka sudah meninggal dalam kecelakaan.

"Akira! Tunggu, aku hanya ingin mengenalmu!" Bianca mempertaruhkan harga dirinya.

Pada akhirnya langkah Akira terhenti, menyadari Sela dan Dirgantara berada beberapa meter di belakang Bianca. Tanpa wanita itu sadari, hendak mendekati putri angkat mereka.

"Anggap saja ini hadiah pernikahan untuk kakak iparku yang akan dikurung." Batin Akira tersenyum.

"Mengenal? Maaf aku tidak tertarik, pekerja hotel mengatakan, kamu yang menghancurkan pernikahan kakakmu sendiri. Dengan mengganti foto prewedding di layar proyektor menjadi rekam jejak korban pelecehan." Akira menghela napas kasar menunggu reaksi Bianca.

"I...itu karena aku tidak ingin kedua belah pihak saling menipu. La... lagipula, kata pegawai hotel kejadian seperti ini pernah terjadi di hotel ini. Dimana pernikahan batal karena mempelai pria menampilkan adegan perselingkuhan calon istrinya. A...aku hanya tidak ingin keluarga dari pihak kakak iparku tertipu..." Itulah yang diucapkan Bianca membela dirinya.

"Bullshit (omong kosong)." Akira tersenyum melangkah meninggalkan Bianca tanpa kata.

Namun.

Plak!

Satu tamparan mendarat di pipinya. Tangan Sela gemetar, air matanya mengalir."Kamu yang mempermalukan Cheisia!?"

"I...ibu?"

🥀🥀🥀

...Menatap ke arah sinar matahari, menutup mata sejenak merasakan angin....

...Merindukan dekap kasih kalian, yang bagaikan duri....

...Terkadang aku berfikir mengikuti arus untuk melepaskan hidup. Apa kalian akan menangis untuk kematianku......

...Aku hanya tanaman kecil dalam pot, dengan daun mengering, menunggu hujan. ...

...Karena tidak pernah ada cinta dari kalian......

Cheisia.

Terpopuler

Comments

Miss Typo

Miss Typo

wauuuuu Akira top

2024-09-23

0

Bzaa

Bzaa

mamam tuh tabokan ...

2024-06-22

1

m. fatkhulloh Basyar

m. fatkhulloh Basyar

satu kata untuk Bianca MAMPUS
akhirnya ketahuan jga kebusukan nu Bianca

2024-05-21

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!