Dua hari sebelum pesta pernikahan, saat Neil meninggalkan Cheisia seorang diri_
Undangan pernikahan ditatap olehnya. Resepsi yang diadakan di Sea Hotel, menatap deretan gedung pencakar langit. Menghela napas kasar, tidak disangka dirinya kembali menggunakan koneksinya.
Kala taksi berhenti tengah malam di depan area hotel, matanya menelisik. Menghela napas berkali-kali."Kenapa bisa kebetulan..." gumamnya mengingat tempat ini merupakan milik salah satu rekan bisnisnya. Atau dapat dikatakan teman?
Seorang pria pincang, baju murahan, ditambah dengan beberapa bekas luka yang belum benar-benar sembuh, memasuki hotel mewah. Tentu saja security akan menghalanginya.
"Ada keperluan apa kemari?" Tanya sang security.
"Aku ingin bicara dengan kucing putih, pemilik hotel ini." Jawab Neil.
Namun sang security mengangkat salah satu alisnya. Bukankah pemilik hotel ini sifatnya lebih mirip harimau putih, dari pada kucing putih?
"Kamu ingin bertemu dengan tuan Akira? Jangan bercanda! Sudah! Pergi sana, sebelum aku menyeretmu!" Sang security memijit pelipisnya sendiri.
Ada 7 keluarga konglomerat yang memiliki keterikatan mendalam di negri ini. Ketujuhnya pewarisnya, kebetulan berada di usia muda dan memiliki julukan masing-masing. Memiliki kelompok sosial dan keterikatan yang kuat.
Harimau putih, pemilik hotel ini, dengan nama asli Akira Leopard. Beruang Grizzly, Dwika Abimanyu pemilik perusahaan real estate. Dan ada lima orang lagi, yang berasal dari tuan muda termasyhur. Salah satunya pimpinan dari para tuan muda ini yang baru-baru ini meninggal dalam kecelakaan tunggal, dijuluki naga dari timur, Willem Alexander Niel Andreas, atau biasa dipanggil Willy.
"Tidak perlu menyeretku, karena aku hanya akan menunggu di warung depan hotel." Itulah yang diucapkan Neil penuh senyuman, terlihat tidak tersinggung sama sekali.
Privasi memang penting, dirinya pun dulu begitu. Tidak akan membiarkan seseorang tidak dikenal bertemu dengannya.
Menghela napas kasar, play boy itu (Akira Leopard) akan datang pada malam hari. Itu sudah pasti mengingat kebiasaannya yang memiliki tempat penyimpanan wine di bagian ruang bawah tanah hotel. Memesan teh hangat, itulah yang dilakukan olehnya, menunggu Akira Leopard datang.
Jujur saja, Neil sudah bosan dengan kehidupan kalangan atas. Tidak ada yang menyambut kepulangannya kecuali pelayan, tatapan orang-orang yang membenci dirinya, ada pula orang-orang serakah menginginkan kekayaannya.
Orang baik? Semua orang menggunakan kulit palsu di hadapannya. Dirinya tidak memiliki keluarga, tidak memiliki tujuan lagi setelah berada dipuncak. Itulah yang membuat Willem Alexander Niel Andreas, tidak ingin kembali.
Biarlah mati di jalanan, mungkin itu sempat terlintas dalam hidupnya yang membosankan. Tidak ada orang di dunia ini yang baik secara cuma-cuma. Tidak ada yang dapat dipercayai olehnya.
Hingga dirinya bertemu dengan Cheisia. Rasa bersalah yang ada, ketulusannya membuat Neil serakah. Bagaikan iblis yang ingin memiliki malaikat. Bolehkah memilikinya walaupun dengan jalan melukai?
Hingga sebuah mobil memasuki area hotel. Dirinya mulai berlari, di tengah padatnya arus lalu lintas. Memang gila bukan? Ada alasan tersendiri mengapa julukan naga dari timur disandang olehnya.
Menyebrang dengan cepat, bahkan sempat melakukan teknik parkour kala ada mobil yang melaju di hadapannya. Benar-benar berbahaya, menyebrang hanya mengadakan instingnya.
Dari kecil menerima pendidikan militer dari sang kakek penyebabnya. Membuat pria ini begitu angkuh pada dunia yang menurutnya membosankan. Mungkin karena itu juga, Neil dapat selamat dari kecelakaan mobil yang mustahil bagi orang biasa untuk tetap hidup. Mengingat betapa terjalnya jurang tempat mobilnya terjatuh.
Hingga pada akhirnya tiba di seberang jalan, mobil Akira Leopard dihentikan olehnya. Pemuda keturunan perpaduan Jepang, Eropa dan Indonesia itu, menatap ke arah seseorang yang berada di depan mobilnya.
"Willy!" Gumam Akira menelan ludahnya. Sudah diduga olehnya Willy tidak akan mati semudah itu.
Pemuda yang dengan cepat keluar dari mobil."Aku kira kamu mati!" teriaknya, memeluk temannya.
"Sttt...aku tidak akan kembali. Karena itu anggap saja aku sudah mati." Kalimat dari Neil membuat Akira terdiam tidak percaya.
Orang keji yang bagaikan menguasai dunia bisnis. Berinvestasi di berbagai bidang, mulai memasuki perusahaan keluarganya dari usia 17 tahun. Pria rupawan tanpa senyuman, dimana setiap tanah yang dipijaknya, dilapisi karpet merah.
"Tidak kembali?" Tanyanya tidak mengerti."Le... lebih baik kita bicara di dalam. Karena ayah dan adikmu membuat perusahaan milikmu kacau balau."
*
Kamar hotel tempat mereka bicara. Mengingat dalam restauran hotel tidak terdapat private room.
Menatap ke arah penampilan Neil dari atas sampai bawah. Sekilas seperti orang lain, model gaya rambut rapi tapi berkelas, tidak ada lagi. Yang ada rambut acak, memberi kesan urakan namun tetap terlihat manis. Kacamata membuatnya yang memiliki kesan tiran menjadi kutu buku tertindas.
Setelan pakaian berkelas, menjadi kaos kebesaran dan celana panjang kain. Bau tubuhnya? Dahulu parfum mahal tercium. Tapi kini, hanya bau apek, dengan sedikit bau sabun.
Namun, etika makan dan tatapan matanya yang tajam, membuat Akira yakin ini benar-benar Willem Alexander Niel Andreas. Pemimpin kelompok sosial mereka, naga dari timur.
"Aku bukan orang kaya lagi. Bahkan aku tidak akan pernah kembali." Neil memulai pembicaraannya.
"Kenapa!? Kamu gila ya? Diantara kita semua, kamu yang paling memiliki banyak aset. Paling banyak memiliki koneksi, paling digilai wanita, paling---" Kalimat Akira disela.
"Aku menemukan apa yang aku cari." Perlahan senyuman menyungging di bibir Neil. Hal yang benar-benar jarang terjadi.
"Apa yang kamu cari? Apa data perusahaan pesaing? Atau kamu menemukan prospek baru?" Ucap Akira tertarik.
"Hal yang lebih berharga... tujuan hidup, karena itu aku memerlukan bantuanmu untuk memilikinya." Neil mengiris daging di hadapannya. Daging yang dipanggang dalam tingkat kematangan medium rare. Perlahan cairan merah bagaikan darah mengalir dari dalam daging.
"Apa ini tentang wanita? Pria gila tidak waras sepertimu jatuh cinta!?" Akira menertawakan, mengira ini sebuah lelucon.
"Kita anggap saja begitu..." Sebuah jawaban dari Neil memakan potongan kentang, di piringnya.
"Hah? Ka...kamu tidak menampik atau marah?" Tanya Alira menghentikan aktivitas makanannya.
Neil menggeleng."Ingat 2 tahun lalu? Satu-satunya wanita yang aku tiduri? Namanya Cheisia Muller, belakangan ini secara kebetulan aku bertemu dengannya. Sayangnya dia akan menikah."
"Lalu apa yang bisa aku bantu? Apa membeberkan kelemahan calon suaminya? Mungkin akan mendapatkan video perselingkuhan calon suami---" Tanya Akira yang tidak mengetahui dengan arah pembicaraan mereka.
"Tidak! Itu hanya akan membuat orang tuanya iba pada Cheisia. Mereka kembali akan memberikan perhatian berlebihan. Tunangannya akan berlutut meminta maaf membuat dirinya iba. Aku tidak ingin itu, daripada membeberkan kelemahan kotoran *njing itu (Hazel), aku ingin kamu mempengaruhi Bianca Muller, agar membeberkan kelemahan terbesar Cheisia Muller." Sebuah kalimat dari Neil penuh senyuman, membayangkan segalanya.
"Kenapa!?" Tanya Akira Leopard tidak mengerti. Mengapa pria ini begitu kejam pada wanita yang dicintainya.
"Tidak akan ada yang sudi menatapnya kecuali aku. Perlahan bagaikan narkotika, dia hanya merasa dicintai olehku. Menggantungkan hidupnya, hanya pada kasih sayangku. Hingga dimatanya orang lain termasuk kedua orang tuanya hanya sampah." Jawaban dari Neil membuat Akira sadar. Dari awal pemimpin mereka memang tidak normal.
"Tuhan tidak mungkin menciptakan manusia sempurna. Dasar obsessive gila!" Batin Akira memijit pelipisnya sendiri.
🥀🥀🥀
...Iblis melangkah pelan di atas lahar. Tidak ada lagi yang menarik baginya....
...Hingga kala menemukan bulu putih, sayap malaikat terjatuh di hadapannya....
...Makhluk yang benar-benar indah. Kala itulah sang iblis berpura-pura menjadi manusia biasa. Memiliki dan menjaga malaikat....
...Di saat yang sama, merantai kaki dan leher sang malaikat, agar tidak meninggalkannya di dunia yang membosankan....
...Mungkin itulah tujuanku. Manusia rendah yang ingin memilikimu....
Neil.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Tasnim thufaila Qotrunnada
authornya yang pinterrr
2024-07-30
1
Bzaa
dasar Neil☺️
2024-06-22
1
Nur Wahyuni
wih semua tempat merupakan temannya Neil ya...
2024-05-21
2